PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 377. MENGACAUKAN RENCANA


__ADS_3

‘Cih! Dia bahkan tidak memperhatikan wajahku! Padahal aku sudah merias diriku dan penampilanku pun bisa dibilang cantik! Aku tidak kalah dengan wanita murahan itu! Tapi kenapa dia tidak memandangku dan tidak memperhatikanku sama sekali?’ gumam Katarina didalam hatinya.


 


Hari ini Katarina sudah merepotkan semua orang dirumah Dante, dia meminta kepada pelayan pakaian yang bagus dan juga peralatan make-up. Sejujurnya Katarina adalah orang yang tidak suka dikalahkan! Dan saat ini dia merasa kalah dengan Bella karena urusan Jeff. Katarina merasa didalam hatinya sudah banyak berjasa pada Jeff yang malah lebih memilih Bella ketimbang dirinya.


 


Hal itu yang membuat Katarina begitu kesal dan menyimpan dendam pada Bella, apalagi dengan sikap Dante yang masih saja dingin padanya yang tidak disukai Katarina. Sedangkan Dante bersikap sangat manis pada Bella didepan Katarina.


“Apa kau tuli? Tidak bisa mendengar pertanyaanku hah?” Dante meninggikan intonasi suaranya.


 


“Kau ingin langsung pergi ke tempat tujuan?” tanya Katarina balik alih-alih menjawab.


“Aku tidak suka membuang waktuku! Katakan saja dimana tempat yang harus aku datangi?” ucap Dante mulai merasa resah mengingat waktu sudah semakin sempit. Matanya tajam menatap kejalan.


“Aku tidak akan mengatakannya!” ujar Katarina menantang. Dia ingin sedikit bermain-main.


 


Ciiiiit!!!!……...Dante menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


“Hhkkk! Apa kau tidak bisa hati-hati sedikit? Apa kau tidak tahu aku sedang hamil?” oceh Katarina melototi Dante yang membuat pria itu semakin geram dan mengcengkeram setir semakin erat.


“Kemana tempat yang harus kita tuju sekarang?” Dante kembali bertanya dengan penuh penenakan.


 


Pria itu paling tidak suka diganggu saat bekerja apalagi urusan-urusan yang tidak bermanfaat. Dia selalu fokus pada pekerjaannya dan mempunyai partner seperti Katarina sudah membuatnya sakit kepala. Tapi hanya wanita ini yang menjadi kunci ke tempat yang harus ditujunya.


 


“Hah! Kau harusnya memohon kepadaku. Aku yang tahu tempat yang ingin kau tuju! Tidak seharusnya kau bersikap seperti itu padaku! Bersikap manislah sedikit!” ujar Katarina bicara sesuka hatinya.


PLAAAKKKK

__ADS_1


“Ssshhhh…..” Katarina menatap nanar pada Dante karena dia sudah ditampar sebelum menyelesaikan perkataannya. Tamparan ringan Dante tidak sesakit tamparan kemarin tapi membuat hatinya sakit.


“Apa kau tidak bisa bersikap lembut sedikit pada wanita?” protes Katarina.


“Aku hanya lembut pada istriku saja! Cepat katakan kemana kita harus pergi sekarang!” tanya Dante lagi dengan kesal, akhirnya Katarina menunjuk kesatu arah sambil menggerutu didalam hatinya.


Bruuummmm!


Tanpa banyak bicara lagi, Dante melajukan mobilnya dengan cepat menuju kearah yang ditunjuk wanita itu. Membuat Katarina memutar bola matanya dan membuang wajahnya kesamping. ‘Tunggu dulu! Dia kan tidak tahu arah mana yang ingin aku tuju. Bahkan ketika aku menunjukkan jalur yang salahpun dia tidak protes.’ Katarina tersenyum sinis.


 


‘Maafkan aku Manuel! Bukan aku tidak mempedulikanmu dan tidak berterima kasih padamu! Tapi Dante berbeda, dia sangat hot dan seksi! Yang pasti aku punya ambisi besar untuk mendapatkannya! Aku tidak akan membiarkan wanita yang sudah merebut suamiku itu dan membuat suamiku berpaling dariku bisa bersenang-senang dengan Dante!’ gumam Katarina didalam hatinya.


 


Saat ini dia benar-benar sedang mencari masalah dengan mencoba bermain-main. ‘Peduli amat apa yang ada didalam gudang itu. Aku tidak tahu apa isinya. Mau terlambat atau tidak aku tetap tidak peduli. Tapi kalau aku bisa mendapatkan Dante dan bisa bersamanya dan membuat pria ini mencintaiku, ini akan jadi hukuman yang telak bagi Jeff! Aku tidak ingin suamiku itu mati dulu! Aku ingin dia melihat betapa Dante mencintaiku. Kau akan menyesal Jeff Amadeo brengsek!’


 


“Kekanan!” jawab Katarina tanpa peduli bahkan dia tidak melihat sedikitpun ke arah jalan itu. Alih-alih mengikuti semua instruksi yang diberikan Manuel padanya, Katarina malah dengan sengaja ingin mengacaukan semuanya agar dia tetap bisa berada disisi Dante.


 


‘Maafkan aku! Kau sangat seksi Manuel! Tapi kau masih kalah dengan Dante, yang pasti kau tidak punya kekuasaan seperti Dante! Dia sangat tampan dan menarik. Andaikan Dante tahu aku ini siapa dan aku bisa membantunya melakukan apa saja di benua Amerika, aku yakin sikapnya pasti akan berubah padaku.’ bisik hati Katarina penuh percaya diri.


 


Dia membawa Dante semakin jauh dari tempat yang seharusnya mereka tuju. Dan sayangnya tidak ada komunikasi antara Dante dengan Barack dan Manuel. Karena mereka sudah percaya dengan Katarina dan saat bersama dengan Manuel, Katarina tidak menunjukkan sikapnya seperti yang sekarang ini. Dia hanya menunjukkan kebencian pada Jeff bahkan dia mengatakan akan melakukan apapun untuk mengalahkan Jeff.


 


“Apa kau yakin ini jalurnya? Waktuku tinggal setengah jam lagi dan aku harus segera sampai ditempat itu.” tanya Dante setelah menempuh perjalanan lebih satu jam, akhirnya Dante merasa jika ada yang salah makanya dia bertanya kembali. Dia melirik Katarina dan menunjukkan sikap curiganya kali ini.


“Kau tidak tahu tempatnya. Aku pikir sebaiknya kau jalan saja ketempat tujuan kita.”


 

__ADS_1


Lalu Dante menghentikan mobilnya dan dia menatap nanar wanita disampingnya itu. “Katarina! Kau mempermainkanku? Kau tidak tahu kalau aku sedang dikejar waktu? Kemana arah tujuan yang sebenarnya?” dia kembali mencoba bertanya lagi.


“Jadi kau tahu kalau tujuannya salah? Lalu kenapa kau mengikuti petunjukku?”


PLAAAKKk


 


“Aaakkhhhh! Jangan jambak rambutku!” teriak Katarina kesakitan karena setelah wajahnya kembali ditampar Dante, pria itu yang sudah kesal pun menjambak rambut Katarina dengan kasar.


“Cepat katakan padaku dimana jalur yang sebenarnya? Kau tahu, aku harus pergi kesana! Kau jangan coba-coba mempermainkan aku.”


 


‘Barack sangat profesional, dia tahu apa yang harus dilakukannya dan saat dia sudah mengatakan aku harus pergi kesana tepat waktu itu artinya aku harus tiba disana tepat waktu! Kenapa dia harus menyusahkanku dengan menitipkan wanita ini?’ geram Dante didalam hatinya. Kali ini dia tidak bisa mengandalkan siapapun kecuali Katarina untuk menjukkan arah jalannya.


 


Tidak ada yang bisa digunakan Dante untuk menghubungi Barack karena dia hanya bisa menunggu hingga Barack yang menghubunginya. Hanya Katarina saja yang tahu lokasi tempatnya. 


“Aku akan membawamu kesana! Tapi dengan satu syarat.” ucap Kaatrina memicingkan matanya dia ingin menggunakan kesempatan ini untuk bernegosiasi dan mendapatkan keinginannya.


 


“Apa yang kau mau? Waktuku sudah hampir habis. Jangan buang waktuku terus!” Dante semakin gusar, ingin sekali dia mencekik wanita itu dan membunuhnya jika dia gagal.


“Permintaanku cukup sederhana Dante. Dan aku yakin kau sanggup memenuhinya.” jawab Katarina dengan senyum, dia tidak merasakan lagi sakit di pipinya dan bibirnya juga pelipis matanya yang berdarah akibat tamparan Dante. Saat ini dia memiliki keingina  terbesar yang ingin diwujudkannya menjadi kenyataan.


 


“Apa yang kau inginkan?” Dante sudah tidak sabar lagi menghadapi wanita ini.


“Kau harus menikah denganku dan tinggalkan Bella!” jawab Katarina dengan percaya diri,


BRAAKKK


“Aaaakkhhhh!” Katarina berteriak kesakitan sambil memegangi bagian belakang kepalanya. Dante membenturkan tubuhnya ke jendela mobil.

__ADS_1


__ADS_2