
“Tapi ternyata yang aku temui bukan dirimu tapi dia masuk kedala kamar dan Alex menangis disana. Dia mencarimu.” Bella mengatakan yang sebenarnya sambil mendongak menatap Dante.
“Jadi dia tidak bisa tidur dan terbangun?”
Bella pun mengangguk masih menunjukkan wajah cemasnya dengan tangannya yang juga masih merangkul Alex.
“Ya seperti itulah kejadiannya. Tidak apa-apa kan kalau dia tidur disini dulu? Aku kasihan sekali kalau memindahkannya kesana karena dia baru saja tertidur! Sepertinya kurang dari lima menit yang lalu dia tidur.” Bella bicara dengan menatap wajah Dante dan langsung mengalihkan pandangannya pada Alex sambil merapikan rambut Alex.
“Ini bukan yang pertama kalinya. Saat kau bersama dengan Alex apalagi ditempat tidur seperti ini maka kau tidak melihatku! Kau tidak memelukku dan tidak berdiri menyambutku! Anak ini sepertinya benar-benar menjadi sainganku dihadapanmu!”
Itulah yang ada dipikiran Dante untuk sesaat, sebenarnya dia sangat suka sekali jika Bella datang dan mengejarnya. Dante bisa sedikit bermain-main dengan Bella seperti menolaknya dan membuat wanita itu menjadi panik dan mencoba merayu Dante!
Dibibirnya Dante mengatakan tidak menyukai Bella tapi sebenarnya apa yang dilakukan wanita itu sangat dinikmati oleh Dante. Sikapnya ini tidak bisa dimengerti oleh Dante sendiri.
‘Kadang aku ingin kau lebih cuek padaku Bella. Sehingga aku bisa merayumu tapi saat kau acuh padaku dan aku harus merayumu malah aku yang jadi kaku tidak tahu harus melakukan apa.’ pikir Dante. Dia pun lalu mendekati Bella dan duduk disampingnya.
“Dante! Jangan menyentuh tempat tidurnya.” Bella memekik dan melarang pria itu.
“Ada apa Bella?” Dante mengeryitkan dahinya menatap Bella.
Dia merasa aneh dengan sikap istrinya itu yang biasanya selalu menginginkan dirinya namun tiba-tiba mala melarangnya sambil mengerlingkan matanya.
“Dante, tubuhmu berdarah! Maksudku bajumu banyak darah orang bukan? Apa kau melakukan sesuatu yang buruk diluar sana?” tanya Bella seolah menginterogasi Dante.
Mendengar perkataan Bella membuat Dante menurunkan pandangan matanya pada pakaiannya. “Jadi alasanmu menolakku karena darah ini?”
Bella cepat-cepat menganggukkan kepala. “Iya karena darah itu Dante! Jangan kotori tempat tidurnya dan aku tidak mau kau menyentuh Alex dengan darah itu. Bersihkan dulu tubuhmu.”
“Aku tidak mau sampai Alex bangun gara-gara mencium bau darah dan jangan sampai gara-gara itu membuat Alex tertular penyakit! Dia masih kecil dan mudah tertular penyakit.” Bella memajukan satu tangannya menolak Dante.
__ADS_1
“Bella!” hanya itu yang keluar dari bibir Dante karena dia tidak menyangka Bella akan mengatakan itu kepadanya dengan tegas dan tanpa ada senyum.
Bella terlihat sangat khawatir sekali pada Alex.
“Apa Dante? Kau ingin aku membantumu?”
“Apa maksudmu membantuku?” Dante sudah memancing Bella tai kata-kata membantu sudah memberikan sedikit kesejukan dihatinya. ‘Aku pergi sebentar saja padahal belum pagi hri kau sudah merindukan aku lagi? Sampai kau mau membantuku?’
‘Untuk apa? Untuk bermain lagi iyakan? Hahahaha! Tapi aku rasa tidak cukup waktunya. Mungkin bisa membuatmu ketanggungan saja. Jadi kau harus menunggku dengan gelisah disini.’ didalam pikiran Dante saat ini ingin menggoda istrinya.
Hal yang pain disenangi Dante setiap kali bersama Bella adalah menggodanya. Reaksi wanita itu sangat menggemaskan dimata Dante.
“Iya aku bisa membantumu mencarikan pakaian! Aku juga bisa membantumu meminta tolong pada Henry atau siapapun diluar untuk menyiapkan makanan dan minuman untukmu. Apa kau mau aku melakukan itu?”
‘Kadang aku ingin kau lebih cuek padaku Bella. Sehingga aku bisa merayumu tapi saat kau acuh padaku dan aku harus merayumu malah aku yang jadi kaku tidak tahu harus melakukan apa.’ pikir Dante. Dia pun lalu mendekati Bella dan duduk disampingnya.
Ucapan bella itu langsung mendapat respon dengan gelengan kepala Dante. Hatinya baru saja merasa senang karena bisa menggoda istrinya tapi kini malah berubah menjadi mendung lagi.
Sebenarnya dia ingin digoda oleh Bella tapi ternyata jawaban Bella membuatnya kesal dan Dante pun langsung membalikkan badannya ke belakang menuju kearah wardrobe. Tanpa berkata-kata lagi sehingga membuat Bella mengerjapkan matanya tapi dia masih tetap dalam posisi duduk dan melirik kembali pada Alex sambil mengecup kening putranya itu.
‘Huh? Ada apa dengannya? Sepertinya Dante kelelahan mungkin ya? Kenapa sikapnya tiba-tiba menjadi aneh begitu?’ Bella berpikir tapi dia tidak lagi banyak bicara dan pandangan matanya hanya tertuju pada Alex.
“Alex, aduuuhhh kau lucu sekali! Kau sangat tampan. Nanti kalau kau sudah besar pasti kau akan sangat tampan sekali seperti daddy mu.”
“Kau pasti tidak mau lagi kalau aku memelukmu seperti ini saat kau sudah besar nanti, iyakan? Aku akan merindukan masa-masa seperti ini denganmu.” Bella bicara sambil merapikan rambut anaknya.
“Walaupun awalnya aku tidak suka karena dia ada didalam rahimku tapi sekarang aku tidak lagi berpikir seperti itu. Aku bersyukur sekali!”
“Awalnya aku merasa bersyukur ketika aku merasakan gerakanmu didalam tubuhku. Saat itu aku merasa aku telah menemukan cinta. Tuhan memberikanku kesempatan untuk membawamu ke dunia ini! Saat itulah aku ingin memberikan semua cintaku kepadamu Alex! Dan sekarang aku bersyukur dengan pria yang sangat tampan sekali, yaitu anakku Alex.”
__ADS_1
Lalu Bella merebahkan tubuhnya disamping anaknya.
“Bella, kau belum tidur?” tanya Dante yang sudah mengganti pakaiannya dan langsung bicara dengan intonasi tinggi menatap bella yang membuat wanita itu menoleh kearahnya. Padahal tadi Bella sudah hampir memejamkan matanya. Dante merasa tidak senang karena sejak dia datang istrinya itu mengacuhkannya, tidak seperti biasanya.
“Iya Dante? Ada apa memangnya? Ini masih malam kan? Kita tidur saja dulu. Lagipula besok pagi saat Alex bangun, aku bisa bermain dengannya dalam keadaan segar.” ujar Bella sambil menguap lebar.
Ucapan Bella membuat Dante berusaha menyabarkan dirinya lagi. Meskipun dia sudah mengganti pakaiannya namun hatinya masih merasa tidak tenang.
“Kau tahu aku menyempatkan diri untuk bertemu denganmu sekarang?” akhirnya kalimat protes itu yang diucapkan Dante karena sudah tak tahan lagi dengan sikap Bella yang mengacuhkannya.
“Oh maksudmu seharusnya kau tidak pulan dulu kan? Apa kau masih ada pekerjaan lain, Dante?” tanya Bella sambil mengerjapkan matanya.
Dante menganggukkan kepalanya, dia masih merasa geram karena Bella masih dalam posisi tiduran disamping Alex. Sepertinya Bella sangat nyaman dengan posisinya sehingga enggan untuk bergeser dan itu membuat Dante terganggu.
“Waktuku kurang dari sepuluh menit lagi bersamamu!” ujar Dante sambil menunjukkan jam tangannya.
“Memangnya kau mau kemana setelah itu?” Bella kembali bertanya dan Dante mengangguk lagi.
“Banyak sekali pekerjaan yang harus ku selesaikan!” jawab Dante.
“Oh begitu ya? Kalau begitu istirahatlah sebentar. Apa kau bisa tdiur dalam waktu sepuluh menit?”
“Bella! Tidak bisakah kau datang dulu padaku? Memelukku atau menciumku?”
“Atau melakukan sesuatu untuk memberikan penghargaan karena aku sudah ada disini?”
Ucapan Dante sontak membuat Bella hanya mengerjapkan matanya sejenak.
“Aku sekarang sedang menemani Alex tidur! Dia bilang padaku kalau aku tidak boleh pergi darinya! Karena itu aku tidak mau turun dari tempat tidur, Dante. Aku memelukmu besok pagi saja ya?”
__ADS_1
Bella memang enggan untuk meninggalkan Alex kalau dia sudah bersama anaknya itu. Seakan dia tidak rela melepaskan tangannya dari tubuh mungil Alex.