
“Itu yang kau lihat dimatamu Dante! Siapa yang mengatakan padamu kalau White sudah meninggal?”
“Tentu saja! Memang seperti apa yang harus aku lihat? Nick juga mengatakan hal yang sama padaku.”
Barack bukannya mengatakan sesuatu tapi dia malah tertawa.
“Apa yang kau tertawakan? Memangnya ada yang lucu dengan perkataanku?” tanya Dante kesal.
“Demi Tuhan! Dante, saat ini hatiku masih sakit dan marah. Aku kesal sekali karena rencana yang aku buat berantakan dan White meninggal! Sejujurnya saat kejadian itu aku sudah memodifikasi keadaannya. Aku sudah mencari tahu kendaraan yang dipakai White dan dengan bantuan pasukan FBI, rekanku Manuel.” ucap Barack mulai menjelaskan.
“Kami mencoba mengganti kendaraan itu dengan kendaraan yang sudah kami siapkan. Walaupun model mobilnya dan plat nomornya terlihat sama tetapi mobil White yang asli sudah kami bawa pergi. Yang ada disana adalah mobil buatan kami! Mobil itu sudah diatur sedemikian rupa, seandainya White masuk melalui jok belakang mobil, ada sekat antara jok belakang dengan bagasi. Sekat itu anti api, Dante! Jadi White sebenarnya masuk kedalam bagasi mobil melalui sekat pemisah jok belakang itu.”
“Tunggu dulu! Tapi ada potongan tubuh yang ditemukan disana?” tanya Dante mencoba mencerna.
“Itu anak buah Jeff yang ada didalam mobil itu. Dia menangkap basah kami sehingga kami terpaksa membunuhnya terlebih dulu! Manuel memberikan topeng wajah yang mirip dengan White. Seandainya kau perhatikan saat setelah kejadian selesai, pasukan FBI langsung menguasai tempat itu supaya tidak ketahuan kalau mayat itu bukan White! Itu semua sudah diatur oleh Manuel.”
“Oke. Jadi kau yang menyuruh White untuk masuk kedalam sana bersama dengan ajudannya dan tiba-tiba mobil meledak! Jadi semua orang mengira White dan ajudannya sudah tewas ditempat?” Dante pun mulai memahami apa yang sebenarnya terjadi waktu itu.
“Iya Dante! Dan memang bagasinya terlontar jauh, kami sudah mempertimbangkan hal itu. Karena itulah Nick tidak melihatnya. Itu terjadi hanya dalam waktu beberapa detik saja. Aku yakin saat itu mungkin Nick sedang melihat kearah lain makanya dia tidak melihat gerakan dari bagasi mobil itu.”
__ADS_1
“Oh jadi itu yang kau lakukan? Tapi gara-gara itu situasi jadi semakin memanas.” ujar Dante yang merasa kesal. ‘Dasar anak bodoh! Kenapa dia tidak menjelaskan padaku sejak awal? Harusnya dia menjelaskan padaku, bukannya mengirim wanita itu padaku! Semakin gila aku menghadapi permainan yang dimainkan oleh Barack.’ bisik hati Dante.
Dia sangat geram dengan situasi sekarang ini, sehingga tanpa sadar dia berjalan mondar mandir naik turun tangga. Yang dia kesalkan karena semua menyangka dia yang membunuh White, andai dia tahu sejak awal maka dia bisa membuktikan pada dunia kalau bukan pihaknya yang salah.
“Iya Dante! Kami memang sengaja melakukan itu agar Jeff percaya padaku dan dengan bantuan Manuel yang menyusun rencana itu. Aku juga sudah memberitahu White kondisinya seperti apa. Kenapa dia harus menunggu ditempat dimana kau akan menjemputnya.”
“Memangnya kau mau menyuruhku pergi kemana?” tanya Dante.
“Gudang persenjataanmu, Dante! Aku sengaja melakukan itu karena aku ingin meledakkan gudang persenjataan itu. Dan aku ingin mengembalikan White dengan menaruhnya disana! Jadi kau menemuinya dan saat itu Jeff akan berpikir bahwa semua gudang senjatmu sudah musnah! Aku yakin setelah dia mendapatkan berita ini, Jeff akan melakukan penyerangan.”
“Dan saat dia melakukan penyerangan, aku yang akan menghabisinya! Seperti itulah rencana yang aku susun tapi sekarang kondisinya sudah berubah! Dia tahu kalau gudang itu sudah hancur, tapi aku tidak bisa mengembalikan White! Aku melihat ada dua mayat disana!” kata Barack lagi dengan suara pelan.
“Iya, aku sangat yain Dante!” suara Barack pun melemah.
“Kenapa kau mengirim wanita itu, Barack? Kejadian ini tidak akan terjadi jika bukan karena wanita itu! Kau bermain-main terlalu jauh, cara kerja kita bukan seperti ini, Barack!” ada nada kecewa didalam suara Dante.
“Dan satu hal lagi. Kenapa kau bekerjasama dengan FBI? Apa kau belum cukup mendengar ceritaku kalau ayahku di khianati oelh orang-orang itu? Mereka itu seperti lintah, Barack! Tidak ada kejujuran pada mereka dan mereka juga saling menjatuhkan satu sama lain! Kau tidak bisa percaya pada mereka!” ujar Dante penuh penekanan.
__ADS_1
“Maafkan aku Dante! Tapi aku tidak punya kesempatan untuk berkomunikasi denganmu. Karena itulah aku menyusun rencana ini lebih dulu dengan Manuel! Aku melihatnya seorang yang jujur dan dia memang ingin membantuku. Dia juga memiliki misi lain dan kami berusaha saling mendukung tapi aku akan berhati-hati supaya semua yang kau katakan tadi tidak akan terjadi padaku.”
‘Fuuuhhh! Benar kata Henry bahwa Dante bukan orang yang percaya pada FBI. Untung saja aku menurut pada saran Henry dan tidak asal bicara pada Dante! Aku harus mengingatkan Hans soal ini agar dia tidak bicara macam-macam dulu pada Dante tentang Henry,’ bisik hati Barack.
Sebenarnya Barack bisa saja langsung bicara dengan Dante menggunakan bantuan Manuel dan juga dia bisa bicara pada Henry. tapi saat itu dia merasa belum tenang kalau harus memberitahukan tentang jati dirinya kepada Dante. Henry takut akan ada kesalahpahaman apalagi Dante kala itu sedang berada di Indonesia sehingga Barack mencari cara lainnya.
“Barack! Caramu ini salah! Seharusnya kau bicarakan dulu denganku. Jangan hanya mempercayai satu orang saja! Aku menunggumu selama ini. Aku tidak tahu harus kemana menghubungimu dan itu yang membuatku frustasi! Aku tidak bisa bekerja seperti ini Barack! Kau juga harus memahami satu hal. Kita ini tim kerja tidak ada yang paling hebat diantara kita!”
“Didalam tim kerja kita, kita menerapkan cara kerja sebagai tim! Kita semua bekerja sama dan masing-masing orang memiliki keunggulannya sendiri dalam bidang yang berbeda. Dan itu harus digunakan untuk memperkuat tim. Kau tidak melupakan kata-kataku ini, kan?” Dante mencoba bicara dari hati ke hati dengan Barack karena dia sudah lelah.
Dimata Dante, semua permainan ini bukan cara kerjanya. Dan permainan Barack itu sangat melelahkan. Setelah mendengar perkataan Dante, akhirnya Barack pun terdiam tak mampu berkata-kata lagi. Karena semua yang dikatakan Dante itu benar adanya, selama ini mereka bekerja bersama-sama tidak ada yang bekerja sendiri dan bermain-main sendiri seperti yang dilakukan Barack.
“Maafkan aku Dante! Kau benar, sepertinya aku terlalu menikmati dan hanyut dalam permainan ini sehingga aku melupakan semuanya dan bahkan aku membuat teka teki padamu! Aku sebenarnya hanya ingin menitipkan Katarina, tapi terlintas dalam pikiranku untuk memberikan kodenya pada wanita itu. Ini sebenarnya untuk mempermudah semuanya.” ujar Barack lalu berhenti sejenak menarik napas.
“Aku awalnya berpikir dengan bantuan Katarina maka aku tidak akan perlu menjelaskan apapun padamu dan kau akan datang ke tempat itu untuk membebaskan White! Tapi ternyata aku malah membuat kesalahan besar, aku sudah membicarakan masalah ini dengan Manuel dan dia mendukung rencanaku itu.”
“Tadinya kami mengira dengan cara ini maka Katarina juga akan berguna untukmu. Jadi dia tidak hanya menumpang tinggal sementara disaat kami disini bisa terus membawa dan menyembunyikannya. Hingga waktunya tiba, kami bisa dengan mudah menghancurkan Jeff dengan bantuan Katarina.”
__ADS_1
Barack menjelaskan panjang lebar dan mulai berpikir, ‘Dante memang benar. Aku ke kanak-kanakan dan terlalu banyak bermain-main. Aku membuat rencana sedniri yang hanya ada dikepalaku dan tidak mengkoordinasikan dengan tim-ku. Inilah kesalahanku yang paling fatal dan aku telah mengorbankan nyawa orang yang paling penting didalam hidupku.’ ujar Barack didalam hatinya yang merasa bersalah.