PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 462. BAGAIMANA MENURUTMU?


__ADS_3

Damian:


“Bukan! Aku akan menjelaskan padamu nanti! Tapi ini bisa memecah konsentrasi Jeff disaat dia melihat Bella disana dan disaat itulah aku akan melakukan sesuatu dan menyuruh pasukannya melakukan penyerangan.”


“Apa menurutmu itu akan berguna?”


“Ya, aku yakin.” jawab Dante.


“Lalu bagaimana dengan rencana Jeff itu?”


“Barack! Kita bukanlah pasukan keamanan dunia dan kita bahkan tak dianggap oleh mereka sebagai musuh. Kenapa kau peduli sekali dengan pasukan android itu?”


“Kau benar Dante. Kita memang bukan pasukan keamanan dunia dan kita adalah penjahat. Aku melihat ini sebagai kesempatan kita untuk membuktikan bahwa kita membuat senjata bukan untuk melawan pemerintah.”


“Mereka tidak akan peduli Barack! Mereka hanya memikirkan kepentingan dan keinginan mereka sendiri! Aku sudah melihat bagaimana dengan nasib ayahku.”


“Jadi kau akan membiarkan Jeff melakukan apapun?” tanya Barack.


“Fuuuh! Ini akan kita lakukan penyerangan nanti. Tapi aku rasa kalau Jeff bisa membunuh kita saat ini juga, itu artinya tidak mungkin ada pembuatan pasukan bersenjata itu.”


“Begitu menurutmu Dante?”


“Jangan pernah kau mendikteku tentang apa yang harus aku lakukan, dengarkan dulu apa yang aku katakan! Aku bertindak karena lebih tahu apa yang harus ku perbuat. Bukan berarti aku merendahkanmu, aku tahu kau hebat, kau hanya perlu banyak latihan lagi.”


Mendengar ucapan Dante, Barack pun hanya diam saja dan terlihat masih berpikir.


“Aku sudah sampai dan sebentar lagi kami mendarat. Aku harus tutup teleponnya. Apa ada lagi yang mau kau bicarakan denganku?”


“Jadi maksudmu kita merubah rencana sekarang?”


“Karena itu aku minta nomor telepon Manuel disaat aku membutuhkan aku akan menghubunginya.”


“Baiklah kalau begitu. Tapi Dante---”


“Tapi apa lagi?”


“Manuel itu, kau tahu kan dari kesatuan mana? Dia tidak mungkin mau bergabung dengan federal! Mereka berdua berasal dari dua kubu yang berbeda dan mereka sama-sama berusaha untuk menjadi hebat dengan dan untuk mereka sendiri.”

__ADS_1


“Tentu saja aku tahu tentang hal itu Barack! Aku sudah mempelajari mereka. Aku tahu apa yang mereka inginkan yaitu kekuasaan dan merasak paling hebat di dunia ini. Mereka tidak akan pernah mau bekerjasama.” kata Dante menjelaskan.


“Lalu Dante?”


“Biarkan aku saja yang mengurusnya. Aku paham harus bagaimana, kau cukup memberikan aku informasi apa yang saja yang akan dilakukan oleh Jeff sekarang!”


“Tentu saja dia akan menyerang ketempat diadakannya transaksi.”


“Apa kalian sekarang sudah berangkat ke lokasi?”


“Aku belum melihatnya dengan Manuel! Mungkin mereka belum ada ditempat transaksi! Kenapa kau menanyakan itu padaku Dante?”


Dante sepertinya tidak suka dengan ucapan Barack ini dan dia langsung memiliki sedikit kekhawatiran. “Barack! Apa kau yakin Manuel tidak akan berkhianat padamu?”


“Tentu saja tidak, Dante! Memangnya kenapa kau sampai menanyakan seperti itu?”


“Teruslah berhati-hati Barack! Dan saat ini juga aku ingin kau pulang denganku. Berhentilah berpura-pura di sana. Kau paham kan?”


“Aku memang sudah merencanakan itu Dante. Setelah menyelesaikan ini aku akan kembali padamu.”


“Jangan coba-coba mengancamku Dante!”


“baiklah…..baiklah…..aku tidak akan melakukan itu. Tapi kau harus pulang denganku. Sudah terlalu lama kau bermain-main disana.” kata Dante.


“Dante, bisa kau beritahu aku dimana Sarah sekarang?”


“Dia ada dirumahku tapi kalau ada sesuaru aku akan memasukkannya kedalam bunker.”


“Sesuatu apa maksudmu?”


“Ehm….aku sudah memikirkan sendiri untuk tindakan selanjutnya jika kita dalam kondisi terdesak.”


“Dante! Kau ada merencanakan sesuatu yang lain untuk malam ini? Apa jangan-jangan kau ingin menghancurkan mansion dengan alat kita sendiri?”


“Ehm….sudahlah jangan terlalu banyak bertanya.”


“Dante! Kau tidak bisa melakukan ini. Dengarkan aku, radiasinya bisa masuk kedalam tanah. Ini bisa mempengaruhi air tanah, didalam bunker mereka akan menggunakan air tanah! Kau bisa bayangkan bukan? Kau sama saja membunuh keluargamu sendiri jika kau menghancurkan mansion. Apa kau paham Dante?”

__ADS_1


Dante sepertinya melupakan sesuatu sehingga dia meringis. Dia lupa kalau radiasi bukan hanya dipermukaan saja tetapi bisa meresap kedalam tanah. “Sudahlah! Bukan itu maksudku. Aku tidak merencanakan hal itu, Barack? Banyak hal yang masih harus aku urus. Ada lagi yang penting yang ingin kau bicarakan denganku?”


“Iya, aku tutup dulu teleponnya.”


Klik.


Barack mematikan saluran teleponnya sambil berdecak pelan melihat alat yang digunakan untuk menelapin. ‘Kenapa kau menolak rencanaku dan malah membuat rencana bodoh? Tapi ada benarnya juga yang dikatakan Dante! Rencanaku juga bukan rencana yang baik.”


“Aduh, aku mendadak pusing sekali.” Barack pun mengeryitkan dahinya sambil mencoba menghubungi seseorang Barack tidak paham dengan Manuel yang tidak mengangkat teleponnya dan ini tidak pernah dan ini tidak pernah terjadi sebelumnya. “Apa dia sedang bersama Jeff? Itu alasannya kenapa dia tidak mengangkat teleponnya.”


Barack kembali berpikir, “Tapi sejak tadi mereka membawa Gabriella, memang Manuel sudah tidak menghubungiku lagi. Apa ada sesuatu yang terjadi? Apa mungkin Gabriella sudah menceritakan semuanya pada kakakknya tentang yang dia dengar dari ceritaku?”


Dari tadi Barack dalam posisi duduk tak tenang dan sekarang dia berdiri lalu berjalan mondar mandir.


“Aduhhh apa yang harus kulakukan sekarang?” Barack bertanya pada dirinya sambil memijat keningnya. “Apa jangan-jangan Gabriella menceritakan semua tentang yang dia dengar dan ini akan membahaykan nyawa Manuel?”


“Tapi aku sudah meneleponnya juga tidak diangkat. Semua nomornya sudah kuhubungi. Tidak mungkin dia kenapa-napa kan? Dia juga cukup hebat dalam ilmu bela diri tapi bagaimana kalau dia tertembak? Aduh!” Barack menjadi semakin tidak tenang dan disaat yang bersamaan.


“Permisi Tuan!” terdengar panggilan dari luar.


Barack berhenti melangkah dan keluar dari tempatnya. “Ada apa kau mencariku?” tanya Barack masih dengan mengusahakan penampilannya terlihat tenang.


“Tuan Jeff Amadeo sudah tiba dan dia ingin bertemu dengan anda.”


“Dimana dia ingin bertemu denganku?”


“Diruangannya, Tuan!”


Barack pun mengangguk dan mengikuti orang yang ada dihadapannya. ‘Dia ingin bertemu denganku diruang kamar tidurnya? Mau apa disana?’ Barack merasa tidak nyaman dan juga curiga. Sejujurnya ada kekhawatiran dan rasa cemas yang sudah memenuhi kepalanya saat ini, pikirannya dipenuhi pikiran negatig.


‘Aduh bagaimana bila terjadi sesuatu pada Manuel?’ Barack bergumam pelan didalam hatinya. ‘Jeff tidak biasanya berbicara denganku dikamarnya. Apalagi kamar hotel. Jeff suka berbicara denganku diluar, ditempat terbuka. Apa yang diinginkannya sekarang?’ kepala Barack masih dipenuhi dengan bebragai spekulasi kejadian pembunuhan yang terjadi tak jauh dari sini.


Tok tok tok


“Silahkan masuk, Tuan. Anda sudah ditunggu didalam.”


Barack berjalan tanpa senyum dengan rahang mengetat, walaupunragu tapi dia sudah melangkahkan kakinya kedalam. “Bagaimana persiapannya?”

__ADS_1


__ADS_2