PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 422. GABRIELLA DITEMBAK


__ADS_3

“Ke suatu tempat!” jawab Noel karena Henry memilih untuk tak mengatakan apapun pada Hans.


“Henry! Mereka mau pergi kemana? Kenapa kau diam saja dari tadi? Apa yang kau sembunyikan dariku Henry?” Hans melihat wajah Henry yang terlihat tertekan dan hanya berdiam diri tanpa mengatakan sepatah katapun yang membuat Hans heran.


 


“Menyelamatkan ayah dari Tuan Noel! Ayahnya adalah rekan terbaik dari ayah Tuan Dante.” ucap Henry akhirnya, setelah dia diam beberapa saat.


“Hah?” Hans kaget mendengar ucapan Henry hingga tanpa sadar dia mundur beberapa langkah sambil menatap Noel. Dia tidak menyangka kalau mereka punya misi yang seekstrim itu.


 


“Kau sudah punya pengalaman masuk ke penjara sebelumnya?”


“Tidak Tuan! Ini pertama kalinya aku akan masuk kesana makanya aku belajar dari Henry.” jawab Noel. “Tapi aku yakin akan berhasil melakukannya! Aku harus mengeluarkan ayahku dari sana!”


“Waduh!” Hans meringis lalu menoleh pada Henry. “Bagaimana ini Henry? Ini berbahaya sekali!”


 


“Saya yakin kalau Tuan Dante sudah memutuskan seperti itu, berarti dia tahu apa yang harus dilakukannya, Tuan! Tuan Dante tidak pernah melakukan sesuatu tanpa pertimbangan matang!” ujar Henry tersenyum.


“Apa kau yakin mereka akan aman masuk kesana? Tak ada backup sama sekali?”


“Kita tidak akan pernah tahu jika tidak mencobanya, Tuan! Kita harus percaya padanya.”


“Ya kau ada benarnya juga! Baiklah kalau begitu Henry, aku tidak akan banyak bertanya lagi soal itu.” ucap Hans yang memilih meninggalkan ruangan itu dan membiarkan Henry melatih Noel.


 


“Kemana Nick pergi jam segini?” Hans berusaha mengalihkan pikirannya. Dia mengambil ponselnya.


“Aku stress sekali tapi aku tidak bisa berpura-pura seperti yang dilakukan Henry! Aku tidak menganggap semuanya biasa-biasa saja. Ini pertama kalinya Dante dan anak itu masuk ke penjara. Bukankah biasanya dia meminta Nick yang melakukan hal itu jika dia ingin membebaskan seseorang?’


 


‘Ssssshhhhhh……..ah, mungkin karena kaki Nick masih sakit makanya Dante tidak mengirimnya untuk misi ini! Tapi Dante memilih melakukannya sendiri? Mungkin orang yang mau mereka keluarkan itu adalah orang yang penting bagi Dante!’ gumamnya dalam hati sambil menelepon Nick.


 


“Jangan meneleponku sekarang aku sedang sibuk!?”


“Memangnya kau sedang apa?” tanya Hans.


“Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang Hans! Pokoknya jangan ganggu aku, aku lagi butuh fokus.”


“Apa maksudmu bicara begitu?”


“Tidak apa-apa. Aku akan meneleponmu nanti. Pokoknya aku tidak bisa menjelaskan dan mengatakan apapun padamu sekarang!”


Klik……

__ADS_1


 


Sementara itu Nick yang sedang mengamati Tatiana. ‘Shit! Tatiana aku benar-benar tidak menyangka kalau kau melakukan hal menjijikkan seperti ini dengan Lorenzo! Kau bersama dengannya dan kalian berdua sudah seperti sepasang kekasih. Sekarang kau menemui Jeff Amadeo! Musuh terbesar Dante! Tatiana…...Tatiana…..apa yang ada dalam pikiranmu?’ bisik hati Nick yang sekarang sedang mengamati Tatiana.


 


Lalu dia mengubah pandangannya pada seseorang. ‘Siapa wanita itu? Dia terus saja mengekori Barack sejak tadi. Sepertinya Barack cukup terganggu dengan kehadiran wanita itu. Siapa dia?” ucap Nick didalam hatinya yang terus memperhatikan semua gerak gerik orang-orang di restoran itu.


 


‘Ah, kebetulan sekali dia pergi kearah kamar mandi! Sebaiknya aku mengikutinya dan mencoba bicara dengan Barack! Aku tidak suka kondisi disini, rasanya terlalu berbahaya!’ Nick pun berdiri dan bersikap seperti layaknya tamu hotel biasa yang pergi menuju ke arah kamar mandi.


‘Disini penjagaannya kurang! Mereka lebih fokus pada penjagaan didepan. Apa yang kulakukan disini?”


 


Nick berpikir sambil mempercepat langkahnya, lalu dia berhenti saat mendengar suara dari arah dalam.


“Sudah kukatakan padamu kalau aku akan mengadukanmu pada kakakku! Aku akan katakan padanya tentang apa yang kau lakukan dibelakangnya!” teriak wanita itu.


“Oh ya? Lantas kenapa kau sibuk mengikutiku dari tadi? Lakukanlah! Kenapa tidak kau lakukan heh?” ujar Barack menantang.


 


“Kau tahu apa yang akan dilakukan kakakku padamu saat dia tahu apa yang kau lakukan padaku?”


“Aku tahu! Memangnya kenapa? Lakukan saja apa yang mau kau lakukan! Kau pikir aku peduli? Aku malah senang kalau kau melakukannya, aku bisa menyerang langsung kakakkmu dan tidak perlu berpura-pura lagi! Dan satu hal yang penting aku bisa kembali ketempatku!” Barack membalas dengan sangat ketus membuat raut wajah wanita itu langsung berubah.


 


“Darimana kau tahu tentang Sarah?” Barack meninggikan intonasi suaranya.


“Kau pergi bersama seorang wanita! Aku dapatkan informasi itu dari orang yang membawamu kesini! Pasukan Jeff, kakakku!”


“Lalu apa yang kau inginkan? Terlalu banyak bicara! Kau bilang kau mau mengadukanku pada kakakmu kan? Kenapa tidak kau lakukan sekarang?”


 


“Aku tidak akan melakukan itu Barack! Asalkan kau selalu disini bersamaku. Aku bisa menyimpan semua rahasiamu asalkan kau mau menuruti apa yang aku mau!”


“Kalau aku tidak mau? Bagaimana?” Barack tersenyum sinis tapi tak sengaja dia melihat bayangan seseorang. “Keluarlah! Kau tak perlu bersembunyi disana, kau sudah menguping kami bukan?”


 


‘Ah, bodoh kau barack!’ omel Nick dalam hatinya.


“Siapa kau? Kau tidak boleh membocorkan masalah ini pada kakakku!”


“Aku membocorkan rahasiamu pada kakakmu? Aku tidak mau tahu pada masalahmu!” ujar nick lalu menatap Barack. “Kau tidak melupakan aku kan Barack? Sarah masih menunggumu! Kau masih ingat padanya juga kan?” tanya Nick.


“Turunkan senjatamu! Tempat ini sudah dikepung!”

__ADS_1


 


DOR!


“Hkkkkk…..aahhhh.”


Tiiing…………….


“Suara apa itu? Apa yang terjadi?”


 


BRUKKKKK!


Sesosok tubuh terjatuh dan Barack menahannya dengan kedua tangannya tapi tidak mendekatkan ketubuhnya karena khawatir pakaiannya terkena noda darah.


“Hei! Apa yang kau lakukan?” tanya Barack sambil memegang tubuh yang baru saja ditembak oleh Nick. Dia memandang temannya itu dengan tatapan tidak percaya.


 


‘Sssshhh….siapa dia?’ Hans berusaha menerka-nerka tapi dia masih belum mengenal orang yang ada dihadapannya hingga…..


“Dia menyusahkanmu bukan? Makanya aku membunuhnya! Sudahlah Barack, satu masalah sudah selesai dan tidak akan ada lagi yang menguntitmu!”


 


‘Hans? Ternyata dia adalah Hans? Tunggu dulu…...bukan…..bukan…..dia bukan Hans! Hans tidak seberani ini main tembak saja. Hans tidak tega menembak wanita, wanita cantik adalah kelemahannya!’ bisik hati Barack karena memang Hans bukan orang yang seperti itu.


‘Nick! Ya pasti dia Nick! Sepertinya dia juga menahan kakinya yang masih sakit! Kenapa dia juga harus menyamar begini? Aiiisssss……..apa dia melakukan ini karena disuruh Dante?’


 


“Bodoh!” teriak Barack pelan. Dia sangat geram dengan pria dihadapannya dan ingin sekali rasanya dia memukulo sahabatnya itu karena telah melakukan kesalahan. “Apa Dante yang memintamu melakukan ini?” tanya Barack.


Tapi Nick langsung menggelengkan kepalanya.


“Bukan! Dante bahkan tidak tahu kalau aku kesini.” jawab Nick.


 


“Aduhhhh...kau mengacaukan rencanaku!” protes Barack merasa kesal pada temannya itu.


“Apa yang salah? Aku sudah membantumu menyingkirkan pengganggu itu.” protes Nick pada Barack.


“Sudahlah! Sudah! Aku tidak mau memperpanjang masalah ini! Percuma bicara denganmu.” Barack berpikir keras lalu melihat wanita itu dan menatap Nick yang masih berdiri dihadapannya.


“Nick! Kau bantu aku menyembunyikan wanita ini.” ucap Baracl langsung mendorong tubuh yang sudah bersimbah darah itu.


 


“Kenapa kita harus menyembunyikannya? Ayo pergi saja dari sini.”

__ADS_1


“Nick! Ikuti saja kata-kataku. Sebaiknya kau bersembunyi di kamar mandi, aku akan membawa kantong besar untukmu supaya bisa membawa orang ini keluar dari sini. Atau nanti aku pikirkan bagaimana cara membawanya keluar.” ucap Baracl yang masih berpikir.


 


__ADS_2