PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 135. KITA MANFAATKAN DIA


__ADS_3

“Kau membiarkannya hidup Dante!” ujar Nick membelalakkan matanya. “Apa sebenarnya tujuanmu? Mengapa kau melakukan ini semua? Kau tidak pernah bertindak seperti ini sebelumnya.” Nick yang tidak mengerti pun langsung mempertanyakan sikap Dante, dia tak sabar menunggu jawaban apa yang akan diberikan sahabatnya itu yang kali ini bertindak tidak biasa.


‘Ini bukan seperti Dante yang biasa! Dante selalu menyelesaikan masalah saat seseorang menyelinap masuk maka dia akan menyelesaikannya langsung tanpa berpikir panjang. Saat seseorang bebruat salah, dia akan langsung menghukumnya. Saat sesuatu tidak sesuai dengan keinginannya maka dia langsung menghabisi pengganggunya. Dante adalah seorang pria bertangan dingin! Dirinya adalah hukum dan semua pengikutnya harus tunduk dibawah aturannya. Dante mendikte baik teman mapun lawannya, dia seorang yang sempurna dan semua harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Tapi kenapa sekarang dia menyimpan masalah ini?’ gumam Nick dalam hatinya memikirkan soal itu.


“Aku melihat sesuatu yang berbeda padanya.” Dante kembali bicara dengan senyum diwajahnya.


“Apa?”


“Kau tahu bagaimana kita menemukan Barack?” tanya Dante.


Nick hanya mengatupkan bibirnya, mengingat kejadian masa lalu dimana mereka berembuk berempat untuk menentukan tentang Barack.


‘Ku akui memang orang itu lebih hebat dariku mungkin! Sedikit banyak strateginya mirip dengan Dante, tak bisa dibayangkan! Dia adalah orang yang sulit dan seandainya saat ini bisa dihentikan maka aku lebih memilih menghentikannya daripada membuat dia hidup sebagao parasit yang akan menggerototi inangnya. Tapi apa alasan Dante melakukan itu? Sepertinya dia ingin sekali pria itu tetap ada disini dan tetap hidup. Apakah alasan yang sama seperti dia memperjuangkan Barack dulu?’


“Talent?” tanya Nick.


“Hem...” Apa kau bisa menebak hal lainnya Nick?” tanya Dante.


“Negative. Aku sama sekali tidak tahu.” Nick merespon setelah diam beberapa saat.


“Apa kau tidak punya ide lain? Sesuatu yang terpikirkan olehmu setelah melihatnya?”


“Tidak! Mungkin kau bisa menjelaskan padaku dante!” akhirnya Nick menjawab, dia menatap Dante dengan serius. Rasa keingin tahuannya besar tentang alasan Dante membuat Nick diam.


“Orang ini akan menjadi penyakit serius dan mematikan, mungkin akan membuat kita kehilangan segalanya. Tapi dia juga bisa menjadi salah satu kekuatan kita. Mungkin akan membuat kita memperoleh kemenangan besar!” jawab Dante gamblang dengan tersenyum menyeringai.


Saat mendengar jawaban Dante justru Nick bahkan tidak merasakan sakit walaupun luka yang ada ditubuhnya, harusnya dia merintih kesakitan.


‘Senyummu itu membuatku merinding Dante!’ hati Nick berdecak tapi dia tidak mengatakan apapun untuk beberapa saat dia terdiam memandang Dante mencoba untuk menerka jalan pikiran sahabatnya itu. Apa sebenarnya keinginan orang yang ada didepannya ini?

__ADS_1


“Kau sudah paham sekarang?” tanya Dante ulang.


“No. negatif! Bagaimana maksudmu Dante?” Nick kembali bertanya menimpali kalimat yang baru saja terurai dari bibir Dante.


“Kau tahu apa musuh terbesar kita?”


“Pihak federal, polisi internasional dan sindikat.” jawab Nick.


“kau benar! Kita butuh orang yang mengerti sistem itu!” Dante melanjutkan masih dengan senyum diwajahnya, dia terlihat sangat tenang dan tidak menggebu-gebu saat bicara.


“Tapi dia berani menyusup kesini Dante! Dia memiliki kemampuan seperti yang kau lihat tadi di arena. Dia bahkan hampir membunuhku….ehemmm harus kuakai mungkin kalau kau tidak membunyikan sirine itu yah memang benar aku dan dia akan mati bersamaan, itu adalah pilihan terbaik selain yang terburuk aku yang mati. Karena dia tidak menyerah dan aku pun tidak menyerah. Kau lihat wajahku sudah babak belur begini!”


“Hem….” Dante mengangguuk.  “Kita bisa memanfaatkannya tanpa memberitahukannya. Bagaimana menurutmu?” tanya Dante melirik Nick.


“Maksudmu?” Nick masih belum paham sehingga dia bergelut dengan pertanyaan yang sama.


“Kita kesulitan menembus pasar Amerika karena banyaknya sindikat disana! Kita butuh data-data mereka, pihak federal memilikinya dan kita juga bisa selamat dari mereka seandainya kita tahu pergerakan pasukan federal dan mata-mata dunia.”


“Baiklah! Aku akan mengikuti rencanamu Dante! Kalau menurutmu dia masih bisa kita manfaatkan maka aku akan mengikuti rencanamu.”


“Periksalah ini!” Dante melemparkan sebuah flashdisk pada Nick.


“Karena benda ini kau membunuh orang tadi pagi?” tanya Nick mengeryitkan kening.


Dante hanya menganggukkan kepalanya setelah mendengar pertanyaan Nick. “Dan periksa juga handphone ini.” dia mengeluarkan sebuah ponsel dari saku celananya dan melemparkannya pada Nick.


“Baiklah! Aku akan mengecek ini semua.” Nick melihat kedua benda ditangannya sambil membolak balikkannya lalu menatap Dante.


“Simpan benda itu sekarang, jangan periksa disini.” ujar Dante lagi.

__ADS_1


“Kau tidak ingin ada sinyal luar yang masuk ke mansion mu ini bukan? Jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan itu terjadi.” ucap Nick.


“Dia akan masuk kedalam permainan kita tapi satu hal yang perlu diingat, kau harus benar-benar mengawasinya. Pastikan dia mengerjakan pekerjaannya dengan benar! Buat dia tidak bisa mengelak dari tanggung jawabnya dan aku akan menyadap teleponnya, tempat tinggalnya sehingga kita bisa tahu semuanya apabila dia mengundang pasukan federal untuk meringkus transaksi kita. Dimana persiapannya dan berapa jumlah pasukan yang akan datang jadi kita bisa menyerang lebih dulu.” Dante melirik sekilas setelah menjelaskan semuanya pada Nick.


“Baiklah. Jadi itu tujuanmu. Kau ingin dia menghubungi pihak federal dan kau akan menyerang mereka lebih dulu, begitu?”


“Ya, aku ingin menyerang mereka lebih dulu. Dengan begitu pasti mereka akan berpikir bahwa dia membela kita dan ini akan membuat masalah untuk dirinya sendiri, kau paham maksudku?”


“Aku tahu. Baiklah...sekarang aku paham semuanya. Aku tahu apa yang harus kulakukan, aku harus pergi sekarang untuk mengecek ini.” Nick menggerakkan handphone dan flashdisk yang ada ditangannya.


“Pergilah! Segera kabari aku kalau kau sudah selesai memeriksanya.” perintah Dante.


“Tapi….kau tidak pergi?” Nick bertanya karena seharusnya mereka pergi bersama-sama.


“Aku masih ada urusan disini.” ucap dante lagi.


“Wanita itu?” tanpa melihat ke arah puncak bukit, Nick bicara seakan tahu makna dari ucapan Dante.


“Hem…..” Dante menganggukkan kepalanya.


“Apa kau cemburu pada Anthony karena wanita itu, dante?” goda Nick dengan seringai tawanya.


“Diam!” satu kata yang sudah dilontarkan Dante membuat lawan bicaranya hampir tersedak menahan tawa. Ini benar-benar bukan Dante yang biasanya, dia benar-benar cemburu!


“Hahahaha…..sepertinya kau sangat menyukainya Dante!” tawa Nick sudah tak bisa ditahannya lagi.


“Daripada kau terus memikirkan itu, lebih baik kau pikirkan kapan kau akan membawa Barack pulang bersama gadis itu! Aku tidak mau masalah bertambah. Wanita itu akan mengamuk padaku.”


“Tidak ada yang tahu keberadaan Barack. Hahaha…..kau takut pada wanita itu?” Nick terkekeh.

__ADS_1


“Sabarlah! Teruslah mencarinya, aku yakin dia punya alasan kenapa dia masih bersembunyi.”


__ADS_2