PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 561. PENGHANCURAN


__ADS_3

Manuel menunjukkan sesuatu pada Jeff. DUUUAAARRRR


Barack sudah mematikan sambungan telepon dirumah Jeff sehingga mereka bisa kembali terhubung. Dan Manuel meminta untuk menyiapkan senjata pemusnah untuk rumah Jeff. Manuel memilih untuk memusnahkan duluan laboratorium yang ada kloningan Jeff disana.


“Aku sudah memperingatkan kalian dan kalian akan menyesal suatu saat nanti ketika kalian melihat kenyataannya.” Jeff sudah mengencangkan cengkeraman tangannya.


Dia tidak menyangka ini terjadi karena Jeff tidak tahu kalau selama ini Dante dan teman-temannya sudah mencuri dengar semua pembicaraannya sehingga mereka mengetahui rencana Jeff.


“Ini semua hukuman untukmu! Dan untuk dirimu sendiri, belum selesai!” ujar Dante.


“Dante! Kalau kau membunuhku dan menghancurkan semuanya bukan berarti kau menyelesaikan permasalahan.” teriak Jeff penuh amarah.


“Itu urusan nanti dan sekarang urusanku adalah denganmu.” ucap Dante lalu melayangkan tinjunya. "Urusanku sekarang adalah menghabisimu!"


BUG!


Dengan sekuat tenaga dia memukul Jeff.


“Apa kau pikir aku tidak bisa membalas?” pekik Jeff.


BUG BUG BUG


Jeff tidak menyangka apa yang dilakukan Dante! Dia baru saja memukuli Jeff hingga babak belur. Dan pria itu berusaha untuk membalasnya karena tubuh mereka sama-sama besar dan kuat.


Tapi mereka pun saling pukul dan babak belur. Jeff merasa sangat menderita setelah mengetahui rencananya gagal. Sedangkan Dante sebaliknya, dia punya tujuan untuk segera menyelesaikan ini. Dia memiliki keluarga tempatnya kembali tapi Jeff tidak punya siapa-siapa.


“Hahahaha kau masih belum puas Dante?” Jeff masih bisa tertawa meskipun dia sudah babak belur.


“Aku tidak akan puas sampai aku melihatmu mati!” teriak Dante.

__ADS_1


“Dante….Dante….apa kau pikir akan menang dariku? Aku tidak membawa senjata apapun dan aku tidak ingin mengulur waktumu! Kita selesaikan saja sekarang.” ucap Jeff dengan percaya diri.


“Baguslah kalau begitu!” Dante melangkah maju dan sangat geram ingin memotong tubuh pria itu.


“Dante, kau tidak akan mendapatkan apapun.” Jeff kembali bicara.


“Aku bisa mendapatkan apa yang aku mau. Aku selalu mendapatkannya.” jawab Dante tersenyum. Dia melangkah menghampiri Jeff. “Hari ini aku tidak akan melepaskanmu! Akulah malaikat pencabut nyawamu! Tidak ada lagi jalan keluar untukmu. Jeff Amadeo! Kau tidak akan pernah berhasil!”


Dante pun menjauhi Jeff. Dan tiba-tiba terdengar suara ledakan.


DUUUAARRR!


Sontak wajah Jeff pucat pasi. “Kalian menghancurkan tempat tinggalku? Apa tim yang kau bawa yang melakukannya?” tanya Jeff.


Manuel membalas dengan senyumannya ketika Jeff menatapnya tajam.


“Hahahaahha. Kalian tidak tahu apa yang kalian lakukan! Mungkin kalian pikir aku kalah? Kalian pikir dengan melakukan itu kalian akan menang? Cih!” Jeff meludah ketanah.


Dante melangkah maju dan melayangkan beberapa kali pukulan cukup keras pada Jeff sehingga pria itu terhuyung dan jatuh. Kepalanya pening, pandangan matanya kabur dan dia tidak bisa menghilangkan bunyi ditelinganya.


Dante memukul Jeff tepat di pelipisnya hingga berdarah. Pukulan kuat dari Dante membuat keretakan di tulang tengkorak kepala Jeff yang sungguh mengganggunya.


Dante kembali menendang Jeff. “Berdiri kau! Apa kau sudah tidak sanggup melakukannya lagi?”


Dante menendang lagi tapi Jeff sudah tidak bisa melawan. Dante baru saja membuat tengkorak kepala pria itu retak, pukulan yang cukup keras mencederai Jeff.


“Hanya satu pukulan saja kau sudah menyerah? Dari tadi kau memaki dan ingin membunuhku. Hanya ini saja tenagamu?” Dante menghina Jeff habis-habisan karena sekarang Jeff tidak berdaya lagi menghadapi Dante.


Jeff sudah tidak bisa merespon lagi, Dante memukul tepat dititik rawan. “Wow sepertinya aku membuat masalah besar padamu ya. Lihatlah apa yang terjadi pada matamu? Kau mengeluarkan darah dari mata, telinga, hidung dan mulutmu. Apakah kau gegar otak?”

__ADS_1


BUG BUG BUG….Dante tidak peduli dan terus saja memukuli Jeff. Tanpa henti dia memukulinya melampiaskan semua kemarahannya yang sudah ditahannya. Pukulan demi pukulan kembali dilayangkannya pada Jeff yang sudah terkapar.


“Kau tahu apa yang sudah kau lakukan pada Bella? Kau pikir aku tidak tahu, hah? Kau yang menyarankan pada Madam Windy dan suaminya untuk memberikan obat-obatan pada Bella! Kau yang membuatnya menjadi candu!” Dante tidak bisa melupakan dendamnya ini. Pikirannya selalu terganggu memikirkan Bella yang pernah disentuh pria itu.


“Dan apa yang kau lakukan pada Tatiana? Kau menjadikannya android. Aku tahu Tatiana tidak mudah percaya pada orang dan kau manusia yang tidak beradab! Kau tidak mencintainya tapi kau hanya menggunakannya untuk menjebakku!” Dante tak peduli jika Jeff bisa mendengarnya atau tida. Dia terus memukulinya.


“Dia percaya padamu, dia menaruh harapannya padamu karena dia ingin membalas dendam padaku! Tapi kau memanfaatkan kelemahannya itu. Aku memang membunuhnya tapi kau yang memulainya. Kau yang membuatnya terbunuh!”


BUG BUG BUG


Bagaimanapun rasa itu masih ada tersisa. Semua kenangan selama bertahun-tahun bersama Tatiana sejak mereka kecil. Dimana Tatiana yang membantunya melupakan tragedi yang menimpanya. Mereka tinggal bersama dan menjadi teman, berkembang menjadi sahabat hingga akhirnya Dante memiliki rasa pada wanita itu. Mereka saling mengisi kekurangan masing-masing.


Meskipun pada akhirnya Dante dikecewakan oleh Tatiana tapi dia masih merasakan sakit saat Dante mengingat sisi baik mantan istrinya itu. Jauh didalam hatinya dia menyayangkan sikap Tatiana kepadanya. Dia pernah mencintai wanita itu yang pernah selalu memberinya semangat. Dan wanita itu mati ditangannya, semuanya karena ulah Jeff.


KRETEK


Dante mematahkan kaki Jeff. “Sekarang kau tidak bisa bicara lagi. Aku akan mempercepatnya untukmu, aku tahu kau memiliki masalah dengan kepalamu.” ujar Dante. Kaki yang tadi sudah dipelintir dan copot terus dipelintir Dante hingga benar-benar terlepas.


SREEETTT


Darah mengalir saat Dante memutuskan kaki dan kedua tangan Jeff dengan menggunakan pisaunya. “Kau lihatlah bagaimana aku memotong-motong tubuhmu ini, hanya menggunakan pisau saja! Pasti kau tidak menyangka aku melakukan ini kan? Sedangkan kau ingin membunuhku dengan senjata canggihmu. Siapa yang hebat sekarang?”


“Dante! Dia sudah mati! Jangan kau menyiksa tubuhnya dengan cara seperti itu.” ujar Anthony.


“Jangan banyak bicara Anthony! Kalau kau bicara lagi, lepaskan dulu alatmu! Aku tidak mau mendengar ucapanmu saat aku sedang bekerja.” teriak Dante yang merasa sedikit terganggu.


“Eh iya.” Anthony pun langsung melepaskan earpiece dari telinganya.


‘Adik Dante ini memang agak sedikit bodoh! Sudah tahu kalau pakai alat itu apa yang ada dipikirannya akan terbaca semua orang. Aku sudah prediksi Dante akan melakukan hal buruk seperti itu. Daripada aku mengotori telingaku lebih baik aku melepasnya dulu.’ Barack tidak mau mengganggu Dante. Dia pun sudah melepaskan earpiece nya.

__ADS_1


__ADS_2