
“Ah….Henry tadi mengatakan padaku kalau aku harus mengambil seseorang diruangan ini dan aku sudah memikirkan hal itu. Kalau aku mengambil seseorang diruangan dan membawanya keluar, aku pasti dicurigai. Apalagi pelayan mungkin akan melihatku! Jadi maafkan aku Bella kalau aku harus memasukkanmu ke dalam polybag hitam ini! Aku tidak akan menyiksamu, aku hanya memasukkanmu supaya kita bisa keluar dari sini ya. Tolong maafkan aku!”
‘Ada apa dengannya? Dia tetap saja tidak meresponku.’ Anthony kembali berdecak dan tidak mau membuang lebih banyak waktu lagi. Mereka harus secepatnya keluar dari sana. Anthony mengambil beberapa polybag dan dia berusaha mengangkat tubuh Bella. Tapi……
“Bella!” miris hati Anthony melihat Bella. “Aku seorang laki-laki tapi kalau aku dicambuk seperti ini aku pun pasti merasa sakit apalagi kau Bella!” ucap Anthony lagi ketika tangannya memegang punggung Bella dan merasakan luka yang tersentuh oleh tangannya.
“Issss…..ini pasti sakut sekali! Tapi kau seperti tidak merasakan sakitnya, kau seperti tidak ada disini Bella! Haaaahhhh kok dia benar-benar seperti tidak hidup.” ujar Anthony miris memandang. “Maafkan aku Bella, aku tidak punya sesuatu untuk menyelimuti tubuhmu dengan pakaian! Tidak apa-apa ya, kita akan beli dijalan nanti sekalian sama obat!” Anthony akhirnya mencoba menguatkan dirinya, membuka plastik dan perlahan-lahan dia memasukkan Bella. Meskipun agak sulit karena Bella tidak bisa diajak kerjasama, dia sendiri harus berusaha melihat tubuh Bella yang polos penuh dengan luka.
“Kau membuka matamu, kau melihatku tapi kau tidak fokus padaku. Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan, kau hanya diam saja Bella! Apa kau mengalami trauma? Wajar kalau kau mengalami itu, akupun jika berada diposisimu pasti trauma. Tapi tenanglah kita akan berobat Bella! Aku akan membawamu keluar dari tempat ini. Kita akan pergi jauh dan takkan ada lagi orang yang akan menyiksamu. Aku adalah tim keamanan internasional. Aku adalah seorang intel, mulai saat ini kau akan berada dibawah perlindunganku!” Anthony terus-menerus berusaha bicara dengan Bella lalu dia mengikat polybag itu erat-erat.
__ADS_1
“Kau diam saja didalam sana ya, jangan khawatir aku tidak akan menyakitimu! Kau mengenalku bukan? Aku akan menyelamatkanmu dan membawamu keluar dari sini.” ucap Anthony langsung memanggul polybag dan keluar dari ruangan itu. “Hah ini benar-benar gila, dia punya tempat penyisaan macam itu? Tempat itu sangat mengerikan bahkan lebih mengerikan daripada tempat penyiksaan milik federal. Siapa saja yang disiksanya disini?” Anthony merasa sedikit merinding melihat lingkungan didalamnya. Dia mengambil ponselnya sebelum pergi dan mengambil beberapa foto. Lalu dia melangkah keatas.
Setelah berada ditangga, sambil memanggul Bella dan melangkah sambil mengambil beberapa foto lagi dan kembali mengantongi ponselnya sebelum dia keluar dari kotak abu-abu seperti tempat telepon itu. “Hufff untung tidak ada orang yang memperhatikan. Tidak ada orang disini, sepertinya belum waktunya patroli penjaga. Mereka tidak ada, ini adalah kesempatan kami pergi tanpa dicurigai dan tanpa dilukai oleh siapapun.” Anthony bicara lagi sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling.
Semua bodyguard di mansion itu hanya menjaga di bagian pagar pembatas saja dijam itu. “Aku harus keluar dari belakang itu sesuai pesan Henry.” Anthony mengingat kembali dan dengan santainya dia membawa polybag itu seperti membawa sampah dipunggungnya tapi hatinya tak tenang dan ada rasa cemas juga takut jika mereka tertangkap. Mengingat dia harus keluar dari jalan belakang, dirinya sedikit meringis tapi Anthony tetap berjalan cepar.
Anthony mengambil botol air minum lalu menenggak beberapa teguk baru dia memanggul kembali polybag berisi Bella. “Fuhhhh jelas saja tempat ini tidak mungkin ada yang mengecek.” Anthony mengoceh sendiri sambil membuka pintu belakang lalu melangkahkan kaki keluar. “Dan disini aku harus berjalan lagi kurang lebih lima kilometer, untung tubuh Bella tidak berat. Tapi tetap saja memanggulmu itu melelahkan Bella. Ahhhh…..aku harus bergegas agar tidak tertangkap. Aku tidak akan menurunkanmu, aku akan berjuang sampai tempat kita keluar nanti!”
Anthony kembali menghembuskan napasnya, dia tidak pernah berhenti bicara memberikan pengarahan dan semangat pada Bella meskipun tidak ada jawaban. “Sssshhhh! Aku agak ragu tapi kita tidak punya jalan lain selain jalur ini Bella!” ucap Anthony karena dihadapannya sekarang adalah hutan pinus. Daerah itu memang tidak dijaga karena didaerah belakang banyak sekali serigala liar berjenis Apennine, serigala asli Italia. Hutan dibelakang mansion Dante adalah tempat dimana tidak mungkin seorangpun bisa lepas karena serigala kelaparan itu pasti akan mengincar mereka dan ini sudah dipahami oleh Anthony.
__ADS_1
Apennine bukan serigala yang mudah ditaklukkan, insting mereka kuat dan keinginan berburu sangat tinggi. “Oh Henry! Kau ingin menolongku tapi kau juga ingin membunuhku. Ahhh…..” gumam Anthony sambil mendengus. “Harusnya matikan CCTC yang di pintu luar depan saja. Itu akan jauh lebih mudah untuk menolongku dan Bella! Kau ini malah menyuruhku untuk jalan lima kilometer tambahan! Ha ha ha ha…..kau benar-benar gila Henry!” celetuk Anthony agak kesal tapi dia memang sudah hapal peta rumah Dante sebelum masuk bekerja disana.
Dia tetap melangkahkan kakinya sambil membawa Bella diatas punggungnya. “Ini akan merepotkan karena tubuh Bella berdarah karena itu mudah bagi para serigala itu mencium harum darah!’ Anthony mengoceh terus didalam hatinya sambil tangannya mengambil obor yang ada disamping pintu, menyulutnya dengan pemantik api sesaat setelah Anthony menurunkan Bella lebih dulu di rerumputan.
“Mudah-mudahan dengan obor ini serigala takut. Tapi kalau tidak maka aku terpaksa harus menggunakan cara lain tapi ini akan membuat pengamanan pasti curiga.” sedikit berdecak dia melangkahkan kakinya menerobos hutan pinus itu. Auuuuuungggggg!…...suara lolongan serigala mulai terdengar.
“Heh! Aku sudah mendengar suara kalian!” celetuk Anthony yang kini baru berjalan kurang lebih setengah kilometer dan dia benar-benar sudah berada ditengah hutan tapi masih harus melewati tiga setengah kilometer lagi. Langit malam semakin mencekam dan suara lolongan serigala membuat suasana dihutan itu menakutkan.
‘Huh! Aku ini manusia biasa bukannya superman! Membawa seorang yang berat badannya sekitar lima puluh kilogram dengan jarak tempuh hampir empat kilometer, ini benar-benar tidak mudah! Sejujurnya saat ini adalah titik terlemahku! Ssshhh…..aku rasa serigala ini sama profesionalnya seperti aku dalam bekerja. Mereka menunggu sampai musuh mereka benar-benar merasa lelah baru mereka akan menyerang. Ahhhh.” Anthony bergumam dia baru sadar kalau ini adalah titik dimana energinya butuh istirahat sebentar.
__ADS_1