
“Kau tidak curiga padanya? Ehm…maksudku yang dia katakan tentang kloningan?” Manuel bertanya lagi membuat wajah Dante menegang sesaat. Tapi dia langsung mengalihkan pandangannya ke langit dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“Dante, apa kau curiga?” Anthony menimpali karena dia paham arti senyuman sahabatnya itu.
“Entahlah! Aku tidak tahu harus menjawab apa.” Dante mengangkat bahunya. “Kalau aku curiga, aku tidak tahu dimana dia menyimpannya.”
“Itu karena kau sudah membunuhnya Dante! Coba saja tadi kau bawa dia ke kantor polisi dan melakukan tes kebohongan. Tentu saja dia tidak akan berbohong dan kita bisa tahu tempatnya.”
“Jeff sudah mati padahal aku memukulnya saja.” Dante tidak mau disalahkan lalu dia berdecak menatap Anthony yang bertanya padanya.
“Kalaupun dia hidup dan dia dibawa ketempat itu, dia tidak pernah jujur! Malah akan menambah masalah lagi kalau dia tetap hidup.” protes Dante. Dia benar-benar tidak bisa membiarkan Jeff dihukum. Dia lebih pantas langsung mati saja.
“Bukan begitu, lagipula aku tidak melihat sesuatu yang aneh dirumahnya. Tapi mungkin kita bisa mengeceknya. Namun menurut instingku kalau dia menyimpan sesuatu seperti android itu, atau mungkin dia mengkloning dirinya sendiri seperti yang dikatakannya. Dia menaruhnya ditempat lain tapi pasti bukan dirumahnya. Disuatu tempat yang kita tidak tahu!”
“Kalau tidak dirumahnya, lalu bagaimana cara kita mencarinya?” Barack bertanya lagi.
“Dengan cara menggedor satu persatu pintu disetiap rumah didunia ini baru bisa menemukannya.” jawab Dante sekenanya.
“Mencurigai semua orang apakah mereka adalah hasil kloningan atau bukan. Mengecek mereka satu persatu. Ada enam miliar orang didunia ini.”
“Pekerjaan yang tidak menyenangkan.” Anthony menimpali. “Aku rasa tidak akan mudah dan butuh biaya sangat banyak. Aku yakin pemerintah tidak setuju.”
“Tapi itulah yang harus kau lakukan Manuel! Mencari tahu semuanya untuk membersihkan sampai ke akar-akarnya. Dengan begitu semuanya selesai tuntas.”
“Apa kau akan melakukan itu Dante?” Manuel bertanya.
“Aku tidak akan melakukan itu.” jawab Dante.
__ADS_1
“Jadi kau akan menunggu sampai dia muncul sendiri mencarimu?”
Dante mengangguk mengalihkan pandangannya pada Barack. “Kalau memang ada, kalau itu hanya tipuan maka aku bersyukur karena dia tidak akan pernah muncul lagi dihadapanku selamanya.”
Dante melangkahkan kakinya menuju ke kursi pilot helikopter. Dia memilih membawa helikopter sendiri dan membiarkan Barack menjadi co-pilotnya.
“Kita tidak perlu memikirkan masalah kloningannya lagi. Tapi bukan berarti kita harus mencarinya. Biarkan saja dia muncul sendiri dan perhatikan semua pergerakan yang terjadi didunia ini.”
“Bahkan berita kriminal terkecil sekalipun. Lalu mulai sekarang cobalah untuk mempersiapkan diri dan kelompok kita. Karena aku yakin saat dia muncul, dia akan membuat gebrakan baru lagi. Kalian ingat bukan apa misinya? New World Order?”
“Ya, dia akan membuat itu menjadi nyata. Dia akan mewujudkannya. Hal paling mengerikan!” ucap Dante yang sudah membayangkan dunia seperti apa yang ingin dibangun Jeff.
‘Aku tidak yakin apa yang dikatakan Jeff tadi, benar. Kita lihat sajalah!’ bisik hati Dante. Dia merasa sangat lelah dan tidak mau memikirkan hal itu lagi sekarang dia butuh istirahat.
“Aku rasa ini hal yang baik.” protes Anthony.
“Aku paham! Apa kita juga harus memperhatikan tragedi disetiap negara?”
“Ya, aku rasa itu penting juga, Manuel! Mungkin saja dia bisa memulai sesuatu yang menimbulkan kerusakan di suatu tempat sehingga penghuninya pindah dan tempat itu menjadi kosong lalu dijadikannya menjadi markas, bukan?”
“Itu ide gilamu beberapa tahun lalu, Dante!” Barack menimpali ketika mereka sudah mulai menjauh dari tempat dimana Dante membakar tubuh Jeff.
“Ya memang. Tapi aku tidak melakukan ide itu.” tegas Dante.
“Iya, tapi kau mampu melakukannya? Apa kau juga memiliki alat itu, Dante?” tanya Manuel.
“Kau benar sekali Manuel! Aku memilikinya dan aku bisa membuat gempa, mirip dengan senjata yang kalian punya tapi kalian tidak mau mengakuinya ke publik.” celetuk Dante.
__ADS_1
“Baiklah, cukup informasinya kalau kau memiliki itu. Tapi jangan sampai kau melakukan itu, maka aku akan membunuhmu Dante.” ujar Manuel serius.
“Hahahaaha….memangnya kau berani?” tawa Anthony pun pecah mendengar perkataan Manuel.
“Lucu?” celetuk Manuel.
“Hmmmm! Aku yakin dia akan menggunakan benda seperti itu kalau lawannya adalah orang seperti Jeff Amadeo!” Anthony terkekeh.
“Hahahaha kalau itu pengecualian! Silahkan saja kalian pakai.” Manuel pun terkekeh. Percakapan diatas helikopter itu menjadi ringan dan penuh tawa. Mereka membahas tentang masa depan.
Apa yang akan terjadi jika memang benar Jeff telah mempersiapkan sesuatu? Percakapan itu membuat mereka tertawa dan membuat mereka memikirkan masa depan.
‘Setidaknya kau bisa tenang dulu untuk saat ini! Setidaknya semua masalah ini sudah selesai sejenak. Semuanya sudah bersih dan aku sudah membunuhnya. Aku puas! Untuk masalah nanti, aku akan mengurusnya dan aku akan melakupan persiapan. Yang pasti aku mau pulang dan menemui istriku! Menemui anakku dan membangun kembali rumah kami.’
‘Aku ingin memulai kehidupan baru dengan Bella! Memperkenalkannya dengan ayah kandungnya dan memberitahukannya kalau dia punya saudara kembar yang sangat aku sayangi! Saudara kembarnya yang sudah aku anggap sebagai adikku sendiri dan gadis yang selalu aku rindukan setiap hari.’ bisik hati Dante. Dia mulai memikirkan semua yang akan dilakukannya kedepannya.
‘Sarah! Aku pulang! Aku akan mewujudkan apa yang sudah kujanjikan padamu! Aku akan menjadikanmu istriku! Aku rasa aku tidak perlu menunggu sampai kau berumur dua puluh lima tahun juga tidak apa-apa! Aku sudah tidak sabar dan ingin memilikimu! Dante sepertinya juga sudah memberikan izin padaku! Aku akan hidup bahagia bersama Sarah selamanya!’ pikir Barack.
‘Kita akan pulang ke Indonesia membangun kehidupan kita disana dan aku akan tetap mengizinkanmu jika kau ingin sekolah dan melakukan hal lain! Aku juga masih harus membantu Dante dan menjalankan bisnis kami. Karena kami harus tetap berinovasi!’ Barack sudah berpikir jauh tentang masalah percintaannya dengan Sarah.
Dia sudah membayangkan kehidupan mereka di Indonesia bersama anak-anak mereka kelak. Sangat indah dan manis! Semua orang memikirkan hal-hal yang manis dan romantis, tetapi Manuel pikirannya masih kelam.
‘Aku masih curiga dengan Jeff! Aku akan mencarinya kemanapun! Tempat-tempat yang pernah kami lalui. Aku tahu Jeff bukan orang yang mudah menyerah dan pasti dia menyembunyikan sesuatu di belakangku!’ itulah yang dipikirkan Manuel.
Memang apa yang dipikirkan Manuel saat ini cukup berasalan karena Jeff memang menyembunyikan sesuatu darinya. Dan Jeff mengaktifkan para android itu dibelakang.
Dari sinilah Manuel belajar bahwa Jeff memang mati tapi dia mati meninggalkan masalah besar yang akan muncul. Manuel tidak menginginkan ini, dia harus menyelesaikan semuanya sampai tuntas.
__ADS_1