PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 91. MAIN BOLA VOLI


__ADS_3

“Ini adalah area untuk para pelayan, disini kau bisa mengambil makanan untuk kau makan dan kau juga bisa bersantai disini!” Anthony pun mulai menjelaskan pada Bella apa saja yang bisa dilakukan disana dan memberikan tur singkat.


“Aku suka disini, bebas dan menyenangkan sekali bisa berkumpul dengan banyak orang. Aku merasa tidak akan sendirian selama tinggal disini.” jawab Bella.


“Tentu saja! Ini adalah tempat khusus untuk para pelayan, disini kita bisa bermain dan melakukan apapun. Meskipun masih dingin tapi sedikit hangat karena ada matahari hari ini. Jadi kita bisa bermain dihalaman belakang seperti mereka itu. Lihatlah!” Anthony menunjuk kearah pelayan yang sedang duduk di rumput.


“Tadi malam saljunya sepertinya masih banyak.”


“Sekarang sudah tidak ada, semua sudah dibersihkan. Area ini paling sering dibersihkan karena tuan dan nyonya tidak suka bermain dipadang rumput kecuali jika Alex yang meminta bermain disini. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu didalam rumah jadi kita leluasa bermain diluar.”


Bella merasa senang karena hari ini cuaca agak cerah dan hangat.


“Hei kalian sedang apa disana? Ayo bergabung disini.” panggil Sharon membuat Bella dan Anthony pun mendekati mereka.


“Kenakan ini Lea!”


“Bella!” seorang pelayan yang duduk bersama Sharon menyapa. “Anthony! Kau tidak bergabung dengan yang lain?” Lea menyipitkan matanya.


“Tadi aku mengajak Bella berkeliling sekalian memperkenalkan tempat ini padanya.” Anthony mencoba membela diri.


“Kau modus ya?” tanya Lea sambil tersenyum kecil.


“Ya mau bagaimana lagi? Mana tahu Bella punya feeling padaku. Ha ha ha ha ha.”


“Hahahaha jangat harap Anthony!” ujar Sharon tertawa. “Bella jangan mau sama Anthony ya.”


“Tunggu dulu! Ada apa ini? Feeling apa maksudnya?” Bella memicingkan matanya menatap Anthony.


“Mana tahu kau mungkin suka padaku, Bella. Aku butuh bimbingan karena aku ini jomblo sejati!” kata Anthony sambil menatap Bella.


“Hahahahaha….” Bella pun ikut tertawa. ‘Aduh Anthony! Kau ini terlalu baik untukku, kau tidak tahu siapa aku dan apa profesiku dulu, aku tidak punya pekerjaan baik, kau pasti menyesal jika bersamaku! Aku tidak akan membiarkanmu mencintaiku,’ gumam Bella didalam hatinya.


“Kalian ini lucu juga ya!” ujar Bella lagi.


“He he jangan diambil hati ya ucapanku tadi. Aku hanya bercanda saja jadi tolong jangan ambil hati ya dan berubah sikap padaku. Pokoknya aku tadi hanya becanda, benar-benar tidak serius, paham kan?” ujar Anthony.


‘Tapi kalau kau beneran suka sama aku juga tidak apa-apa.’ bisik hati Anthony.


“Aku percaya.” jawab Bella lagi menghela napas dan menatap kelangit.


“Kau melihat apa?” tanya Sharon pada Bella.

__ADS_1


“Ah itu awan diatas sana sedang berjalan.” jawab Bella tanpa menatap Sharon.


“Dan langit biru yang cerah!” Anthony menambahkan.


“Hmmm….kau benar Anthony! Kadang aku merasa iri sekali pada awan itu yang bebas bergerak kemanapun!” ucap Bella dengan pandangan matanya masih menatap langit.


“Kau pun bebas mau kemanapun kau mau, kau bisa pergi.”


“Tidak sekarang, aku masih harus bekerja.”


“Hei kenapa jadi melow? Sudah-sudah…..kita disini mau rileks, jangan sendu begitu. Lagian kita semua ini ada disini memang bekerja tapi kita juga punya hari libur. Bagaimana kalau hari libur nanti kita pergi jalan-jalan?”


“Wah! Ide bagus itu! Bagaimana kalau kita janjian supaya waktu libur kita bersamaan?” Sharon mengusulkan.


“Memangnya bisa begitu ya? Apa aku dapat hari libur juga?” Bella mengerjapkan matanya.


“Bilang sama nyonya! Pasti dia mau memberimu libur kalau kau mau! Selama pekerjaanmu baik maka nyonya akan berbaik hati juga padamu.”


“Kapan kalian libur?” tanya Bella.


“Aku, Anthony dan Rita libur kami sekali seminggu! Tapi kami tidak bisa mengambil libur dihari yang sama tapi kami bisa nego dengan pelayan lainnya karena dalam satu hari itu bisa libur lima orang, jadi digilir! Nah, misalkan nih kami mau pergi bersama-sama maka kami akan minta waktu libur yang sama, tukaran sama yang lain!” kata Sharon menjelaskan.


“Ya begitulah kira-kira.” sahut Rita menambahkan.


“Kalau begitu aku juga mau tanya kapan hari liburku jadi kita bisa atur waktunya sama-sama.” ujar Bella.


“Ya...ya ide bagus itu!” Anthony menjawab dengan semangat.


“Baiklah. Kalau begitu kita sudah sepakat ya.” Sharon pun menutup rapat mereka.


“Tunggu disini sebentar biar aku ambilkan makanan dulu, sepertinya makan siang sudah siap!”


“Yeayyy! Terimakasih Anthony, Sharon!”


Siang itu Anthony menyibukkan diri membantu Sharon menyiapkan makanan dan membawakan makanan pada kelompok baru mereka. Mereka menikmati makan siang dengan gembira sambil duduk direrumputan. Semua pekerja disana berkumpul dan makan bersama-sama, ada yang makan sambil duduk di rerumputan, ada pula yang duduk dikursi mengelilingi meja seraya bercanda gurau.


“Wah enak sekali ya kalau sudah kenyang begini! Tapi aku tidak boleh langsung tiduran harus berolahraga dulu supaya badanku tidak melar!” ujar Bella kemudian berdiri untuk meregangkan otot.


“Bagaimana kalau kita main bola voli?” Rita memberi saran.


“Ah ide bagus! Kita masih punya waktu luang yang cukup.” jawab Sharon antusias.

__ADS_1


“Ya masih ada dua puluh menit lagi, ayo kita main!” Anthony langsung berinisiatif mengambil bola.


“Tentu saja! Cukup waktu untuk bermain sebentar!” jawab Sharon.


“Oh iya, Bella kenalkan ini Ricci! Dia juga bekerja seperti Anthony, kadang mereka bekerja diluar, kadang juga mereka bekerja didalam rumah! Tapi kebanyakan sih mereka bekerja diluar rumah.”


“Maksudnya?” tanya Bella bingung.


“Oh...mereka lebih banyak bekerja untuk membersihkan daerah luar, halaman dan kadang mereka juga memotong rumput. Itu pekerjaan yang bisa mereka lakukan diluar kalau didalam rumah biasanya mereka memperbaiki lampu yang rusak atau mengecat dan pekerjaan lain yang biasa dilakukan oleh pria.” Sharon menjelaskan detailnya.


“Ah! Ternyata seperti itu! Aku paham sekarang.” Bella menganggukkan kepalanya tanda sudah paham.


“Kita bermain berlima, kurang satu orang lagi!” Rita bertanya sambil berteriak.


“Ayo siapa satu orang lagi yang mau main bola voli?”


“Aku mau ikutan boleh?” tanya Bella yang tak perlu menunggu lama untuk mendapat respon.


“Ayo Bella kenalkan ini namanya Kate!”


“Hai Kate! Aku Bella, senang berkenalan denganmu. Kau ada keturunan Asia ya?”


“Ya kau benar. Aku memang keturunan Asia.” Kate menjawab.


“Ok semuanya sudah pas! Ayo buat kelompok!”


Mereka pun membagi secara acak dengan menggunakan koin, pilihan kepala dan angka.


“Bella kau berdua dengan Ricci dan Anthony sedangkan kita bertiga ok!”


“Wah sepertinya group Bella kuat-kuat.”


“He he he sepertinya aku tidak akan kebagian memukul bola! Mereka berdua pasti mendapatkan bola terbanyak, main tak bagi-bagi padaku! Mereka tinggi-tinggi!” jawab Bella lagi.


“Jangan khawatir, kami akan mengijinkanmu memukul bola!” celetuk Ricci menepuk bahu Bella.


“Aku juga!” Anthony pun melakukan hal yang sama dibahu Bella yang lain.


“Baiklah! Ayo kita mulai permainanannya!” Bella mengangkat dua tangan dan membukanya untuk tos dengan kedua teman disampingnya.


“Ayo mulai!” mereka semua sangat bersemangat bermain hingga lupa waktu dan tak ada yang sadar kalau dari tadi permainan mereka sedang diperhatikan oleh seseorang.

__ADS_1


__ADS_2