PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 240. AMNESIA ATAU PURA-PURA


__ADS_3

“Tapi Rodrigo?” Gabriella masih enggan melepas Barack pergi.


“Lepaskan tanganmu Gabriella!” teriak Barack penuh amarah.


“Kau masih sama seperti dulu setiap kali ada pekerjaan kau pasti meninggalkanku dan menduakanku dengan pekerjaanmu!” ucap Gabriella ngelantur. Sebenarnya dia tidak pernah berhubungan dengan Barack kecuali satu malam tapi berdasarkan kepribadian Barack, dia adalah sosok pria yang selalu mendahulukan pekerjaannya ketimbang wanita.


“Bukankah ini misi kita?” ujar Barack lagi.


“Baiklah. Kalau memang itu maumu! Tapi setelah pekerjaan selesai apa kita akan melanjutkannya?”


Barack melirik Gabriella yang masih tersenyum sinis, lalu dia mengambil pakaiannya tanpa mempedulikan panggilan wanita itu.


Gabriell masih betah diatas ranjangnya tapi Barack sudah berjalan menjauh menuju ke kamar mandi untuk bersiap-siap. Dan membersihkan tubuhnya dari sisa-sia bercinta yang baru saja dilakukannya bersama dengan gabriella.


“Baiklah! Segini cukup untuk hari ini, untuk besok dan seterusnya.” ujar Gabriella sambil etrsenyum tipis. ‘Akhirnya aku bisa mendapatkanmu dan itu adalah sesuatu yang paling berharga dan tidak akan pernah aku lepaskan.’ bisiknya dalam hati. Dia merasa begitu senang karena memang sejak pertama kali melakukannya dengan Barack saat itu mereka sedang mabuk dan sama-sama tidak waras. Dan sejak itu Gabriella terobsesi pada Barack.


Dia berusaha mencari Barack tapi tidak bisa menemukannya hingga akhirnya dia menemukan Barack saat dia ingin bicara dengan Jeff Amadeo. Barack dan Gabriella pun bersama sejak hari itu dan sudah sering melakukan adegan ranjang bersama.


Gabriella adalah adik kandung Jeff dan juga banyak memberikan sumbangan pada Jeff itulah yang membuat barack mau melakukan apa yang diperintahkan oleh Jeff Amadeo.


“Jadi kau akan berangkat sekarang dan meninggalkanku?” tanya Gabriella mengerucutkan bibirnya.


“Iya. Karena ini pekerjaanku bukan?”


“Oh ayolah! Tinggal sebentar saja lagi,” pinta Gabriella. Dia lalu turun dari ranjang tanpa mempedulikan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun dan langsung bergelayut manja pada Barack. Satu kekurangan Gabriella adalah dia lebih mengutamakan perasaan daripada logika.


“Lepaskan tanganmu dariku!”


“Ada apa denganmu? Masih saja dingin padaku. Tidak bisakah kau sedikit memberiku waktu untuk bersamamu lebih lama?” Gabriella masih kesal dan tak ingin melepaskan tangan Barack.


“Sudah kukatakan padamu, diantara kita tidak ada hubungan apapun! Semua yang kita lakukan adalah sebatas suka sama suka dan kebutuhan! Tidak lebih!” ujar Barack tegas.


“Kau bukan pacarku, bukan pula kekasihku! Jangan pernah kau mengaturku!”


“Kau tidak mau terikat padaku sampai kau mengingat masa lalumu, hah?”


Barack menggelengkan kepalanya, “Sekalipun aku mengingat masa laluku, aku tetap tidak akan terikat denganmu!” ucap Barack mencengkeram dagu Gabriella lalu tersenyum sinis dan menghempaskan tangannya dari dagu Gabriella.

__ADS_1


“Aku tidak peduli kau itu siapa! Meskipun kau adik Jeff atau istrinya atau anaknya! Tapi saat kau sudah mengganggu urusan pribadiku maka aku akan tegas padamu!”


“Rodrigo! Apa kau tidak tahu kalau yang kau lakukan itu menyakitkan ku?”


“Aku tahu! Memangnya kenapa? Kau tidak suka ha? Mau mengadu pada kakakmu? Cih! Adukan!”


“No! Apapun yang kau lakukan aku suka kok Barack! Aku akan menunggumu. Atau kau ingin aku ikut ke tempat penyerangan?” tanya Gabriella lagi dengan tubuhnya yang polos mengejar Barack.


“Menjauh dariku! Jangan mengganggu pekerjaanku!” ujar Barack lalu keluar dari kamar itu.


“Bagaimana persiapannya?” tanya Barack pada anak buah Jeff.


“Bisakah kau bicara lebih sopan padaku?”


“Untuk apa aku lakukan itu?” ucap Barack tak peduli dengan orang dismapingnya dan masih menunggu informasi yang diinginkannya.


“Beraninya kau memerintahku!” seru orang itu lagi.


“Dengarkan aku. Kalau sampai rencana kita kali ini gagal, kau yang akan menanggung akibatnya!”


“Hmmm! Aku merekam setiap percakapan kita. Jadi kalau nanti gagal karena kau tidak bisa diajak kerjasama, jangan salahkan aku kalau Jeff akan marah dan menghukummu!”


Sebenarnya orang kepercayaan Jeff enggan untuk percaya pada Barack tapi melihat sikap Barack dan beberapa pekerjaan yang dilakukan Barack berhasil, mau tak mau anak buah Jeff hanya bisa menahan rasa kesal dan terpaksa memberikan informasi yang diinginkan oleh Barack.


“Nah begitu baru benar! Jangan membuat masalah denganku!” ucap Barack yang langsung melangkaj pergi setelah mendapatkan informasi yang diinginkannya.


“Aku bisa membayangkan apa yang bakal terjadi kalau ingatannya pulih! Tuan Jeff akan berada dalam bahaya besar,” celetuk anak buah Jeff pada teman-temannya.


“Aku kurang suka dengan orang itu. Apalagi dia memiliki hubungan dengan adik Tuan Jeff. Dia terlihat sangat sombong!” celetuk anak buah Jeff yang lainnya.


“Tapi dia adalah orangnya Dante! Mungkin memang sikapnya begitu sejak dia bekerja pada Dante. Kita lihat saja kehancurannya sebentar lagi!” pria itu tersenyum sinis.


“Hahahaha! Saat dia sudah ingat lagi masa lalunya maka dia akan jadi musuh dalam selimut Tuan Jeff! Aku tidak mengerti kenapaTuan Jeff tidak membunuhnya saja!” temannya menimpali.


“Bagaimana kalau kita sabotase pekerjaannya?” keluh yang lainnya lagi yang sejak tadi terlihat sangat sinis pada Barack dan dia tidak menyukai kedekatan Barack dengan Jeff.


“Aku setuju! Tapi bagaimana cara kita melakukannya? Orang itu cukup pintar.”

__ADS_1


“Aku juga belum tahu untuk sekarang ini tapi kita bisa memanfaatkan celah karena setiap orang itu pasti tidaksmepurna. Kita buat dia tidak lagi disukai oleh Tuan Jeff!”


“Hmmm….aku rasa itu die bagus!” temannya pun tersenyum, “Aku juga sudah muak selama sebulan ini terus berada dibawahnya, seolah-olah dia itu yang bos kita!"


“Padahal dia adalah orang yang kita tawan dan kita yang mengawasinya selama ini dan melaporkan tindak tanduknya pada Tuan Jeff!”


“Benar sekali!” temannya mengangguk.


“Aku setuju denganmu. Bagaimana kalau kita mulai menjalankan rencana?” tanya temannya sambil tersenyum lebar dan berbisik.


“Hmmm….aku rasa itu ide bagus! Kalau berhasil maka kita akan mendapatkan muka lagi dihadapan Tuan Jeff dan orang itu akan dijauhkan oleh Tuan Jeff. Mungkin akan kembali dicurigai kalau ingatannya sudah pulih kembali.”


“Hei kalian kenapa masih disini? Ngapain kalian berbisik-bisik menggosip disini?”


“Ehhhh...Nyonya Gabriella?”


“Aku mendengar semua keluhan kalian tentang Rodrigo-ku! Kalian pikir kalian bisa melakukan itu padanya?” tanya Gabriella marah.


“Maafkan kami Nona! Eh, Nyonya. Sebenarnya smeua tindakan yang ingin kami lakukan untuk mencegah apabila dia kembali mengingat masa lalunya.”


“Dia tidak mungkin ingat pada masa lalunya! Aku telah memasukkan obat-obatan didalam minumannya dan dijamin tidak akan membuatnya ingat kembali pada masa lalunya.”


Sementara itu ditempat lain.


“Barack tidak mengingatku? Jadi selama ini alasan dia tidak kembali karena dia lupa ingatan? Amnesia? Waduh gawat kalau begini! Jeff memanfaatkannya! Aduh Barack! Kenapa amnesia di akhir tahun begini sih? Disaat kita sibuk dengan banyaknya pekerjaan! Haaa, kau ini ada-ada saja sih Barack!” celetuk Nick yang mulai gusar dan segera menghubungi seseorang.


Sebelum Nick menekan nomor yang ingin dia hubungi, handphonenya bergetar lebih dulu dan menunjukkan nama penelepon yang sudah ditunggu olehnya sejak tadi.


“Iya Omero? Apa sudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan Dante?”


“Sudah! Itu dari Slovenia. Sudah kukirimkan koordinatnya ke emailmu. Apa Dante menginginkan kita menyerang tempat itu sampai dia membutuhkan datanya terburu-buru?”


“Aku juga tidak tahu alasannya. Aku akan menyampaikan kepadanya dan biarkan dia yang memikirkannya sendiri lalu aku akan memberitahumu seandainya membutuhkan bantuanmu. Oh iya, bisakah kau membantuku malam ini?”


 


 

__ADS_1


__ADS_2