PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 89. TERTANGKAP BASAH


__ADS_3

FLASHBACK ON


Setelah Bella selesai mandi. “Aku harus cepat-cepat turun kebawah dan makan. Masakannya selalu enak dan bikin aku pengen nambah terus! Dia benar-benar akan memasak makanan untukku bukan? Ahhh senangnya! Akhirnya aku makan makanan bergizi buatan tangannya, saat masak didapur kami berdua polosan, aahhhh! Aku jangan pengen mengulangi kembali, tubuh bidangnya, bokongnya yang gempal dan padat, otot-ototnya dan roti sobeknya yang seksi! Merinding deh aku bikin pengen pagi-pagi begini hihihihi….aku akan jadi anak yang baik supaya bisa dapat hadiah darinya ketika kembali dari Indonesia! Dia kan sudah janji akan melakukannya bersamaku? Semoga adikku tidak apa-apa,” ucap Bella bersemangat melangkahkan kakinya turun kebawah.


‘Istrinya juga sudah turun duluan, lebih baik aku beri jarak deh,’ gumamnya. ‘Nah sekarang baru aku jalan! Tidak seru ada si mak lampir itu tapi tidak apa-apa deh! Aku bisa makan bersama pelayan tapi makanannya dia buat untukku,’ bisik hatinya. Tapi saat Bella berada diluar pintu ruang makan dia mendengar suara piring jatuh.


PRAANNNGGG


Bella refleks bersembunyi dan mengintip dan melirik kearah dapur.Matanya melotot tak percaya saat melihat apa yang baru saja terjadi. ‘Wanita itu tega sekali! Dia hampir mencelakai anaknya sendiri! Hampir saja Alex kena beling mana kakinya tidak pakai sandal pula. Aduh, dia sengaja melakukan itu? Dia sengaja menampik piring ditangan Alex sehingga piring itu jatuh? Aihhhh dia malah teriak-teriak sendiri, apa maksudnya melakukan itu?’ bisik Bella dalam hatinya tanpa ada yang menyadari kehadiran Bella disana yang sudah melihat semuanya.


Dante yang sama sekali tidak tahu kalau Bella sudah datang dan tak tahu perbuatan istrinya. ‘Ah aku paham! Dia tidak mau aku memakan makanan itu!’ ujar Bella ketika melihat Dante mengambil piring yang disiapkan untuknya. ‘Duh aku lapar sekali! Aku sudah menunggu makanan itu dari tadi, aku sudah bersemangat untuk makan itu! Pufff  mungkin aku tidak akan pernah dapat makanan itu lagi. Sudahlah!’ meskipun dia merasa sedih, dia hanya melihat makanan itu dari kejauhan sambil menelan ludah.


“Hei kau sedang apa?”


“Sssstttt kau mengangetkanku saja!” kata Bella. ‘Jangan berisik! Aku sedang mengintip”


“Mengintip tuan dan nyonya?”


“Ya Anthony! Aku memang mengintip mereka karena tadi Tuan sudah janji padaku kalau dia akan memasakkan satu piring untukku tapi piring itu pecah, makananku terbuang!” bisik Bella pada pelayan bernama Anthony itu.


“Oh jadi kau belum makan? Dibelakang banyak makanan, kau bisa makan disana. Aku akan menemanimu kalau kau malu dengan pelayan lain karena kau masih baru disini.”


“Tidak eprlu!” jawabnya cepat.


“Bella, setahuku Tuan tidak pernah menyiapkan makanan untuk orang lain kecuali untuk istri dan anaknya. Apa karena kau pengasuh anaknya makanya dia sengaja menyamakan makananmu dengan makanan anaknya?”


“Mungkin! Ya mungkin begitu!” kata Bella menundukkan kepala.


‘Tapi sebenarnya kan dia memang memasakkan itu karena dia tahu aku suka. Kau tega sekali padaku! Apa yang dikatakan istrimu sehingga kau menghabiskan makanan yang sudah kau pisahkan untukku? Aku tidak akan percaya lagi kalau kau akan memasakkan makanan untukku Itu takkan mungkin selama istrimu tahu, iyakan?’ bisik hati Bella yang membuatnya menitikkan airmata dan cepat dihapusnya.


Anthony yang melihat perilaku Bella pun merasa aneh, ‘Kenapa dia menangis? Ada apa sebenarnya?’


“Kau mau makan dibelakang?” tanya Anthony lagi.


“Tidak.” kata Bella menggelengkan kepala. “Aku makan nanti saja! Kau pergilah dari sini, aku tidak mau mereka tahu kita mengintip nanti bahaya untukmu!” ujar Bella mengedipkan satu mata.


“Lalu apa yang akan kau lakukan? Aku rasa mereka tidak suka kalau tahu kau mengintip.”


“Aku akan naik kelantai atas, nanti aku akan turun saat mereka sudah selesai makan. Jadi pura-pura saja kalau aku belum datang kesini.” kata Bella menjelaskan rencananya pada Anthony.


“Kau pintar sekali!”

__ADS_1


“Ya sudah ya aku naik dulu!”


Bella mengendap-endap naik kelantai atas dan Anthony pun kembali melanjutkan pekerjaannya. Bahkan Bella membuka sepatunya supaya tidak terdengar suara langkahnya.


FLASHBACK OFF


“Baiklah. Dimana sepedamu biar kuambilkan.”


“Aku tidak tahu.” jawab Alex polos.


“Kau tidak tahu dimana menyimpannya?” Bella bertanya lagi dan dijawab dengan anggukkan oleh Alex. Akhirnya Bella pun celingak celinguk sebentar mencari sepeda.


“Bella kau cari apa?”


“Hei Anthony! Aku mencari sepeda Alex. Apa kau tahu dimana sepeda itu disimpan?”


“Oh sepeda Tuan Alex ya. Tunggu sebentar biar kuambilkan.” kata Anthony lalu bergegas pergi.


“Huh! Aku lapas sekali tapi aku tak mau makan. Aku mau main sepeda saja!” kata Bella dengans senyum diwajahnya sebelum Anthony pergi.


“Tunggulah disini sebentar ya.” tak sampai satu menit Anthony sudah kembali dengan sepeda dan piring ditangannya.


“Kau bawa apa itu?” tanya Bella.


“Baunya membuatku lapar.”


“Kau mau?” tanya Anthony.


“Tapi aku sedang bermain dengan Alex, bagaimana aku bisa makan.”


“Biar aku saja yang menjaganya dan kau makan saja dulu.”


“Dia tidak akan mau katanya dia mau main sepeda dengaku. Lagian aku juga tidak terlalu lapar.” kilah Bella berbohong padahal dia merasa lapar sejak tadi malam.


“Begini saja, bagaimana kalau aku pegang makanannya dan kau buka mulut saja.”


“Sebentar!” Bella masih belum merespon hanya menatap Anthony dan sibuk main sepeda dengan Alex.


“Bellam dorongnya yang kencang ya!”


“Nanti kau terbang kalau kencang-kencang.” kata Bella.

__ADS_1


“Yeayyy aku senang bermain denganmu.” ujar Alex yang merasa puas karena Bella menuruti semua yang diinginkannya.


‘Demi Sarah dan masa depanku tidak apa-apalah aku main dulu dengannya. Biar agak jelas dikit kerjaanku.’ ucapnya di hati.


Pada saat bersamaan, Dante yang bergegas keluar dari kamarnya dan buru-buru turun kelantai dasar untuk membuatkan makanan untuk Bella. Tapi saat dia masih ditangga, dia mendengar suara.


“Sepertinya Tuan Muda Alex senang sekali bermain denganmu, Bella.”


“Ya sepertinya begitu, Anthony! Aku juga senang bermain dengannya.”


“Ha ha ha ha ha….begini saja kau kan belum makan, bagaimana kalau kau bermain dengan Alex sambil makan. Aku akan menyuapimu,ayo buka mulutmu!”


“Ah...kau memaksaku terus! Tapi...baiklah! Aaaa…..”


“Nah begini lebih baik, kau bisa makan sambil bermain dengan Tuan Alex.”


“Kau baik sekali Anthony!” puji Bella dengan tulus.


“Aku bersikap baik tidak pada sembarang orang.” sengaja Anthony menjawab seperti itu.


“Maksudmu?”


“Untuk gadis cantik sepertimu ya sudah pastilah aku baik.”


“Kalau aku jelek bagaimana?”


“Aku laki-laki normal. Aku suka sama yang cantik-cantik saja.”


“Ha ha ha ha kau ini lucu juga ya. Menyenangkan bicara denganmu aku jadi punya hiburan ditempat ini. Terimakasih ya.” kata Bella jujur.


“Aku juga senang bisa mengobrol denganmu. Sekarang buka mulutmu.”


“Aaaaa…..”


“Bella! Kenapa kau tidak memandikan Alex!” teriak Dante.


‘Mati aku! Kenapa dia muncul tiba-tiba disini? Bukannya tadi dia sudah pergi dengan istrinya ya? Aduh gimana ini? Aku ketahuan membawa anaknya main sepeda bukannya mandi,’ gumam hati Bella dan satu bulatan daging barbeque langsung ditelannya tanpa sempat dikunyah.


“Tuan!”


“Apa kau tidak pernah mengerti perintahku untuk memandikan Alex, bukan main sepeda.”

__ADS_1


“Emm...aku….” Bella tidak melanjutkan ucapannya, dia justru mendekati Anthony dan berbisik, “Kau pergilah dari sini.” sambil menyikut lengannya dan memberi kode dengan matanya untuk pergi.


 


__ADS_2