PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 401. PESAN DANTE


__ADS_3

“Oh, apa itu?”


“Duduklah kembali Hans!” perintah Dante.


“Apa yang ingin kau bicarakan? Oh iya, untuk saran Barack yang memintamu untuk menggunakan senjata khusus itu, apa kau akan menggunakannya Dante?”


Dante hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


 


“Tapi Barack memintamu untuk menggunakan senjata itu Dante! Katanya demi keselamatanmu.”


“Aku tahu! Aku tidak membutuhkan senjata itu sekarang. Aku tidak ingin membuat masalah dengan senjata itu! Lain kali saat keadaan terdesak mungkin aku baru menggunakannya, Hans.”


“Tapi kata Barack tanpa senjata khusus itu kita akan kalah!”


 


Hans mencoba untuk menenkankan lagi kepada Dante tapi sepertinya sahabatnya itu tetap pada pendiriannya tidak menggunakan senjata khusus itu.


‘Barack mengatakan dengan serius padaku, bagaimana Dante bisa menolak semua yang dikatakan Barack ini? Bagaimana kalau kami kalah tanpa menggunakan senjata itu?’ hati Hans diliputi keresahan.


 


“Sudah kukatakan kita tidak akan menggunakan senjata itu Hans! Apa kau tidak mengerti arti kata ‘tidak’ ya?” Dante memberikan penekanan pada setiap kalimatnya sehingga membuat Hans pun diam mengatupkan bibirnya dan tak lagi mengulang satu katapun.


“Baguslah kalau kau sudah paham.” Dante menyandarkan punggungnya dan mulai terlihat santai.


 


“Aku hanya menyampaikan apa yang disampaikan Barack padaku! Aku tidak ingin terjadi korban jiwa, itu saja Dante!” ujar Hans kembali karena memang itu yang dikhawatirkannya.


“Barack belum tahu rencanaku tentang Bella?”


“Kau yakin itu berguna?”


 


“Ya!” Dante mengangguk. “Itulah rencanaku yang memang akan aku jalankan! Aku ingin wanita itu masuk kedalam rumah Jeff. Aku ingin dia mencari informasi tentang Jeff! Dan kalau dia pintar dan beruntung mungkin dia bisa mendapatkan informasi penting lainnya dari rumah Jeff!”


 


“Apa wanita itu bisa dipercaya?” tanya Hans.


“Ya!” Dante menganggul. “Dia lebih bisa dipercaya daripada wanita sebelumnya.”


“Kau yakin sekali Dante! Kau belum bertemu dengannya dan satu hal lagi, yang paling penting bagaimana jika keadaannya sama seperti Katarina?” Hans gusar dan mulai cemas lagi.


“Aku percaya pada Anthony!”


 

__ADS_1


“Fuuuh! Apa kau yakin kau tidak akan mempercayainya terlalu berlebihan? Jangan-jangan ini hanya tipuan untukmu Dante!”


“Apa kau ragu padaku Hans?” Dante bertanya sambil menggelengkan kepalanya.


“Tentu saja tidak. Tidak pernah Dante!”


 


“Bagus!” tegas Dante menatap sahabatnya.


“Wanita itu adalah wanita yang dia cintai dan dia mengorbankan wanita itu untuk masuk kedalam kandang Jeff!”


“Gila! Kau serius Dante? Dia melakukan itu? Mengorbankan wanita yang dia cintai untuk masuk ke kandang Jeff? Wah! Dia lebih hebat daripada kau! Aku yakin kau tidak akan melakukan itu Dante!”


 


“Hmm. Iya aku akui itu. Aku tidak akan pernah membiarkan Bella masuk ke kandang Jeff! Dia memang lebih berani dan memang wanita yang bersamanya memiliki skill untuk melakukan itu.”


“Oke. Kalau begitu aku percaya padamu! Tapi berhati-hatilah Dante!” kata Hans dan dia menatap Dante dengan tatapan khwatir.


 


“Aku boleh berpesan padamu?” tanya Dante dengan ekspresi serius.


“Iya. Apa yang kau inginkan Dante?”


“Jika ada penyerangan dan kau yakin kau tidak mungkin bisa mengatasinya, pergilah ke bunker! Bawa Bella, Alex, Sarah, Henry dan Omero dengan tenaga medis yang menjaganya kesana! Minta semua pelayan yang lainnya untuk bersembunyi di tempat mereka! Jangan melakukan perlawanan apapun!” kata Dante memberi perintah pada Hans.


 


“Kau harus segera meneleponku!”


“Kau akan kembali pulang? Mana mungkin kau bisa pulang dan menyelesaikan semua itu karena waktu yang dibutuhkan untuk sampai kesini cukup lama. Dan mereka bisa menghancurkan tempat ini hanya dalam hitungan detik saja, Dante!”


 


“Aku tidak masalah kalau mereka ingin menghancurkan mansion ini!” Dante tersenyum.


“Kau gila, Dante!” Hans menggelengkan kepalanya.


“Cukup kau lakukan saja apa yang kuperintahkan dan jangan pertanyakan apapun padaku, kau mengerti Hans?”


Meskipun sebenarnya Hans tidak sependapat dengan Dante tapi akhirnya dia mengangguk, “Baiklah kalau kau ingin aku melakukan itu semua. Akan kulakukan!”


 


‘Dante, kau menyuruh kami masuk kedalam bunker! Itu artinya adalah sesuatu yang buruk mungkin akan terjadi. Apa yang kau rencanakan sebenarnya Dante? Kau tidak berkeinginan untuk mati sekarang kan?’ gumam hati Hans yang agak ngeri dengan perintah sahabatnya itu.


“Sekarang kau tidurlah Hans.” perintah Dante.


 

__ADS_1


“Kenapa kau malah menyuruhku tidur sedangkan yang lainnya sedang bekerja?” protes Hans bingung.


“Karena aku melihatmu kurang istirahat, Hans! kau tampak kelelahan.” ucap Dante menatap Hans.


“Katakan padaku Dante! Kau tidak sedang melakukan aksi bunuh diri bukan? Untuk mengalahkan Jeff dan pihak federal? Karena kedengarannya sangat mengerikan dan seperti akan terjadi hal buruk.”


 


“Aku tidak menyuruhmu untuk memikirkan apa yang aku perintahkan tapi aku menyuruhmu melakukan tugasmu seperti yang tadi kukatakan. Kau paham Hans?” Dante enggan menjelaskan apapun pada sahabatnya itu, dia memberikan penekanan pada Hans dan memaksa pria itu untuk mengangguk.


 


“Aku tidak boleh bertanya banyak tentang hal itu bukan? Ehm...maksudku penyeranganmu yang lewat belakang. Apa kau akan menggunakan senjata khusumu itu nanti Dante?” tanya Hans.


Sebenarnya Hans bukan orang yang mudah diajak bicara. Dia akan mencecar Dante sampai dirinya puas dan mendapatkan jawaban yang diinginkan.


 


“Fokus Hans! Lakukan saja apa yang aku perintahkan tadi! Tiga orang temanmu sangat bergantung pada koordinasi yang kamu lakukan.” kata Dante.


Dia selalu menjalankan sesuatu sesuai dengan yang sudah direncanakan. Dia tidak menyukai sikap Hans yang terlalu membahas sesuatu, bukannya fokus pada tujuan utama mereka.


 


“Jadi aku tidak boleh bertanya apapun tentang yang kau lakukan bukan?” ujar Hans.


“Pikirkan saja teman-temanmu dan aku akan memikirkan bagaimana cara pennyerangan terbaik dan ingat ini bukan serangan bunuh diri. Jadi kau tidak perlu panik dan tidak perlu berpikir kemana-mana.” ucap Dante berusaha menenangkan sahabatnya walaupun sebenarnya dia juga tidak tenang.


 


Hanya Dante yang tahu apa yang akan dilakukan sekarang dan dia tidak membongkar ini kepada para sahabatnya.


“Ya sudah kalau begitu! Apa rapat kita sudah selesai?” tanya Hans.


“Belum untukmu!” Dante menggelengkan kepalanya.


 


“Tadi kau yang menyuruhku tidur tapi sekarang kau bilang belum bisa!” protes Hans.


“Hmmm! Tadi aku memang menyuruhmu begitu tapi kau terus saja mengoceh dan bertanya padaku sehingga aku melihatmu belum mengantuk sekarang dan ada pertanyaan tambahan yang ingin aku berikan padamu. Mumpung aku ingat!” ujar Dante tersenyum tipis.


“Apa?” tanya Hans yang penasaran juga dengan pertanyaan Dante. Dia memang sangat kepo.


“Kenapa kau membiarkan aku terkena minyak kemarin?” tanya Dante.


“Ah, kau ingin menanyakan soal jalan berminya itu?”


“Ya!” Dante menatap lurus pada Hans.


 

__ADS_1


“Oke Dante! Aku akan memberitahumu sekarang. Sebenarnya aku juga tidak ingin menjebakmu seperti itu! Tapi semua itu aku lakukan karena perintah dari Barack!”


 


__ADS_2