PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 372. DENDAM KATARINA


__ADS_3

‘Atau jangan-jangan dia berhasil mengusir istri Dante? Seperti yang dulu pernah dia coba lakukan padaku?’ gumam Katarina didalam hatinya. Dia pernah mendapatkan laporan dari anak buahnya tentang permintaan Bella pada Jeff. Katarina menatap Bella sambil melangkah menghampiri wanita itu yang semakin ketakutan saat melihat Katarina mendekatinya.


“Kau pikir aku tidak tahu kau itu siapa, hah??” tanya Katarina dengan tatapan tajam bak sebilah pedang yang siap membunuh. Dia sangat membenci Bella yang membuatnya diacuhkan oleh Jeff.


“Mau apa kau? Jangan mendekat!” ujar Bella terbata-bata ketakutan. Lalu dia melompat kearah Nick lalu memegangi tangannya.


“Hei lepaskan tanganku!” Nick kaget saat tangan Bella meraih tangannya sehingga kedua telapak tangan mereka bersentuhan saat Bella berlari melindungi dirinya dibelakang Nick.


‘Aduh! Dia kan temannya Dante, kenapa dia tidak mau melindungiku dari wanita itu?’ bisik hati Bella sambil menggigit bibir bawahnya. Dia semakin ketakutan melihat Katarina yang semakin mendekat.


‘Aku akan lihat dulu apa sebenarnya mau wanita ini. Setelah itu baru aku akan bertindak melindungi Bella. Aku harus tahu apa permasalahan mereka.’ gumam Nick didalam hatinya.


“Apa kau juga mau menggoda Dante dirumah ini? Atau kau sudah berhasil menjadi nyonya dirumah ini? Kau juga menyuruh Dante menyingkirkan istrinya, hah? Dasar wanita murahan!”


“Apa kau bilang? Kau tahu apa yang kubicarakan dengan Jeff?” tanya Bella dengan jantung berdegup kencang, dia sama sekali tidak menyangka kalau Katarina mengetahui syarat yang diajukan Bella pada Jeff dulu. ‘Pantas saja dia sampai menyerangku! Dia mengenalku! Dia mengetahui semuanya!’ ucap Bella semakin ketakutan.


“Kau pikir aku bodoh? Kau pikir aku tidak memperhatikan kemana saja suamiku itu pergi? Kau kan wanita penggoda yang selalu didatanginya itu? Setelah kau puas dengannya dan menghancurkan rumah tanggaku, kau berniat melakukan itu lagi disini? Pria mana lagi yang mau kau ambil? Ini adalah rumah Dante! Kau ingin menggoda temannya atau menggoda Dante?”


“Hei kau harus bersikap sopan dengannya.” ujar Nick berdiri diantara Bella dan Katarina. Kali ini dia menunjukkan sikapnya melindungi Bella sambil bersidekap.


“Sopan padanya? Cih! Kau pikir sendiri, dia itu siapa? Masih menyuruhku sopan padany?” Katarina sangat marah mendengar perkataan Nick itu.


“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Bella memberanikan dirinya.


“Bukan urusanmu! Urusanku bersama Dante!” jawab Katarina ketus.


“Apa Dante yang memintamu untuk ikut dengannya?” tanya Bella terbata-bata. Perasaannya semakin tidak menentu. Kenapa Dante ingin menemui wanita ini. Apa hubungan Dante dengan wanita itu? Apa dia akan bercerita pada Dante apa saja yang sudah dia lakukan bersama Jeff?

__ADS_1


“Bella! Apa yang kau lakukan disini?”


“Dante!” Bella memanggil pria itu dengan perasaan cemas.


“Kau belum tidur sudah jam segini Belinda?” tanya Dante berjalan mendekat kemudian memegang lengannya sehingga membuat Bella tersentak.


CUP!


Dante mendaratkan kecupan hangat dikeningnya membuat Bella mengerjapkan matanya tanpa mereka sadari ada seseorang yang justru sedang marah dan mengepalkan kedua tangannya erat-erat. Nick memperhatikan reaksi wanita itu. ‘Wanita ini sangat membenci Bella! Pikiranku tidak senang melihat wanita ini! Ck….dia ini bakal jadi sumber masalah.’ pikir Nick.


“Kenapa wanita ****** ini berada disini? Apa kau tidak tahu kalau dia adalah perempuan yang menggoda Jeff?” Katarina berteriak pada Dante sambil mendekatinya lalu menarik tangan Dante.


Plaaakk


“Sshhh! Sakit.” rintih Katarina terhenyak dan langsung memegangi pipunya yang memerah dan memanas karena ditampar Dante dengan keras.


“Hati-hati kalau kau bicara dengan Belinda!” ucap Dante tegas sambil menatap wnaita itu. Tidak ada seorangpun yang bisa berteriak didalam rumahnya kepada Dante. Bahkan Tatiana sendiri tidak pernah melakukan itu hingga saat dia diceraikan oleh Dante.


“Aku tidak peduli kau siapa! Mau kau anak kecil sekalipun aku tidak peduli! Kau berada dirumahku, jadi kau harus menghormati Belinda karena dia adalah istriku!” ucap Dante marah menatap tajam Katarina yang terkejut mendengar itu.


“Apa? Kau tidak tahu kalau istrimu ini ******?”


PLAAAK


“Sssshhh! Kau menamparku lagi?” Katarina yang masih belum sadar dari keterkejutannya mendengar informasi itu kembali menerima tamparan keras dari Dante. Dia menahan sakit dipipi dan juga bibirnya yang mengeluarkan darah. Sudut bibirnya sedikit sobek karena tamparan keras Dante yang tidak pandang bulu terhadap siapapun yang mengusiknya dan wanitanya.


‘Karena wanita ****** itu, pria ini sudah menamparku dua kali! Baiklah, sekarang aku diam dulu! Tapi bukan berarti aku kalah dengannya, dia sudah mengambil Jeff dariku dan sekarang dia ingin menunjukkan padaku kalau derajatnya lebih tinggi dariku dengan menjadi istri Dante? Cih! Aku tidak akan membiarkan hal itu! Pelacur akan tetap menjadi pelacur!’ bisik hati Katarina.

__ADS_1


Dia sangat membenci Bella dan sedikit demi sedikit dia memupuk semua rasa sakit dan dendamnya didalam hati untuk membalaskannya. Dia menunggu waktu yang tepat untuk itu! Jika Bella sudah berhasil menghancurkan rumah tangganya, Katarina pun bertekad melakukan hal yang sama! Dia ingin menghancurkan rumah tangga Dante dan Bella!


“Biar kukatakan padamu, jangan pernah mengganggu istriku! Kita hanya perlu menyelesaikan urusan kikta. Kau harus mengantarku ke tempat yang hendak kutuju. Jadi kau harus bersikap seperti layaknya tamu yang baik dirumaku! Jangan pernah keluar dari kamarmu sebelum aku mengijinkannya! Katakan pada sahabatku jam berapa kau harus mengantarku ke tempat yang diminta oleh Barack!”


Dante bicara dengan tegas lalu dia membawa Bella pergi menjauhi tempat itu tanpa berkata-kata apalagi sehingga membuat Bella bingung. ‘Dante tadi bilang aku ini istrinya? Ehm...Dante kau makin sweet begini aku jadi semakin meleleh.’ gumamnya didalam hati berusaha menahan senyumnya.


Bella merasa puas dengan apa yang dilakukan Dante tadi membelanya didepan istri Jeff!


“Apa kau baik-baik saja?” tanya Dante setelah menutup pintu kedap suara yang menghubungkan mansion dan bunkernya.


“Hmmm!” ucap Bella mengangguk dan langsung memeluk lengan pria itu dan menyandarkan kepalanya dilengan kekar itu. “Dante, apa kita akan pergi ke bunker lagi?”


“Iya. Aku belum merapikan kamarku! Aku sudah meminta Henry untuk merubah tatanan ruang kamarku jadi kau tidak akan memikirkan bahwa kamar itu adalah kamar yang dulu kutempati bersama Tatiana. Aku mengubah semuanya dan mengganti perabotan kamar.”


“Benarkah?” Bella merasa senang sekali mendengarnya.


“Kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Kau tidak apa-apa kan?” tanta Dante lagi mengingat bahwa Bella masih belum menjawab pertanyaannya tadi. Dia menatap wanita yang memeluk lengannya dengan erat itu sambil Dante memencet tombol lift.


“Aku takut sekali Dante! Aku takut pada wanita itu.” ucap Bella.


“Apa yang kau takutkan?”


“Aku takut dia memukulku dan menamparku. Dia akan bicara macam-macam tentang Jeff kepadamu! Sepertinya dulu dia mengikuti kami dan menguntitku makanya dia sangat marah padaku. Wanita itu membenciku! Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya, tapi aku takut sekali! Wanita itu kejam!”


“Sudahlah. Jangan banyak bicara lagi aku sangat lelah. Ingat kata-kataku ini, tidak ada yang perlu kau takutkan lagi! Kau hanya perlu takut padaku saja, kau paham? Aku yang akan mengurus semuanya.” ucap Dante menenangkan Bella. Lalu dia memeluk pinggang wanita itu dan tersenyum padanya.


“Kau manis sekali Dante!” ujar Bella yang memeluk pria itu dengan erat.

__ADS_1


“Jangan memujiku Belinda! Aku lelah.” ucapnya. “Malam ini kau tidur pulas ya, aku juga akan memasang alarm karena aku harus pergi besok pagi.”


“Kau akan meninggalkanku lagi dirumah? Tidak bisakah aku ikut denganmu saja?”


__ADS_2