
“Kami tidak tahu tapi ada beberapa pelayan yang masuk kesana dan mereka sudah bukan manusia lagi.” kata Hans dengan nada cemas.
“Aku rasa aku bisa menghandlenya, Dante!” kata Barack dan dia menyakinkan Dante.
“Baiklah! Aku serahkan padamu.” Dante mengangguk.
“Tunggu dulu Dante! Kau tidak bisa pergi tanpa membawa persenjataan yang lengkap.”
Dante melihat senjata yang ada ditubuhnya lalu mengangguk. “Kalau begitu aku mengambilnya dulu. Kalian semua cepatlah masuk bunker!” perintah Dante. Lalu mereka semua pun berjalan menuju ke arah bunker lagi.
“Kenapa tadi kalian semua keluar?” tanya Dante saat mereka sudah berada di lift yang merupakan lift pertama yang digunakan Dante dari tempat latihan menuju ke bunker.
“Karena kami terpaksa keluar untuk menyelamatkan diri awalnya!”
“Apa dibunker masih ada android-android itu?” tanya Dante lagi.
“Kurasa sudah tidak ada!” Hans menjawab tapi dia pun tidak yakin.
“Siapa saja yang selamat segera bantu mereka! Dan kita akan bersihkan bangunan dulu!”
“Kau yakin Dante? Bukankah kau diburu waktu untuk mengejar Bella?” tanya Barack.
“Serahkan saja semua masalah disini kepada kami, yang penting sekarang kau harus segera mendapatkan Bella dan anakmu!” kata Barack.
“Iya benar yang dikatakan Barack itu, Dante!” Hans menimpali.
“Kami akan melakukan back up! Setelah kau mengirimkan koordinatmu kepada kami maka kami akan datang menemuimu Dante! Sekarang kau fokus saja menyelamatkan Bella dan Alex!”
Dante mengangguk. “Siapkan pasukan! Pastikan orang-orang kita bersih semua!” perintah Dante.
“Baiklah!” jawab mereka serempak.
‘Bella! Alex! Aku akan menyelamatkan kalian apapun caranya! Kau dan aku tidak akan membiarkan mereka merubahmu. Aku tidak akan membiarkan kau dan Alex jatuh ketangan Jeff!’ bisik hati Dante.
__ADS_1
Walaupun dia tidak tahu apakah dia bisa memenangkan pertarungan nanti atau tidak. Dan dia belum bisa menemukan kelemahan dari manusia android itu. Tapi Dante tidak punya pilihan lain kecuali mencari Bella dan Alex, dia pun sudah masuk kedalam bunker dan kembali mempersiapkan persenjataannya.
Dia mengganti pakaian dan menggunakan segala macam pelindung untuk leher dan seluruh tubuhnya termasuk bagian kepala. Dante menggunakan topi pelindung yang anti peluru. Pelindung itu akan melindunginya dari cairan serum.
“Kau pergi sendiri Dante?” Barack yang melihat Dante merapikan tubuhnya dan mempersiapkan persenjataan yang akan dibawanya.
“Ya! Aku titipkan semua yang ada disini Barack! Pastikan semuanya baik-baik saja!” kata Dante.
“Ya, koordinasikan dengan kami!” Barack memberikan ponsel kepada Dante. “Bawalah ini.”
“Terima kasih untuk ini.” ucap Dante mengambil ponsel dari Barack lalu memasukkan kesalah satu saku di jaket pelindung yang dipakainya.
“Jangan menggunakan telepati lagi! Atau apapun itu untuk berkomunikasi dengan kami. Kau bisa mati! Pakai saja ponsel ini, aku sudah memodifikasinya sehingga aman!” kata Barack memicingkan matanya menatap Dante, “Dan setelah semua ini selesai aku akan melakukan operasi, Dante! Untuk kita semuanya untuk mengeluarkan chip dari tubuh kita!”
“Ya kau benar Barack! Chip ini harus segera dikeluarkan dari tubuh kita! Mungkin kita akan menggunakan cara lain yang lebih aman!” ujar Dante.
Barack tersenyum tipis dan mengangguk. “Aku sudah pikirkan hal itu! Jangan khawatir!”
Dante menepuk pundak Barack dan bertanya, “Kenapa kau memakai persenjataan lengkap Barack?”
“Aku titipkan semuanya! Aku mau memakai ini untuk keamanan!” Dante bicara dan melepaskan jam tangannya dan memindahkannya kesatu sisi tangan yang lain. Lalu dia menyiapkan pena yang ada ditangan untuk ditusukkan kedalam hologramnya.
“Apa kau akan pergi sekarang?” Anthony berjalan mendekati Dante.
“Iya, aku pergi sekarang.” jawab Dante. Dia melihat pada Anthony sambil mengeryitkan dahinya. “Kau lama sekali? Sedang apa tadi?”
“Ah, aku mengambil perlengkapanku untuk berjaga-jaga kalau android itu datang lagi maka aku sudah siap menyerang mereka.” jawab Anthony.
“Baguslah! Aku bersyukur kau tidak kenapa-napa.”
“Mereka tidak akan bisa membunuhku dengan mudah karena aku adalah putra dari Mateo Sebastian!” ucap Anthony dengan bangga. Kata-kata itu membuat Dante tersenyum pada adiknya.
“Henry juga memintamu untuk berkoordinasi.” Manuel bicara sambil mendekat.
__ADS_1
“Kau juga sudah siap siaga?” tanya Dante menatap mereka yang sudah bersenjata lengkap.
Manuel tersenyum dan mengangguk, “Kami semua sudah siap untuk berperang Dante!”
“Baguslah! Kalian harus saling tolong menolong disini! Jangan pikirkan tentang rumahku yang hancur, aku sudah mengasuransikannya.” ujar Dante.
“Ada tadi yang bertanya tentang itu Dante!” ucap Barack sedikit meringis.
“Ya sudah aku pergi!” kata Dante terkekeh.
(Sesaat sebelum Dante datang)
“Selamat datang Bella! Aku sudah menanti kedatanganmu selama beberapa bulan!” sapaan yang diterima Bella ketika dia memasuki sebuah ruangan yang seperti ruang kerja.
“Jeff! Aku tidak mengerti kenapa kau membawaku kesini? Apa kau yang menyuruh orang menculikku dan anakku?” tanya Bella yang terus menggendong Alex.
Dia dari tadi tidak mau melepaskan Alex yang masih memeluknya erat-erat.
“Hei Bella ku sayang! Apa kau lupa, kau sendiri yang memintaku untuk menjemputmu bukan?” Jeff mencoba mengingatkan.
Tapi kemudian Bella menggelengkan kepalanya, “Aku rasa Dante suamiku sudah memberitahumu kalau aku tidak membutuhkanmu lagi! Kondisinya sekarang sudah berubah Jeff! Aku sudah menikah dan memiliki anak!”
“Bella! Kau tahu pengorbananku untuk menyelamatkanmu, membawamu kepadaku sudah mengorbankan rencanaku seumur hidup?” Jeff berdiri dan dia berjalan menghampiri Bella yang membuat wanita itu memegang erat tubuh Alex. Bella sebagai seorang ibu memiliki insting untuk menjaga dan melindungi putranya.
“Aku berencana untuk membuat satu tatanan dunia baru! Dibawah kekuasaanku. Tapi sebenarnya tidak sekarang karena aku juga belum tahu seberapa kuat pasukanku! Aku belum tahu kelebihan dan kekurangannya.” ucap Jeff yang kini diam sejenak sambil berdiri tegak dihadapan Bella dan bersidekap. Dia menatap tajam pada Bella yang terlihat sangat melindungi Alex.
‘Benarkah dia Jeff? Kenapa aku melihatnya bukan seperti Jeff? Apa ini hanya permainan komputer?’ Bella tidak mengerti tapi dia berusaha untuk tetap fokus pada keadaan. Bella tidak mengatakan apapun pada Jeff.
Bella tidak bicara apapun, dia hannya memperhatikan Jeff dengan hati-hati dan tetap melindungi putranya. Hingga akhirnya Jeff pun bicara lagi.
“Kau tahu Bella! Aku terpaksa memulainya lebih awal karena aku ingin menyelamatkanmu! Aku jadikan kekuatan terbesarku ini untuk menyelamatkanmu!” ujar Jeff mengatakan yang sejujurnya.
Kalau dia tidak menyebarkan androidnya sekarang juga maka dia tidak akan pernah menang melawan Dante. Dia tidak punya kekuatan lain.
__ADS_1
Apalagi setelah dia pertimbangkan bahwa pasukan Dante memang memiliki strategi perang yang lebih jitu daripada pasukannya.
“Ehm…..tapi Jeff! Aku rasa Dante sudah memberitahumu kalau aku dan dia sudah menikah kan? Aku sudah tidak bisa lagi seperti dulu. Lagipula, Dante adalah cinta pertamaku!” kata Bella.