
"Barack, aku menyerahkan hidupku untukmu!" ucap Sarah yang merasakan sekujur tubuhnya semakin memanas. Mendengar ucapannya itu membuat Barack tersenyum, apalagi saat dia melihat Sarah yang memejamkan matanya.
"Selamanya, kau akan menjadi milikku, sayang." ucap Barack sambil berbisik ditelinga Sarah. Napas hangat Barack membuat sekujur tubuh Sarah semakin merinding. "Kau akan tinggal bersamaku selamanya. Memberiku kepuasan ketika meliha tubuhmu, aku merasa sangat puas, sayang."
Barack pun mendekatkan bibirnya dan mengecup bibir Sarah. "Cantik......aku suka ini! Kau sangat cantik."
Sarah merasa penasaran dengan apa yang dimaksudkan oleh pria itu. Dia memberanikan dirinya membuka mata dan melihat sesuatu yang ada ditubuhnya, Sarah tersenyum malu.
"Aku suka! Aku menginginkanmu saat ini, Barack." bisik Sarah dengan suara lirih.
"Apa kau pikir aku tidak menginginkanmu?" Barack mengembalikan pertanyaan itu pada Sarah sambil tersemyum jahil. Lalu Barack membaringkan tubuh Sarah ke tempat tidur dan menindihnya.
"Sssshhhh..........." gadis itu meringis menahan sakit dengan pandangan mata sayu.
"Sarah, apa kau suka?" tanya Barack yang membuat Sarah mengangguk.
"Apa kau cukup puas? Apa yang harus kulakukan untuk membuatku berguna untukmu Barack." Sarah bertanya karena kini dia tidak bisa berpikir jernih lagi.
"Bagiku kau sudah sangat sempurna Sarah!" ucap Barack dengan pandangan matanya yang tak pernah lepas dari Sarah. Keduanya mencoba merengkuh kenikmatan bersama.
'Oh Tuhan! Beginikah rasanya penyatuan itu? Aku tidak pernah membayangkan akan senikmat ini! Membuatku melayang tinggi, jantungku berdetak kencang dan otakku tidak bisa berpikir.' Sarah bergumam didalam hatinya.
"Haaahhhh! Sarah, jujur padaku. Darimana kau belajar ini?" tanya Barack saat merasa kalau Sarah lihai memainkan perannya layaknya wanita dewasa saja.
"Ya, aku melihatnya di internet." jawab Sarah terkekeh.
"Eh apa katamu? Kau nonton video seperti itu?" Barack membelalakkan matanya.
"Aku cuma ingin tahu saja supaya aku bisa melakukannya dengan baik bersamamu. Aku tidak mau kalau kau tidak puas dan kecewa." jawab Sarah lagi dengan wajah cemberut.
"Sejak kapan kau menonton video seperti itu?"
__ADS_1
"Ehmmmm sejak kau pergi meninggalkanku. Saat itu aku sendiri dan aku ingin mempersiapkan diriku untuk saat seperti ini. Saat kau kembali aku bisa melayanimu dengan baik! Seperti wanita dewasa, aku tidak mau mengecewakanmu."
"Dasar gadis bodoh!" Barack menyentil kening Sarah dengan gemas.
"Aduh sakit!" Sarah meringis ketika dahinya disentil oleh Barack.
"Gadis nakal! Kau tidak boleh seperti itu lagi! AKu tidak mengizinkanmu melihat milik orang lain!"protes Barack.
Sarah meringis memijat dahinya, "Tapi sekarang aku tidak perlu melihat yang di internet lagi. Kan kau sudah ada disini bersamaku. Aku bisa melihat tubuhmu saja."
"Pokoknya, aku tidak mau kau melihat video seperti itu lagi! Tidak boleh! Kau hanya boleh melihatku saja. Jangan sampai aku tahu jika kau menonton lagi yang seperti itu." Barack memberikan peringatan keras kepada gadis nakalnya itu.
"Tapi aku nonton itu juga supaya aku bisa melayanimu Barack." Sarah kembali memberi alasan.
"Bukan kau yang wajib melayaniku tapi aku yang akan melayanimu!" balas Barack. "Kau wanitaku! Kau akan menjadi istriku! Aku yang melayanimu."
'Dia bilang aku wanitanya? Apa ini berarti kami akan sering melakukannya?' bisik hati Sarah. Pikiran nakal itu sudah bermain-main di pikiran Sarah.
"Kita sudahi sampai disini dulu ya? Nanti kita sambung lagi, aku mau mandi. Aku merasa lelah sekali sudah beberapa hari tidak tidur." ucap Barack. Dia memang merasa sangat lelah namun merasa puas karena kini dia sudah menjadikan Sarah miliknya.
"Ya, akhirnya kau menjadi milikku." Barack mengangguk puas.
"Aku pun bahagia sudah menyerahkan diriku padamu." balas Sarah. "Sebenarnya aku ingin menyerahkannya padamu saat kita berada dihutan waktu itu."
"Tapi aku tidak akan melakukannya waktu itu. Dante pasti akan membunuhku." ucap Barack.
"Apa kau takut pada Dante?" Sarah kini berada dalam dekapan Barack, keduanya masih dalam kondisi polos.
"Aku tidak takut padanya. Aku menghormatinya seperti kakakku sendiri." ucap Barack tersenyum dan menatap Sarah dengan tajam sambil mengelus wajahnya.
"Jadi kau sudah menganggapnya sebagai kakakmu?" tanya Sarah lagi.
__ADS_1
"Ya, aku merasa nyaman dengan Dante. Dia mengerti bagaimana harus bersikap padaku. Dia tahu bagaimana membawaku dan mengembangkan potensiku."
"Oh begitukah, Barack?" Sarah ingin mengetahui lebih banyak lagi dari pria itu dan Barack pun membiarkan Sarah menanyainya.
"Aku, Dante dan teman-temanku sudah melakukan banyak hal. Dan sekarang waktunya aku memperbaiki semua teknologi yang ada ditubuh kami."
"Teknologi? Maksudnya?" Sarah mengeryitkan dahinya.
"Ada chip didalam tubuh kami. Itu membuat semuanya menjadi lebih mudah. Aku tidak menyesali telah melakukan ini karena dengan begini kami bisa saling berkomunikasi dan bisa menyelesaikan masalah sekarang. Tapi ini tidak baik untuk jangka panjang. Aku akan mencari cara untuk mengeluarkan chip itu dari tubuh kami."
Barack meringis saat menunjukkan bekas luksa yang ada didekat jantungnya. Aku akan mengambil benda ini, mengeluarkannya dari tubuh kami dan mengambil beberapa sel disekitarnya sedikit. Agar tidak menimbulkan sel ganas nantinya."
"Kenapa kau membuat benda seperti itu, Barack? Apa kau tidak tahu kalau tubuh manusia tidak bisa dimasukkan benda seperti itu?" ujar Sarah.
"Aku juga tidak mau melakukan itu. Ini hanya sebuah percobaan dan kami ingin selalu aman serta terlindungi." ujar Barack lagi sedikit meringis. "Jika salah satu diantara kami tertangkap dan mereka mencari sesuatu didalam tubuh kami maka tidak ada lagi yang menempel. Mereka tidak akan tahu jika ada chip disana! Ini memang terlalu berbahaya. Aku akan mencoba mencari cara lain yang lebih aman untuk menanamkan di tubuh kami."
"Oh ya? Bisakah melakukan hal seperti itu?" Sarah bertanya ulang.
"Aku akan memikirkan caranya nanti. Sekarang aku harus mencari dokter bedah yang bisa melakukan ini. Aku butuh kerjasama mereka karena aku harus memastikan dulu jika pengambilannya benar."
"Bagaimana kalau dokternya berbohong dan ketika dia melakukan itu, dia langsung membunuhmu?" Sarah terlihat cemas saat bicara.
"Jangan khawatir Sarah! Itu tidak akan terjadi karena kami melakukan operasi tidak diluar. Jika aku yang melakukan operasi maka Dante, Nick, Eddie dan Hans akan mengelilingi dokter itu Mereka akan melihat apa yang akan dilakukan petugas medis itu. Jadi tidak akan ada celah bagi tim medis untuk melakukan kesalahan ataupun curang." Barack menjelaskan untuk menenangkan Sarah.
"Kalian adalah orang-orang yang sangat mengerikan! Aku tidak bisa membayangkan semua yang kalian telah lakukan selama ini." Sarah berkedip menatap Barack.
"Apa kau takut pada kami?" Barack mengangguk. Dia tahu apa yang dipikirkan Sarah.
Tapi Sarah menggelengkan kepalanya sambil memainkan ujung rambut yang jatuh didahi Barack. "Aku tidak takut. Kau mengerikan tapi kau membuatku penasaran. Aku menyukaimu Barack!"
"Kau ingin menikah dimana?" suara Barack terdengar pelan sambil mengeratkan pelukannya pada Sarah.
__ADS_1
"Apakah tempat menikah itu penting Barack?"
"Bagiku itu sangat penting. Aku ingin mencari tempat yang menjadi favoritmu. Kita akan menikah dengan cara yang kau inginkan. Itu adalah peristiwa sekali seumur hidup jadi aku ingin memberikan yang terbaik bagimu!" Barack membelai lembut punggung Sarah.