PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 398. FOKUS PADA PEKERJAAN


__ADS_3

“Jadi maksudmu kalau dia hanya hapal nomormu saja, Henry?”


“Ada seseorang disana, temannya Barack! Dia adalah orang yang menghubungiku jika Barack ingin bicara denganku.” kata Henry.


“Apakah dia orang yang menyuruh untuk membawa Katarina kesini?”


Henry mengangguk.


 


“Jadi kau bekerjasama dengannya? Darimana kau bisa mengenalnya Henry? Aku lihat kau tidak pernah keluar dari mansion ini. Kau mengerjakan semua pekerjaanmu disini. Aku tidak mengerti tentangmu Henry.”


“Memang saya tidak pernah keluar dari tempat ini tapi saya punya telepon yang bisa dihubungi.”


“Jadi kau bekerjasama dengan pihak FBI?”


 


“Kami bisa menjelaskan kepada anda, Tuan Nick. Supaya anda tidak salah paham.”


“Oke!” kata Nick lalu mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu sambil Henry menjelaskan kepada Nick sembari mereka berjalan menuju di halaman belakang.


“Jadi ayah Dante yang memintamu untuk melakukan itu Henry?”


 


“Ya. Itu adalah perjanjianku dengannya! Karena itu aku ada disini dan aku akan terus menjaga beliau karena aku yakin sekali kalau kasus ini belum selesai!” kata Henry lagi.


“Lalu apa rencanamu sekarang?” tanya Nick balik.


“Mateo Sebastian adalah sahabatku! Tentu saja aku akan berusaha mencari pembunuhnya. Aku tidak akan tinggal diam saja dan membiarkan pembunuh itu hidup tenang diluar sana!”


 


“Oh jadi itu rencanamu?” Nick tersenyum dan tidak banyak bicara lagi.


“Apa anda sudah puas dengan semua jawabanku?”


“Ya, setidaknya aku sekarang tahu! Kau ternyata bukan orang sembarangan Henry! Terima kasih kau sudah menjaga Dante, sebagai temannya aku sungguh tidak percaya tentang hal ini tapi aku kagum padamu, Henry.”


 


“Kalau begitu aku pergi dulu, Tuan! Aku harus mengambilkan topeng itu untukmu.”


“Ya baiklah. Aku akan menunggumu disini! Sebelum aku bertemu dengan Anthony di penjara itu.”


“Oh iya! Apa anda tahu alasannya datang ke penjara itu?” tanya Henry lagi.


“Aku tidak tahu. Apa mungkin berhubungan dengan federal?”

__ADS_1


 


“Setahuku hanya ada satu orang di penjara itu yang merupakan tahanan federal.” kata Henry.


“Benarkah?”


Henry menganggukkan kepalanya.


“Kalau begitu mungkin yang ingin ditemuinya adalah orang itu.” celetuk  Nick.


“Namun, orang itu tidak mudah ditemui kecuali keluarganya sendiri.” kata Henry menimpali.


 


“Tenang saja, Anthony juga dari pihak federal! Ayah Anthony adalah Jenderal Robert Kane. Aku rasa mungkin saja dia mendapat izin atau mungkin memang ada urusannya dengan pekerjaan federal.”


“Tunggu dulu! Apa tadi kau bilang? Siapa nama ayahnya?”


“Jenderal Robert Kane! Apa kau mengenalnya?”


DEG!


 


Sementara itu di ruang kerja Dante setelah Nick meninggalkan ruangan itu.


“Apa yang harus kulakukan Dante?” Hans meminta penjelasan untuk teknis dilapangan.


 


“Oh iya! Kemarin Nick memang sudah menyuruhku melakukan itu. Dia memintaku untuk mempersiapkan semua persenjataan yang akan dijual hari ini.”


“Baguslah! Kalau begitu aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar lagi padamu. Sekarang berikan laporannya padaku. Apa semua barang yang ingin kita jual sudah kau persiapkan sesuai permintaan?”


 


“Sudah! Tapi aku tidak mengambilnya dari gudang, Dante! Karena Barack memporak porandakan gudang senjata kita.”


“Hmm, aku belum dapat kabar itu! Apa mungkin karena tadi malam aku terlalu sibuk dengan urusan lain dan kemudian aku pergi dengan Bella? Pada siapa kau memberikan laporannya?”


 


“Ah, aku menelepon Eddie! Dia bilang kau ada diruangan Omero sehingga aku menceritakan semua detailnya pada Eddie. Dia juga mengatakan kepadaku kalau dia akan menyampaikan itu setelah kau keluar dari ruangan Omero. Eddie sudah mengatakan padamu, bukan?” tanya Hans lalu diam sejenak.


 


“Hmm.” Dante mengangguk. “Dia tidak punya kesempatan untuk bicara karena kami membahas hal lainnya dirumah sakit.”


“Oke. Dante apa kau mau aku memberikan satu informasi padamu?” kata Hans menimpali yang membuat Dante menatapnya serius.

__ADS_1


 


“Apa itu ada hubungannya dengan pekerjaan?”


“Ehhh….” Hans menggelengkan kepalanya. “Tapi ada hubungannya dengan pernikahanmu Dante.”


“Kalau masalahnya tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, jangan bicara apa-apa dulu tentang itu. Kita bisa bicarakan nanti setelah urusan pekerjaan sudah diselesaikan!”


 


“Apa kau yakin Dante?” tanya Hans gusar.


“Fokuskan saja pada pekerjaan kita. Transaksi kali ini sangat penting. Sebaiknya kita membahas tentang senjata yang akan kita jual. Darimana kau mengambil barang-barang itu?” suara bariton Dante terdengar mengintimidasi. Dia kembali fokus membahas bisnis penjualan senjata. Ini bukanlah bisnis yang mudah.


 


“Aku meminjam dari gudang senjata Omero. Dia punya banyak stok disana! Nanti kau tinggal menggantinya saja! Aku sudah meminta pada semua anak buahmu yang bertugas untuk menyiapkan senjata itu.” jelas Hans sambil mengeluarkan ponselnya lalu dia menunjukkan apa saja senjata yang diambilnya dari gudang Omero. Hans menyesuaikan dengan jumlah pesanan dan data itu sedang diamati oleh Dante.


 


“Kau yakin semua senjata-senjata ini baru? Karena aku tidak ingin mengecewakan mereka jika kita memberikan mereka barang second.” kata Dante.


‘Aku tidak percaya kalau Omero menyimpan senjata sebanyak ini dan semuanya baru! Apa yang ingin dia lakukan? Apa dia ingin meluluh lantakkan seluruh Italia? Benda-benda ini semua tidak dipakai olehnya.’ bisik hati Dante yang tidak menduga kalau gudang persenjataan Omero memiliki senjata sebanyak itu.


 


“Semuanya baru Dante! Aku tidak mengambil dari gudang atas. Aku mengambilnya dari gudang bawah tanah! Dan sepertinya kita harus mencoba cara kerja Omero. Tempat persenjataan miliknya semuanya berada ditempat aman. Seandainya gudangnya terbakar pun senjata inti yang ada didalam ruang bawah tanah ini aman tersembunyi. Omero juga menyiapkan logam anti api sebagai pelapos antara bagian atas gudang dengan bagian bawah tanah!”


 


“Jadi seandainya ada kebakaran sederhana seperti yang dilakukan oleh alat ini, tidak akan berdampak terlalu buruk.” Hans menjelaskan sedetil mungkin kepada Dante yang membuat pria itu terpana.


‘Omero menyiapakan hal seperti ini? Kenapa dia tidak pernah menceritakan kepadaku? Apa sebenarnya yang direncanakan olehnya? Aku semakin tidak sabar dan aku ingin bertemu dengannya.’ bisik hati Dante.


 


‘Omero! Kau selalu memiliki ilmu baru yang kadang terlewatkan olehku! Aku sangat kagum pada kemampuanmu Omero!’ gumam hati Dante. Dia merasa bangga dan ada rasa penasaran yang besar dirasakan oleh Dante yang ingin mengecek sendiri tempat itu dan mengamati seberapa besar keuntungan dan kerugian jika dia membuat gedung persenjataan lengkap dan canggih.


 


“Terima kasih informasinya Hans! Aku akan mencoba mempertimbangkan tentang itu. Andaikan memang banyak keuntungannya untuk kita mungkin aku akan mempersiapkannya untuk gudang persenjataan kita nantinya setelah direnovasi!” ujar Dante memberi respon positif.


 


Inilah yang disukai teman-temannya dari Dante yang selalu memberikan respon positif dan selalu mendukung pekerjaan teman-temannya. Dante juga selalu mengapresiasi setiap pencapaian dan informasi yang diberikan padanya. Selalu ada ketulusan saat dia memuji semua pekerjaan yang sudah selesai.


 


Kadang dia juga memberikan penghargaan mahal karena dia lebih membutuhkan orang-orang berkualitas dan setia ketimbang uang. Dante sangat pandai menjaga hati sahabat-sahabatnya hingga saat inipun membuat Hans tersenyum bangga pada dirinya. Karena dia bekerja semaksimal mungkin untuk memberikan informasi detil sesuai dengan keinginan Dante.

__ADS_1


 


__ADS_2