PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 275. BERHATI-HATILAH


__ADS_3

“Pikirkanlah sendiri bagaimana kau menyelamatkan dirimu sendiri. Sebagai informasi untukmu, baju yang dikenakan wanita itu sekarang harus dia pakai saat dia keluar untuk bertemu dengan Jeff. Karena aku ingin tahu dimana amrkas Jeff. Baju yang dia pakai itu akan memberikan banyak informasi padaku.” ucap Dante yang membuat Anthony memicingkan matanya.


“Jadi kau sudah melakukan sesuatu pada pakaiannya Dante?”


“Hmmm! Tanpa seizinnya aku sudah melakukan semua. Sudah kukatakan padmu kalau wanita itu tidak bisa dipercaya, dia ular! Jangan sampai kau tergoda padanya Nathony! Atau semua rencana kita untuk menangkap Jeff akan gagal.” Dante memberikan penekanan pada Anthony/


Keduanya bicara menggunakan bahasa Italia sehingga Bella maupun Melisa tidak mengerti apa yang mereka bicarakan karena kedua wanita itu tidak berasal dari Italia.


“Baiklah. Aku akan mencoba mencari cara dan membuat alasan kenapa aku membawa pakaian itu.”


“Jadi urusan kita sudah selesai! Aku akan memberitahumu langkah selanjutnya.


“Eh dengar ya Dante…..aku bukan anak buahmu!” ucap Anthony mengingatkan kalau dia tidak suka diperintah orang lain.


“Satu hal yang harus kau ingat Anthony, sudah dua kali aku mengingatkan ini padamu akrena ini sangat penting. Wanita yang bersamamu itu adalah iblis betina! Dia bukan wanita yang mudah diatur Anthony! Dia bukan orang yang bisa dipercaya juga jadi saranku padamu berhati-hatilah.”


“Hei! Kenapa kau memberiku mitra yang seperti itu?” pekik Anthony protes.


“Bukan aku! Kami mencari berdasarkan bentuk tubuhnya, aku hanya mencari yang mirip Bella karena dia harus menunjukkan dirinya sebagai Bella. Jeff akan memperhatikan bentuk tubuhnya, kau paham? Tapi aku tidak menyeleksi otaknya.” tambah Dante lagi.


“Baiklah. Aku mengerti apa yang kau inginkan.” ucap Anthony berdecak sambil berjalan ke pintu belakang mobil Dante bertepatan dengan Dante yang baru saja membuka pintu mobil dan mendudukkan Bella di kursi penumpang dan memasangkan sabuk pengaman.


“Kau turun dan ikut aku.” ucap Anthony pada Melisa.


“Mau kau bawa kemana aku?” tanya Melisa menatap Anthony lalu memalingkan wajah pada Dante. “Dia anak buahmu?” tanya Melisa.


Dante tidak menjawab pertanyaanitu, dia justru kembali menuju kursi pengemudi seakan dia tidak peduli dengan apa yang terjadi pada Melisa.


“Bisakah kau menjelaskan semua ini?” Melisa meninggikan suaranya.


“Orang yang bersamamu akan memberitahumu lebih lengkap tentang apa yang harus kau lakukan.”

__ADS_1


“Tapi aku…..” belum sempat Melisa menjawabnya Dante sudah masuk kedalam mobil dan membanting pintu mobilnya.


“Dia tidak mempedulikanmu!” ucap Anthony yang membuat Melisa menatap Anthony.


“Kau anak buahnya?” tanya Melisa memicingkan matanya yang dijawab Anthony dengan menggeleng.


“Aku tidak pernah berminat menjadi anak buahnya.” celetuk Anthony sambil terkekeh.


“Lalu, kenapa kau bisa bersama dengannya?” Melisa yang merasa tak puas dengan jawaban Anthony pun terus mencecarnya.


“Karena dia sedang bertransaksi denganku.” kata Anthony lagi.


‘Dante benar, wanita ini tidak bisa menjaga mulutnya dan dia terlalu banyak bicara. Aduh, gawat ini harus di briefing dulu! Tapi bagaimana kalau dia tidak mau mendengarkanku? Jenderal Robert Kane tidak boleh terlalu dekat berinteraksi dengannya. Aku akan mencoba memikirkan hal ini.’ bisik didalam hati Anthony.


“Apa dia menjualku? Aku bukan objek untuk dijual!” protes pada Anthony.


“Diamlah! Nanti akan kujelaskan semua padamu.” ujar Anthony mulai merasa kesal.


“Bisa, aku…...”


Dreeetttt dreeettttt dreeetttt


Belum sempat Anthony menjelaskan, handphonye sudah berdering.


“Ada apa ayah?”


“Aku melihat mobilmu hanya berputar-putar saja disekeliling rumah Anna. Apa yang kau lakukan Anthony?”


...******...


“Berikan itu padaku.”

__ADS_1


“Ehm….tapi kata Anthony ini untuk aku.”


“BERIKAN!” Dante meninggikan suaranya didalam mobil itu sehingga Bella tanpa banyak bertanya langsung menaruh benda yang diminta oleh Dante diatas telapak tangannya. “Kalau aku minta padamu maka kau harus segera memberikannya padaku. Aku tidak emngizinkanmu memegang senjata tajam macam ini.” Dante menggoyangkan pisau lipat itu dan memasukkan kedalam saku celananya.


“Kau tidak suka aku meminta benda itu?”


“Aku tidak bilang kalau aku tidaksuka.” ucap Bella agak terbata-bata, hatinya masih merasa takut pada Dante tapi dia memang tak ingin berpisah dengan Dante yang membuatnya merasa nyaman berada disisinya. Bella merasakan kalau dia dilindungi dan merasa hangat berada didekat Dante.


“Lalu, kenapa kau melihatku begitu Belinda?” tanya Dante lagi yang merasa tak nyaman karena pandangan mata Bella yang fokus menatapnya tanpa mengatakan sepatah katapun setelah Dante mengambil pisau lipatnya.


‘Cih! Apa-apaan Anthony itu, memberikan wanita ini combat? Apa dia pikir wanita ini akan berperang? Dia pikir aku akan menyuruh wanita hamil pergi ke medan perang?’ Dante agak sebal pada Anthony yang memberikan hadiah yang tidak layak diberikan pada wanita hamil.


‘Tapi kenapa wanita ini diam saja?’bisik hati Dante yang sedikit geram karena tidak ditanggapi Bella.


“Belinda Alexandra! Kenapa kau melihatku begitu? Kau mau protes padaku?” Dante tak habis pikir apa yang terjadi pada Bella, dia terus menatap Dante tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari pria itu membuat Dante merasa tidak nyaman.


“Ha….jangan marah padaku. Aku tidak tahu kenapa.” jawab Bella tanpa ada senyum dan terus saja memandang Dante.


‘Ada apa dengannya? Ini berbeda sekali seperti bukan dia yang biasanya, apa dia ketakutan? Memang biasanya dia takut padaku tapi dia tidak sampai seperti ini. Belinda, ada apa denganmu?’ Dante melihat perubahan pada sikap Bella. Saat ini kondisi mental Bella belum sepenuhnya normal dan masih mengalami banyak sekali tekanan dan dia masih butuh terapi.


“Belinda! Apa-apaan kau ini? Apa kau tidak pernah melihat laki-laki? Kau sudah tidur dengan seribu laki-laki tapi kenapa masih tetap memandangku begitu?” tanya Dante.


“Aku tidak tahu. Aku tidak mau seribu laki-laki Tuan Dante! Kau berbeda. Kau adalah ayah anakku! Anakku masih hidup ternyata dan kau yang pertama, kau adalah dia….” Bella bicara dengan ekspresi masih ada rasa takut diwajahnya.


‘Ada apa dengannya? Kenapa dia menjawab pertanyaanku dengan terbata-bata? Kenapa keningnya keluar keringat? Apa yang sebenarnya terjadi padanya? Apa dia diberikan obat-obatan lagi?’ Dante tidak mengerti dan sedang berpikir keras.


“Fuuh!” Hanya itu yang bisa dilakukan Dante, menghempaskan napasnya dengan kasar untuk menghilangkan rasa sakit kepalanya yang berdenyut memikirkan Bella. Dante pun kembali fokus pada kemudinya, kakinya kembali menekan pedal gas dalam-dalam dan melaju pergi.


“Dante.”


“Jangan memanggilku begitu, kau mengganggu konsentrasiku.”

__ADS_1


‘Huh! Merinding? Kenapa tubuhku merinding mendengar panggilannya yang lembut? Aku harus bisa menahan dririku tidak boleh salah tingkah, tidak boleh sampai menunjukkan perasaan lebih padanya. Wanita ini sudah berhasil membuatku semakin tidak karuan. Lihat saja, aku sampai memegang setir sampai tanganku basah begini!’ celetuk Dante bergumam dihatinya sambil megambil sarung tangan dari saku jaketnya dan memasangkan menutup tangannya.


__ADS_2