
“Jaga dia! Aku tidak mau kau sampai kecolongan sama seperti kau kehilangan Sarah.” ucap Dante.
Dante memberikan penegasan pada Noel sebelum dia masuk ke kursi pengemudi dan mulai melajukan mobilnya untuk meninggalkan tempat itu.
‘Kemana kami akan pergi? Jadi orang ini yang sudah membuat ayahku sengsara selama ini? Berarti dia yang membunuh orang tua Tuan Danye? Aku bisa melihat Tuan Dante marah sekali! ‘
‘Sepertinya dia tidak akan merasa puas jika hanya butiran-butiran peluru yang menembus tubuh pria ini. Itu tidak cukup bagus untuknya dan tidak akan mendatangkan kepuasan. Lagipula orang ini jahat sekali dan sudah melakukan banyak hal buruk! Dia tidak pantas mati dengan mudah, siksaan yang menyakitkan pantas untuknya!’ gumam Noel dalam hati.
“Berikan padaku nomor telepon Eddie.” ucap Dante pada Noel. Sambil mengemudikan mobil meninggalkan tempat transaksi itu.
“Ini Tuan Dante! Ada banyak hal yang ingin kuceritakan padamu.” ucap anak buahnya yang duduk disamping Dante sambil memberikan ponselnya dan sudah menghubungi nomor Eddie.
“Halo.”
“Aku sudah mendapatkan Robert Kane!” ucap Dante.
Mendengar perkataan Dante barusan membuat eddie mengerjapkan matanya.
“Apa kau bilang barusan? Robert Kane? Bagaimana bisa kau melakukannya Dante?” tanya Eddie.
“Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan semuanya. Intinya aku sudah mendapatkannya. Orang yang bertransaksi denganmu adalah dia!” kata Dante.
“Tujuannya adalah menangkapku tapi dia tidak berhasil melakukannya. Tidak perlu untuk melanjutkan perang lagi disana! Biarkan saja pasukan mereka pergi dari tempat itu! Mereka sudah kalah dan tidak bisa melakukan apapun sekarang!”
“Dante, kita sudah hampir menang. Federal sudah kalah telak dan tidak ada lagi yang tersisa dari pihak mereka. Saat ini aku sudah menyuruh Nick menyiapkan rudal untuk menghabisi sisa pasukan federal!”
“Tidak perlu! Aku tidak ada urusan dengan mereka. Aku sudah mendapatkan apa yang ku mau. Biarkan saja sisa pasukan federal itu pergi dari sana!”
“Dante, jika kita membiarkan mereka maka sebentar lagi mereka akan mendatangkan pasukan tambahan untuk menghancurkan kapal.” ujar Eddie.
“Kau sudah tahu kalau kapalku pasti akan dihancurkan tapi kenapa kau malah menyuruh mereka melakukan perlawanan lebih? Suruh mereka segera kedaratan dan kembalilah ke pangkalan.”
“Apa kau yakin Dante?” Eddie tidak mengerti jalan pikiran sahabatnya itu sehingga dia bertanya.
‘Melepaskan orang-orang yang bersalah itu bukan sikap Dante! Tapi kenapa dia masih mau melakukan itu? Apakah Robert Kane memiliki sesuatu tentang masa lalunya? Atau dia memiliki kunci akses yang hanya bisa dibuka olehnya sehingga Dante mengamankannya?’
Eddie memang ada mendengar selentingan tentang hal itu tapi dia mencoba untuk melakukan apa yang diperintahkan Dante padanya.
“Iya, biarkan sisa pasukan mereka pergi dari sana! Lakukan apa yang kuperintahkan dan kita tidak lagi membuat masalah dengan pihak federal.” kata Dante.
__ADS_1
“Baiklah Dante, kalau memang itu maumu.”
“Eddie! Bagaimana dengan orang-orang yang berada digudang? Apa mereka masih hidup?”
“Iya Dante! Tapi kondisi mereka tidak bisa keluar dari ruang bawah tanah dan persediaan oksigen disana semakin menipis. Kita harus segera mengeluarkan mereka dari sana secepatnya!”
“Apa kau sudah melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah itu?”
“Sudah Dante! Aku sudah menyiapkan alat berat disana!” jawab Eddie lalu terdiam sejenak.
“Mereka tidak punya banyak waktu berada diruang bawah tanah. Jadi kami akan melakukannya secepat mungkin untuk menyelamatkan mereka. Aku tidak akan membiarkan pasukan kita mati!”
“Bagus! Lakukan secepatnya dan bawa mereka pergi dari sana. Kembalilah ke pangkalan biar aku saja yang mengurus sisanya.” ucap Dante.
“Apa maksudmu mengurus sisanya Dante? Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu.”
“Jangan bodoh ed! Aku tahu apa yang harus kulakukan. Kau paham? Urus saja bagianmu dan aku yang akan mengurus sisanya! Kembalilah ke pangkalan secepatnya.”
“Oke! Hati-hati Dante.”
“Aku mau tanya padamu bagaimana caranya menghubungi Nick?”
”Menggunakan nomor baru. Sepertinya Henry sudah menyiapkan untuknya dan dia menggunakan nomor telepon rumahmu.”
“Bilang pada Henry untuk menghubungkan pada Nick.”
“Baik Tuan.” tak menunggu lama dia mengirimkan pesan pada Henry untuk segera menghubungkan Nick dengan Dante.
“Saya sudah mengirimkan pesan pada Tuan Henry agar memberitahukan Nick untuk segera menghubungi anda, Tuan.”
“Bagus!” Dante menunggu telepon dari Nick. Tak butuh waktu lama teleponnya berdering.
“Kau sudah menemukan jalur lainnya?” tanya Dante tanpa basa basi.
“Satu-satunya jalan menuju ke tempat itu hanyalah jembatan itu Dante! Kalau kau ingin memutar maka lebih jauh! Kau butuh jarak sekitar dua ratus kilometer.” jawab Nick.
“Aku tidak yakin jembatan itu akan aman saat kulewati.”
“Ya sepertinya memang begitu. Pasukan federal sudah menaruh sesuatu disana Dante!”
__ADS_1
“Dia juga sudah menyadap pembicaraan kita sebelumnya! Untuk jalur itu pun sudah tidak aman.”
“Lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang Dante?”
“Siapkan helikopter! Aku tidak mau lama, kurang dari sepuluh menit kau harus mengantarkan helikopter untuk mengangkat mobilku!”
“Jadi kau masih ingin menyeberang jembatan itu dengan helikopter, Dante?”
“Iya Nick! Helikopter yang akan membawa mobilku. Aku ingin pergi menggunakan itu. Apa bisa kau melakukannya secepat mungkin?”
“Tunggu sebentar. Aku akan coba menghubungi anak buahmu yang terdekat disana untuk mengurus semua permintaanmu.” ucap Nick.
“Lakukan secepatnya. Aku tidak punya banyak waktu Nick!”
“Baiklah Dante. Aku lakukan sekarang juga. Tunggu saja disana!”
“Sudah selesai. Simpang ponsel ini.” Dante memberikan ponsel kepada anak buahnya.
“Tuan, jadi kita akan menunggu didekat jembatan?”
“Iya.” jawab Dante mengangguk.
“Tapi jika kita menunggu disana maka pasukan federal bisa saja langsung mencari dan mengejar kita, Tuan! Pasukan mereka sudah ada disana dalam jumlah besar.”
“Dalam waktu sepuluh menit mereka akan mencari ditempat aku menangkap orang itu. Setelah itu baru mereka akan pergi kedaerah yang lebih jauh. Jadi kita masih punya cukup waktu.” Dante menjelaskan perhitungannya sehingga Noel dan pria satunya lagi tidak banyak bertanya lagi. Ponselnya kembali berdering, ada panggilan masuk dari Nick.
“Sudah kau siapkan Nick?”
“Sudah Dante! Apa yang mau kau lakukan sekarang? Akan ada helikopter yang akan mengangkat mobilmu dan membantumu! Aku memerintahkan anak buahmu mengirimkan dua helikopter kesana, aku rasa kita harus menggunakan dua helikopter karena tidak akan cukup hanya satu saja.”
“Baguslah. Sebentar lagi aku akan sampai ditempat itu.”
“Aku mengerti.” ucap Nick ingin menutup teleponnya. Tapi…..
“Nick, bagaimana kabar Bella? Apa dia sudah bangun?” tanya Dante yang merasa khawatir.
“Kau ingin mengecek didalam kamarnya? Kau yakin kalau aku harus melakukan itu Dante?”
“Tidak! Cukup kau cek diluar kamar saja! Kalau dia sudah bangun pasti kau akan tahu.”
__ADS_1
“Tidak ada pergerakan diluar kamarnya Dante! Aku rasa istrimu masih tertidur lelap karena perbuatanmu yang membuatnya kelelahan.’ ucap Nick menyindir Dante.
‘Syukurlah! Aku sangat mengkhawatirkannya dari tadi. Aku takut dia panik saat bangun dan mencariku.’ gumam Dante dihatinya yang mulai merasa tenang mengetahui kabar Bella.