
“Baiklah.” Katarina mencoba untuk memikirkan semua yang diminta oelh Dante dan mulai menyusun kata-kata supaya tidak membingungkan pria itu.
“Aku adalah istri Jeff Amadeo. Hubungan kami sebenarnya baik-baikm saja tidak ada masalah dimataku. Tapi kenapa beberapa bulan terakhir ini dia semakin menjauh terutama setelah dia mendapatkan apa yang di inginkannya.”
“Dia sering pergi ke Indonesia. Aku tidak tahu apa yang dilakukannya di Indonesia! Tapi aku mencoba untuk mengirim seseorang untuk mengikutinya. Aku menyewa jasa detektif asing dan aku menemukan sesuatu. Dia sering sekali mendatangi seorang wanita yang bernama Bella.”
Ciiiittttt…..tiba-tiba Dante mengerem mobilnya mendadak. Dia terkejut mendengar perkataan wanita yang berada disampingnya itu.
“Hei apa yang kau lakukan? Kau bisa membuat kita kecelakaan!” Katarina kaget dan langsung mengambil pegangan diatas kursi penumpang.
“Seberapa sering dia datang menemui Bella?” wajah Dante sudah memerah bertanya tentang itu. Dia tidak bisa sabar untuk hal yang satu ini. Sudah tak ada lagi kelembutan diwajah Dante. Dan wajah dingin itu sudah berubah menjadi wajah yang kaku dan penuh dengan kemarahan.
“Aku tidak tahu! Tapi dia sering sekali pergi kesana setiap bulan. Ya dia pergi setiap bulan ke Indonesia menemui Bella! Aku mencoba mencari tahu seperti yang tadi kukatakan padamu dan wanita itu memang sering tidur dengannya. Aku mendapatkan foto-foto wanita itu dengan Jeff masuk ke hotel bersama. Sata itulah hatiku panas!” ujar Katarina.
Dia sama sekali tidak memperhatikan perubahan raut wajah Dante yang sudah masam sejak tadi.
‘Bukan hatimu saja yang panas tapi hatiku juga panas. Jantungku rasanya mau copot! Aku akan mencincang tubuhnya menjadi ratusan bagian!’ gumam Dante didalam hatinya. Dia bukan panas lagi tapi sudah membara dendamnya pada Jeff, apalagi mengingat Bella yang ada dipikirannya sekarang.
Dia terbayang tubuh Bella yang disentuh oleh Jeff, tangan pria itu yang menjalar kemana-mana, wajah mereka yang semakin dekat dan berciuman. Belum lagi sesuatu yang jauh lebih intim yang tidak bisa dibayangkan oleh Dante membuat napasnya menjadi sesak.
“Kau baik-baik saja?” tanya Katarina mencoba membuyarkan lamunan Dante.
“Ehem!” Dante berdeham untuk mengatur emosinya. “Apalagi yang kau tahu tentang hubungan mereka?” tanya Dante lagi yang masih merasa penasaran.
“Bisa kau menepikan mobilnya dulu? Kita ada ditengah jalan. Maaf aku sedang mengandung. Aku harus menjaga bayiku!” ucap Katarina meringis.
Ucapan Katarina ini membuat Dante menelan salivanya, ‘Ck! Bodoh! Apa yang kupikirkan? Untuk maslaah sepele seperti ini aku hampir kehilangan kendali!’ bisiknya lagi didalam hati dan dia segera meminggirkan mobilnya dengan laju yang melambat menuju kerumah sakit.
“Lanjutkan ceritamu sambil aku menyetir.”
__ADS_1
‘Jeff ingin membunuhku! Karena aku mendatanginya keruang kerjanya dan menanyakan tentang wanita itu. Aku meminta penjelasan padanya.” ucap Katarina. “Intinya aku datang keruang kerjanya dan meminta penjelasan apapun.”
“Dan saat itu Jeff berusaha merayuku hingga aku pun akhirnya luluh tapi tiba-tiba dia memukul kepalaku. Aku berpikir bahwa aku akan mati saat itu juga. Pria itu….dia yang menyelamatkanku. Dia adalah orang kepercayaan suamiku, Jeff!”
Dante tersenyum getir, “Jadi dia sudah punya perasaan padamu sejak dulu dia menyimpannya lalu saat Jeff membuangmu lalu dia memungutmu, begitu?”
“Bukan seperti itu Tuan!”
“Lalu?”
“Dia membawaku keluar! Aku pikir dia akan melakukan apa yang diperintahkan Jeff untuk membuangku ke jurang karena saat itu kondisiku tidak baik. Tapi ternyata tidak! Dia mengobati luka tubuhku dan dia bukan orang sembarangan seperti yang anda pikirkan.” ujar Katarina.
Katarina terdiam sejeak tapi Dante tidak merespon perkataannya, dia tetap melajukan mobilnya bahkan Dante tidak bicara sepatah kata pun.
“Dia sudah banyak menolongku. Dia memberikan bantuan padaki. Dia membuatku sembuh dari luka dikepalaku dan memastikan keamananku. Hanya saja saat ini dia tidak bisa melakukannya karena ada pekerjaan tambahan. Dia bilang mungkin ini adalah syarat untuk mendapatkan Jeff! Dan dia mencoba mencari tempat aman dulu untukku!”
“Dia adalah seorang agen FBI! Jeff memang sudah lama menjadi target FBI beberapa tahun terakhir ini karena bisnis narkotikanya.”
‘FBI? Jadi Barack bekerjasama dengan agen FBI?’ hati Dante agak tidak yakin tapi, ‘Pantas saja pria tadi mengatakan dirinya bukanlah bawahan Barack dan Barack bukan atasannya. Mereka hanya dalam posisi yang sama sehingga mencoba untuk saling mendukung bukankah begitu?’
‘Kalau begitu, setelah pertarungan ini selesai kondisi Barack sama seperti kondisiku? Mereka akan menjadi musuh lagi? Aku tidak paham permainan apa yang sedang dilakukan anak itu.’ bisik hati Dante yang semakin dibuat penasara oleh Barack.
“Lanjutkan!” perintah Dante lagi.
“Jadi dia sudah lama ingin menangkap suamiku, maksudku Jeff Amadeo!”
“Tunggu….namanya Manuel?” tanya Dante.
“Iya...” Katarina menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Jadi pria bernama Manuel itu,dia memanfaatkan Barack untuk mendapatkan Jeff?”
“Mereka saling bekerja sama satu sama lain, mereka saling menolong! Mereka memiliki tujuan yang sama dan tidak bisa bergerak sendiri. Manuel pun agak kesulitan bergerak sedniri sehingga dalam waktu lima tahun terakhir ini dia menjadi ajudan kepercayaan tanpa berani bertindak.” ucap Katarina.
“Aku paham sekarang.” Dante mengangguk. ‘Itu seperti Anthony yang masuk kedalam rumahku kalau bukan karena Bella, aku pun tidak akan tahu kalau dia adalah pasukan federal anak itu pintar sekali. Dia pintar, kuat tapi sikapnya juga lembut.’ bisik hati Dante tersenyum.
“Lalu?” Dane melanjutkan bertanya sambil melajukan mobilnya mendekat kearah rumah sakit. Gerbang rumah sakit sudah terlihat sekarang.
“Tidak ada lagi yang ku tahu. Aku hanya disuruh untuk menjelaskan itu dan memintaku untuk mengantarmu ke tempat yang ditunjukkan di peta itu.”
“Ah! Aku akan mengurus ini.”
Dreeetttt dreetttt dreeeetttt…...ponselnya berbunyi disaat Dante sudah masuk ke parkiran rumah sakit. ‘Mau apalagi dia meneleponku?’ bisik hati Dante melihat nama penelepon dilayar ponselnya. “Ada apa kau meneleponku Nick?”
“Dante, aku mendapat pesan dari klien kita untuk transaksi dua minggu kedepan.”
“Apa yang di inginkannya?”
“Dia ingin memajukan waktu transaksi Dante! Dia bilang tidak ingin melakukan transaksi dua minggu lagi tapi dia ingin melakukannya dalam minggu ini. Besok! Bagaimana?” ucap Nick.
“Apa alasannya dia memajukan transaksi?” tanya Dante mengeryitkan alisnya.
“Aku juga tidak tahu. Dia hanya mengatakan melalui asisten pribadinya kalau dia ingin transaksinya dilakukan besok! Tempatnya akan dirubah sesuai dengan yang dia inginkan. Dia mengatakan tidak mau sampai terjadi kejadian seperti White!”
“Apa dia mencurigai kita?”
“Dia tidak bilang begitu dan aku rasa juga tidak! Dia hanya mencoba untuk melindungi orang-orangnya, dia tahu bahwa itu bukanlah perbuatanmu!”
__ADS_1