
‘Hahahaha kala itu aku berpikir bahwa dia adalah Bella tetapi ternyata dia bukan Bella! Dia adalah wanita lain dan dia yang memberitahu padaku apa yang sebenarnya terjadi. Dengan begitu aku memberitahu Jeff dan untung saja aku memberitahunya di waktu yang tepat! Disaat adiknya baru saja melakukan operasi itu. Hah, dasar gadis bodoh!’ gumam hati Windy.
‘Tapi baguslah, dia memberikanku semua informasi yang aku butuhkan! Padahal aku mengiming-iminginya uang tapi informasi itu aku dapatkan dengan mudah aku membunuhnya! Cih! Aku tidak akan membarikan uang dengan mudah pada wanita macam dia!’ bisik hati Windy lagi. Wanita yang dulu pergi dari rumah Anthony memang mengenakan topeng wajah Bella.
Tidak sengaja dia bertemu dengan Madam Windy, lalu wanita itu mengambilnya dan menginterogasinya sebelum akhirnya Mada Windy membunuhnya. Inilah awalnya Jeff mengetahui tentang kecurangan itu.
Dia pun langsung mengkoordinasikan timnya dan menyiapkan semua androidnya. Termasuk memberitahu pada Tatiana tentang apa yang terjadi dan memasang penyadap disemua tempat dan alat yang dipakai Dante.
“Aku tidak tahu! Aku mohon jangan lakukan sesuatu padaku dan putraku! Aku juga sedang hamil sekarang!” kata Bella sejujurnya mengatakan kehamilannya dengan harapan mereka bisa luluh.
“Jadi kau sekarang sedang mengandung anak Dante? Dan berita itu benar?”
“Iya! Aku mohon Jeff! Jangan lakukan apapun padaku. Aku sangat mencintai anak-anak!” ucap Bella.
“Aku hanya ingin menjalani hidupku yang sekarang bersama Dante! Aku sudah berubah dan aku tidak menginginkan semua hal yang kulakukan dimasa lalu! Aku sudah menikah dan punya anak.” Bella bicara sambil sesenggukan dan kakinya sudah tidak sanggup menyangga tubuhnya. Tapi dia berusaha untuk tetap berdiri dan menahan Alex didalam pelukannya dengan tangan gemetar.
Instingnya sebagai seorang ibu yang ingin melindungi anaknya.
“Bella! Kau tahu sudah berapa banyak kerugian yang aku alami karena aku ingin menyelamatkanmu?” Jeff yang dari tadi mengamatipun bicara.
“Aku akan menyampaikannya pada Dante! Dia pasti akan mau mengganti semua kerugianmu.”
“Hahahahaha!” Jeff justru malah tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Bella.
Suara tawanya menggelegar memecah keheningan diruangan itu. Dan disaat bersamaan, disana ada satu orang lainnya yang sedang bertarung dengan dirinya sendiri sambil terus mengamati Jeff.
‘Apa yang telah kuperbuat? Aku membawa istri dan anak Dante kemari? Ya Tuhan! Aku semakin gila! Aku tidak mengerti kenapa pikiranku tidak bisa dikontrol seperti ini.’ gumam hati Dante Emilio.
Dante Emilio tidak paham apa yang terjadi pada dirinya. Tapi dia merasakan adanya pertentangan batin yang sangat kuat. ‘Bahkan untuk menggerakkan tanganku sendiri untuk mengambil senjata rasanya sulit sekali! Kenapa denganku?’ dia mengamati lingkungan sekitarnya.
‘Ada tiga penjaga disini dan pria itu sepertinya bisa mendengar suara ditelingaku. Dia yang membuatku melakukan apa yang tidak ingin aku lakukan.’
__ADS_1
Dante Emilio mencoba kembali mengingat dan dia sangat kesal pada dirinya sendiri dan berusaha untuk mengembalikan keadaannya menjadi lebih baik.
‘Gawat! Aku sudah benar-benar membuat kekacauan! Apa mereka mengatakan manusia android? Mereka mengatakan aku robot?’ pikiran Dante Emilio kembali dan kini dia menatap sekujur tubuhnya yang bisa dilihat oleh matanya.
‘Darah! Aku berdarah dan terkena senjata. Tapi aku tidak merasakan sedikitpun rasa sakit. Jantungku tetap berdetak! Aku tidak mengerti apa yang terjadi pada diriku. Kenapa aku tidak mati padahal satu peluru bersarang dijantungku? Jadi benar kalau aku sekarang adalah robot?’ ditengah kepanikannya Dante Emilio melihat kondisi dirinya.
“Jangan ambil anakku!” Bella mencoba bertahan untuk tetap memegangi Alex. Dan suara teriakan Bella ini menggugah naluri didalam hati Dante Emilio.
“Ambil dan bawa anak itu pergi dari sini!” perintah Jeff yang berteriak menggelegar.
“Mommy Bella?” Alex juga tidak mau melepaskan tangannya dari Bella. Tapi Madam Windy mencoba memegang Alex.
‘AKu tidak bisa biarkan ini.’ itulah yang dipikirkan Dante Emilio sehingga dia mengambil dua buah senjata dari saku celananya lalu menembak. DOOR!
“Aaakkkhh!” satu peluru berhasil bersarang dikepala Madam Windy yang langsung membuatnya terkapar. Tembakannya tepat mengening kening wanita itu!
DOR DOR DOR……Dan Dante emilio menembak tiga kali mengenai pasukan Jeff, tembakannya jitu tepat mengenai kepala.
“Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Apa kau melakukan sesuatu padaku?” Dante Emilio menggelengkan kepalanya, “Tidak! Kau pasti menyuruh seseorang melakukan sesuatu padaku. Para petugas medis itu orang suruhanmu bukan?”
“Hahahah……kau pintar juga ternyata. Tapi kau cukup berbahaya! Lihatlah apa yang baru saja kau lakukan!” Jeff mendesis sambil melirik wanita yang sudah terkapar itu.
“Windy! Kau bodoh sekali! Aku sudah mengatakan padamu agar menggunakan serum itu. Tapi kau menolaknya! Akhirnya kau mati sia-sia kan?” Jeff melirik Windy yang terbujur kaku tak bernyawa lagi.
Lalu Jeff menatap ketiga orang anak buahnya. “Untung saja mereka masih bisa kuhidupkan!” celetuknya yang sedang mengambil remote dari saku celananya.
“Bagaimana mereka bisa hidup lagi?” gumam Dante Emilio.
“Sama sepertimu! Tapi kau tidak bisa diatur!” Jeff menatap Dante Emilio dengan tajam.
“Aku masih bisa berpikir!” celetuk Dante Emilio melirik pada pelatuk senjatanya dan mengarahkannya pada Jeff Amadeo. “Nyonya Sebastian! Pergilah dan bawa anakmu dari sini.” pekik Dante Emilio.
__ADS_1
“Hahahahaha!” tawa Jeff pun kembali pecah.
“Bagaimana mungkin kau bisa menyuruhnya pergi? Bahkan untuk melewati satu pos anak buahku saja dia tidak akan sanggup!”
“Iya mungkin tidak sanggup! Tapi aku akan melindunginya.” Dante Emilio sudah berjalan menghampiri Bella sambil tatapan matanya tak teralihkan dari Jeff.
“Hahahaahaha!” Jeff tetap tertawa terbahak-bahak seolah apa yang barusan didengarnya adalah lelucon.
“Kau tahu jika aku mencoba untuk menggerakkan dirimu lagi kau tak akan bisa mengaturnya.”
Dante Emilio menuju pada sebuah layar yang tadi digunakan untuk menunjukkan pada Bella tentang percobaannya. “Inilah pilihanmu! Aku akan mengkliknya!” ancam Dante Emilio.
“Aku akan bicara denganmu!” ucap Jeff lalu dia mendekatkan remote itu pada bibirnya. ‘Aku mau kau mengambil anak yang ada ditangan Bella! Bawa anak itu dan bunuh dia hidup-hidup didepan Bella.’
Kata-kata itu diucapkan Jeff lalu dia memencet sebuah tombol dan tersenyum.
“Lihatlah dirimu sendiri, kau bahkan kesulitan untuk menolak perintahku bukan?” Jeff mengomentari Dante Emilio yang kini sedang mengalami pertarungan dengan dirinya sendiri.
“Aku akan coba untuk terus sadar dan tidak terpengaruh.” ucap Dante Emilio yang berusaha keras.
Tapi, “Berikan anakmu padaku!” kata-kata itu keluar begitu saja dari bibir Dante Emilio yang tidak diinginkannya sambil menatap Bella.
“Tidak! Aku mohon jangan lakukan itu! Dia ingin menipumu! Kau orang baik, tadi kau yang menolongku, kau ingat kan?” Bella bicara ingin mengembalikan kesadaran Dante Emilio.
“Nyonya, tolong bawa anak Tuan Dante pergi dari tempat ini.” Dante Emilio mencoba menahan dirinya dan kembali pada kesadarannya walaupun itu sangat sulit baginya.
“Kau masih mencoba menahannya? Kau tidak akan pernah bisa! Dia terlalu kuat untuk kau tahan!”
“Tidak, aku harus terus menahannya! Aku tidak akan melukai anak Tuan Dante!” ucap Dante Emilio.
“Tapi apa yang kau perbuat? Kau sudah membawanya kepadaku! Bukankah ini artinya kau tidak bisa menahan perintahku?” ujar Jeff tersenyum melihat kondisi Dante Emilio yang sangat buruk.
__ADS_1
Pria paruh baya itu berada didua sisi didalam hatinya, sesaat dia sadar dan sesaat tidak sadar. Dia berusaha keras menentang. Tapi……”Berikan anakmu padaku!”