
Eddie berpikir setelah melihat arah video dimonitor laptop mereka sambil menunggu pesan mausk. Tiga orang didalam rumah itu memang terhubung dengan CCTV yang ada di kapal sehingga mereka bisa mengamati apa yang terjadi disana. Tapi mereka tidak terhubung dengan kapal yang telah disiapkan untuk pelarian.
Dreeetttt dreeettttt dreettttttt
Pesan masuk pun langsung diterima Eddie dan dia terlihat tersenyum ketika melihat nomor telepon masuk kedalam pesan singkatnya. Tanpa membuang waktu lagi dia segera menghubungi nomor itu.
Halo?” terdengar sapaan dari ujung telepon.
“Bisa kau berikan teleponnya pada Noel yang ada disampingmu? Ini aku, Eddie.”
Eddie tidak mau membuang waktunya lagi sehingga tanpa basa basi dia langsung bicara pada intinya. Situasi mereka sedang terdesak dan dia harus menjalankan rencana baru secepatnya. Setuap saat dia melirik kearah jam tangannya seakan tak mau kehilangan detik demi detik.
“Baik bos.” jawab pria diseberang telepon.
“Ada apa Tuan?” sapa Noel yang sudah berada diseberang telepon.
“Apa kau sudah menjauh dari tempat transaksi?” tanya Eddie. Dia harus mengukur posisi Noel saat ini agar tidak ada kesalahan fatal. Karena dalam hitungan menit rudal akan diarahkan.
“Sudah Tuan! Kami sudah jauh dari tempat itu.” jawab Noel.
“Apa kau sudah menuju ke bandara sekarang?” tanya Eddie lagi.
“Iya Tuan! Kami baru saja melewati pertigaan dan sekarang kami menuju kearah bandara. Mungkin dalam lima menit lagi kami akan sampai di bandara.” jawab Noel menjelaskan.
“Putar balik sekarang! Kau harus putar balik sekarang dan pilih jalan menuju kearah jembatan.”
“Hei, Tuan Eddie sudah menyuruh kita untuk putar balik sekarang! Putar balik dulu mobilnya kearah jembatan.”
Terdengar suara Noel yang secara refleks langsung memberitahukan pada pria yang duduk disampingnya.
“Baik bos.”
__ADS_1
“Jembatan Tuan? Ehm…..sebelah mana ya saya tidak melihat ada jembatan dari tadi tuan. Saya harus belok dipertigaan atau diarah mana?” tanya Noel sambil mengamati keluar jendela mobil.
“Iya! Biar aku jelaskan dulu. Posisimu tadi diatas bukit lalu kau pergi kearah timur. Sedangkan jembatan yang aku maksud itu berada diseberangnya, tepatnya disebelah barat. Sekarang kau pergilah kearah sana. Tapi jangan lewati tempat transaksi, kau harus mencari jalan pintas mungkin kau belok ke pertigaan yang tidak kau lalui tadi untuk bisa sampai ke jembatan.”
“Aku sarankan kau tidak melalui jalan itu. Carilah jalan lain yang lebih cepat bisa kau tempuh untuk sampai di jembatan. Matikan google maps sekarang dan lokasimu dari tempat itu tidak terlalu jauh karena itu jalannya memutar. Kau hanya butuh waktu kurang dari lima menit.”
“Oh baik Tuan. Kami segera mengikuti arahanmu.” jawab Noel.
“Kita bisa belok dipertigaan yang tadi ada tanda seru yang berlawanan dengan arah kita sekarang! Tidak kembali ke tempat transaksi tapi coba dari dipeta di mana jalur singkat untuk sampai keujung jembatan.” perintah Noel kepada anak buahnya dan pria itupun langsung melakukan apa yang dikatakan Noel, dia segera mencari jalan lain.
“Dan sebelum sampai dijembatan, berhentilah disana. Lalu turun dari mobilmu sebelum kau melewati jembatan. Dante sudah menunggu diujung jalan. Kau paham?”
“Oh baik Tuan Eddie.” jawab Noel. “Apa Dante dalam bahaya sekarang?”
“Aku tidak bisa memberitahumu apapun. Tapi sekarang kau harus bertemu dulu dengan Dante. Lakukan apa yang aku perintahkan dan setelah itu kau bisa menghubungiku dinomor ini.”
“Oh iya jangan menghubungi Dante dengan nomor teleponmu akrena nomor telepon kalian sudah disadap. Aku tidak tahu siapa yang melakukannya tapi yang pasti dia adalah orang yang memiliki kedudukan tinggi di pasukan federal. Apa kau mengerti maksudku?”
“Baguslah. Lakukan apa yang aku perintahkan tadi.” ucap Eddie memutuskan telepon.
Sedangkan ditempat Noel, dia memandang kearah pria yang sedang menyetir disebelahnya.
“Kita berbalik arah. Tuan Dante sekarang dalam kesulitan! Dan Tuan Eddie juga sama, aku yakin ada penyusup sekarang diantara pasukan kita.” ucap Noel.
“Oh baiklah bos. Akan saya lakukan.”
“Hei aku sudah bilang padamu untuk memanggilku Noel saja. Tak perlu memanggilku bos!” ucap Noel sedikit memprotes.
Pria itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Noel merasa kesal dan tidak nyaman karena pria yang duduk disebelahnya selalu memanggilnya dengan kata ‘bos’.
‘Apa ini karma ya? Aku juga sering sulit memanggil Tuan Dante dengan namanya saja. Hahaha.’ Noel kembali bergumam dan tertawa didalam hatinya.
__ADS_1
“Tapi Tuan Henry sudah menceritakan pada kami tentang siapa ayah anda bos. Jadi kami akan menghormati anda!’ ucap pria itu lagi.
“Henry mengatakan itu pada kalian?” tanya Noel tak percaya. ‘Aduh mereka sudah membawa-bawa nama ayahku padahal aku tidak mau terlihat seperti itu karena aku sama saja dengan mereka hanya ingin bekerja dengan tulus untuk Dante.’
‘Aku tidak ingin mendapatkan penghargaan ditempat baru seperti ini. Aku sudah menganggap mereka semuanya adalah keluargaku.’ Noel merasa kalau dirinya tidak lebih hebat atau berada diatas mereka semua karena dia bukan orang yang gila hormat sehingga saat dia mendapatkan penghormatan seperti itu dari anak buah Dante membuatnya tidak nyaman.
“Iya bos. Memang Tuan Henry tidak mengatakannya secara langsung padaku! Tapi dia mengatakan pada semua rekan-rekan kami yang ada dirumah. Dan mereka yang memberitahukan pada kami siapa anda, bos.”
“Tapi aku bukan ayahku. Jadi kau panggil aku seperti biasa saja.” pinta Noel.
“Baiklah. Akan kucoba Noel! Senang berkenalan denganmu.”
“Lihatlah ada jalan disana! Aku sudah memperhatikan map juga, kita bisa belok disana. Jadi tidak perlu berputar balik melalui jalan sebelumnya.”
“Iya.” Noel masih memegang ponsel dan dia mencari jalan dengan menggunakan ponsel pria itu. ‘Untung saja dia datang menjemputku! Kalau memang ponselku disadap berarti aku tidak bisa mencari jalan melalui ponselku. Semuanya harus dengan ponsel ini.’
Noel terus mengamati map dan melihat kearah tujuan mereka. Noel juga sudah mematikan kontak internet di ponselnya sehingga walapun orang yang menyadapnya tidak lagi bisa melihat dimana posisinya. Sinyal ponsel sudah tidak ada lagi untuk dilacak.
“Apa ini adalah jalan yang benar untuk menuju ketempat Tuan Dante?”
Noel mengangkat bahunya dan mereka berdua sedikit merasa ragu karena mereka melalui jalan yang tidak mulus sehingga ada ketakutan kalau mereka malah salah jalan.
“Aku tidak tahu juga! Tapi kurasa ini adalah jalan yang benar menuju ketempat Tuan Dante. Tapi petunjuk arahnya kan memang menunjukkan seperti itu!”
“Oh baiklah kalau begitu.”
Mereka pun tidak banyak bicara lagi, pria yang berada disamping Noel sangat cekatan dan tahu ap yang harus dilakukannya. Dia menyetir dengan serius dan tidak ingin ada yang terjadi pada perjalanan mereka. Karena saat ini jalan yang mereka lalui bukan jalan raya biasa tapi hanya tanah yang belum diaspal dan berbatu.
Tujuan mereka masih cukup jauh dan apabila menggunakan jalan biasa mereka bisa menempuh perjalanan itu kurang dari lima menit. Tapi karena perjalananya melalui jalan berbatu, mereka membutuhkan waktu lebih lama.
“Kita sudah sampai bos Noel! Itu jalannya dan disebelah kiri sana itu jembatannya.”
__ADS_1