
“Tapi syukurlah ada Anna! Jadi Anna bisa membantuku mengerjakan semua pekerjaanku.” Anthony tersenyum lagi sambil memasukkan ponselnya didalam saku celananya.
‘Mateo menghapus semua data programnya dan dia mengatakan kalau semua data itu sudah hilang. Tapi aku tidak percaya kalau data itu hilang! Aku yakin pasti ada disembunyikan disuatu tempat. Semua draft nya serta cara pembuatannya, apa saja yang harus dilakukan untuk merakit senjata itu, jika kami masih menyimpannya. Dan aku yakin Dante pun melakukan hal yang sama seperti ayahnya! Dia mencoba menipu kami.’ bisik hati Jenderal Robert.
Didalam hati Jenderal Robert mulai membandingkan antara Mateo dan Dante karena dulu dia memang ingin mengambil senjata pemusnah massal itu tapi sudah keburu disembunyikan oleh orang kepercayaan Mateo Sebastian.
Pria yang adalah ayah kandung Dante Sebastian. “Mateo! Anakmu juga melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan dulu. Mereka berusaha untuk membodohiku! Sama sepertimu dulu! Kau sudah menghancurkan rencanaku.’ geramnya
Jenderal Robert tersenyum tipis yang masih bisa dilihat oleh Anthony tapi dia masih diam tak mengatakan apapun. Dia membiarkan Jenderal Robert masuk kedalam perangkap permainannya dan menunggunya membuat keputusan.
‘Mateo….tapi cara yang sama tidak mungkin dilakukan oleh anakmu. Seperti dirimu dulu, kita sudah sepakat akan menjual senjata kepada pihak federal! Kita juga sudah sepakat bahwa kita akan menjual senjata yang mirip seperti itu kepada pihak musuh federal! Tapi kau malah menyembunyikan semuanya dengan alasan bahwa kau membuat senjata itu hanya untuk uji coba!’
‘Kau tidak ingin mereka semua memiliki senjata itu karena alasan perdamaian dunia! Apalah artinya perdamaian duni? Buktinya saja sekarang tidak ada damai-damainya!’ didalam hati Jenderal Robert masih merasa kesal pada ayah Dante.
Karena semua rencananya untuk menjual senjata yang bisa menghasilkan banyak uang itu terpaksa gagal. Inilah yang menyebabkannya berhasil memanasi pihal federal untuk menyerang Mateo Sebastian dan melenyapkannya.
Robert berusaha untuk membuat pikiran semua orang disana bahwa Mateo berusaha menyembunyikan senjata itu dari pihak federal dan menjualnya pada pihak musuh. Akhirnya mereka semua menyerang Mateo tapi tetap tidak bisa mendapatkan senjatanya.
Inilah yang membuatnya masih kesal dan penasaran ingin masuk ke mansion peninggalan Mateo yang kini dihuni oleh Dante karena Jenderal Robert yakin jika apa yang dicarinya pasti disembunyikan di dalam mansion itu. Dia ingin mendapatkan senjata pemusnah massal itu untuk dirinya sendiri.
“Aku yakin dua minggu itu adalah rencana tipuan.” akhirnya Robert bicara.
“Kau yakin? Jadi menurutmu mereka memang sengaja menipu?” tanya Anthony.
__ADS_1
Robert langsung menganggukkan kepalanya.
‘Kenapa tiba-tiba dia percaya padaku? Tapi baguslah itu lebih baik. Jadi aku tidak pusing lagi harus membuat alasan.’ bisik Anthony didalam hatinya.
“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?”
“Coba tanyakan pada temanmu itu, dimana mereka akan melakukan transaksi! Dan kita akan pergi kesana.” ucap Robert penuh keyakinan dengan keputusan yang baru saja diambilnya.
“Tentu saja kita akan pergi! Aku akan menanyakan sesuai dengan apa yang ingin kamu ketahui Jenderal! Tapi apa aku boleh menyarankan sesuatu?” Anthony bicara lagi.
“Apa yang ingin kau sarankan?”
“Kondisi Bella sudah membaik! Bagaimana kalau kita membawanya dan menunjukkan kepada Dante bahwa wanita itu memang ada pada kita dan dia benar-benar bersama kita! Mungkin ini akan berguna? Dante akan goyah kan?” ujar Anthony memberikan masukan.
Dia tertawa didalam hatinya dengan rencana brilian yang diutarakan oleh Anthony. “Baiklah! Kalau begitu siapkan dia, Anthony! Besok kita akan membawanya pada pesta besok.” Robert terlihat tersenyum dan dia pun meninggalkan Anthony yang membuat jantung Anthony perlahan kembali berdetak dengan normal.
‘Puhhhh! Untung saja dia percaya padaku. Kalau sampai dia tidak percaya aku repot sekali harus membuat rencana lain! Tapi apa yang membuatnya percaya ya? Ah sudahlah yang itu tidak penting lagi untuk kupikirkan! Yang penting sekarang aku harus mengatakan pada Anna untuk mempersiapkan wanita itu!’
‘Wanita itu sangat sulit diatur dan agak bengal. Dia tidak pernah mau diberitahu! Untung saja ada Anna! Jika tidak apa yang harus kuperbuat? Wanita itu bisa mengacak-acak hidupku dan mengacaukan rencana yang sudah aku dan Dante persiapkan.’ Anthony bergumam lagi didalam hatinya sambil melangkah pergi menjauh menuju ruangannya sendiri.
“Halo Anthony.” sapaan dari temannya membuat pria itu tersenyum dan sepanjang jalan menuju ruangannya banyak sekali pasukan federal yang memang menyapanya karena Anthony cukup tampan dan dia juga digilai wanita dan kebanyakan yang menyapanya adalah staff wanita.
‘Ah, mereka semua cantik-cantik tapi mereka tidak bisa mendekat padaku! Ini karena anak presiden itu masih saja dekat denganku!’ gumam Anthony didalam hatinya merasa kesal karena dia tidak ingin kehidupannya diganggu oleh wanita. Tapi karena keterpaksaan dia harus bertunangan dengan wanita yang sama sekali tidak dia inginkan.
__ADS_1
‘Aku sudah sendiri diruanganku sekarang. Aku harus bicara dengan Anna.’ ujarnya dalam hati. Anthony langsung mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor telepon Anna.
“Halo Anthony? Ada apa?”
“Aku sudah menyuruhmu untuk mempersiapkannya bukan?”
“Masih lama, dua minggu lagi. Kenapa kau meneleponku sekarang?”
“Anna, kita akan menggunakannya besok! Keputusannya mendadak karena rencana tiba-tiba berubah.”
“Benarkah? Wah, kau gila sekali Anthony! Kau memberitahuku hal sepenting ini sekarang? Kau parah sekali Anthony!” ujar Anna.
“Memang seharusnya tidak secepat ini. Ini sangat mendadak. Ayolah bantu aku! Besok dia harus sudah siap dan kau juga akan ikut bersamanya. Pastikan dia tidak banyak bicara dengan orang lain. Dan bajunya pakai baju yang pertama kali dia pakai waktu datang. Apa kau mengerti?”
“Ya, aku paham! Ya sudah kalau begitu kau jangan ganggu aku dengan teleponmu. Aku matikan dulu ya?” ujar Anna.
“Bicara denganku saja kau tidak mau. Kenapa? Kalau kau terlalu membenci aku nanti yang ada kau malah jatuh cinta padaku! Apa kau tidak takut?”
“Cih! Kalaupun aku jatuh cinta padamu aku akan tetap memendam perasaanku dan tidak akan pernah memberitahumu Anthony! Playboy macam kau itu hanya bisa membuatku sakit hati!”
Klik!…..Anna langsung mematikan teleponnya.
“Heeeeh?” Anthony mengerjapkan matanya tak percaya teleponnya ditutup begitu saja. ‘Apa-apaan wanita ini? Mana mungkin dia bisa melupakanku kalau dia sudah jatuh cinta! Hatinya akan terpaut terus padaku malah itu akan semakin sakit kalau dia meninggalkanku.” ujar Anthony mengomentari ucapan Anna sambil terkekeh.
__ADS_1