
“Bella! Kau berhasil membuatku kehilangan kesabaranku!” Dante menjadi geram dan dia berjalan menghampiri Bella. “Turun dari situ sebentar!”
“Dante! Nanti Alex bangun! Dia sulit tidur kalau sudah terbangun!”
“Alex tidak akan bangun! Ayo cepat!” Dante menggelengkan kepala dengan sikap istrinya itu.
Dengan terpaksa akhirnya Bella meninggalkan Alex dengan wajah cemasnya.
“Apa kau keluar kamar dengan pakaian seperti itu?” Dante kembali memprotes pakaian Bella dengan wajahnya yang memerah karena Dante benar-benar memperhatikannya dari atas ke bawah.
“Salahkah pakaianku?” Bella menatap tubuhnya sebelum melanjutkan kalimatnya.
“Pakaianku cukup panjang Dante! Bahkan kakiku juga tidak terlihat dan aku memakai kimono tidur seperti ini!” Bella melakukan pembelaan diri karena tak mau disalahkan gara-gara pakaiannya.
“Lain kali jangan memakai pakaian seperti ini. Bahan ini terlalu halus dan ini membentuk tubuhmu, aku tidak suka!” Dante menggelengkan kepalanya lagi sambil berkacak pinggang.
“Disini ada teman-temanku dan semuanya kebanyakan laki-laki! Belum lagi pelayanku juga laki-laki. Bisakah kau bersikap sedikit berhati-hati?”
Ada senyum diwajah Bella saat dirinya menganggukkan kepala. Dante bukan orang yang memperhatikan pakaian seperti ini! Bahkan dia sering membiarkan Tatiana memakai pakaian apapun didepan teman-temannya.
Tapi entah mengapa saat dia melihat Bella berpakaian begitu dan keluyuran didepan laki-laki lain, Dante merasa tidak rela. Dia tidak mau orang lain melihat bentuk tubuh Bella yang seksi.
“Dante! Pakaian ini masih tertutup. Aku memakai kimono dua lapis tapi kalau kau memang tidak menyukainya ya…..aku tidak akan keluar seperti ini lagi!”
Bella pun menggelengkan kepalanya dan cup! Bella memberikan kecupan hangat dipipi Dante menunjukkan rasa sayang Bella padanya. Bella bahkan mengecup Dante tanpa izin terlebih dulu.
“Kau jangan marah-marah lagi ya Dante! Aku hanya ingin memanjakan putra kita! Terakhir kali aku mengatakan kalau aku akan menemaninya tidur.”
“Tapi aku malah menyerahkannya kepada adikku Sarah karena kau menginginkanku.”
“Jadi sekarang kau mau membayar hutang kepada Alex dan menemaninya tidur?” tanya Dante.
__ADS_1
“Iya. Aku bisa tidur denganmu kapan saja! Tapi aku tidak bisa tidur dengan putraku kalau dia sudah semakin besar. Dia pasti akan sibuk dengan dirinya sendiri, Dante! Bisakah kau memberikanku waktu malam ini saja untuk bersama dengan putraku?”
Bella memohon dengan memelas, dia bahkan membuat ekspresi wajahnya yang menyedihkan agar Dante mengijinkannya. “Jadi kau lebih suka kalau aku pergi, Bella?”
“Hmm….aku tidak mau kau pergi juga Dante. Tapi sekarang aku sedang ingin tidur bersama Alex. Apa kau mau tidur bertiga?” lagi-lagi ucapan Bella ini membuat Dante menjadi panas.
‘Ada apa dengan orang-orang ini? Henry lebih mementingkan adikku dan sekarang istriku sendiri lebih mementingkan anakku! Tidak memberikan perhatiannya padaku? Pffff! Tidakkah mereka tahu kalau aku sudah berjuang mati-matian diluaran sana untuk melindungi mereka semua?’ pikir Dante. Kemudian dia menarik Bella yang baru saja mau berbaring lagi disamping Alex.
“Lepaskan aku! Nanti anakku bangun!”
“Dia tidak akan bangun!” ucap Dante yang sudah menguasai istrinya dengan kedua tangannya.
“Kau mau apa Dante?” tanya Bella sambil memasang wajah cemberut.
“Apa kau tidak suka kalau aku memelukmu begini?” tanya Dante dengan suara meninggi.
“Hmmm……suka. Tapi kasihan Alex. Dia mau tidur denganku. Kita masih bisa bersama lain hari.”
“Tapi dulu mamaku membiarkan aku tidur sendiri saat aku sudah berumur dua belas tahun.”
“Bella! Kita pakai budaya barat! Anak kita tidur sudah didalam box bayinya sejak dia baru lahir.”
“Hmmm….” Bella terdiam tak merespon lagi setelah mendengar perkataan Dante.
“Kau tidak suka aku datang menemuimu? Kenapa wajahmu seperti itu?” Dante makin geram, ingin sekali dia mendapatkan perhatian dari Bella tapi wanita itu justru lebih memperhatikan anaknya.
“Suka!” jawab Bella dengan malas-malasan.
“Dante, tapi aku kasihan pada Alex! Dia dari tadi nangis terus. Dia mau aku menemaninya tidur. Ayolah! Berbaik hatilah pada anakmu sebentar saja!”
Dengan wajah yang menggoda, Bella bicara dan kedua tangannya kini sudah memeluk pinggang Dante. Bella ingin membuat Dante sedikit berbelas kasih pada anaknya karena pria itu tampaknya tidak mau mengalah sedikitpun pada putranya.
__ADS_1
‘Alex, kau tahu untuk sampai kedalam bunker ini, aku bertaruh hidup dan mati hanya untuk menemui wajah istriku, ibumu!’ gumamnya.
‘Aku ingin mendapatkan perhatian darinya! Fuuhhh……karena kau, aku jadi kehilangan perhatiannya! Kau harus membayar mahal padaku Alex! Awas saja kau Alex!’ ancam Dante dalam hatinya saat dia melirik pada putranya yang sedang lelap tertidur. Lalu dia kembali menatap Bellaa dan berkata.
“Kau suka tidur dengan anakku?” tanya Dante dengan nada suara seperti orang sedang cemburu.
Bella mengangguk dan tersenyum manis pada Dante. “Aku suka sekali Dante! Apalagi mencium harum tubuhnya, aku suka!”
“Ssshhh! Dia tidak memakai parfum, lalu kau mencium harum apa? Bau ilernya?”
“Eeeehhh…..” Bella belum sempat menjawab dia masih menggelengkan kepalanya.
“Jadi sekarang kau menduakanku dengan putraku? Kau malah lebih memilihnya daripada aku!”
Glek! Bella menelan salivanya dengan matanya masih bertautan dengan Dante. ‘Kenapa dia jadi begini? Apa aku salah jika aku ingin tidur dengan anakku? Sebentar saja aku menghabiskan waktu bersama Alex. Aduh Dante! Kau ini kenapa membuatku jadi dilema begini sih? Kenapa kau menatapku seperti itu? Masa kau cemburu dan bersaing dengan anakmu sendiri? Ck!’
Bella masih tak paham dengan Dante yang merajuk saat ini karena biasanya memang Dante tidak mau didekati oleh Bella berlebihan. Jadi dia berpikir memang tidak ada salahnya jika dia tidur dengan Alex. Hanya saja ayah satu anak itu kini memang sedang ingin dimanja dan kelelahan.
“Bella, kenapa kau hanya memandangku saja seperti itu?” suara Dante membuyarkan lamunan Bella.
“Ehhh maafkan aku Dante! Aku sebenarnya tidak mau melihatmu begini! Tapi ada sesuatu didalam hatiku. Ehmm…maksudku aku mau memastikan kalau kau benar-benar suamiku! Sikapmu sangat berbeda dengan Dante yang biasanya!”
“Jadi kau tidak menyukai sikapku yang sekarang, begitu maksudmu?”
Bella dengan cepat menggelengkan kepalanya karena tak mau membuat Dante marah.
“Dante, kau tetap nomor satu dan putramu adalah nomor dua! Tapi saat ini putraku yang nomor dua itu harus diperhatikan lebih dulu! Kau kan sudah dapat jatah tadi. Tolonglah, jangan bersikap seperti itu.”
‘Sejak kapan pula Bella bicara seperti ini? Ya dia punya anak satu saja sekarang dan dia sudah memperhatikan anaknya. Bagaimana kalau nanti dia punya anak dua?’
“Bagaimana nanti dengan nasibku? Apa dia akan semakin mengacuhkanku dan lebih memperhatikan kedua anakku?’ ujar Dante didalam hatinya yang membuatnya tidak tenang.
__ADS_1
“Ya sudahlah! Hah, aku pergi sekarang!” Dante berpura-pura melihat kearah jarum jam ditangannya untuk menunjukkan sikapnya yang masih cuek. “Aku maasih banyak pekerjaan juga dengan Anthony!”