
‘Aku tetap menyayanginya sebagai adikku dan aku akan tetap melindunginya tapi sealma dia tidak melakukan sesuatu yang berbahaya bagi diriku dan keluargaku. Aku paling tidak suka pengkhianat, mommy!’ lirih Dante bergumam didalam hatinnya. Perasaannya tidak enak apalagi harus mengingat dirinya bukan menyemangati adiknya tapi justru mengancamnya.
Kondisi da ketidaktahuan Dante tentang rencana pihak federal inilah yang membuatnya harus tetap bersikap profesional.
“Dante! Sudah kukatakan padamu sejak awal kalau aku bekerjasama denganmu kalau aku aadalah orang yang cukup bisa dipercaya! Jadi kau tidak perlu khawatir tentang hal itu. Dan sebaiknya kau perhatikan juga dirimu sendiri karena kalau kau berbuat curang padaku, aku pun bukan orang yang mudah untuk membiarkan begitu saja!”
Anthony mengucapkan ancaman yang sama pada Dante.
“Baiklah. Katakan saja apa yang ingin kau katakan lagi! Karena aku harus fokus setelah ini!”
“Aku ingin bertanya apa posisimu aman? Apa rencanamu sekarang?
“Apa yang kau lihat dari bukit?” tanya Dante balik bertanya bukannya menjawab pertanyaan Anthony.
“Sepertinya ada pasukan lain! Apakah itu pasukan Jeff Amadeo? Orangku sudah melihat didaerah sana mereka sudah menyiapkan penyerangan dan mereka juga bersembunyi dirumah-rumah penduduk dan ada banyak penembak jitu. Apa yang mereka rencanakan sebenarnya? Kami masih mencari tahu dan kami akan membatasi ruang gerak mereka walaupun aku tahu bahwa para penembak jitu itu memakai kacamata khusus.”
“Mereka memakai kacamata yang membuat mereka bisa melihat jelas dalam kegelapan! Tapi aku yakin ini bisa membuat mereka terdistraksi sejenak! Karena setelahnya aku harus segera pergi membawa sahabatku Anna dari sini.” ucap Anthony menjelaskan. Dan ini memang rencananya setelah dia menunjukkan keberadaan Bella, dia akan segera pergi meninggalkan tempat itu.
Anthony ingin membawa Anna sejauh-jauhnya sampai dia aman dan baru akan kembali lagi untuk mengurus Jeff tapi ini justru berlawanan dengan rencana Dante.
“Bukankah kita sepakat bahwa kita akan membiarkan Jeff yang mengejarmu?” tanya Dante.
“Iya! Tapi kalau dia tidak menemukannya maka aku akan menyembunyikan Anna dulu!”
‘Sepertinya kau memang benar-benar mencintainya! Kau mau menyangkal padaku kalau kau tidak mencintainya tapi tanpa kau sadari kau memperhatikannya? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Aku bukan anak kecil yang tidak paham tentang hal ini! Fuuh! Jadi selama ini kau hanya mempermainkan anak presiden itu?’ gumam Dante didalam hatinya.
__ADS_1
“Apa masih ada hal lain lagi yang ingin kau tanyakan padaku Dante?”
“Dimana lagi kau melihat pasukan mereka? Apa hanya yang ada dibukit ini saja?”
“Ya, dan juga ada diatas kapal! Tapi agak jauh posisinya dan aku tidak terlalu yakin berapa jumlah mereka disana karena aku tidak bisa melihatnya dengan jelas. Yang pasti diatas kapal juga ada.”
‘Berarti sesuai dugaan mereka tidak mungkin mengambil tempat lain kecuali dilaut dan diatas bukit ini.’ gumam Dante didalam hatinya membenarkan dirinya setelah mendengar penjelasan dari Anthony. ‘Well, kau bisa diharapkan juga! Setidaknya kau bisa mendapatkan informasi yang aku butuhkan saat ini.’ Dante cukup kagum dan suka dengan cara kerja Anthony yang tidak terlalu banyak bicara diawal.
“Aku minta orang-orangku untuk memperhatikan daerah bukit itu! Berikan informasi padaku jika mereka ada pergerakan disana! Hubungi aku sesegera mungkin, kau paham?”
“Huh? Baiklah Dante! Dan sekarang bagaimana rencananya? Apa kau akan datang kesini atau kau akan melakukan sesuatu?” tanya Anthony lagi karena dia masih belum tahu apa rencana Dante.
“Apa kau bersama dengan Robert Kane sekarang?” tanya Dante yang sejak tadi sudah merasa penasaran ingin mengetahui keberadaan orang yang dicarinya itu. Dia ingin tahu dimana posisi Robert Kane saat ini. Dia harus menentukan apa yang harus dilakukannya setelah dia mendapatkan informasi tentang laki-laki itu.
“Ya sudahlah kalau begitu. Aku ingin melihat aksimu nanti. Kita akan lanjutkan pembicaraan kita nanti setelah semuanya selesai!”
Sambungan telepon sudah dimatikan sebelum Anthony sempat bicara apa-apa lagi. Sehingga dia hanya menghela napas panjang sambil memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.
“Ada apa? Apa ada masalah lagi?” tanya Anna yang berada disamping Anthony.
Pria itu menggelengkan kepalanya lalu melirik wanita itu dengan tatapan matanya yang kembali sendu. Sejujurya Anthony merasa sangat tertekan saat ini.
“Kau yakin tidak ada masalah apa-apa Anthony? Kau tidak sedang menutupi sesuatu dariku bukan? Seperti kegagalanmu?” rentetan pertanyaan itu ditanyakan oleh Anna yang merasa khawatir. Bukannya menjawab pertanyaan Anna justru Anthony malah mengembalikan pertanyaan itu pada wanita disebelahnya. “Apa kau sudah siap?”
“Aku sudah siap sejak tadi. Dari tadi pagi juga aku sudah mengatakan padamu kalau aku sudah siap.”
__ADS_1
“Berarti aku yang belum siap untuk melepaskannya! Aku sangat khawatir padanya, dia sudah banyak membantuku dan aku terus saja membuatnya berada dalam bahaya. Tapi dia masih saja terus membantuku.” gumam Anthony dihatinya.
Dia merasakan kehangatan dan kekaguman didalam hatinya pada wanita yang kini sedang menatapnya itu. Tapi selama ini Anthony selalu mengerti kalau itu hanyalah sebagai perhatian dari sahabatnya saja. Dia tidak pernah berpikir tentang hal lainnya.
“Kenapa lagi Anthony?” Anna meliriknya.
“Tidak ada. Aku hanya mencoba memastikan bahwa semua rencana berjalan lancar dan aku hanya ingin memastikan keamananmu saja.”
“Hahahahah…..kau ini.” Anna tertawa terbahak-bahak.
“Apa yang lucu sehingga kau tertawa seperti itu?” Anthony memicingkan matanya.
“Anthony! Satu hal yang harus kuingatkan padamu, didunia ini tidak ada yang aman! Walaupun kau berada disebuah benteng yang besar dan tidak ada satupun makhluk yang bisa menyentuhmu disana tapi belum tentu kau aman didalam sana.” wanita itu bicara seraya tersenyum.
Dia tidak bermaksud menggurui Anthony dan dia juga tidak bermaksud untuk menentang pria itu.
“Apa maksudmu?”
“Semua orang itu pasti akan mati Anthony! Misalkan di benteng itu ada terjadi gempa bumi skala sembilan ritcher! Apa yang akan terjadi? Tentu saja akan tertimbun dengan tumpukan reruntuhan benteng itu, iyakan? Apakah kau masih punya peluang untuk melarikan diri saat itu terjadi? Tidak!”
“Kau benar, Anna! Aku minta maaf padamu karena aku selalu saja menyusahkanmu dan membuatmu berada dalam bahaya!” kata-kata Anthony keluar dari bibirnya tanpa dia memandang Anna. Dia menundukkan wajahnya lalu kemudian memalingkan wajahnya menatap kearah kegelapan malam yang ada diluar mobil mereka.
‘Kenapa aku merasa berat sekali saat ini untuk melepasnya? Apalagi dia menjadi wanita yang kini dipandangan orang lain sebagai wanita yang dicintai Jeff Amadeo? Aku tidak ikhlas jika terjado sesuatu padanya. Anna……harusnya aku tidak mengiyakan rencana bodohmu ini!’ Anthony merasakan ketidaknyamanan didalam hatinya yang tidak bisa dia ungkapkan kepada siapapun.
“Sudahlah Anthony! Jangan melow begitu. Cepat ikat tanganku sebelum aku mengundurkan diri dan pergi dari tempat ini! Kau jangan buang-buang waktu lagi, kita harus segera menyelesaikan misi ini.” ucap Anna membuat temannya itu tersenyum.
__ADS_1