PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 532. PENGECUT


__ADS_3

“Kau tahu seberapa besar aku mencintamu? Aku menginginkanmu, aku sudah memohon padamu! Tapi apa yang kau lakukan? Kau justru melakukannya dibelakangku!”


“Tatiana! Kau yang melakukannya duluan! Kau mengkhianatiku lebih dulu dengan Lorenzo! Dan dengan pria-pria yang aku tidak tahu siapa saja mereka. Bahkan kau melakukannya dengan Jeff!”


“Dante, kau tahu penyakitku?”


“Jangan selalu berdalih dengan mengatasnamakan penyakitmu!” Dante sudah menekankan kedua tangannya dimeja. Dante tidak terlihat takut pada wanita itu.


“Dante! Berhati-hatilah! Dia bukan istrimu seperti yang dulu lagi! Dia sudah berbeda.” Barack masuk kedalam untuk mengambil senjata orang-orang disana yang masih tersisa.


“Aku tahu. Tak perlu kau beritahu. Aku tahu apayang terjadi didalam rumah ini dan aku sudah memprediksi kalau kau juga bukan manusia seperti dulu lagi.”


Tatiana menyuguhkan tawanya, “Ini semua karena kau dante! Aku memutuskan untuk menjadi seperti ini karena aku tidak mau ditindas olehmu!”


“Kapan aku menindasmu Tatiana? Katakan padaku.”


“Kau menindasku! Kau membuatku dalam kondisi lemah! Kau tidak lagi menginginkanku, kau tahu rasanya tidak diinginkan lagi oleh orang yang kita cintai?”


“Apa kau juga tahu rasanya dikhianati Tatiana?” Dante membalikan pertanyaan.


“Dante, selama ini apa yang tidak aku berikan kepadamu?”


“Kesetiaan! Aku membutuhkan kesetiaan, Tatiana! Dan apa kurangnya aku untuk dirimu? Apa yang tidak kuberikan padamu?” ucap Dante dengan tatapan mata yang serius pada Tatiana.


“Aku mengorbankan segalanya untuk mendapatkanmu Dante.” kata Tatiana lagi.


“Jadi, kau pikir aku tidak?” Dante kembali bertanya.


“Kau tidak mengorbankan apapun Dante! Kau sudah mendapatkan aku. Kau sudah mendapatkan keluargaku! Kalian semua yang menyingkirkan aku.”


“Itu hanya pikiranmu saja. Kau tidak tahu perasaanku! Jangan membuang waktuku, katakan dimana Jeff sekarang berada?”


“Dante, kau baru datang kesini. Kenapa kau mencari Jeff? Bukankah cukup ada aku disini?”


“Tatiana, ini tidak lucu! Aku masih banyak pekerjaan! Jangan membuatku susah untuk kondisimu aku tidak tahu bagaimana cara mengembalikanmu menjadi manusia biasa. Tapi mungkin kita masih bisa memperbaikinya. Aku bisa menolongmu kalau kau mau.”

__ADS_1


“Bagaimana jika aku tidak mau kau menolongku?” tantang Tatiana. Dia malah mengambil senjata dan mengacungkannya pada Dante.


“Kau mau apa?” dengan jarak sedekat itu Dante tidak bisa menjauh dari Tatiana.


“Didalam senjata ini tidak ada pelurunya Dante! Tapi ada fluid yang sudah kami pelajari. Kami mengambilnya dari sampel cairan otak Gabriella! Kami mempelajari darinya dan sudah diciptakan cairan yang begitu ampuh dan bisa membuat seseorang mengontrol orang lain dengan mudah!”


“Dan kau menerima untuk dijadikan boneka seperti itu, Tatiana?”


“Tentu saja Dante! Dengan cara seperti itu aku akan hidup lebih lama dengan cara begini aku bisa bermain dengan siapapun yang aku mau! Dan satu hal lagi yang harus kau ingat, dengan cara seperti ini aku bisa mendapatkan semua yang ada didunia ini!” Tatiana memicingkan matanya menatap Dante.


“Tatanan dunia akan berubah, Jeff sudah menceritakan padaku semuanya. Dan aku bukan hanya mendapatkan satu orang sepertimu Dante! Tapi aku bisa mendapatkan ratusan orang sepertimu yang patuh dibawah kakiku!”


Dante menggelengkan kepalanya, “Kau salah besar Tatiana! Kau sudah melenceng jauh dari dirimu yang sebelumnya.”


“Aku tidak peduli lagi, Dante!”


“Kalau begitu maafkan aku ya untuk saat ini aku melupakan semuanya! Kau sudah memilih Jeff dan berarti kau adalah musuhku!”


“Lalu? Apa yang akan kau lakukan padaku? Apa kau lupa kalau aku adalah anak Omero?”


“Tidak lagi! Saat ini aku tidak melihatmu sebagai anak Omero! Tapi aku melihatmu seperti seseorang yang harus ku selesaikan segera!” sahut Dante dengan suara tertahan.


“Kau tidak akan pernah bisa melakukan itu Dante!” teriak Tatiana penuh kemarahan.


“Oh ya? Jadi begitu menurutmu?” Dante malah semakin menantang dan dia berdiri tegak.


Dante menyilangkan kedua tangannya yang bersidekap.


“Cairan ini masuk dalam waktu sepersekian detik dan akan menyatu pada tubuhmu Dante!”


Doorr…….Pranng


“Bagaimana mungkin bisa begini?” Tatiana langsung berdiri dari tempat duduknya dan menatap serius pada Dante.


Dor Dor Dor

__ADS_1


Prang Prang Prang


Sebanyak apapun Tatiana menembakkan sampai isi senjatanya habis namun benda-benda itu tidak bisa menyentuh tubuh Dante dan tembakan itu jatuh ke lantai.


“Kau tidak tahu bukan kalau aku memiliki ini?” tanya Dante menunjukkan sesuatu.


Tatiana menggelengkan kepalanya. Memang tidak ada yang bisa menebak apa yang dibawa Dante. Dan pria itu tersenyum. “Aku menggunakan perisai Tatiana! Jan ditanganku ini bisa memancarkan pelindung untukku! Tidak akan ada benda yang bisa masuk kedalam tubuhku, tidak akan bisa menembus kulitku!” Dante berkata sambil tersenyum sinis menatap Tatiana.


“Tidak mungkin! Mana mungkin bisa begini!” Tatiana tidak terima sekaligus merasa penasaran dan dia berjalan mendekati tempat Dante berdrii yang sudah dikelilingi oleh cahaya biru seperti perisai sehingga pria itu seperti berada didalam air padahal itu bukan air.


“Ah!” Tatiana menarik tangannya karena terasa kesetrum saat dia mengulurkan tangannya menyentuh.


Perisai itu memberikan efek setrum yang bisa menyengat orang yang mendekat.


“Sudah kukatakan kalau ini seperti perisai, dia bisa melindungiku! Kenapa kau terlihat kecewa Tatiana? Kau sedih karena tidak bisa membunuhku? Ckckck….aku sungguh mengecewakanmu ya?” Dante tersenyum ketika melihat ekspresi wajah mantan istrinya itu yang terlihat marah dan sangat geram.


“Aku memang tidak bisa membunuhmu sekarang Dante! Tapi kau tidak akan bisa mendapatkan orang yang kau cari! Dia terlalu hebat untukmu Dante! Kau tidak akan pernah mengalahkannya!”


“Dimana Jeff?” tanya Dante yang membuat Tatiana langsuh tertawa. ‘Ini bukan Tatiana yang bicara! Dia tidak seperti itu nada bicaranya! Orang lain yang sedang bicara denganku.’ pikir Dante.


Bagaimanapun Tatiana adalah mantan istrinya, dia pernah hidup dengan Tatiana sekian lama dan dia tahu bagaimana cara wanita itu menyapanya. Walaupun Tatiana kesal dan bagaimanapun dia membenci Dante tapi cara bicara seperti tadi tidak akan pernah dilakukan oleh Tatiana.


“Kau pikir dia ada disini? Kau pikir dengan mudah kau bisa mendapatkannya? Hahaha tidak mudah!”


Kata-kata itu semakin membuat Dante geram. ‘Dasar manusia pengecut! Dia menggunakan orang lain untuk bicara denganku? Sepertinya kau takut berhadapan langsung denganku?’ seru hati Dante.


“Katakan padaku dimana Jeff berada?” suara Dante sudah meninggi.


“Dante! Kau terlalu bodoh jika berpikir dia ada disini! Sedangkan dia sudah mendengar semua percakapan yang kau buat dengan orang-orang!”


Kata-kata itu langsung membuat emosi Dante memuncak hingga dia mengepalkan tangannya. “Tatiana! Jangan membuatku bertambah marah padamu!” Dante semakin tidak sabaran.


“Kau tahu apa yang diincar oleh Jeff?”


‘Bella!’ kata-kata itu tiba-tiba muncul dipikiran Dante yang membuat hatinya bertambah gundah. Bella, Alex dan semua anggota keluarganya kini ada didalam bunker menjadi pikiran utama Dante.

__ADS_1


__ADS_2