
Dante sudah berjalan mendekat kearah senjata rahasia khas Jepang yaitu samurai. Senjata itu selalu membuat Dante merasa sakit ketika memandangnya, dia merasakan perih dan terluka hatinya dan selalu terbayang pada seseorang yang selalu merawat senjata itu.
“Dua puluh tujuh tahun, kau sendiri kau kehilangan pemilikmu! Tidak ada yang menyayangimu sama seperti pemilikmu dulu! Fuuh!”
Dante mengeluh sambil membuka sarung pembungkus samurai itu, “Ini adalah senjata kesukaan daddy ku! Dia sangat mahir menggunakan samurai ini. Aku sangat kagum setiap kali melihat daddy menggunakan samurai ini. Daddy sudah berjanji padaku akan mengajarkanku memainkan senjata ini. Tapi ternyata janji itu hanyalah sekedar janji karena kau sduah mengambil daddyku.”
Dante tersenyum sinis, “Dan karena kau, dia tidak bisa lagi menggunakan samurainya! Dia tidak bisa lagi menunjukkan kehebatannya dihadapanku! Aku juga tidak pernah menggunakan samurai ini sebelumnya. Aku sengaja menaruhnya disini karena aku akan menggunakannya suatu hari nanti untuk membunuhmu! Dan hari ini aku bisa mewujudkan janjiku pada daddy ku.”
“Aku sudah berjanji pada daddy bahwa aku akan membunuh orang yang telah membunuhnya. Robert Kane! Aku akan mencincang tubuhmu menjadi seratus bagian. Aku tidak peduli mana otakmu, mana kakimu atau tangan dan jarimu! Isi perutmu dan bagian tubuhmu yang lain! Aku tidak peduli! Semuanya akan kupotong-potong dan akan kuberikan menjadi santapan serigala lapar di hutan.”
Dante menatap mayat yang tergeletak dilantai setelah dia selesai bicara dan mengambil samurainya.
SLASHHH!
Dante baru saja memotong tubuh itu menjadi dua bagian diatas pusar dan dibawahnya. Benar-benar hanya dalam satu kali ayunan samurai itu sudah memotong tubuh Robert Kane menjadi dua bagian. Benda itu sangat tajam karena Dante merawatnya dengan baik.
Selama ini dia tidak pernah menggunakan samurai itu. Dia memang sengaja menyiapkannya untuk sesuatu yang spesial seperti sekarang ini! Ada kepuasan didalam hatinya ketika dia melakukannya.
‘Daddy! Dialah orang yang telah membunuhmu dan memisahkan kita dan saat ini lihatlah bagaimana aku memisahkan tubuhnya!’ ucap Dante dengan marah.
Dia merasa sedikit lega karena sudah berhasil mendapatkan orang yang selama ini menjadi mimpi buruk baginya. Lalu Dante mantap wajah yang sudah tidak bernyawa itu lagi.
“Bahkan dengan mudah aku memotong tulang belakangmu dan kau tak lagi bisa bicara sombong padaku, bukan?” Dante memicingkan matanya dan senyum diwajahnya menunjukkan kelegaan.
“Kurang setia apa daddy ku padamu? Hmmm? Kurang baik apa dia memperlakukanmu sebagai teman dan rekan kerjanya?” Dante memekik dengan marah.
__ADS_1
“Asal kau tahu, aku membaca buku catatan daddy ku. Dia sangat loyal pada pekerjaannya! Dia mengutamakan semuanya untuk pekerjaannya. Tapi apa yang kau lakukan padanya hah?”
“Kau mengkhianatinya! Kau menghancurkannya! Kau hancurkan karirnya dan kau hancurkan impiannya! Daddy ku bukanlah seorang penjahat yang ingin mencelakai siapapun. Dia juga bukan seorang mafia dan dia juga bukan seorang buronan seperti fitnah yang kau sebarkan selama ini.”
SLASSHHHHH
Dalam sekali tebas Dante sudah memotong tangan kanan Robert Kane. “Aku tidak tahu apakah orang mati masih bisa merasakan sakit? Kalau masih bisa, semoga kau merasakan apa yang baru saja kuperbuat! Tidak terlalu menyakitkan bagimu? Karena yang lebih menyakitkan adalah tinggal dan hidup sendirian tanpa orang tua selama lebih dua puluh tujuh tahun!”
“Saat itu aku berusia tujuh tahun tapi kau sudah mengambil orang tuaku! Kau sudah mengambil adikku yang masih bayi. Aku tidak tahu apa yang kau lakukan padanya. Tapi sebaik apapun kau padanya, aku tidak yakin kalau kau tidak melakukan hal buruk pada adikku!”
SLAASSHHH
Dante bicara sambil memotong tangan kiri Robert Kane. Dia memang tidak percaya dengan semua perkataan Anthony. Apalagi sepertinya Anthony menutupi banyak hal dari Dante, ini membuat pria itu semakin kesal sendiri.
Dante tersenyum sinis dan berkata lagi, “Bagaimanapun dia adalah adikku dan aku akan selalu melindunginya.” Dante pun kembali menggerakan samurainya memotong bagian tubuh Robert Kane yang lainnya.
SLAASSSHHHH
Dia memotong kepala sehinga memisahkan bagian tubuh dan kepala. “Fuuuhh! Aku salah, harusnya aku memisahkan kepalamu lebih dulu. Karena semua pikiran jahatmu ada disana.”
Dante menatap mata yang sudah tidak bernyawa itu. Pandangannya masih nanar dan dia masih tidak menyukai pria yang sudah jadi mayat itu. Walaupun nyawa Robert Kane sudah lenyap tapi semua dendam dan kemarahan Dante pada pria itu masih belum hilang.
“Mungkin semua perbuatanku ini terlihat mengerikan. Tapi apakah kau bisa membayangkan bagaimana sakitnya dan begitu mengerikannya perasaan hati daddy ku karena perbuatanmu?”
Mata Dante berkaca-kaca, “Aku bisa membayangkan bagaimana daddy ku meregang nyawa dengan semua rasa kecewanya karena tidak bisa menyelamatkan istrinya.” Dante memekik dengan perasaan yang sangat marah.
__ADS_1
“Kau pantas menerima perlakuanku ini!” Lalu Dante diam sejenak sambil memandang keatas menahan airmatanya.
Ketika pikirannya kembali membawanya pada masa-masa dimana dia baru saja mendapatkan kabar tentang kematian orang tuanya. “Ini semua kesalahanmu! Kau yang membuat dirimu sendiri mengalami nasib buruk seperti ini. Aku yakin orang tuamu melahirkanmu dengan penuh kasih sayang tapi mereka tidak akan pernah menyangka kalau anaknya menjadi orang yang sangat jahat.”
“Dan semua ini adalah kesalahanmu. Seorang yang sudah dewasa bisa berpikir apakah perbuatannya baik atau buruk! Jadi jangan salahkan aku jika aku mengakhiri hidupmu dan memotong-motong tubuhmu seperti ini! Orang jahat sepertimu yang sudah membunuh banyak orang tidak pantas mendapatkan pemakaman yang layak!”
“Dante hentikaaannnn!”
“Kenapa kau datang kemari?” tanya Dante tanpa menatap kebelakang kearah sumber suara.
“Karena aku ingin menghentikan perbuatanmu ini! Oh ayolah Dante.” bujuk Anthony.
Saat ini Dante baru saja hendak mengayunkan kembali samurainya untuk memisahkan kaki Robert Kane. Namun karena teriakan Anthony maka dia pun menghentikannya.
“Aku menyuruhmu tetap diatas. Kenapa kau turun?” Dante masih tidak menatap adiknya. Dia sudah tidak sabar mencincang habis tubuh Robert Kane. Tapi Anthony malah menghentikannya.
“Sulit sekali aku bicara denganmu! Tidak bisakah kau mendengarku untuk tidak membunuhnya dulu, Dante?” ujar Anthony sambil berjalan menghampiri Dante.
“Aku tidak membunuhnya! Aku melakukan ini secara refleks dari tindakan yang dia lakukan. Aku tidak akan melakukan ini kalau dia tidak memancingku duluan.” Dante bicara sambil menatap Anthony yang sudah berada didekatnya.
“Tapi aku sudah bilang padamu aku berhutang nyawa padanya. Setidaknya dia membiarkanku hidup dan merawatku selama ini.” Anthony masih bersikukuh dengan pernyataan pertamanya.
“Dia sudah mendapatkan imbalannya! Semua yang telah kau lakukan untuknya itu adalah imbalan terbaik untuknya. Kau tidak punya hutang budi apapun lagi padanya.” Dante bicara dan menekan tombol perekam suaranya.
“Dengarkan ini baik-baik Anthony! Kau akan mengerti,”
__ADS_1