PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 362. KEINGINAN KATARINA


__ADS_3

Dreeetttt dreeetttt dreeeeettttt


Baru saja dia memasukkan pinsrlnya ke saku celananya. Ponselnya kembali berdering lalu Anthony mengeluarkan kembali ponselnya. “Vince! Ada apa kau meneleponku?”


“Wah! Sapaanmu buruk sekali padaku Anthony! Harusnya kau mengatakan ‘halo apa kabar’ tapi malah kau menyapaku begitu.” ucap Vince.


“Aku tidak sempat basa basi, aku sedang berada di kantor! Bagaimana kalau ada yang mendengar pembicaraan kita? Katakan sajalah apa yang ingin kau katakan padaku.”


“Kau memintaku untuk mendapatkan data tentang siapa dirimu yang sebenarnya dan siapa ayah kandungmu yang sebenarnya bukan? Apa kau lupa tentang itu?”


“AH, jadi kau ingin membicarakan tentang itu! Ya sudah katakan saja padaku ada berita apa yang kau dapat tentang itu?” tanya Anthony. ‘Ini berita yang membuatku tidak bisa tidur semalaman! Aku memang menunggu berita ini! Aku ingin tahu dia yang sebenarnya. Robert! Dan apa hubunganku dengan dia yang sebenarnya? Apa mungkin aku anak kerabatnya? Orang tuaku meninggal dan dia mengambilku sebagai anaknya?’


‘Atau dia mengangkatku dari panti asuhan? Aku ingin tahu semuanya dengan jelas. Semoga saja aku bisa mendapat jawaban yang tepat  tentang hal ini.’ bisik hati Anthony, dia tidak lagi bercanda pada Vince, dia harus serius menunggu jawaban Vince tentang siapa orang tuanya yang sebenarnya dan kehidupan masa lalunya. Ini sangat penting bagi Anthony.


“Anthony maafkan aku! Tapi memang aku tidak menemukan bukti bahwa Jenderal Robert memiliki wanita yang dinikahinya. Dia juga tidak punya wanita simpanan yang hamil. Kamu bukan anaknya.”


“Lalu?”


“Aku tak tahu asalmu dari mana tapi kau diambil dari anak buahnya, Dante Emilio!”


Setelah Dante menelepon Anthony dan menyimpan kembali ponselnya di saku celananya.


“Apa yang kau lakukan? Kenapa hanya diam saja?” protes Dante melihat wanita disampingnya yang hanya menatapnya sejak tadi.

__ADS_1


“Memangnya aku harus melakukan apa?” tanya Katarina santai masih dengan pandangan matanya menatap Dante yang sudah membuka pintu.


“Pffff! Tidak lihatkah kalau aku sudah membuka pintu?”


“Oooohhh kau menyuruhku turun mengikutimu? Aku pikir kau akan menyuruhku menunggumu didalam mobil saja.”


“Ayo turun!” perintah Dante. Dia tak ingin memperpanjang masalah, sehingga hanya emngucapkan kata itu saja. Dan hal yang sama pun dilakukan Katarina.


Dia cukup mengerti untuk tidak mengganggu Dante, tanpa bicara Katarina engikuti Dante melangkah masuk kedalam rumah sakit. ‘Dingin! Benar apa yang dikatakan Manuel! Pria ini memang tidak mengusikku dan dia juga tidak banyak menggangguku.’


‘Tapi pria macam apa yang aku ikuti ini? Dia diam dan tidak terlalu banyak bicara! Benarkah aku hanya perlu mengikutinya seperti ini? Ada ya orang yang seperti ini? Tidak banyak berinteraksi dengan orang lain! Ssshhh dia sungguh membuatku penasaran. Hmmm….apa dia sudah punya pasangan?’ gumam Katarina sepanjang jalan ketika dia mengikuti Dante.


Katarina meneliti Dante, masih ada ragu dan kekhawatiran dalam hatinya. Dia belum sepenuhnya mempercayai Dante. Tapi dia juga tidak berani menyapa atau mengajaknya bicara. Katarina membiarkan Dante melakukan apapun yang di inginkannya, meskupun dia merasa sangat penasaran.


‘Apa dia tidak suka wanita? Aku tidak melihatnya peduli padaku! Padahal setiap pria yang melihatku pasti akan menatapku. Setidaknya dalam beberapa detik mereka selalu melakukan itu! Tapi pria ini memang berbeda! Mungkin kalau aku tidak mempunyai Manuel, aku akan meliriknya! Pria misterius seperti Dante biasanya memiliki servis ranjang yang memuaskan sama seperti Jeff!’ bisik hati Katarina yang masih saja mencoba memperhatikan Dante.


‘Aku sudah pernah hidup bersama pria seperti Jeff! Dan dia sama kakunya seperti pria yang berjalan didepanku ini dan aku rasa…..aku bukan orang yang kuat dengan pria sedingin itu! Manuel adalah orang yang tepat apalagi Manuel lebih tahu tentang kondisiku!’ Katarina mulai mengingatkan dirinya lagi sehingga tiba-tiba senyumpun muncul ketika wajah Manuel sudah terbayang didalam benaknya, dia merasa hangat.


“Dante! Akhirnya kau datang juga! Aku menunggumu dari pagi dan Omero juga sudah menanyakanmu terus sejak tadi.” sapaan seseorang yang juga diperhatikan oleh Katarina. “Siapa wanita itu Dante? Kau sudah berganti pasangan lagi kah?”


“Cih! Aku bukan orang yang menyukai bekas Jeff Amaedo!” tanggapan Dante langsung pada Eddie membuat wanita yang berada dibelakangnya berdecak didalam hati menahan kesal.


‘Apa? To the point sekali dia mengatakan aku bekas?’ ingin sekali rasanya Katarina memprotes dan memaki Dante tapi untuk saat ini dia harus sabar.

__ADS_1


‘Aku tidak boleh membahayakan bayiku! Manuel bilang dia satu-satunya orang yang bisa mengalahkan Jeff!’ gumamnya didalam hati mengingatkan lagi dirinya sendiri untuk tidak membuat masalah dengan Dante. Bukan hanya Katarina saja yang terkejut dengan ucapan Dante tadi.


Eddie bahkan langsung mengeryitkan dahinya mendengar ucapan itu dan dia melirik wanita yang masih berdiri dibelakang Dante.’Cukup cantik! Dari atas kebawah tidak ada yang kurang! Hmmm...agak sedikit minus karena perutnya saja yang berbeda. Apa dia hamil? Tapi itu justru membuatnya terlihat semakin seksi.’


Eddie langsung menilai wanita yang ada dibelakang Dante itu dengan teliti dalam beberapa detik saja. Teman-teman Dante untuk masalah seperti ini mereka memang sensitif  dan sangat memperhatikan.


“Kau istrinya Jeff Amadeo?” tanya Eddie untuk menjawab rasa penasarannya.


Katarina tidak menjawabnya, wanita itu hanya menatapnya saja dengan pandangan datar. ‘Pria dihadapanku itu sepertinya masih normal! Dia bisa melihat kecantikanku tidak seperti Dante yang melihatku bagaikan dinding usang yang tak menarik, cih!’ bisikk-bisik Katarina didalam hatinya lagi.


“Kau tidak bisa bicara?” tanya Eddie dengan suara agak meninggi.


“Aku tidak harus untuk menjawabmu kan?” jawab Katarina dengan singkat.


“Wah….wah….” Eddie terkekeh mendengar ucapan wanita itu. Sudah lama dia tidak mendapatkan hiburan dari wanita yang berkata kasar padanya atau memujinya. Sudah sebulan lebih Dante melarang mereka untuk masuk ke kelab malam. Tentu saja ini membuat kepala mereka cenat cenut.


“Dante! Wanita dibelakangmu itu judes sekali ternyata! Kau yakin kalau dia tidak akan berbahaya untuk kita?” akhirnya Eddie kembali bicara hanya sekedar menggoda saja.


“Mana Omero?” tanya Dante yang tidak peduli dengan apa yang dipikirkan dan diucapkan oleh temannya. Dia justru menanaykan sesuatu yang lebih penting untuk dibahas.


“Tentu saja dia ada didalam. Kalau kau ingin bertemu langsung masuk saja.” Eddie bicara sambil menunjuk keruang pasien yang ada dibelakangnya tanpa mengucapkan satu patah katapun lagi kepada Dante.


“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Katarina masih dengan suaranya yang angkuh.

__ADS_1


“Jadi kau ini benar istri Jeff Amadeo?” tanya Eddie menahan senyumya dan mengajukan pertanyaan yang kembali tidak dijawab oleh Katarina.


“Apa itu penting bagimu?” ucap Katarina membalikkan pertanyaan.


__ADS_2