PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 281. MASALAH BARU


__ADS_3

Sekarang mentalnya benar-benar jatuh dan Bella sebenarnya sangat membutuhkan pengobatan. Dia butuh terapi untuk mengembalikannya menjadi normal seperti dulu. Semuanya terjadi padanya sejak Dante menculiknya, melahirkan anak tanpa bisa melihat anaknya, penyiksaan yang dilakukan oleh Wendy dengan menjual Bella pada semua pria yang berani membayar mahal ditambah lagi siksaa ruang gelap yang dilakukan oleh Dante, ini semua membuatnya benar-benar sakit mental.


“Jadi kau tidak ingat apa saja yang kau lakukan bersama mereka?” tanya Dante.


Bella menggelengkan kepalanya, “Aku tidak tahu dante! Tapi tubuhku terasa sakit semua setelah menyelesaikan pekerjaanku. Biasanya aku akan tidur seharian di pagi hari baru bangun sekitar jam dua atau tiga sore. Makan makanan yang disediakan Sarah lalu aku bersiap berangkat kerja lagi.”


“Inilah yang menyebabkanmu sulit bangun pagi dan tidak pernah tidur malam hari?”


“Iya.” Bella mengangguk,”Aku pernah menceritakan hal ini padamu kalau kau ingat.” ucapnya lagi.


“Hmm….ketika kau ada di apartemenku.” jawab Dante.


“Iya!” Bella mengangguk, “Tanpa obat aku tidak pernah bisa melayani orang Dante! Aku takut! Aku tak ingin dan kadang aku merasa trauma. Aku berusaha membiasakan diriku tapi sulit! Aku memang menggoda mereka tapi semuanya setelah minum obat itu. Kalau aku tidak minum obat, aku tidak bisa berkonsentrasi dan aku tak bisa memuaskan mereka lama.”


“Apa yang kau rasakan setelah minum obat dan setelah bersamaku?”


Drreeettttt  dreeettttt  dreeetttttt


Sebelum Bella menjawab pertanyaannya, handphone Dante bergetar. “Tahan jawabanmu!” Dante manruh jari telunjuknya di bibir Bella yang mengisyaratkan bahwa dia harus diam dan Dante mengangkat teleponnya.


“Kenapa kau meneleponku Eddie?”


“Aku ingin memberitahumu sesuatu hal yang penting dante.”


“Langsung saja pada intinya!” Dante tak ingin berlama-lama dan terlalu banyak basa basi karena dia sedang berbicara dengan Bella dan tak ingin diganggu.


“Dante! Sepertinya dugaanmu salah!”


“Tentang Barack?”


“Hem...Kau tahu ini yang ingin kubahas kan?”

__ADS_1


“Ya karena aku memikirkan hal itu juga. Apa lagi yang dia lakukan? Apa ada diantara kalian yang terluka?”


“Bukan aku tapi Nick. Barack menembak kaki Nick.”


“Bagaimana kondisi Nick sekarang?”


“Aku sudah mengeluarkan peluru yang bersarang dikakinya. Tidak terlalu dalam posisinya diluar karena tertahan tulang tapi tulangnya agak sedikit retak, mungkin akan ada pengobatan lanjutan yang harus diberikan oleh dokter. Tadi aku hanya ingin membantu pertolongan pertama. Tapi sekarang Nick sudah dibawa ke dokter spesialis.”


“Pastikan dulu hasil rontgennya jangan sampai terjadi sesuatu pada tulang kakinya yang retak atau apapun yang buruk.” ujar Dante mengeryitkan dahinya.


“Lalu apa yang akan kita lakukan pada Barack?”


“Tunggu sampai dia ingat saja. Mau bagaimana lagi? Dia sudah hilang ingatan kalau kau ingin menariknya kepada kita yang ada dia pasti menolak. Tunggu saat dia mendekat pada kita baru kita membawanya! Aku tidak ingin ada pertengkaran atau kesalahpahaman disaat Barack hilang ingatan.”


“Kau yakin akan membiarkannya hidup?”


“Eddie! Aku ingin mengingatkan padamu, dia hanya hilang ingatan Dia bisa mendapatkan ingatannya kembali suatu saat nanti dan yang kita benci sekarang adalah perbuatannya karena dia melakukan itu atas keinginan Jeff! Tapi kita tidak memneci Barack, jadi cukup biarkan saja dia bergerak semaunya.”


“Rebut senjata yang digunakan untuk mencelakai anggota kita! Tapi bukan berarti menyelesaikan hidupnya. Biarkan dia mengingat semuanya dulu. Tenang saja, aku rasa masalahnya tidak akan lama.”


“Darimana kau yakin? Dugaanmu yang pertama salah kalau dia tidak hilang ingatan, dia hanya berpura-pura katamu kan? Tapi sekarang kau dengar sendiri kabar dariku kalau Nick terluka dan yang lebih parah dia membunuh Tuan White!”


“Apa?” Dante kaget dan langsung merubah posisi duduknya menjadi berdiri dan dia menjauhkan Bella darinya, saat ini Dante benar-benar tegang.


“Dia membunuh White! Pria itu sedang masuk kedalam mobil dan mobil itu melaju membawanya ke rumah sakit tapi tiba-tiba meledak! Barack yang melakukan itu.”


Dante pun merasakan kepalanya sakit setelah mendengar ucapan Eddie. Dante memijat kepalanya sehingga membuat Bella memperhatikan gerak gerik pria itu. Tapi dia tidak berani menanyakan apapun pada Dante dan hanya diam saja dengan kehawatiran yang dalam karena Dante bicara dalam bahasa Italia yang Bella tidak mengerti.


“Bagaimana Dante? Apa yang harus kulakukan sekarang?”


“Apa transaksi sudah dilakukan?” tanya Dante.

__ADS_1


“Sudah! Lalu apa langkah selanjutnya?”


“Kembalikan uang mereka!” perintah Dante.


“Kalau itu mau mu akan ku lakukan dan aku akan mengirimnya pada keluarganya atau penggantinya!”


“Jangan temui ahli warisnya, Eddie! Jangan bertatap muka dengan mereka.” ucap Dante.


“Apa maksudmu? Bukankah aku harus mengembalikannya?”


“Cukup melalui telepon saja atau email. Tidak perlu datang kesana, kondisinya sekarang sedang kacau dan aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padamu.”


“Mereka tidakmau mendengar ucapanku, begitukah maksudmu Dante?”


“Biar aku bicara dengan Omero! Hanya dia yang paling dekat dengan Keluarga White dan hanya dia yang bisa membantuku!”


“Kalau begitu bicaralah Dante! Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan?”


“Barack mengejar White dan membunuhnya karena dia tahu White adalah orang yang paling berkuasa diseluruh belahan dunia ini. Dia memang membeli senjata padaku tapi dia adalah mafia sejatinya! Perdagangan senjata, human traffiking, penjualan obat-obatan dan minuman keras, hackers, semuanya ada ditangannya! Dan mereka pasti ingin aku dan ahli waris White bersitegang.”


“Lalu apa yang harus kulakukan sekarang Dante?”


“Bawa anak buah kita mendekat! Semuanya harus mendekat ke pusat kekuatan kita. Yang lainnya akan kita pikirkan nanti. Tapi tidak boleh ada pertengkaran antar geng! Tidak boleh ada penyerangan dan pepmbunuhan yang dilakukan anak buah White pada pasukan kita. Kita tungu penguasa selanjutnya dari keluarga mereka yang akan mengambil tongkat kepemimpinan White! Aku tidak tahu apakah mereka akan percaya padaku atau tidak! Kau mengerti maksudku kan? Kita harus berjaga-jaga.”


“Aku paham Dante! Ini semakin pelik saja. Aku tidak tahu kenapa Barack melakukan ini semua dengan menyerang White.”


“Ini adalah strategi perang! Mereka tidak ingin mengotori tangan mereka sendiri, mereka mencuci tangan mereka dan penyerangan White adalah kunci untuk menjatuhkanku. Mereka tahu karena kekuatan yang setimpal denganku adalah White! Dia memiliki kekuatan di Eropa dan dia juga memiliki kekuatan diseluruh dunia. Pusatnya di New Jersey Amerika, Koln di Jerman sebagai pusat di Eropa dan hampir seluruh tempat didunia ini mereka punya pusat kekuasaan, Eddie!”


“Kau pasti tahu tentang hal ini. Jadi aku tidak mau kau menyia-yiakan nyawa anak buah kita. Suruh mereka berjaga-jaga dan mendekat. Mereka tidak akan membiarkan kita lolos dengan mudah dengan masalah ini sampai buktinya kita pegang!”


 

__ADS_1


__ADS_2