PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 488. MENYEBERANG


__ADS_3

“Jadi kita akan jalan biasa sekarang? Tidak menggunakan helikopter lagi?” tanya Noel.


“Kita akan menaiki pesawat untuk destinasi kita selanjutnya.” kata Dante sambil melihat layar ponselnya. Dia melihat posisi yang ada di ponselnya membuat pria itu tersenyum.


“Aku tidak bisa bicara denganmu Anthony! Nomor teleponmu sudah disadap. Tapi aku tahu dimana posisimu sekarang.”


“Aku hanya perlu mengikutimu karena aku yakin mereka pun pasti sedang mengikutimu.” ucap hati Dante sambil melajukan mobilnya semakin cepat setelah mereka terbebas dari helikopter.


“Anthony! Kau harus mendengarkan sebuah kebenaran dari mulut pria ini.”


“Dante, kau bisa mengikatku disini tapi kau tidak akan pernah bisa mendapatkan adikmu kembali! Kau harus ingat itu! Adikmu tidak akan pernah kembali padamu!”


Didalam karung, setelah Robert Kane berhasil melepaskan ikatan mulutnya dia pun langsung bicara pada Dante.


“Terserah kau mau bilang apa! Tapi aku tahu dimana adikku berada dan kita akan segera tahu pendapatnya setelah kau bertemu dengannya bukan?” balas Dante pada Robert. “Noel! Perhatikan dia! Jangan biarkan dia lolos!”


“Baik.” jawab Noel singkat.


“Hahahaha, adikmu tidak akan mempercayaimu Dante! Sebaiknya kau urungkan saja niatmu itu.”


“Teruslah kau bicara sebelum nanti kau tidak bisa bicara lagi selamanya. Sebaiknya tunggu saja sampai kita bertemu Anthony! Simpan suaramu untuk menjelaskan kebenarannya padanya nanti.”


Ucapan Dante itu membuat hati Robert Kane menjadi semakin panas. Tapi dia berusaha untuk menahan dirinya dan terus menajamkan pendengarannya untuk mengetahui kemana Dante membawanya pergi. Sedangkan Dante terus mengikuti koordinat dimana Barack berada.


‘Tidak terlalu jauh lagi! Hanya sekitar lima belas menit untuk sampai disana!’ gumamnya mengejar ketertinggalan.


DUUUAARRRR!


“Sepertinya ada ledakan besar didepan sana! Ditempat tujuan kita, Tuan! Apa yang terjadi didepan sana? Asapnya membumbung tinggi dan terlihat mengerikan sekali sampai setinggi itu.”

__ADS_1


“Hahahaha…..aku memang tidak bisa melihat ledakan itu tapi aku bisa mendengar suara ledakannya dengan jelas! Dante, apa kau pikir adikmu itu masih hidup, hah?” teriak Robert.


Beberapa saat setelah Anthony masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan lokasi transaksi


“Kau yakin kita akan pergi dari sini Anthony? Bukankah ini melanggar perjanjianmu dengan Dante?” Anna bertanya dan menatap prihatin karena dia bisa melihat kecemasan terpancar dari wajah Anthony, hal itu membuat Anna pun ikut merasa cemas.


‘Selama aku mengenal Anthony, aku tidak pernah melihat dia secemas ini. Apa sebenarnya yang mengganggu pikirannya?’


“Kita harus segera pergi dari sini! Aku tidak tahu sepak terjang Jeff seperti apa.” ucap Anthony masih menunjukkan wajah cemasnya. Dia bahkan menatap Anna dengan ekspresi cemas.


‘Dante, maafkan aku! Seharusnya aku tetap ada disana tapi instingku tidak baik, aku harus menyelamatkan Anna! Perasaanku sangat tidak enak kalau aku tetap tinggal disana. Aku merasa seperti sesuatu yang buruk akan terjadi dan mengacaukan operasi kita dan akan membuat kita menderita dan mendapatkan kerugian sangat besar.’


Anthony mulai mengikuti perasaannya yang sudah tidak enak sejak tadi. Anthony dan Dante punya kesamaan, mereka selalu mengikuti insting mereka dalam menentukan pilihan ketika mereka berada dalam kondisi terjepit. Tapi orang-orang disekitar mereka kadang merasa bingung dengan cara berpikir Anthony maupun Dante.


“Sepertinya ada yang mengikuti kita Anthony!” ucap Anna menatap kebelakang ketika dia melihat ada dua buah mobil besar yang mengikuti ditambah lagi dengan beberapa sepeda motor yang juga mengejar mereka. Anna merasakan kepalanya berdenyut, ada kekhawatiran yang terpancar dari wajahnya. Dia menatap kearah Anthony dengan wajah datar.


“Tentu saja kita diikuti. Ada dua kelompok yang mengikuti kita. Yang pertama adalah orang-orang Jeff Amadeo karena mereka penasaran denganmu dan yang kedua adalah Dante. Tapi aku juga tidak tahu apakah dia menyuruh anak buahnya mengikuti kita atau tidak.” jawab Anthony. Lalu dia menoleh ke belakang sebentar lalu kembali fokus menatap kedepan.


“Apa kau menyuruh pihak federal mengawal kita?” tanya Anna yang membuat Anthony mengedipkan matanya sejenak menatap Vince. Meskipun temannya itu tidak memandangnya.


“Aku tidak menyuruh siappaun mengawalku.” jawab Anthony.


“Lalu itu helikopter milik siapa?” tanya Vince kembali sambil menatap keatas melalui sunroof mobilnya. Dia bisa melihat ada helikopter yang terbang diatas mereka.


“Kurasa itu milik federal.” jawab Anthony sambil mengatur posisi duduknya.


“Apa kau yakin itu milik federal? Katakan alasanmu, Anthony.” ucap Vince lagi.


“Karena Jeff Amadeo tidak mungkin menyiapkan helikopter secepat ini. Dia membutuhkan proses dan dia tidak tahu apapun tentang Bella! Pihak federal tahu semua rencana kita. Aku curiga mereka memiliki niat tertentu.”

__ADS_1


Ucapan Anthony membuat Vince terdiam sejenak.


‘Aku tidak meminta pertolongan apapun pada pihak federal untuk mengawalku. Aku hanya membawa beberapa kompi pasukan dan aku tinggalkan di tempat itu. Tujuannya hanya untuk menjaga supaya pihak Jeff tidak mengikutiku dengan cepat. Tapi sepertinya pasukan-pasukan itu malah menyerang pihak Dante!’ gumam hati Anthony.


‘Mudah-mudahan saja Dante tidak salah paham padaku kalau pasukan federal menyerang mereka. Aku akan coba untuk menghubunginya dan menjelaskan situasi yang kuhadapi.’ Anthony tidak mau ada kesalahpahaman dengan Dante. Dan selama ini dia selalu bersikap jujur pada Dante. Tapi serangan yang dibuat oleh pasukan federal setelah dia memberikan informasi ini membuatnya khawatir.


Anthony bahkan tidak membicarakan masalahnya kepada Anna maupun Vince, dia mencoba mencari jalan keluarnya sendiri sehingga dia mencoba menelepon Dante.


“Ada apa Anthony?” Anna kembali bertanya ketika mereka sudah melewati jembatan.


Doooorrr Doooorrr Doooorrrr………terdengar suara tembakan beruntunt membuat Anthony cemas dan dengan cepat berpikir.


“Sepertinya kita mendapatkan serangan!” ujar Anthony. “Menunduklah!” Anthony refleks menggerakkan tangannya memegang kepala Anna dan menidurkannya di pangkuannya.


“Bagaimana dengan mu? Kenapa kau tidak menunduk Anthony?” tanya Anna.


“Tidak perlu memikirkanku!” jawab Anthony yang merubah posisi duduknya sehingga kepalanya pas disandaran kursi.


“Siapa yang menyerang kita, Anthony?”


“Ada kemungkinan kalau itu anak buah Jeff! Tapi mereka tidak mungkin sampai menembak kearah kepalamu! Karena mereka tidak mau kau mati!” ucap Anthony dan Anna pun langsung diam merenungkan ucapan pria itu.


“Maksudmu mereka tidak mau jika Bella mati bukan?”


“Iya, bagus! Otakmu sekarang sudah mulai pintar Anna!” ucap Anthony tersenyum pada Anna membuat suasana tidak lagi tegang seperti tadi.


“Pfffff! Dasar kau!” Anna memutar bola matanya mendengar ucapan Anthony. “Kalau aku tidak pintar aku tidak akan pernah bisa membantumu terus-terusan, iyakan Anthony?”


“Hahahaha…..jangan marah Anna! Aku hanya mencoba mencairkan suasana karena aku tidak mau kondisi kita yang sudah terdesak malah membuat kita semakin stress karena pertanyaanmu.”

__ADS_1


“Seberapa besar cinta Jeff pada Bella?” perlahan Anna bertanya menanggapi pernyataan Anthony. Mereka masih diserang dari belakang dan masih belum ada perlawanan yang diberikan Anthony maupun Vince.


__ADS_2