
’AKu tidak peduli, pokoknya kau akan tetap menjadi milikku. Aku akan melakukan apapun untuk itu!’ saat ini Gabriella pun turun kebawah sambil berlutut dan melebarkan kaki Barack dan Gabriella mendekatkan kepalanya pada milik pria itu.
“Kau mau apa?” tanya Barack dengan tatapan dingin pada wanita itu. Meskipun dia tahu apa yang ingin dilakukan oleh gabriella tapi dia tetap bertanya entah apa maksudnya.
“Ehm, tentu saja memanjakanmu! Memberikan sensai yang luar biasa dengan mulutku.” ucap Gabriella dengan suar mendayu-dayu.
“Oh! Jadi itu yang mau kau lakukan?” kata-kata Barack yang ada maksud tertentu dan hanya pria itu saja yang tahu. Barack mengambil rokok dan korek apinya lalu menghisap rokoknya.
“Iya aku akan lakukan itu!” jawab Gabriella yang langsung mengulum dengan mulutnya, dia merendahkan harga dirinya demi pria idamannya itu.
Barack bukan orang yang merokok sebelumnya, dia satu-satunya sahabat Dante yang tidak pernah merokok tapi entah mengapa sekarang dia melakukannya dan hanya Barack saja yang tahu alasannya. Barack tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh gabriell, dia hanya membuang asap rokoknya dan membiarkan wanita itu membuat terangsang.
“Kau sudah paus dengan permainanmu?” tanya Barack lagi dengan satu tangan menyangga tubuhnya dan satu tangan memegang rokok,
“Belum! Aku tidak berani memuaskan diriku sebelum kau puas. Milikmu sudah maksimal tapi aku yakin kau belum puas bukan?” tanya Gabriella lagi.
“Lalu, bagaimana caramu memuaskanku budak?” Barack mematikan rokoknya.
“Biarkan aku mencobanya. Aku akan memberikanmu permainan yang berbeda. Saat ini aku yang akan memuaskanmu! Aku janji!”
“Lakukanlah yang terbaik. Jangan membuatku bosan sudah sebulan ini permainanmu tidak ada bagus-bagusnya!” ujar Barack sambil merapikan bantal lalu bersandar membiarkan wanita itu naik ke tempat tidur sambil merangkak dan menuju kekaki Barack.
“Lakukan yang benar! Hisap sampai dalam masuk ke tenggorokanmu!” ucapnya sambil menahan kepala Gabriella hingga semua masuk sampai ke tenggorokannya. Gabriella merasa mual tapi dia tetap menjaga dirinya agar tidak muntah dan berusaha keras untuk menyenangkan pria itu.’Untung aku belum makan! Aku tidak akan membiarkannya bersama wanita lain. Aku akan memuaskannya apapun yang dia inginkan akan aku berikan selama dia tetap bersamaku!’
Gabriella berbisik didalamhatinya untuk menyakinkan dirinya apa yang harus dilakukannya sambil kedua tangannya mulai beraksi.
“Ehmmm….”
“Hei! Aku yang menyuruhmu memuaskan dan menyenangkan aku tapi kenapa kau yang mendesah begitu, ha?” tanya Barack sambil menekuk satu kakinya dan menatap lurus pada Gabriella, tampak kemarahan di wajahnya yang membuat wanita itu ketakutan setengah mati.
“Karena kau sangat menggoda jadi aku----” ucapnya makin menggila.
__ADS_1
“Hei budak! Aku menyuruhmu untuk memuaskan aku dan membuatku senang! Bukannya kau yang harus puas sendiri!” teriak Barack marah dan memicingkan matanya.
“Aku sudah mencobanya Rodrigo.” jawab Gabriella kembali melakukan aksinya. Dirinya tidak tahan membayangkan seluruh tubuh Barack padahal pria itu tak menyentuh sedikitpun tubuh Gabriella.
“Kau ini kenapa? Setiap permainan denganku kau selalu begini? Buruk sekali! Tak memuaskan!”
“Aku juga tidak tahu Rodrigo! Tapi tubuhmu sangat menggodaku, aku tidak tahan.”
“Cih! Selama aku belum puas dan aku tidak senang kau tidak boleh memuaskan dirimu sendiri! Apa kau tidak paham? Itu aturan permainan kita apalagi kau hanyalah seorang budak!”
Inilah yang selalu membuat gabriella lelah dan tidur lama sekali, dia sudah kehilangan akal sehatnya mencari cara untuk membuat Barack puas dan itu sulit baginya. Pria itu bahkan memanggilnya budak, ****** dan lainnya yang sangat hina dan merendahkannya tapi Gabriella yang bucin berat tidak peduli.
Gabriella mengangkat kepalanya dan dengan indera pengecapnya dia berusaha melakukan sesuatu yang lain. Semuanya dia lakukan agar bisa tetap disisi Barack.
‘Aku tidak pernah dihina dan direndahkan begini sebelumnya. Para pria biasanya tertarik pada tubuhku dan menggodaku walau aku menolak. Tapi kenapa dengan dia sangat menarik sekali? Aku bahkan rela dipanggil budak…..jalang…..hahahaha!’ Gabriella tertawa didalam hatinya sambil memegang tubuh Barack.
“Hei kau itu paham bahasa manusia tidak? Lakukan yang benar!”
PLAAAAKKKK!
“Sssshhhh….apa yang kau lakukan Rodrigo? Kenapa kau menamparku?”
“Aku sudah bilang puaskan aku! Bukan kau yang memuaskan dirimu sendiri! Apa yang kau lakukan tadi, budak?” Barack memicingkan matanya sambil menjambak rambut Gabriella sehingga kepala wanita itu menatap ke langit-langit dan leehr jenjangnya pun terlihat jelas oleh Barack.
“Aaahhkkkkk sakit Rodrigo!” ucap Gabriella sambil menitikkan airmatan. Dia tidak pernah dikasari oleh pria manapun selama ini, justru Barack malah menggigit tengkuknya hingga darah segar terasa didalam mulut pria itu.
“Puaskan aku! Kau tidak kuperbolehkan memuaskan dirimu! Lakukan apapun sampai aku puas dan setelah itu baru kau boleh mendapatkan apa yang selama ini kau ingingkan! Itu syaratnya, paham kau budak bodoh?”
“Rodrigo, kenapa kau tega sekali padaku? Kau selalu bersikap kasar padaku.”
“Kalau kau tidak mau melakukannya kau bisa pergi dari tempatku. Aku tidak akan mencegahmu!” Barack menghentakkan tangannya yang tadi menjambak rambut Gabriella.
__ADS_1
“Kau tau apa yang akan terjadi jika Jeff tahu tentang ini?” Gabriella mencoba mengancam.
“Adukan saja pada kakakmu, aku tidak peduli!” Barack menggelengkan kepalanya sambil dua tangan bersidekap didepan tubuhnya dan kembali bersandar di sandaran tempat tidur.
“Rodrigo…..” ucapnya memelas.
“Menyingkir dari tubuhku kalau kau tidak mau memuaskan aku!”
“Bukan begitu, aku akan lakukan apapun untukmu!”
“Ya sudah lakukan saja, jangan banyak bicara!” Barack tetap memberikan pilihan dan menatap wanita itu dengan tajam sekali dan tampa barack seperti sedang memikirkan sesuatu.
‘Selama aku bersamanya tidak pernah sekalipun dia bersikap lembut padaku. Apa sebenarnya yang dipikirkannya? Sangat berbeda sekali ketika kami pertama kali bertemu. Saat itu dia lembut sekali.”
‘Dia bahkan memanjakanku dan benar-benar membuatku tergila-gila, tapi sekarang dia masih belum menyentuhku dan tidak mau memberikan itu padaku. Aku harus bekerja kerasa untuknya agar dia luluh nantinya dan mau menyentuhku. Kenapa dia jadi begini?’ Gabriella tidak mengerti dengan perubahan Barack tapi dia tetap tidak mau kehilangan pria itu sehingga dia mau melakukan apapun yang diminta oleh Barack.
“Bangun dari atas tubuhku!”
“Tapi Rodrigo? Aku sudah tanggung dan hampir ----. Biarkan aku menyelesaikannya dulu.”
BRUUUKKKK
“Aaahkkkk!” Gabriella berteriak kesakitan.
“Kenapa kau melihatku seperti itu budak?” Barack memicingkan matanya.
“Sakit sekali.” keluh Gabriella.
“Itu deritamu! Aku sudah menyuruhmu berdiri tapi kau mengacuhkan perintahku!” jawab Barack tak peduli dengan Gabriella yang meringis kesakitan.
“Tapi Rodrigo, itu tadi tanggung sekali! Tolonglah aku….biarkan aku selesaikan.” ucapnya masih tersungkur di bawah tempat tidur sambil kedua tangannya sudah meraih seprai dan mencengkeram erat.
__ADS_1