
Penjelasan yang diberikan oleh Barack membuat Hans pusing sendiri, meskipun dia mengangguk tapi kepalanya benar-benar pening. “Terserah kalian sajalah! Tapi kau sudah membuatku hampir gila Barack! Kami mencarimu dan sampai sperti orang gila setiap malam harus mengurus semua kekacauan yang kau buat seperti saat ini!”
“Nick menyuruhku mengumpulkan senjata yang akan dijual tapi kau malah menghancurkan gedung itu. Haaaah! Permainan kalian menyebalkan sekali.” Hans bersungut-sungut pada temannya iyu. Hans memang diberikan perintah tambahan untuk menyiapkan barang yang akan dibawa besok, dia merasa terganggu dengan rencana yang dibuat oleh Barack.
“Jangan bicara begitu padaku, memang kau tidak menganggapku sahabatmu lagi?” goda Barack.
“Aihhh sudahlag! Jangan kau pegang aku. Aku masih normal! Pffff Apa kau sengaja disini untuk menungguku?” Hans bergidik dan menjadu dari Barack.
“Tidak.” jawab Barack.
“Lalu?”
“Aku butuh senjata.”
“Senjata? Senjata apa?” tanya Hans lagi.
“Senjata milikku yang ini.” Barack menunjukkan pada Hans.
“Gila kau Barack! Mengacak-acak semua ini hanya untuk itu?” mata Hans membelalak menahan marah, dia ingat apa yang baru saja dikatakan Barack tentang senjata sebelumnya.
“Aku juga ingin membuktikan bahwa senjata kalian sudah hampir habis! Ini akan menambah kepercayaan diri Jeff untuk menyerang. Aku sudah merekamnya tadi.”
“Hei Barack! Kau bisa langsung kuliti saja dia dan semua selesai! Kenapajuga kau malah memperpanjang masalah dengan membuat keributan seperti ini?” geram Hans yang melihat sahabatnya itu malah sibuk bermain-main. Hatinya jadi semakin gemas dan ingin memukul Barack.
“Aku bisa saja melakukan itu. Aku bisa mengatakan kalau aku tidak hilang ingatan dan aku akan membunuhnya! Apalagi aku punya partner yang cukup kuat! Tapi bukan itu yang aku inginkan. Dia sudah membuatku kesulitan selama beberapa minggu. Dan aku tidak akan membuat menjadi lebih mudah untuknya! Aku akan menghabiskannya sampai ke akarnya. Organisasi Jeff sangat berbahaya bagi kita.” Barack menjelaskan dan memberikan penekanan untuk membuat Hans mengerti.
“Maksudmu?” Hans menjadi penasaran.
__ADS_1
“Dia menggunakan metode cuci otak untuk semua orang yang ada dibawahnya. Dia membuat loyalitas yang kuat pada semua anak uahnya. Dia sudah seperti nazi. Kau tahu apa yang sudah dilakukannya?”
“Tidak tahu. Jelaskan semuanya padaku.” ujar Hans bergidik ngeri.
‘Makin lama aku melihat Barack semakin mengerikan. Dia ini memang sulit ditebak, mirip seperti Dante. Kenapa dia jadi menceritakan tentang perang dunia ke dua?’ bisik hati Hans.
“Aku sudah seperti membaca buku Maxwell yang ada didunia nyata.” ucap Barack memecah keheningan diantara mereka.
“Seluruh anak buahnya itu rela mati untuknya! Mereka akan melakukan apapun asal membuatnya senang dan semua impiannya tercapai.” ujar Barack.
“Benarkah? Kenapa dia melakukan hal seperti itu? Dia menciptakan robot dalam bentuk mansia.” celetuk Hans lagi.
“Hmmmm! Dia tidak punya sahabat tapi semua orang dibawahnya itu loyal. Tidak ada orang yang dipercaya olehnya bahkan adiknya sendiri adalah orang yang sudah diprogram olehnya.” ucap Barack.
“Apa maksudmu adiknya sudah diprogram?” tanya Hans tak paham.
“Aku tidak mengerti Barack.”
“Jeff memasukkan sesuatu! Obat, virus atau apapun itu aku tidak tahu tapi yang pasti dengan itu dia bisa memanipulasi otak adiknya sehingga wanita itu akan bodoh dan mengikuti keinginannya, dia akan menuruti semua perintahnya tanpa terkecuali!”
“Apakah ada yang seperti itu Barack?”
“Ya, Jeff menjadikan adiknya sebagai percobaan. Semuanya dilakukan dengan riset. Dan aku memanfaatkan juga.aku ingin tahu seberapa efektif senjata syaraf yang digunakannya. Aku sudah mengetesnya dan aku mencoba merusaknya. Aku meminta wanita itu menjadi budakku! Dan dia mau melakukannya, dia melakukan tanpa penolakan apapun! Karena otaknya memang sudah rusak. Dia akan cenderung patuh dan royal pada sesuatu yang diinginkannya. Ini salah satu caraku untuk melihat berapa kuat Jeff bisa mempengaruhi otak adiknya melawanku.”
“Ahhhh kau gila! Untuk apa kau berlama-lama melakukan riset semacam itu?” Hans mengeglengkan kepalanya tidak mengerti jalan pikiran sahabatnya itu.
“Aku hanya ingin mengetahui seberapa jauh yang telah dilakukan Jeff! Ini bagus juga untuk perkembangan organisasi kita. aku memang sedang melakukan beberapa riset dengan Dante.”
__ADS_1
“Itu yang membuatku tertarik untuk mempelajari lebih lanjut. Dan aku sudah bilang padamu kan kalau aku bekerjasam dengan seorang FBI! Dia yang memberitahuku tentang obat itu. Tentang virus pelemah syaraf yang sudah dimasukkan kedalam tubuh untuk melemahkan dan dijadikan salah satu kekuatan manipulasi otak. Kita bisa mencari penangkalnya kalau ada anak buah kita yang diperlakukan begitu.”
Barack memberikan penjelasan yang mendetail kepada Hans meskipun sebenarnya Hans tidak bisa menerima penjelasannya itu. “Dan kau juga diperlakukan seperti itu olehnya?” celetuk Hans.
“Tidak!” Barack menggelengkan kepalanya. “Aku pintar! Aku berpura-pura amnesia tapi temanku yang penyusupitu tahu kalau aku hanya berpura-pura saja. Dia bicara dan memberitahuku jati dirinya. Kami bekerjasama dan berusaha mendapatkan kepercayaan Jeff dan sekarang kami sudah mendapatkannya.”
“Baiklah! Aku akui kau memang keren sekali, Barack!” ucap Hans sambil memijat keningnya. “Kau bisa bayangkan kalau itu terjadi padaku?”
Barack tersneyum dan mengangkat bahunya. “Mungkin kau sudah menjadi bangkai dan dibunuh oleh Jeff. Dia orang yang sangat kejam dan tak berpikir panjang.”
“Ya itu juga yang aku pikirkan Barack.” ujar Hans terkekeh.
“Aku akan menyiapkan perang. Melawan kalian! Tapi aku sudah memberikan semua catatnnya pada Dante. Kali ini kita pasti akan menang. Jeff harus segera dimusnahkan. Aku akan menyerang dari dalam bersama temanku dan kalian menyerang dari luar sehingga kondisi Jeff akan terdesak.”
“Bagaimana kami bisa berperang kalau misalkan kami tidak memiliki perlengkapan? Kau sudha menghancurkan semuanya. Senjata hampir habis begini.”
“Tenang saja! Dante punya senjata simpanan dan senjata itu sangat ampuh. Aku tahu karena aku yang membantunya membuat senjata itu. Suruh dia menggunakan senjata itu.” ujar Barack diiringi seringai tawanya.
“Kau yakin Dante punya sesuatu yang lebih unik?” tanya Hans lagi.
“Hmmm!” Barack mengangguk dan menatap Hans dengan tajam, “Senjata itu adalah senjata yang sudah dipersiapkan puluhan tahun lalu, sebelum Dante mungkin baru belajar membaca.” Barack terkekeh.
“Apa maksudnya?” tanya Hans tak mengerti.
“Bicaralah dengan Dante karena aku tidak bisa lama-lama.” ujar Barack sambil melihat jam tangannya.
“Baiklah. Hati-hatilah Barack.” ucap Hans. ‘Fuuuh! Barack kau sangat unik dan tak masuk akal. Tapi ya memang begitu dirimu. Aku mengerti sekarang kenapa Dante bisa memimpin kita semua karena dia mengerti bagaimana dirimu, aku, Nick, Eddie.’
__ADS_1