PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 249. INI ANAK KITA?


__ADS_3

‘Mereka benar-benar saling mencintai! Jadi Dante membawa pulang Bella kerumahnya sebagai pengasuh Alex karena dia ingin mendekatkan anak itu dengan ibu kandungnya? Ah….aku yakin istrinya tidak tahu siapa ibu kandung Alex. Jadi tujuannya melakukan itu karena dia memang mencintai Bella? Aisss...sekarang aku paham. Terakhir kali apa yang terjadi sehingga dia dipukuli seperti itu, apa mungkin wanita itu bicara macam-macam tentang Bella? Tatiana tidak menyukai Bella, hanya ini alasan yang tepat kenapa bella bisa berada diruangan itu.’


‘Baiklah! Aku tahu apa yang harus aku minta pada Dante kalau dia ingin mengambil Bella dariku.” gumamnya dalam hati karena sejak tadi Anthony memperhatikan semuanya karena dia sedang mencari benang merah dari masalah Bella yang bisa membuatnya yakin apakah dia harus mengembalikannya pada Dante atau tidak.


“Anthony! Apa kau tidak mengatakan padanya kalau dia sedang mengandung anakku?”


“Apa kau bilang? Tunggu….aku baru paham, Bella mengandung anakmu?” sarah menyeletuk dengan wajah polosnya mendongak menatap Dante. Tinggi Sarah 155cm sedangkan Dante 190cm sehingga Sarah harus mendongak kalau bicara dengan Dante bila posisinya berdiri. Sedangkan Bella lebih tinggi tubuhnya 170cm.


“Dante, apakah benar ini anakmu? Jadi aku sudah hamil anakmu lagi?”


‘Apa yang harus aku jawab? Aku senang sekali melihatnya tersenyum begitu tapi tiba-tiba aku jadi takut dan aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku ingin sekali menyentuhnya langsung dan mendekapnya erat-erat. Aku ingin meminta maaf padanya atas semua perbuatanku yang sangat kasar padanya!’ gumam hati Dante dan justru dia hanya diam saja memandang wanita yang sedang tersenyum padanya itu.


“Dante, ini anak kita bukan?


“Bodoh! Tidak ada yang benar-benar tahu siapa ayah dari bayi itu kecuali kau sendiri.”


“Tapi yang terakhir memasukkannya adalah kau! Sebelum kau yang memasukkannya adalah Jeff! Tapi dia memakai pengaman jadi tidak mungkin kalau ini anaknya.


“CIH! APA KAU MAU MATI MENYEBUT NAMA BAJINGAN ITU LAGI?” teriak Dante marah.


“Eh! Maafkan aku Dante, aku tidak mau. Aku tidak akan menyebut nama Jeff lagi!”


DEG!


‘Bella mengenal Jeff? Apakah yang dimaksudnya adalah Jeff Amadeo yang memiliki bisnis narkotika itu ya? Jadi Dante bisa membantuku mencari tahu tentang Jeff?’ gumam Anthony didalam hati ketika mendengar pembicaraan tentang Jeff. Dia seolah mendapatkan angin surga dan dia bisa mencari orang itu seketika itu juga muncul ide dikepalanya.

__ADS_1


“BERHENTI! JANGAN KAU SEBUT LAGI NAMANYA BELINDA!” Dante semakin marah.


“Iya maaf Dante, aku tidak akan bicara seperti ini lagi. Tapi benarkah kalau ini adalah anakmu?”


“Ak----” Ingin rasanya Dante melanjutkan kalimatnya tapi dia sedang marah karena Bella menyebut nama pria lain. Dia hanya menatap layar ponselnya, menatap wanita yang menunggu jawabannya itu dengan penuh harap.


Berat bagi Dante mengatakan iya karena gengsinya atau karena rasa malu. Dante memang sangat mudah mengatakan cinta pada Tatiana tapi pada Bella itu dalah sesuatu yang berat untuk diucapkan tapi didalam hatinya juga bergemuruh setiap kali dia mengutarakan kalimat-kalimat manis pada Bella.


“Hei! Kakakku Belinda tadi bertanya padamu. Apa benar kau adalah ayah dari anakny?” suara Sarah yang terdengar oleh Bella dan membuat Dante kembali sadar dari lamunannya.


“Sudah kukatakan padamu jangan berisik!” Dante melirik Sarah dan kembali menatap Bella. “Makanlah Belinda! Kau jangan membunuh anakku, nanti setelah aku datang menjemputmu aku akan membuatkan steak untukmu! Kapanpun kau mau pasti aku buatkan tapi sekarang makanlah! Apapun yang disiapkan disana kau makan saja, kau paham? Demi bayi didalam kandunganmu aku mohon jangan menyusahkan dirimu sendiri.”


Wajah Dante serius menatap Bella, dia sangat mengkhawatirkan Bella dan bayinya. Dante tipikal orang yang menyayangi keluarga sebenarnya anak dalam kandungan Bella saat ini adalah prioritas utamanya. Jangan ditanya lagi bagaimana kacaunya perasaan Dante tapi karena menjaga image dia tetap berusaha terlihat tidak menyukai Bella. Apalagi pembicaraan mereka didengan orang lain.


“Dante! Jadi benar anak yang ada didalam perutku ini anakmu? Aku mengandung anakmu lagi? Aku senang sekali dan bahagia sekali Dante! Jemputlah aku cepat! Aku sudah tidak tahan lagi mau memelukmu, aku senang sekali.”


“Hei! Kakakku baru saja bicara denganmu, kenapa kau diam saja?” Sarah lagi-lagi ptotes karena dia tak sabar melihat sikap Dante.


‘Aduh kenapa sih kakakku suka sama orang ini? Sikapnya dingin sekali seperti kutub utara! Dia tidak berekspresi padahal kakakku sudah bilang kalau dia senang dan bahagia dengan kehamilannya. Ehh dia malah diam macam patung selamat datang! Kayak tidak ada perasaan ke kakakku! Gemes aku pengen cubit pipinya sampai berdarah-darah!’ gerutu Sarah dihatinya.


“Anak kecil! Jangan berisik dan jangan banyak bicara. Kau tidak boleh lagi mengganggu! Aku sudah mengatakan aturannya kepadamu, kau paham?”


“Aku paham. Aku bukan anak kecil ya! Aku sudah besar lihatlah aku sudah seperti remaja dewasa kan! Aku juga memperingatkanmu, coba ya tersenyum sedikit saja sama kakaku, dia sudah memujimu tapi kau tidak menanggapinya! Lagipula itu didalam kandungannya adalah anakmu, iyakan? Iiiihhh…..”


“Sarah! Jangan marah-marah pada Dante. Kau tidak boleh memakinya, Sarah!”

__ADS_1


“Iya kakakku sayaaaanng! Aku tidak akan memarahinya lagi. Aku juga tidak akan berantem dengannya lagi. Aku kan bicara untuk membelamu?” ujar Sarah mengerucutkan bibirnya lalu kembali ke tempat tidurnya. Dia merebahkan tubuhnya sambil menunggu Dante bicara dengan Bella.


“Sudah selesai kau bicara dengan kakakmu?” ucap Dante sambil memperhatikan Sarah yang sudah menutupi tubuhnya dengan selimut.


“Sudah!” jawab Sarah ketus.


Dante pun keluar dari kamar Alex dan langsung masuk ke kamar tidurnya sendiri. “Jangan menatapku begitu Belinda! Kau mengerti kan apa yang harus kau lakukan disana?”


“Apa?”


“MAKAN!”


“Ooh iya aku akan makan. Tapi katakan dulu padaku kapan kau akan menjemputku!”


“Kau ada di Slovenia sekarang, Belinda Alexandra! Sedangkan aku masih ada di pesawat, aku membutuhkan waktu untuk sampai ketempatku nanti sekitar tiga jam lagi. Lalu dari tempatku ke Slovenia aku butuh waktu sekitar satu jam. Kau mengerti maksudku kan? Itupun aku harus melewati beberapa tahapan dan aku tidak tahu berapa banyak pengawal yang ada disana akan menghadang.”


“Pengawal?” Bella melirik Anthony. “Apa kau akan mempersulit Dante untuk bertemu denganku?”


“Aku tidak ingin mempersulit siapapun Bella! Tapi ada beberapa hal yang harus dibayar oleh Dante jika dia menginginkanmu.” jawab Anthony menjelaskan.


“Anthony! Apa kau menjadikan aku tawanan? Jaminan gitu? Kau mau minta uang tebusan?”


“Tidak Bella! Aku tidak menjadikanmu jaminan. Tenang saja ya, aku tidak ada maksud seperti itu!”


“Jadi tidak akan ada jebakan apapun untuk Dante kalau dia datang menjemputku?”

__ADS_1


“Hmmm.” Anthony mengangguk, “Dante bisa datang kesini kapanpun dia mau dan mengambilmu. Aku akan membahas masalah ini dengannya. Bagaimana cara dia bisa mengambilmu?”


Bella mengalihkan pandangannya lagi pada Dante. “Dante! Tidak ada yang hraus kau lewati. Kau hanya perlu datang kesini.”


__ADS_2