PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 218. KEMENANGAN


__ADS_3

“Aku tidak peduli kau marah padaku atau kau akan menghukumku. Aku juga tak peduli jika kau mengatakan bahwa aku tidak menuruti perintahmu. Tapi aku masih punya hati nurani dan aku ingin melindungi pasukan yang tersisa!” ujar Vince.


“Kapten kita tidak akan menang!” uhar salah anak buahnya.


“Aku tahu! Karena itu aku ingin kalian segera pergi meninggalkan lokasi ini! Tidak ada yang perlu dipikirkan lagi! Cepat pergi sekarang juga!” perintah Kapten Vince pada anak buahnya.


“Baik, Kapten!”


Vince memimpin langsung anak buahnya untuk pergi meninggalkan lokasi itu sedangkan Nick entah kenapa semakin bernafsu dan tetap mengejar. Dia merasa ingin nenghabisi semua pasukan federal tanpa ampun.


“Jangan biarkan mereka lolos!” ujar Nick pada pasukannya.


“Anda yakin Tuan kalau kita tetap mengejar mereka?”


“Mereka punya Bella!” Nick bicara lagi sambil menoleh pada anak buahnya.


“Tapi bagaimana kalau ini hanya jebakan Tuan?”


Nick menggelengkan kepala, “Mereka benar-benar punya Bella! Kita harus mengejarnya tidak boleh membiarkan satupun dari mereka lolos!” perintah Nick lagi.


“Tapi kita tidak pernah mengejar pasukan Federal kalau mereka sudah mundur, Tuan!”


Ucapan anak buahnya membuat Nick terdiam sejenak, “Kau benar! Ini tidak boleh dilakukan karena tidak sesuai protokol!” Nick menganggukkan kepala lalu tersenyum.


“Kalau kita mengejar mereka, justru itu namanya kita cari mati! Karena mereka akan sadar kalau kita mengejarnya dan mereka pasti akan meminta bantuan. Dengan begitu akan sulit bagi kita ketika terjebak dari semua arah. Terimakasih kau telah mengingatkan aku sesuatu yang sangat penting.”


“Anda sangat bijaksana sekali Tuan Nick! Lalu bagaimana sekarang?” tanya anak buah Nick sambil tersenyum. Dia sangat bangga dengan pujian yang diberikan atasannya.


“Biar aku bicarakan ini dengan Dante! Bawa semua pasukan kita mundur! Aku tidak tahu apakah mereka akan menyerang balik atau tidak. Tapi kita sudah menangsebaiknya kita pergi dari tempat ini, jangan mengambil resiko apapun lagi!”


“Baik, Tuan!” anak buah Nick pun paham dan langsung memerintahkan pada pasukannya untuk segera mundur dan meninggalkan lokasi. Nick langsung menuju mobilnya dan mengambil handphone setelah dia berada didalam mobil dan menghubungi Dante yang sejak tadi ingin dihubunginya.


“Kenapa kau meneleponku?”


“Kau ingat tentang transaksi di Roszke hari ini?” tanya Nick.


“Hmmm…..di perbatasan Serbia? Kau yang mengurusnya kan?” tanya Dante.

__ADS_1


“Iya! Memang aku yang mengurusi transaksi itu Dante! Ada sesuatu yang harus aku informasikan padamu. Kau ada dimana sekarang?”


Nick sudah menjauh dari lokasi transaksi sekarang, mobil yang ditumpanginya melaju kembali ke markas mereka.


“Aku ada di Indonesia!” jawab Dante.


“Waduh jauh sekali! Kapan kau pergi kesana?” nada suaranya naik satu oktaf karena terkejut.


“Apa Henry tidak memberitahumu kalau aku pergi?”


“Aku tidak banyak bertanya padanya! Aku hanya menuruti perintahmu untuk menaruh Bella palsu diruangan penyiksaan itu lalu aku pergi mengurus transaksi ini. Jadi kau tidak ada dirumahmu sekarang?” tanya Nick lagi memastikan.


“Hem, banyak yang harus aku urus disini.”


“Ha? Apa itu?”


“Barack menghilang! Mereka menangkap Barack!” jawab Dante tanpa basa basi memberitahu Nick.


“Apa? Kau serius Dante? Jeff menangkap Barack?”


“Transaksi kita hampir saja gagal Dante! Pihak federal kembali membuat ulah.”


“Hah! Apa kau tidak bisa menyelesaikan mereka?”


“Hei jangan menganggapku remeh. Tentu saja semua bisa aku selesaikan, pasukanku sudah memukul mundur mereka dengan sisa pasukan federal yang hanya beberapa orang saja yang berhasil pergi meninggalkan lokasi transaksi!”


“Lalu kenapa kau meneleponku? Mau pamer karena kau berhasil memukul mundur pasukan federal?”


“Ha ha ha ha ha! Kau aksar sekali kawan! Aku tidak mungkin pamer untuk hal macam itu. Memangnya kau pikir aku ini anak kecil apa?”


“Lalu apa mau mu? Banyak sekali kau bicara!” ucap Dante.


“Aku ingin membicarakan soal Bella!” jawab Nick.


“Hmmm! Siapa wanita itu? Aktingnya cukup bagus sampai Tatiana benar-benar yakin kalau dirinya adalah Bella ha ha ha ha!”


Tawa dan ucapan Dante membuat dua sahabatnya yang berada didalam ruangan yang sama dengan Dante saling bertukar pandang tak mengerti apa yang sedang dibicarakan.

__ADS_1


‘Bella palsu?’ gumam Hans didalam hatinya.


‘Jadi ini maksud Dante tadi ya saat dia bicara dengan Tatiana tentang Bella? Dia menyimpan Bella palsu dirumahnya dengan bantuan Nick? Apa sebenarnya yang sedang mereka rencanakan?’ Eddie yang mendengar pun sudah tak sabar ingin bertanya tapi melihat Dante masih bicara dengan Nick ditelepon, dia memilih untuk menunggu.


“Dante! Aku tidak ingin membicarakan tentang Bella palsu yang ada didalam ruangan itu.


“Lalu apa?”


“Bella! Aku sudah menemukannya Dante! Bella yang asli!” teriak Nick senang.


Ucapan Nick itu langsung membuat Dante yang tadinya duduk bersandar dan tidak terlalu serius menanggapi telepon Nick, kini merubah posisinya menjadi berdiri tegap dan wajahnya menegang.


“Kau sudah menemukan Bella? Dimana dia?” tanya Dante antusias.


“Aku tidak bertemu langsung dengannya tapi aku sudah tahu siapa yang menawannya. Pihak federal yang mendapatkannya!”


‘Tentu saja pihak Federal yang mendapatkannya karena dia dibawa oleh Anthony. Apa Nick tidak bisa berpikir dengan logika apa?’ bisim hati Dante.


“Dante! Apa kau mendengarkanku?”


“Apa yang mereka inginkan?”


“Mereka menginginkanmu Dante!”


Dante yang mendengar ucapan Nick pun tersenyum getir. “Apa mereka pikir dengan menyandera Bella maka aku akan datang kepadanya? Ha! Apa mereka tidak tahu kalau wanita itu memang ingin pergi meninggalkanku?” ujar Dante sedikit kesal mengingat itu.


“Bukan seperti itu, yang aku lihat justru berbeda Dante! Akan kukirimkan videonya padamu. Seetlah kau melihat video itu kau bisa menanggapi apa yang harus kulakukan!” ujar Nick lalu memutuskan panggilan telepon dan mengirimkan video Bella pada Dante.


Sedangkan Dante menunggu kiriman video dari Nick.


“Ada apa Dante?” Hans bertanya membuyarkan lamunan Dante.


“Ada hal yang harus aku bereskan!” ujar Dante tanpa menatap Hans lalu dia berdiri dan berjalan meninggalkan teman-temannya yang masih berada diruang kerja Hans. Mereka masih membahas tentang Barack tapi saat ini Dante teralihkan lagi oleh kejadian Rozske dan matanya menatap tak percaya pada layar handphonenya setelah menerima video kiriman Nick.


 “Dia memanggil namaku?” Dante menyipitkan matanya, ada senyum tertahan di bibirnya, “Kenapa denganmu Bella? Kau benar-benar merindukanku dan menginginkanku? Aku ada disisimu atau kau sedang merencanakan sesuatu dengan senyummu itu? Hah?” Dante tersenyum sinis. “Kau memanggil namaku seperti itu. Apa kau sekarang ingin menjadi seorang aktris? Apa tujuanmu Bella?”


“Kau sendiri yang keluar dari ruangan itu bersama pria yang mungkin adalah orang yang merekam video ini! Apa kau ingin menjebakku? Kau pikir aku akan tergoda untuk menyelamatkanmu dengan berpura-pura memanggil namaku dan berusaha membuatku merasa iba?” Dante mendengus dan segera mengantongi ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2