
“Tim forensik sudah mendapatkan datanya Tuan! Apa anda ingin melihatnya sekarang?”
“Benarkah hasilnya sudah keluar?” Dante yang tadi sudah membukakan pakaian Alex langsung berhenti sejenak dan menatap Henry.
“Benar Tuan! Mereka bilang sudah selesai memeriksa smeuanya. Apa anda ingin melihatnya sekarang?” jawab Henry yang bertatapan langsung dengan Henry.
‘Belinda…..kata Alex kau tidak ada mendekat ke atas piano, tapi aku khawatir sekali kalau memang itu semua milikmu! Tapi aku harus tahu, aku tak ingin terus-terusan merasa bersalah!’ gumam hati Dante. Dia tak langsung menjawab tapi Dante memilih menatap anaknya.
“Alex! Tolong tunggu sebentar ya, aku ingin mengambil sesuatu yang ingin diberikan oleh Henry padaku. Kau tidak apa-apa kan menunggu sebentar?” tanya Date penuh harap.
“Iya daddy!” Alex mengangguk.
“Terimakasih sayang, tunggu sebentar ya!”
“Iya daddy!” ucapan terakhir Alex berbarengan dengan Dante yang berdiri dan berjalan menuju pintu.
“Ini Tuan!” ucap Henry langsung memberikan laporan forensik ketangan pria itu, membiarkan Dante membacanya. Henry belum pergi dan dia masih berdiri didepan pintu kamar Alex menunggu respon Dante yang kini sedang membaca hasil tes forensik, pandangan mata Dante masih fokus membuat Henry tidak berani berkata apapun, meskipun sudah agak lama dia berdiri.
“Apa yang kau cek Dante?” Nick ikut bertanya karena penasaran. ‘Tatapannya fokus pada kertas ditangannya, tapi pandangan wajahnya sangat datar tanpa ekspresi apapun. Apa sebenarnya yang sedang dibacanya? Apakah sesuatu yang penting? Hasil forensik? Memangnya apa yang di ceknya?” gumam Nick didalam hatinya semakin penasaran. Meskipun dia sudah bertanya pada Dante tapi pria itu masih belum menjawabnya.
Dante masih fokus memperhatikan kertas ditangannya dengan seksama seakan sesuatu yang tertulis disana tidak cukup dibaca satu kali.
“Bisakah kau panggil orang yang mengecek ini? Aku ingin dia datang menemuiku sekarang juga!” akhirnya Dante mengeluarkan kata-kata tanpa menatap Henry maupun Nick sama sekali saat bicara.
“Tentu saja Tuan!” setelah itu, Henry segera pergi tanpa membuang waktu.
Dia pamit pergi sebentar untuk menghubungi orang yang bertanggung jawab tentang data yang diberikannya pada Dante.
__ADS_1
“Apa ini?” Nick bertanya ulang karena sebelumnya Dante tidak menjawab pertanyaannya hingga Henry pun pergi, Dante terus menatap kertas ditangannya tanpa memandang Nick.
‘Ya ampun! Gila! Aku semakin penasaran olehnya! Untung aku masih muda dan tidak sakit jantung, kalau tidak mungkin aku sudah skearat gara-gara menunggu jawaban darinya.’ respon hati Nick yang mulai merasa kesal karena merasa diacuhkan oleh sahabatnya itu.
“DANTE!” teriak Nick dengan terpaksa untuk mendapatkan respon Dante.
“Aku hanya ingin memastikan sesuatu!” hanya itu saja yang diucapkannya yang membuat Nick mengeryitkan dahinya tapi dia pun tak lagi bertanya dan hanya diam menungggu hingga Dante sendiri yang menjelaskan semua padanya.
‘Dari caranya menjawabku saja dia sepertinya tak ingin diganggu dan kalau aku masih memaksa ingin tahu, nanti ujung-ujungnya pasti kena semprot!’ bisik hatinya.
‘Haaa…...aku mesti lebih bersabar dulu. Apa ini ada hubungannya dengan Bella? Sepertinya Dante benar-benar mencintainya. Apa yang akan dilakukannya? Tidak mungkin dia akan melepaskan Tatiana, dia sendiri yang mengatakan pada kami semua kalau apapun yang terjadi dia akan mempertahankan Tatiana meskipun nyawanya sendiri melayang! Pengorbanan keluarga Tatiana untuknya membuatnya berhutang budi pada keluarga istrinya, memaksa Dante tidak akan meninggalkan Tatiana! Lagipula wanita itu sepertinya sangat mencintai Dante dan mereka juga terlihat cocok ya?’ Nick hanya bisa berkata-kata didalam hatinya saja, menerka-nerka semua kemungkinan yang bisa saja terjadi.
Nick menatap temannya yang masih saja fokus menatap kertas ditangannya dan tak terusik dengan sekitarnya seolah pikiran Dante sedang tidak disana. ‘Dalam waktu satu menit semua yang tertulis dikertas itu pasti bisa dibaca Dante tapi sekarang sudah lima menit, dia masih saja memandang kertas itu tanpa melihat kearah lain,apa yang sedang diperhatikannya?’ Nick bergumam sendiri dan dia sebenarnya sudah tidak tahan lagi ingin melihat isi kertanya tapi dia tak berani bertanya sehingga dia hanya diam menunggu.
“Permisi Tuan. Ini pimpinan, penanggung jawab forensik. Dia yang bertanggung jawab pada keaslian data yang diberikan pada Tuan!” Henry bicara sambil berjalan mendekati Dante.
“Iya Tuan!” jawabnya sambil menganggukkan kepala, sejujurnya saat ini dia bergidik ngeri sehingga dia bisa merasakan kalau kakinya bergetar.
“Kenapa denganmu? Kau terlihat sangat ketakutan dihadapanku?” tanya Dante merasa curiga.
“Ehm….tidak apa-apa Tuan! Ini hanya pertama kalinya saya dipanggil langsung oleh anda jadi saya sedikit kikuk,” ujarnya tak berani berbohong.
“Hmmm!” sejenak hanya kalimat itu yang terucap dari bibir Dante.
‘Aduh apa yang ingin dia lakukan padaku? Hasil penyelidikan itu tidak ada yang salah kan? Isss...tatapan matanya sangat mengerikan!’ gumamnya yang ketar ketir karena Dante tidak bicara apapun lagi, dia hanya memandang dari atas kebawah sehingga membuat orang itu semakin gugup.
“Apa kau yakin tidak ada kesalahan disini?” tanya Dante menggoyangkan kertas ditangannya.
__ADS_1
“Tentu saja tidak, Tuan! Saya sudah pastikan bahwa semua data itu akurat.” pria itu menjawab dengan perasaan yang sangat tenang kini,walaupun ada cemas akan kemarahan Dante.
‘Apa yang dipikirkan Dante? Orang itu sudah menjawab dengan jujur tapi kenapa sekarang dia malah menatap lagi kertas itu? Apa isi kertas itu sih? Kapan Dante akan memberikan izin untuk melihat kertas itu ya?’ Nick semakin gelisah dan benar-benar tak tahan lagi dan semakin penasaran.
“Dante?” Nick yang sudah kehabisan kesabran memilih memberanikan diri memanggilnya.
“Tunggulah sebentar aku masih belum selesai!” ujar Dante, lalu dia kembali menatap orang yang bertanggung jawab pada hasil forensik ditangannya itu.
“Kau yakin tidak salah menilai data disini?” Dante menanyakan lagi untuk yang terakhir kalinya. Sebenarnya begitulah cara kerja Dante, dia tidak mudah percaya dengan orang lain walaupun itu adalah timnya sendiri. Dia pasti akan mencoba untuk melakukan beberapa tes tapi berbeda saat hubungannya dengan Tatiana, dia seperti tidak pernah meragukan satu katapun dari wanita itu.
“Tidak Tuan! Kamu sudah benar-benar mengeceknya berulang kali untuk memastikan hasilnya akurat.”
“Fuhhhh!” Dante berdecak. “Golongan darahnya?” Dante langsung menatap orang itu sambil menunjukkan kolom golongan darah diatas kertas.
“Iya Tuan!”
“Apakah kau yakin golongan darahnya bukan A?”
“Yakin Tuan! Kami mengeceknya berkali-kali.” ucap pria itu membuat hati Dante berdecak. ‘Jelas sekali ini bukan milik Bella! Aku masih ingat sekali saat dia melahirkan, Bella membutuhkan transfusi darah A dan Alex juga golongan darahnya juga golongan A! Sama seperti aku yang memiliki golongan darah A! Lalu siapa yang bergolongan darah O?’ Dante masih mencoba berpikir.
“Apa kau sudah mengecek darah Lorenzo? Apa golongan darahnya?” akhirnya dia menanyakan itu.
“Untuk Lorenzi, saya tidak tahu Tuan! Tapi itu sangat mudah sekali diperiksa di mesin pencari internet karena Lorenzo adalah seorang pianis terkenal, semua informasi dirinya terpampang jelas di internet, Tuan!” pria itu kembali memberikan saran pada Dante. Skandal Lorenzo dengan Bella sudah tersebar sehingga dia mengerti apa yang sedang dicari oleh Dante.
“Hmmmm!” Dante pun akhirnya tersenyum. “Kau benar! Aku tidak berpikir sampai kesana!” ujarnya lalu mengambil ponsel dan mengecek. ‘Orang ini bergolongan darah B! Lalu siapayang bergolongan darah O?’ Dante sangat tidak menerima dihatinya, lalu Dante menatap lagi orang itu, “Sekarang kau ikut aku. Aku ingin kau mengecek satu hal lagi sekarang!”
“Baik,Tuan!” pria itu takut pada Dante, tapi dia tidak punya pilihan lain sehingga hanya menganggukkan kepala untuk ikut dengannya.
__ADS_1