PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 568. BUKAN BUNKER BIASA


__ADS_3

“Tapi aku sulit melakukannya! Aku takut terjadi sesuatu pada Barack.” Sarah menatap Anna.


“Percayalah padaku, semuanya akan baik-baik saja. Aku yakin mereka akan segera kembali.” ucap Anna. Dia tersenyum mencoba menyakinkan Sarah lagi dan dia berdiri lalu menghampiri Sarah.


“Kau tenang saja ya. Aku mengerti bagaimana perasaanmu pada Barack. Dia akan baik-baik saja.”


Anna berbicara dengan lembut mencoba menenangkan sambil memeluk Sarah erat-erat dan wanita itu berhasil membuat Sarah lebih tenang. Begitupun Bella yang melihat itu juga merasa semakin tenang sambil memeluk Alex dalam pangkuannya.


‘Alex, semoga daddy mu segera kembali dalam keadaan baik-baik saja! Aku merindukannya, aku ingin dia ada disini. Aku hanya bisa memelukmu Alex untuk melepaskan kerinduanku.’ bisik hati Bella.


Dia menyandarkan tubuhnya dan berusaha tenang. Berada didalam satu ruangan yang tidak terlalu besar dengan semua kebutuhan mereka tersedia lengkap, tetap saja membuat Bella tidak tenang.


“Yang dikatakan Anna benar! Kita tidak boleh panik. Semua akan baik-baik saja! Mereka pasti akan segera kembali, aku sangat yakin itu.” Omero bicara lagi.


“Bisakah kau beri alasan kenapa kau seyakin itu?” tanya Bella pada Omero.


“Karena Henry pasti tidak akan tinggal diam saja. Dia pasti akan menghubungiku.” jawabnya. Ucapan Omero membuat Bella merasa tenang dan akhirnya dia menyunggingkan senyum. Dia berharap semua dugaannya bahwa mereka baik-baik saja.


“Semoga saja. Aku berharap tidak terjadi hal buruk pada mereka.” ucap Bella lagi.


“Kami juga berharap hal yang sama.” balas Omero. “Bagaimana kalau kalian makan sesuatu? Mungkin makanan bisa mengurangi kepanikan kalian.”


“Ya itu ide bagus.” Noel tersenyum.


“Aku juga setuju.” Vince menimpali. Bagaimana kalau aku mencoba menyiapkan makanan instan untuk kalian semua?”


“Aku rasa itu bagus, Vince!” Anna menimpali lalu menatap Vince.


“Baiklah, kalian tunggu sebentar. Aku persiapkan dulu makanannya.” ucap Vince. Dia pun berdiri dan menuju ke tempat penyimpanan makanan.


“Tempat ini sepertinya bisa untuk tempat bertahan hidup satu tahun lebih.” celetuk Vince sambil geleng-geleng kepala saat dia mengamati stok makanan yang ada didalam ruang penyimpanan makanan.

__ADS_1


“Ya, makanan disini bisa membuat manusia bisa bertahan hidup sampai sepuluh tahun.” ucap Omero.


“Wow! Sepuluh tahun? Bagaimana mungkin?” Anna melirik pada Omero.


‘Mereka menyiapkan ini sungguh luar biasa! Bahkan setahuku bunker milik pemerintah pun rata-rata hanya tiga tahun. Kepalaku pusing bagaimana kakak Anthony itu berpikir. Tapi aku kagum padanya. Walaupun dia agak mengerikan dan tidak sebaik Anthony.’ pikir Anna.


“Kami memiliki ladang pertanian juga disini. Jadi kalau makanan instan disini sudah habis, kita bisa menggunakan bibit tumbuhan untuk menanam dan tetap bisa bertahan hidup lebih lama lagi. Kalau bibit itu dibiakkan lagi maka mereka akan hidup lebih lama lagi. Kerena bunker ini didesain untuk bertahan hidup dari kondisi buruk diatas permukaan bumi.” Omero menjelaskan.


Anna mengangguk-anggukkan kepalanya. “Lalu apa yang terjadi jika ternyata kalian tidak bisa bertahan hidup dibawah permukaan bumi begini?”


“Dan bunker ini bukan sembarang bunker. Kami memiliki tenaga nuklir disini. Jadi seandainya memang kondisi bumi sudah tidak stabil lagi dan kami harus pergi ke luar angkasa mencari tempat tinggal baru maka kami bisa melakukannya. Walaupun kami belum pernah mencoba tapi kami sudah memiliki teknologi.” jawab Omero.


“Apa? Jadi kalian sudah mengembangkan pesawat ruang angkasa disini? Wow!” Anna terkagum.


“Bunker inilah pesawatnya. Bunker ini akan terangkat sendiri dan akan melayang dengan menggunakan tenaga pendorong yang membuatnya bisa melewati atmosfir.” kata Omero.


“Wow! Aku tidak percaya itu.” Anna berkata jujur karena teknologi hebat seperti itu belum pernah dia lihat sebelumnya.


“Hebat sekali! Bagaimana bisa kalian mengembangkan teknologi ini?” tanya Anna.


“Dante dan teman-temannya yang melakukannya. Ini adalah teknologi masa depan. Tapi kami masih melakukan banyak perbaikan mungkin bukan kami yang akan melakukannya tapi anak cucu kami nantinya.” Omero tersenyum dengan bangga.


Anna tidak banyak bertanya lagi dan dia menganggukkan kepalanya percaya. Dia sudah melihat sendiri bunker itu tidak seperti bunker biasa.


“Yang aku tidak habis pikir bagaimana caranya menerbangkan ini ke ruang angkasa.” ujar Vince yang baru datang membawa makanan. Dia pun meletakan makanan diatas meja lalu membagi-bagikannya pada yang lainnya.


“Kami membutuhkan tenaga cukup besar! Pembangkitnya! Dan kami tidak bisa memuat banyak orang dalam jumlah lebih seratus orang. Kalau ini dibawa keruang angkasa maka tidak boleh ada yang dalam keadaan hamil. Jumlah manusia baru akan ditambahkan dengan teknik bayi tabung. Kita harus menekan jumlah populasi sampai mendapatkan rumah baru.” ucap Omero lagi.


“Begitu juga dengan tanam-tanaman disini juga harus tetap hidup dan mereka harus menyokong suplai oksigen dalam bunker ini. Makanya semuanya harus dibatasi.” Omero memberikan penjelasan baru.


“Bisa kau tunjukkan padaku?” tanya Vince yang merasa sangat tertarik.

__ADS_1


“Bisa saja! Tapi tidak sekarang! Karena kondisiku sekarang belum pulih benar. Dan mungkin setelah Dante kembali, kau bisa bertanya langsung padanya.” jawab Omero.


“Tapi benarkah mereka akan kembali?” Bella bertanya ketika Vince menyodorkan makan padanya.


“Percayalah mereka pasti akan kembali.” ucap Omero yang tak tahu lagi harus mengatakan apa.


“Mommy, aku lapar!” ucap Alex yang mencium bau makanan ditangan Bella membuatnya bereaksi. Dari tadi tidak ada siapapun yang makan sehingga Alex hanya mengisi perutnya dengan susu.


“Biarkan aku menyuapimu ya Alex,” jawab bella menyiapkan makanan dan hendak menyuap anaknya.


“Wah! Wah! Banyak sekali tempat disini yang belum kita jelajah.” Anna semakin bersemangat. Dia seorang dokter dan dia merasa tertarik dengan semua yang ada didalam bunker itu.


Dia sudah pernah mempelajarinya saat di federal namun tidak pernah terwujud karena kendala keuangan.


Tapi kini semuanya terpampang nyata didalam bunker Dante, Anna mengedarkan pandangan matanya.


“Ini adalah warisan ayahnya Dante dan Anthony! Sayang sekali ilmuwan seperti ayahnya Dante dan Anthony harus meregang nyawa akibat kerakusan Robert Kane! Aku yakin kalau dia masih hidup dia bisa mengembangkan ini dan mungkin sekarang sudah lebih maju.” ucap Anna.


Tiba-tiba pintu terbuka….Klek!


“Daddy!” teriak Alex melihat kedatangan ayahnya.


“Dante!” sapaan Bella yang langsung menyunggingkan senyum ketika melihat kearah pintu. “Dante!” Bella meletakkan makananya dan langsung menggendong Alex menghampiri Dante.


Dante juga tidak diam saja, setelah melihat Bella dia mendekat dan langsung membuka tangannya membawa Bella kedalam dekapannya.


“Kalian tidak apa-apa disini?” tanya Dante.


“Berikan benda itu padaku.” Barack langsung membuka jam yang ada ditangan Sarah lalu menyerahkannya pada Henry. “Aku titip ini Henry! Dia sudah terlalu lama memakainya.” lalu Barack pun langsung memeluk Sarah.


“Baik Tuan Barack!” jawab Henry mengambil jam tangan itu dan langsung memakai jam itu. Karena jam itu tidak boleh dilepaskan dari tubuh manusia.

__ADS_1


__ADS_2