PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 262. INSTING MEMBUNUH


__ADS_3

“Berhentilah bicara Tatiana! Sebaiknya kau ikuti apa yang diperintahkan ayahmu! Kita sudah tidak bisa bersama lagi! Apapun yang kau coba lakukan, meskipun kau bersujud dihadapanku takkan ada yang bisa menggoyahkan keputusanku! Semua sudah berakhir dan pergilah!” Dante tak ingin bersama Tatiana lagi. Hilang sudah sikap lemah lembut yang selama ini diperlihatkan pada Tatiana. Dante berubah menjadi seorang pria yang bengis.


“Ayo Tatiana!”


“Aku tidak mau ayah! Aku tidak akan pernah pergi. Ini tempatku dan selamanya akan menjadi tempatku dan milikku!” Tatiana berusaha menolak tangannya yang ditarik oleh Omero.


“Dante! Tolong aku Dante! Aku sangat mencintaimu, tolong maafkan aku jangan siksa aku dengan mengambil Alex dariku! Kau tahu kan aku bisa gila tanpa Alex!” Tatiana mencoba taktik lain mengatasnamakan Alex untuk mengubah keputusan Dante.


‘Cih! Menjijikkan kau! Kau hanya baik pada putraku saat dihadapanku saja tapi kau menyiksanya dikala aku tidak melihat! Selama bertahun-tahun kau menyiksa putra kesayanganku! Aku tidak membutuhkanmu lagi! Aku sudah menemukan ibu kandung anakku yang akan menyayanginya sepenuh hati dan menjaga Alex dengan baik.’ gumamnya didalam hati.


“Lepaskan aku ayah!” Tatiana memaki dan memberontak Omero yang memegangnya erat-erat.


“Sudah cukup Tatiana! Jangan kau pancing kemarahan Dante lagi. Aku tahu bagaimana dia, aku sudah mengatakan padamu jangan lakukan perbuatan menyimpang itu tapi kau tak mau mendengarkanku dan terus saja melakukannya lebih gila setiap hari!” Omero merasa sangat frustasi mengurusi anaknya itu.


“Ini semua gara-gara kau tua bangka! Pasti kau yang mengadu pada Dante sehingga dia mencari tahu tentang hal ini, iyakan? Mengakulah ayah! Kau itu ayah brengsek!” Tatiana tak terima dan dia memaki ayahnya sendiri dengan kata-kata kasar.


“Ini semua salahmu. Seharusnya kau sadar diri bukannya menyalahkanku terus terusan. Sepandai apapun kau menyembunyikannya, pasti suatu hari Dante akan mengetahuinya juga! Terimalah akibat perbuatanmu ini Tatiana. Tidak seharusnya kau bermain dengan pria lain, kau sudah menikah dan harusnya kau bicara dengan Dante!” Omeo bicara sambil menarik Tatiana menuruni tangga.


“Henry!” Omero memalingkan wajahnya memanggil Henry. “Tolong siapkan mobil didepan. Aku akan pergi bersama Tatiana ke kediamanku!”

__ADS_1


“Aku tidak mau ikut denganmu!” ucap Tatiana berusaha keras melepaskan diri sebelum Henry bicara tapi melihat situasinya seperti itu, Henry pun tak mengeluarkan sepatah katapun dan hanya menunduk lalu pergi keluar melakukan apa yang diperintah oleh Omero.


“Kau sudah tidak punya pilihan lain lagi Tatiana! Suka ataupun tidak, kau harus tetap harus pergi denganku karena kau sudah tidak bisa tinggal disini lagi! Dante sudah memutuskan apa yang ingin dia lakukan dengan hubungan kalian. Semuanya sudah berakhir karena ulahmu sendiri!” Omero tetap bersikeras membawa Tatiana keluar dari mansion itu.


“Aku tidak terima ayah! Aku tidak mau berpisah dari Dante, ayah! Aku sangat mencintainya. Ini semua salahmu! Bisakah kau sekarang memperbaiki hubunganku dengan Dante? Aku mohon ayah!” Tatiana memelas bicara pada Omero berharap ayahnya akan menggunakan kekuatannya untuk mengembalikan Dante sebagai pria pemujanya seperti sebelumnya. Dia masih tidak sadar diri atas kesalahannya dan semua ini terjadi karena ulahnya.


“Aku tidak bisa Tatiana! Kau yang memulai semuanya dan sekarang kau harus terima akibatnya kalau keputusan Dante sudah seperti itu kau tidak bisa menentang keputusannya lagi. Semuanya sudah terlambat Tatiana! Aku sudah menegaskan padamu sejak awal jika penyakitmu sama seperti ibumu harusnya kau mengobatinya bukan malah mengikuti nafsumu itu!”


“Aku yakin pasti kau yang mempengaruhi Dante agar melakukan ini semua padaku. Jangan banyak basa basi lagi ayah dan mengalihkan pembicaraan kemana-mana. Mengaku sajalah! Dante tidak akan pernah tahu kalau kau tidak memberitahunya! Sudah sekian lama aku bisa merahasiakannya dan kalau bukan karena kau buka mulut, tidak mungkin ini semua terjadi.” Tatiana masih berusaha menahan dirinya dan tidak mau masuk kedalam mobil sambil membentak Omero.


“Aku tidak pernah mempengaruhi Dante untuk melakukan ini semua. Aku hanya ingin membantumu mengobati penyakitmu Tatiana karena aku sayang padamu. Kau adlaah putriku dan aku adalah tanggung jawabku dan aku tidak mau kau hidup menderita seperti sekarang. Andai kau mengikuti saranku sebelumnya, maka semua ini tidak mungkin terjadi Tatiana!”


“Aku menderita ayah! Aku sangat menderita kalau aku tidak bersama dengan Dante, aku tidak bisa hidup tanpanya.” Tatiana bercucuran airmata dan mengiba pada Omero untuk membantunya membujuk Dante agar mau menerimanya kembali.


“Tapi ayah?”


“Sudahlah Tatiana. Keputusan Dante sudah bulat dan dia mengambil keputusan yang sama yang aku ambil dulu! Hanya bedanya untuk saat ini dia belum bisa menerimamu kembali. Kau cobalah untuk berubah sikapmu sekarang dengan begitu dia mungkin akan menerimamu dan kalaupun dia sudah tidak bisa menerimamu lagi kau harus ikhlas Tatiana! Lepaskan dia dan jalanilah hidupmu sendiri. Suatu hari nanti kau pasti menemukan orang yang tepat sebagai pengganti Dante.”


“Aku tidak mau ayah! Kalau bukan Dante, aku tidak mau bersama orang lain dan aku akan berusaha mendapatkannya kembali!”

__ADS_1


“Dia tidak akan pernah kembali padamu lagi Tatiana! Kau sendiri tidak mau mengobati penyakitmu dan sekarang kau jangan pernah berharap meminta Dante menerimamu. Sembuhkan dulu dirimu Tatiana! Kau harus merelakan semuanya, tinggalkan semua hal-hal negatif yang merugikan dirimu dan jalani hidupmu dengan baik dan bersikap positif. Tidak semua yang kita inginkan dihidup kita bisa kita dapatkan. Dengan ikhlas dan tabah maka kau akan mampu menjalani hidupmu dengan baik.”


“Aku tidak bisa hidup tanpa Dante! Kau tahu sendiri sekarang aku tidak punya rahim lagi ayah. Kalau kau meninggal siapa yang akan bersama denganku? Aku sudah tidak bisa memiliki anak lagi karena rahimku sudah diangkat dan Dante adalah satu-satunya orang yang paling mengerti aku.” Tatiana bicara dengan airmata yang masih bercucuran.


“Kau sudah mengkhianatinya Tatiana! Dia sudah tidak bisa bersamamu lagi.” Omero berdecak. “Sudahlah jangan mempersulit keadaan ini lagi Tatiana. Ayo kita pergi sekarang!”


“Tapi ayah?” Tatiana masih mencoba bertahan tak mau pergi.


“Aku bilang kita pergi sekarang!” Omero tetap memaksa Tatiana masuk kedalam mobil.


“Aku akan turun ayah! Kau tidak mau pergi dari sini! Ini rumahku, ini milikku!”


“Kalaupun kau turun akan sia-sia saja, yang ada kau bisa mati ditangan Dante!” Omero memicingkan matanya dan segera mengunci mobil agar Tatiana tidak bisa kemana-mana lagi.


“Aku akan tetap turun.” Tatiana tetap bersikeras mau turun dari mobil ayahnya. “Kau tidak bisa menghentikanku dan mengendalikan hidupku ayah!”


“Lakukanlah! Itu artinya kau mengakhiri hidupmu dan jangan kau pikir kalau Dante akan mengasihanimu. Kalau kau terluka dan di bawa kerumah sakit, kau akan menyesal seumur hidup! Karena aku tidak akan melakukan apapun untuk mendamaikanmu dengan Dante. Kalau kau sampai gila dan masuk kerumahnya maka aku akan menguncimu dirumahku dan saat itu kau tidak bisa berbuat apapun sampai aku membawamu jauh dari Dante!”


Tentu saja ucapan Omero ini membuat Tatiana bergidik ngeri karena ayahnya selalu melakukan apa yang dikatakannya. Jika Tatiana sampai terjatuh dari mobil dan menjadi cacat maka akan semakin sulit untuk bertemu dengan Dante.

__ADS_1


Apakah Tatiana mau kehilangan kesempatan itu? Dia mencoba memikirkan kembali semuanya dan mempertimbangkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya untuk bisa kembali pada Dante. Pria itu adalah obsesi-nya dan dia tidak mau sampai kehilangan Dante.


‘Ayahku tidak mungkin mau bernegosiasi denganku tentang ini. Kalau sampai aku cacat maka aku akan semakin sulit untuk bertemu Dante dan itu berarti wanita kecil yang menggendong Alex tadi akan bersama Dante lebih lama lagi! Aku tidak akan membiarkan itu! Aku akan mencari cara untuk membuat wanita itu keluar dari rumah Dante meskipun aku harus mati aku tak masalah asalkan wanita itu mati bersamaku juga!’ ujar Tatiana didalam hatinya.


__ADS_2