PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 38. ANAK SIAPA ALEX?


__ADS_3

“Kau berinisiatif sendiri?” Eddie mencecarnya dengan pertanyaan.


“Hmmm…..apa kalian lupa kalau Dante tidak pernah menghukum seseorang secara langsung? Jadi aku hanya berjaga-jaga saja jika seandainya dibutuhkan. Ternyata benar firasatku.” Nick tersenyum lalu melirik kedua sahabatnya. “Siapa yang akan menyupir?” ujarnya sambil mengangkat kunci ditangan.


“Aku!’ Eddie bicara sambil mengangkat tangan. “Nick! Ceritakan apa penilaianmu tentang semua ini?”


“Apa kalian mengingat kejadian empat tahun lalu?” Nick mulai bicara.


“Kejadian apa?” tanya Eddie kemudian. Dia tidak terlalu mengingat kejadian empat tahun lalu dan mulai mencoba untuk mengingat.


“Saat Dante meminta kita untuk tidak mengganggunya selama satu tahun! Apa kau lupa soal itu? Masa itu kita semua kewalahan menangani semua pekerjaan dilapangan karena dia tidak ada.” Nick kembali mencoba mengingatkan kedua sahabatnya sambil menghempaskan tubuh di jok mobil.


“Ah itu!” Eddie mengingat lalu mengangguk-anggukkan kepala.


“Memang kenapa? Apa ada sesuatu disana?” Hans meminta penjelasan sambil ekor matanya melirik Nick.


“Setahuku dia pergi ke Itali dan dia tinggal disana selama satu tahun.” Nick menoleh ke sebelah kanannya dimana Hans duduk lalu melirik ke spion tengah untuk melihat Eddie yang tengah menyetir.


“Oh peristiwa itu! Aku ingat waktu itu Dante memang bilang kalau dia tidak ingin diganggu selama satu tahun dan dia mengerjakan semua pekerjaan dari Itali. Masa itu dia hanya memberikan perintah pada kita apa yang harus dikerjakan. Saat itu dia juga tidak mau bertemu dengan kita.” kata Hans.


“Dan ada satu hal lagi, sejak itu ketika Dante kembali, dia tidak mau lagi minum terlalu banyak. Hanya icip-icip saja.” ujar Nick melanjutkan ucapan Hans.


“Ya...ya kau benar. Setelah kembali dia juga membatasi kita untuk bermain dengan perempuan.” Eddie juga mengingat kelakuan Dante yang berbeda pada saat itu.


“Saat berkumpul bersama kita, dia tidak ingin kembali kerumah diatas jam sembilan malam. Apa ada kejadian disana yang berhubungan dengan ini?” Hans bertanya pada Nick.


“Aku tidak tahu tapi aku curiga, mungkin saja ada hubungannya.” jawab Nick sesuai dengan isi hatinya.


“Tapi memang Dante benar-benar membawa gadis itu! Tapi kurasa Tatiana tidak tahu tentang keberadaan gadis itu yang sekarang bersama Dante.” ujar Hans tanpa sadar.


“Apa kau bertemu dengannya, Hans?” tanya Nick mengeryitkan dahi.

__ADS_1


“Tentu saja! Aku datang ke penthouse Dante dan aku melihat gadis itu ada disana!”


“Berarti benar, ada sesuatu diantara Dante dan wanita bernama Bella itu! Pantas saja ketika didalam ruangan itu dia melarangku menyentuh Bella!” celetuk Eddie.


“Apa mungkin Dante jatuh cinta setelah pertemuan malam itu?” pertanyaan Hans membuat Nick dan Eddie meliriknya dengan ekspresi wajah yang menunjukkan kalau mereka sepikiran dengannya.


“Hei! Kenapa kalian malah menatapku seperti itu?” tanya Hans.


“Apa kau melihat Dante melakukan sesuatu bersama gadis itu?” Nick bertanya dengan semangat.


“Tidak ada! Aku hanya bertanya saja padanya kenapa dia ada disana. Lagipula kalau mereka melakukan sesuatu, sudah pasti tidak didepanku, iyakan?” kata Hans.


“Kau benar! Tapi sebaiknya kau berhati-hati jangan sembarangan bicara didepan Dante. Dia sangat mencintai istrinya dan putranya.” Nick mengingatkan.


“Lalu menurutmu kenapa dia menyimpan gadis itu, Nick?” tanya Hans.


“Bisakah kau menjelaskan padaku ada apa sebenarnya?” tanya Eddie dengan sedikit emosi dan menginjak pedal gas agak kencang.


“Hei apa kau tahu kemana kita akan pergi?”


“Sudah aku kirimkan!”jawab Nick spontan setelah mengirimkan alamat ke ponsel Eddie. Lalu Nick menoleh menatap Hans. “Apa kau ingat setelah kepergian Dante saat itu dia sudah memiliki seorang anak?” Nick bertanya sambil menyandarkan tubuhnya di jok.


“Ya aku ingat! Waktu itu dia pergi untuk ikut program pembuatan anak bersama Tatiana!” Hans menyeletuk.


“Aku tidak yakin kalau anak itu adalah anak Tatiana!” ucap Nick.


“Jadi maksudmu Alex itu bukan anak Dante dan Tatiana?” Hans kembali bertanya.


“Iya, aku rasa begitu. Alex bukanlah anak Tatiana. Apa kalian tidak melihat kalau anak itu sama sekali tidak mirip dengan Tatiana?” kata Nick menerka-nerka tapi penuh keyakinan dengan terkaannya.


“Aku tidak terlalu memperhatikan selama ini.” ujar Eddie.

__ADS_1


“Iya kau benar! Aku juga tidak melihat kemiripan anak itu dengan Tatiana tapi aku bisa melihat kemiripannya dengan Dante. Tapi sejujurnya aku juga baru sadar setelah kau mengatakannya. Bukankah seorang anak harusnya memiliki kemiripan dengan kedua orangtuanya?” Eddie yang sedang menyetir pun angkat bicara dan tanpa mereka sadari, untuk pertama kalinya mereka menggosipkan Dante.


“Iya aku setuju dengan Eddie. Anak itu mirip Dante tapi sama sekali tidak ada kemiripan dengan Tatiana.” Nick menganggukkan kepala tanda setuju.


“Apakah menurut kalian jika anak itu mungkin saja anak Dante dan Bella?” Eddie kini bertanya lagi sambil menengok ke belakang karena saat itu pas mobil berhenti dilampu merah.


“Aku tidak berani berspekulasi dan aku tidak berani mengatakan apa-apa sebelum Dante sendiri yang mengatakannya padaku.” Nick menimpali sambil menatap mata hijau Eddie. Pria itupun kembali menghadap stir.


“Jadi wanita itu yang selama ini dicari Dante?”


“Apa kau tahu sesuatu?” tanya Nick ketika mendengar gumaman Eddie dari depan.


“Aku tahu karena dia yang memintaku untuk mencarikan detektif ulung untuk mencarinya.” jawab Eddie.


“Benarkah?” Hans sedikit terkejut mendengar ucapan Eddie.


“Hmmm….tapi orang yang dicarinya itu bukan Bella tapi seorang gadis bernama Belinda Alexandra Amani!” jawab Eddie.


“Apakah menurutmu kita akan berada dalam masalah jika kita mencari tahu tentang hubungan Dante dan Bella? Apa kau dapat informasi tentang Belinda yang dicari Dante selama ini?” tanya Hans.


“Tidak, Hans!” Eddie menghembuskan napas. “Dante tidak akan melakukan apapun pada kita. Meskipun Dante tahu kalau kita mencoba mencari informasi tentangnya. Aku juga tidak menemukan apapun tentang gadis bernama Belinda Alexandra Amani itu.”


“Hmmm…..namanya ada kemiripan dengan Alex. Tapi banyak orang juga punya nama yang sama ataupun mirip, itu hal yang wajar.” ujar Nick.


“Apa kau tidak curiga saat Dante bertanya soal mencari detektif?” tanya Nick lagi yang penasaran.


“Dia selalu minta tolong padaku saat itu untuk mencarikan detektif, jelas aku tidak curiga karena kupikir mungkin dia butuh informasi tentang musuhnya atau semacamnya. Aku hanya ingin menolongnya saja dan dia juga tidak mau menceritakan apapun padaku saat itu. Jika sekarang dia masih belum mau menceritakannya mungkin dia belum yakin dengan perasaannya.” kata Eddie.


“Apakah Dante jatuh cinta pada gadis itu?”


“Aku tidak tahu. Tapi kalau aku memperhatikan dari cara Dante memandang Bella pada malam itu, aku tidak melihat kalau Dante mencintainya tapi aku lihat dia melindungi wanita itu. Atau apa mungkin Dante menyembunyikan perasaannya?” Nick kembali bertanya.

__ADS_1


“Aku tidak tahu, Nick! Yang jelas aku sangat kecewa karena Dante tidak mengijinkanku menyentuh Bella malam itu dan sekarang aku sudah mengerti dan tidak kesal lagi padanya. Menurutku sih Dante ingin memiliki wanita itu.” Eddie mencoba menyimpulkan sendiri.


“Sudahlah tak perlu dibahas lagi yang penting sekarang kita harus mendapatkan Wendy dulu.” ucap Hans yang tak ingin membahas temannya dan kembali fokus pada tujuan mereka.


__ADS_2