
‘Sudah dari tadi aku mendengarkan mereka bicara, kenapa aku merasa sangat kesal dan sakit hati ya? Kapan sih pesawat ini mendarat? Aku ingin beristirahat dikamarku dan tidak melihat kemesraan mereka,’ gumamnya kesal. Pasangan ini benar-benar menyebalkan, sama-sama tukang ancam.
“Daddy aku mau turun!” ujar Alex yang berusaha turun dari pelukan Dante. Mereka fokus pada si kecil Alex yang sudah turun dan berjalan mendekati Bella.
“Alex kau mau bertemu temanmu?” tanya Tatiana tak suka. Alex tidak pernah suka orang baru.
“Hmmmm….” jawab Alex singkat menganggukkan kepala tanpa mau memandang Tatiana. Alex hanya fokus memandang Bella, entah kenapa anak kecil itu merasa dekat dan menyukai teman barunya.
“Ada yang kau inginkan tuan muda Alex?” tanya Bella.
“Daddy apa tuan muda?” tanya Alex melirik ayahnya.
“Ah, itu hanya ucapan sebagai tanda hormat untukmu, sayang.” Dante menjawab sambil mengelus kepala anaknya.
“Tapi aku kan Alex bukan tuan muda!” protes Alex.
“Jadi kau mau aku memanggilmu Alex saja?” tanya Bella dan dijawab Alex dengan anggukkan kepala.
“Baiklah, aku akan memanggilmu Alex saja.” Bella mengulurkan tangannya yang disambut Alex dengan uluran tangan juga. Alex tetap fokus menatap wajah Bella yang tersenyum manis, seolah dia terhipnotis dengan wajah pengasuhnya itu. “Semoga kita bisa bekerjasama ya Alex.”
Alex yang tidak mengerti hanya menganggukkan kepala tanpa mengalihkan tatapannya dari Bella, hal itu membuat Tatiana tidak suka karena Alex tidak pernah menatapnya seperti itu.
‘Ah….semoga saja kau nyaman dengannya Alex!’ celetuk Dante didalam hatinya saat dia melihat cara Alex menyapa Bella. ‘Sepertinya ikatan darah itu memang kental, Alex menatapnya begitu instens dan tidak mengalihkan matanya dari Bella. Apa mereka merasakan keterikatan batin?’
“Pesawat sudah mendarat, ayo kita turun!” ujar Dante melihat istrinya dan mengajaknya turun.
“Tunggu! Ini bukan di bandara kan?” Bella bertanya sambil mengerjapkan matanya dan menengok keluar.
“Tidak Bella. Kita langsung turun dirumah.” ucap Tatiana.
“Oh begitu!” Bella tak lagi banyak bicara tapi dia hanya melihat kearah luar. ‘Sudah kuduga kau bukan orang sembarangan! Tapi aku juga tidak tahu seberapa kaya Tuan Jeff. Kalau kekayaannya setengah dari milikmu juga sudah cukup! Tapi dia juga sudah menikah, aku tak mau ah jadi perusak rumah tangganya.’ gumam Bella dihatinya tak ingin terlalu memikirkan Jeff lagi.
__ADS_1
“Alex! Kenapa kau diam saja? Ayo kita turun.” ajak Dante.
“No daddy! Aku mau turun dengannya.” jawab Alex tanpa mengalihkan tatapan matanya dari Bella.
Jawaban Alex membuat hati Tatiana sedikit berdecak, Alex selalu sulit untuk diajak oleh Tatiana dan lebih sering menolaknya sehingga kadang Dante harus membujuknya cukup lama baru dia mau bersama dengan Tatiana. Apa-apaan ini? Dia baru saja bertemu dengan Bella tapi dia ingin bersama wanita itu dan sejak tadi matanya fokus menatap Bella?
“Apa kau mau menggandeng tanganku?” tanya Bella agak terbata-bata karena dia tidak menyangka. ‘Apa dia benar-benar mau jalan sama aku? Tapi mereka sedang bertiga dan tidak seharusnya aku mengganggu ya?’ celetuk Bella didalam hati.
“No...No! Gendong aku! Aku mau kau gendong aku!” Alex sudah membuka kedua tangannya pada Bella. Melihat itu membuat Tatiana semakin merasa tidak tenang, hal itu tidak pernah terjadi padanya. Alex tidak pernah meminta Tatiana untuk menggendongnya meskipun kadang Tatiana menawarkan diri untuk menggendongnya tapi Alex selalu menolak.
“Benarkah kau mau aku menggendongmu?” Bella mengerjapkan matanya tak percaya. ‘Apa anak ini benar-benar mau ku gendong? Padahal tadi dia jelas-jelas menolak digendong mommy-nya.’ gumamnya lagi bertanya-tanya dihatinya.
“Sepertinya anakku merespon dan menyukaimu.” Tatiana bicara dengan penuh penekanan yang tak disadari oleh Dante.
“Hem…..tapi apa tidak sebaiknya bersama dengan anda saja, nyonya?” tanya Bella tidak mau menimbulkan masalah baginya.
“Tidak apa-apa jika dia mau kau yang menggendongnya! Aku akan turun duluan bersama suamiku, nanti pelayan akan mengantarkanmu ke kamar anakku dan dia juga akan menunjukkan kamarmu.” Tatiana kembali bicara.
“Kau memberikan dia kamar singgah kita?”
“Ya. Aku rasa itu pilihan tepat karena ada pintu penghubung ke kamar Alex. Itu akan membuat Alex dekat dengan pengasuhnya jadi kau tidak perlu bolak balik ke kamar itu lagi.”
“Terimakasih kau sudah memperhatikan aku. Jadi maksudmu setiap malam aku bisa bersantai dikamar dan menunggumu?” tanya Tatiana mengelus wajah tampan suaminya yang sengaja dia lakukan untuk dilihat oleh Bella.
‘Oh…...hebat kau ya menjadikanku pengasuh gratisan anakmu supaya kau bisa menghabiskan waktu bersama istrimu!’ Bella mencibir dan memaki sepasang suami istri itu didalam hatinya.
“Gendong aku!” suara imut Alex membuat Bella kembali tersadar dari lamunannya.
“Kemarilah!” Bella membuka tangannya dan menggendong Alex.
“Hemmm…..sangat lucu dan menggemaskan!” celetuk Bella yang sudah memangku Alex. Dia menunggu Dante dan Tatiana turun lebih dulu.
__ADS_1
“Dante! Bisa kau ambilkan tasku yang ada dikamar? Ponselku juga ada disana.” pinta Tatiana dengan senyum mengembang diwajahnya.
“Tunggu sebentar!” ujar Dante. Tak sulit bagi Tatiana membuat Dante bergera pergi, wanita itu menatap kepergian suaminya dengan senyum sampai punggung Dante tidak terlihat lagi.
“Apa kau lupa peraturannya?” suara Tatiana terdengar marah, sudah tidak ada keramahan. Dia memicingkan matanya menatap Bella yang memangku Alex. Tatiana merasakan kemarahan dihatinya melihat interaksi Alex yang terlihat anteng dan manja duduk dipangkuan Bella. Dia tidak pernah mendapatkan perlakuan dan sikap itu dari Alex selama ini.
“Maksudnya?”
“Sudah kukatakan padamu kalau aku dan suamiku sedang bersama maka kau harus menyingkir! Apa kau lupa dengan aturannya?”
“Oh itu-----”
“Jangan buat hidupmu susah disini! Berhenti bersikap bodoh dan polos! Turunkan Alex dan pura-puralah pergi ke toilet! Jangan keluar sampai aku, suamiku dan anakku keluar dari pesawat!” Tatiana sudah tidak mampu lagi menahan kemarahannya.
“Jadi anda mau saya masuk ke kamar mandi dan bersembunyi disana, nyonya?” tanya Bella yang dijawab anggukan oleh Tatiana.
“Cepat pergi dari sini sebelum suamiku kembali!” ujar Tatiana dengan raut wajah yang dingin dan tidak ada senyum lagi yang menghiasa bibir merahnya.
“Baiklah, Saya akan pergi sekarang nyonya.” Bella pun melirik Alex yang bergelayut manja dipangkuannya. “Alex sayangku, bisakah kau turun dulu? Aku sudah tidak tahan mau pipis...ssshhhh.” Bella memasang wajah meringis menahan buang air kecil.
“Kau mau pipis Bella?” tanya Alex dengan suara imutnya.
“Iya Alex sayang…..aku mau pipis dulu. Bolehkah aku ke kamar mandi sebentar saja? Nanti kalau sudah selesai kita bisa main lagi. Terserah Alex mau main apa saja.” ujar Bella mengelus lembut pipi Alex yang menggemaskan.
“Kenapa tidak pakai pampers saja? Alex pakai pampers.” tanya Alex polos.
“He he he.” Bella hanya bisa terkekeh tidak bisa menjawab pertanyaan Alex. ‘Duh anak ini! Kok aku makin gemas melihat bibirnya, aku jadi kangen sama Sarah.’ gumam Bella dalam hati.
“Alex! Kemarilah sebentar!” suara tegas Tatiana membuat Alex merasa takut dan tak jadi bicara lagi dengan Bella. Dia membenamkan wajahnya didada wanita itu.
‘Huh! Kenapa anak ini malah mengeratkan tangannya di lenganku saat dipanggil mommy-nya?’ Bella merasa heran dengan sikap Alex yang semakin mengeratkan pegangannya dilengan Bella seolah dia tak mau dipisahkan.
__ADS_1