
“Barack! Aku tidak mau sampai mereka menyuntikkan racun yang sama padanya sehingga membuat Barack menjadi salah satu bagian dari mereka.” memikirkan itu membuat Dante merasa sesak. “Barack! Aku harus mencarinya lebih dulu! Jangan sampai terlambat!” lalu dia merogoh saku celananya dan mengambil ponsel milik Henry yang dibawanya.
“Tuan?”
“Semprot wajah mereka!” ujar Dante saat dia melihat gerakan orang-orang yang tadi mau masuk ke pintu sudah bergerak. Dante langsung menunjuk dan Vince pun segera kesana untuk melakukan hal yang sama. Dia pun menyemprotkan asap pemadam kebakaran pada orang itu.
“Dante! Kau ada dimana sekarang?” tanya Manuel dari sambungan telepon.
“Hati-hati! Jangan buat mereka bisa memasukkan sesuatu kedalam tubuhmu! Mereka bisa membuatmu menjadi semi android! Aku tidak tahu bagaimana caranya tapi hampir semua orang disini dan pasukannya sudah dibuat seperti itu.” kata Dante.
“Apa kau yang mengirim pesawat tadi?” tanya Manuel.
“Iya. Dimana kalian? Apa kalian baik-baik saja?” tanya Dante terdengar cemas.
“Kami sedang bersembunyi. Kami berada dekat ruang tamu, digudang yang menuju ke dapur. Kami sedang dikejar dan sekarang kondisi kami terjepit. Kami kekurangan senjata.”
“Carilah sesuatu untuk membuat mata mereka buta. Minimal itu dulu! Mereka bisa mendengar suaramu, mereka bisa tahu dimana kau bersembunyi sekarang Manuel!”
“Iya iya….aku paham. Aku mengerti itu. Tapi terima kasih untuk pesawat itu. Kami bisa masuk dan meninggalkan ruangan yang penuh bom.” kata Manuel lagi. Dante mengeryitkan dahinya mendengar perkataan Manuel namun dia tidak mengatakan apapun lagi.
“Aku ada dilantai tiga! Cepatlah kesini. Kalau kau bisa tapi kalau tidak bisa kesini beritahu saja aku harus menemui kalian dimana.”
“Kau ada didalam laboratorium bukan?”
“Sepertinya begitu. Aku ada dilantai tiga.” jawab Dante.
“Baiklah. Kami akan mencari jalan untuk sampai kesana. Dan Dante, coba cari tahu bagaimana caranya supaya kau bisa mematikan mereka! Kalau mereka tidak bisa dimatikan yang ada kita semua yang akan kalah nantinya.” ujar Manuel lagi. “Secepatnya kita harus bisa mengalahkan mereka! Pasti mereka juga ada kelemahannya dan hanya itu cara kita mengalahkan mereka!”
__ADS_1
Yang dikatakan Manuel itu benar! Mereka semua pasti akan kalah dan berakhir disana kalau belum bisa menemukan solusinya untuk mencari kelemahan para manusia setengah android itu.
“Hmmm, aku paham. Aku sedang mencarinya dilaboratorium mungkin ada sesuatu disini yang bisa menjadi titik terang untuk mengetahui kelemahan mereka.”
Klik!
“Apa yang dikatakan Dante?” tanya Barack pada Manuel.
“Dia sedang bersembunyi dan dia menunggu kita.” jawab Manuel.
“Jadi kau bukan Rodrigo?” tanya Gabriella lirih.
“Gabriella! Aku bukan Rodrigo! Aku sudah mengatakannya padamu berulang kali. Kenapa kau masih disini? Kau tidak seharusnya berada disini karena kau hanya ingin menguntitku bukan? Kakakmu yang menyuruhmu melakukan ini bukan?”
“Ehm…tidak Rodrigo! Aku sangat mencintaimu! Aku tidak mau meninggalkanmu. Aku benar-benar menyayangimu! Aku menyukaimu didalam hatiku!” Gabriella mengatakan ini secara sadara.
“Gabriella!” Barack jadi pusing sendiri lalu dia mengusir wanita itu. Dari tadi ketika ada ledakan pesawat, Barack menggunakan kesempatan itu untuk menembak pas di dahi Jake.
Dan Anna dengan sigap membuat tangan Jake menjauh dari tombol bom sehingga mereka selamat. Jake seakan-akan mati dan mereka masuk keruangan selanjutnya.
Tapi ruangan itu kosong dan tidak ada seorangpun dan ternyata itu adalah ruang tamu mansion milik Jeff. Namun disaat bersamaan, orang-orang yang dibunu Barack masuk ke ruangan dimana Jake berada.
Itu membuat pasukan Barack kaget ketika mereka kembali hidup dan mengejar. Terjadi baku tembak dalam ruangan itu, mereka berkali-kali berhasil menjatuhkan pasukan Jeff yang hidup kembali.
Namun amunisi mereka habis! Dan saat ini mereka bersembunyi dalam ruang kebersihan yang berada didekat dapur. Karena sejujurnya Barack tadinya ingin keluar melewati pintu belakang dapur bamun mereka sudah tahu bahwa mereka sudah ketahuan.
Dan disana banyak sekali pasukan Jeff sehingga cara terbaik adalah segera meninggalkan rumah Jeff. Tapi sayangnya langkah mereka terjegal.
__ADS_1
“Dia adalah barack ku! Aku sudah mengatakan kalau dia adalah barack ku!” Sarah memekik marah pada Gabriella. Sarah tidak ikhlas dan sejak tadi dia memaki-maki Gabriella.
“Dia adalah milikku! Aku sangat mencintainya. Aku tidak akan menyerahkannya padamu.” sahut Gabriella tak mau kalah dengan Sarah. “Aduh….” tiba-tiba dia merasa kepalanya sakit sekali.
“Kata-katamu sepertinya membuatnya marah dan membuat kepalanya sakit. Dia menyuruh melakukan tindakan lain bukan secara sadar?”
Gabriella tidak paham apa yang terjadi padanya tapi dia berusaha untuk tetap sadar. “Apa yang dilakukan kakakku? Aku tidak mengerti. Apa sebenarnya yang telah kalian lakukan padaku?”
Gabriella memang tidak mengetahui apapun karena tidak diberitahukan apa yang terjadi pada dirinya sehingga dia merasa bingung dengan kondisinya saat ini.
“Pergilah dari sini! Kalau kau ada disini itu sama saja kau membunuhku Gabriella! Kau sudah berbeda denganku. Kau adalah robot! Mengertilah kondisinya tidak mungkin aku mencintaimu karena dari dulupun aku tidak pernah mencintaimu.” Barack sudah tidak tahu lagi harus bicara apa sehingga dia akhirnya mengatakan itu.
“Aku bukan robot! Aku hanya manusia biasa.” sahut Gabriella tak senang.
“Kau sudah diprogram lain nona Gabriella.” Manuel pun angkat bicara menimpali ucapan gabriella yang membuat wanita itu menggelengkan kepalanya tidak mau menerima kenyataan itu.
“Aku hanya ingin kau ada disisiku! Dan kakakku mengatakan kalau dia memasukkan sesuatu ketubuhku itu bisa membuatku memilikimu! Apa yang terjadi padaku?” Gabriella merasa bingung tapi mereka tak bisa menceritakan detailnya pada wanita itu.
“Pergilah dan kau tanyakanlah pada kakakmu. Tapi maaf aku tidak mencintaimu. Aku tidak bisa bersama denganmu gabriella! Kita berbeda!”
Sungguh kata-kata yang menyakitkan. Disatu sisi gabriela sangat menginginkan Barack! Dia sudah melakukan segalanya untuk pria itu. Dia mengikuti semua perintah Jeff hanya untuk mendapatkan pria yang menjadi obsesinya selama ini yaitu Barack! Tapi dia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Sehingga Gabriella tak tahu keputusan apa yang harus diambilnya sekarang.
“Kemanapun kau bersembunyi tapi aku pasti bisa mendengarmu! Dan aku bisa tahu keberadaanmu.” suara orang yang berada diluar tempat mereka bersembunyi pun terdengar.
Dan gabriella pun mendengarnya tapi mereka semua yang ada didalam ruangan itu tak merespon. Mereka bersikap seolah tidak mendengar apa-apa.
“Nona Gabriella! Aku adalah jake! Bawa mereka semua keluar dan kita akan menyelesaikan urusan dengan mereka.” suara bisikan itu terdengar oleh Gabriella dengan jelas.
__ADS_1
‘Memang ada yang aneh denganku. Aku bisa mendengar suara mereka dengan jelas! Sebelumnya aku juga bisa mendengar suara-suara langkah mereka! Sepertinya benar apa yang mereka katakan barusan!’ pikirnya.