PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 388. PENEMUAN


__ADS_3

“Bagaimana Anthony? Apa kau sudah membuat keputusan tentang itu?” tanya dokter Anna karena Anthony masih belum mengatakan apapun padanya membuat Anna cemas menunggu kabar.


‘Aku tahu situasinya akan berbahaya tapi melihatmu berada dalam kesulitan membuat aku tak tega, Anthony! Kehilangan wanita yang seharusnya digunakan untuk malam ini, dan lagi-lagi kau minta tolong padaku walaupun kau tidak mengatakannya secara jujur tapi aku tahu kau tidak punya jalan keluar selain aku.’


 


“Iya. Sembilan puluh persen aku yakin kita akan menjalankan rencana itu! Dante juga sudah setuju.” jawab Anthony memberanikan diri menatap Anna yang berdiri tepat didepannya.


‘Sssshhhh kenapa kau terlihat sangat cantik dalam kondisi genting seperti ini Anna?’ bisik hati Anthony lalu dia menggelengkan kepalanya.


 


‘Apa sih yang kupikirkan? Fuuuh! Anna, aku harus bersikap profesional denganmu!’ bisik hatinya lagi. Anthony berusaha menenangkan dirinya dan bersikap wajar didepan Anna.


“Kenapa wajahmu menegang begitu?” tanya Anna sambil mengeryitkan keningnya. Dia bisa merasakan kegalauan temannya itu meskipun Anthony berusaha untuk menyembunyikan perasaannya.


 


“Aku mengkhawatirkanmu! Apa kau yakin menjalankan misi ini?” Anthony mengulang pertanyaannya untuk menyakinkan jika Anna ingin berubah pikiran. “Jika kau berubah pikiran, aku tidak akan menyalahkanmu Anna!”


 


“Ya Tuhan…. Jadi kau memikirkan itu? Dengar ya Anthony! Seperti yang kau katakan pada Dante tadi, aku sudah terlatih bukan? Kau tidak perlu panik lagipula kurasa aku memang lebih baik menyamar sebagai Bella dibandingkan dengan wanita itu, kau tahu betapa menjengkelkannya dia dan dia bahkan sudah merusak rencanamu! Buang-buang waktu saja selama ini menjaganya disini.” omel Anna.


 


‘Kenapa kau bilang kalau kau mengkhawatirkan ku Anthony? Fuuuh, aku tidak suka mendengar kata-katamu itu. Aku harus tampil kuat dihadapanmu, jangan sampai aku terjebak oleh rayuan gombalmu dan permainan ranjangmu! Hahaha,’ gumam Anna didalam hatinya. Dia adalah wanita yang tahu persis orang seperti apa Anthony.


 


Anna adalah wanita yang tahu sudah berapa kali Anthony berganti pasangan sebelum pria itu menjalin hubungan dengan anak presiden. Jadi wajar jika Anna tak banyak berharap pada sahabatnya yang doyan gonta ganti pasangan itu, meskipun hatinya berkata sebaliknya.


 


“Ehm...” Anthony hanya menatap Anna dengan rasa bersalahnya sambil berdeham. ‘Dia adalah teman terbaikku, dia selalu ada disisiku untuk membantuku saat semua orang meninggalkanku sejak aku kecil sampai sekarang! Aku benar-benar berhutang budi padamu, Anna! Kau memang gadis yang luar biasa. Kadang kau bisa menjadi sahabatku, kakakk dan teman bicaraku. Kau bisa menjadi wanita apapun yang aku butuhkan disisiku.’ gumam Anthony penuh kekaguman dihatinya.


 


“Anthony! Kenapa kau melihatku seperti itu? Apa aku terlihat cantik dimatamu ya sekarang?” Anna terkekeh dengan sikap Anthony yang berbeda dari biasanya. Anthony hanya tersenyum menanggapi candaan Anna.


“Sebenarnya aku merasa tidak enak hati padamu Anna. Dari dulu aku selalu meminta tolong padamu untuk semua masalahku! Terima kasih karena kau sudah banyak  membantuku.”

__ADS_1


 


Anthony mengucapkan kalimat itu tulus dari hatinya sehingga wanita itupun tersenyum tipis lalu mengangguk, “Jangan lupa kau harus mentraktirku yang mahal-mahal nanti setelah kita selesai dengan misi ini. Aku akan menentukan apa yang kau mau! Karena kali ini kau memintaku melakukan sesuatu yang melebihi kemampuanku.” goda Anna.


 


“Hehehe….apapun akan kuberikan padamu Anna.” Anthony tersenyum dan tertawa kecil. ‘Ah, paling-paling dia cuma minta gucci, Louis Vuitton, Dior atau barang-barng tak berguna seperti itu. Tapi sejak kapan ya Anna mulai bermak-up dan memakai barang-barang seperti itu? Dulu dia tampil sederhana hanya mengenakan kaos oblong dan celana jeans. Aku baru memperhatikan penampilannya sekarang sangat feminim. Dia sudah bisa menggunakan high heels! Kemana-mana juga dia memakai parfum.’ bisik Anthony di hatinya.


 


Dia memang baru menyadari perubahan pada diri sahabatnya itu tapi membuat pria itu melirik Anna dari atas ke bawah tubuhnya saat wanita itu sedang lengah ketika dia mengganti pakaian yang biasa dikenakan Bella.


“Huhhh, kau yakin dengan tawaran yang menggoda itu Anthony?” tanya Anna mengerjapkan matanya.


 


“Kau mau minta apa Anna? Katakan saja biar aku tahu mempersiapkannya.”


Anna pun terdiam lalu memicingkan matanya sambil berjalan mendekat dan duduk disamping Anthony. Dengan berbisik di telinga Anthony,


“Bagaimana kalau hatimu untukku Anthony?”


 


“Kau kenapa?” tanya Anna yang melihat Anthony jadi tegang.


“Ehm…..” pria itu tak mampu berkata-kata. Dia tidak bisa mengutarakan sepatah katapun apalagi Anna menatapnya lurus ke matanya.


“Hei playboy! Jangan memandangku begitu! Aku hanya bercanda denganmu! Aku tidak mungkin suka dengan pria yang mengganti wanitanya seperti mengganti pakaian dalam setiap hari. Cih! Tak ada dikamusku akan jatuh cinta pada pria sepertimu Anthony! Aku masih sayang pada diriku sendiri.”


 


Perkataan Anna sontak menyadarkan Anthony, dia langsung terkekeh melihat sahabatnya yang sekarang diam. Wajah Anthony berubah menjadi merah. “Dasar kau! Hampir saja kau membuat jantungku akan meledak! Kupikir kau tadi serius!” ujar Anthony menghembuskan napas lega.


 


Dia memegang dadanya yang berdebar kencang sambil menepuk-nepuk pelan.


“Memangnya kenapa?”Anna terkekeh mengedipkan satu matanya menggoda Anthony.


“Kalau itu adalah kenyataan, Fuuuh! Aku tidak tahu apa yang harus kuperbuat denganmu!”

__ADS_1


“Maksudmu?” Anna mengeryitkan keningnya merasa bingung dengan jawaban Anthony.


 


“Fuuuhh! Aku akan sangat merindukanmu Anna! Karena aku akan kehilangan sahabat terbaikku.”


‘Kenapa ya aku merasa kalau apa yang tadi diucapkan Anna ditelinga itu terdengar seperti sungguhan ya?’ gumamnya didalam hati.


“Hahahaha…..aku akan mengambil pakaianku dan bersiap-siap! Sebaiknya kau juga bersiap-siap, bukankah Dante akan menemui kita nanti di Italia?” tanya Anna tertawa.


 


“Ya, aku pergi dulu kalau begitu.” Anthony mengangguk lalu pergi kembali ke kamarnya untuk mempersiapkan diri. Dia harus segera berangkat ke Italia bersama Anna dan tidak boleh terlambat.


“Pfffff!” senyum manis Anna pun langsung hilang begitu pintu kamar tertutup. Ekspresi wajahnya berubah menjadi pucat dan terlihat agak frustasi.


 


“Apa yang kulakukan tadi? Aku menggoda Anthony? Hahaha….ada-ada saja.” Anna melipat tangannya dan membuang pandangannya keluar jendela dengan ekspresi sedikit meringis.


‘Andaikan kau tahu semua yang kukatakan itu benar, Anthony!’ bisk hatinya sambil menghapus titik airmatanya disudut matanya yang mengalir.


 


‘Cinta itu menyakitkan! Aku tahu kalau aku tidak bisa memilikimu. Tapi dari dulu sangat sulit sekali bagiku untuk menghilangkan perasaanku padamu Anthony! Yang bisa kulakukan hanyalah membantumu dan selalu ada disisimu setiap kali kau membutuhkanku! Itulah caraku menunjukkan betapa aku peduli dan menyayangimu Anthony!’


 


‘Tapi mungkin kau benar, kita hanya bisa berteman, tidak lebih! Kau akan kehilangan sahabat bila aku benar-benar menyukaimu dan mengatakan perasaanku padamu! Aku tidak mau kau merasa sungkan padaku yang membuat persahabatan kita rusak hanya karena rasa yang tidak mungkin membuat kita bersatu!’ Anna merasakan hatinya terombang ambing. Dia berjalan menuju ruang pakaian Bella.


 


“Kau hilang! Aku tidak tahu kau akan membuat masalah atau tidak diluar sana, Fuuuhh! Tapi bagaimana caramu pergi dari tempat ini? Ya Tuhan, kenapa aku bisa selengah ini? Harusnya aku tidak membiarkannya sendiri. Aku pikir kami bisa berteman baik dan mempercayainya.” Anna sedikit berdecak dan mulai mencari pakaian-pakaian Bella untuk dipakainya.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2