PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 456. MOBIL CANGGIH


__ADS_3

(Sesaat sebelum kedatangan Noel dan ayahnya)


“Selamat datang kembali Tuan Dante.” Henry sudah membukakan pintu ketika Dante sudah kembali kerumahnya. “Apakah ada yang anda perlukan, Tuan? Biar saya segera siapkan.”


“Henry!” Dante mendekati pria yang sedang bicara dengannya.


“Iya Tuan?”


“Modifikasi semua mobil-mobil ini! Ubah semuanya dan kau tahu apa yang harus kau lakukan untuk menghilangkan jejak bukan?” ucap Dante. “Lakukan secepatnya karena aku akan butuh mobil ini.”


Dante menatap serius dan tak berpaling sebelum Henry mengangguk mengerti. “Serahkan semuanya pada saya Tuan. Saya akan segera mengurusnya.” jawab Henry.


“Bagus!” Dante mengangguk pelan. Dia pun masuk kedalam masih diikuti Henry yang berjalan pelan dibelakangnya.


“Apa ada yang ingin kau sampaikan padaku Henry?”


“Tidak ada Tuan! Semuanya sudah sesuai dengan yang anda inginkan! Apa anda menginginkan sesuatu Tuan?” tanya Henry ulang.


“Aku ingin mobil.” Dante menatap Henry. “Siapkan mobil untukku yang tidak bisa dideteksi sensor. Aku ingin mobil yang tidak bisa mereka lihat! Aku ingin mobil yang sudah dilengkapi dengan semua persenjataan canggih dan masukkan kedalam pesawatku sekarang juga!”


Henry pun mengangguk tapi dia sedikit khawatir.


“Apa kau tidak bisa memenuhi apa yang aku minta?”


“Tentu saja bisa Tuan! Anda memiliki mobil itu.” ujar Henry sesuai dengan kenyataan.


“Lalu apa yang membuatmu menatapku seperti itu Henry?”


“Mobilnya masih dalam masa percobaan Tuan! Saya juga tidak tahu pasti apakah akan menguntungkan dan aman mengendarai mobil itu atau tidak. Mobil itu memang tidak terdeteksi dan bisa menyamarkan diri di waktu malam tapi saya tidak yakin bisa bertahan lama. Daya ujinya juga masih rendah Tuan!”


Dante menganggukkan kepalanya, “Aku tidak masalah dengan mobil itu. Bawakan saja mobil itu untukku, aku membutuhkan untuk misi kali ini Henry!”


“Ehm…..dan juga masalah bensin mobil itu, Tuan.”


“Ada apa dengan bensinnya?” tanya Dante mengeryitkan dahi.


“Mobil itu boros bahan bakar Tuan! Jadi saat anda menggunakan mobil itu akan memakai banyak bahan bakar untuk bisa mengaktifkan fungsi penyamaran malam hari. Dan per seratus meter anda akan menghabiskan satu liter. Sehingga jarak tempuh mobil itu sangat rendah.” ujar Henry menjelaskan kondisi sebenarnya mobil itu.

__ADS_1


“Kalau aku tidak memakai mode menghilang bagaimana?” tanya Dante lagi.


“Maka mobil itu akan berfungsi sebagai mobil biasa Tuan!” jawab Henry.


Dante mengelus dagunya dan menatap orang didepannya yang menjelaskan semua tentang fungsi mobil itu secara detail. Henry tidak mau jika Dante akan mengalami kendali nantinya.


“Aku hanya menyuruhmu menyiapkan mobil itu saja. Aku tahu apa yang harus kulakukan dengan mobil itu. Kenapa kau masih berdiri disitu Henry?”


“Baiklah kalau begitu Tuan.”


Dante melirik jam tangannya dan bersiap untuk naik ke pesawatnya sedangkan Henry sudah pergi mempersiapkan mobil yang diminta oleh Dante.


“Siapa yang menelepon Henry?” tanya Dante saat dia melihat Henry mengangkat telepon saat pria itu sudah beberapa langkah menjauh dari Dante.


“Ini dari Tuan Hans, Tuan! Beliau menginginkan saya untuk menyiapkan satu ruangan untuk Tuan Dante Emilio.” kata Henry.


“Henry! Apa mereka akan kembali kesini?”


“Mereka butuh perawatan Tuan. Ehmmm…..orang yang baru saja anda selamatkan Tuan. Dante Emilio mengalami masalah dengan tubuhnya dan butuh perawatan intensif. Lalu Tuan Hans memintany untuk datang kesini dan memastikan tidak akan ada kesalahan dan tidak membahayakannya, Tuan.”


Dante tersenyum dan sangat menyukai cara kerja Hans. “Siapkan saja apa yang mereka butuhkan Henry.”


“Aku tinggal menunggu Henry menyiapkan mobil itu dan aku langsung berangkat. Aku tidak bisa bertemu denganmu lagi Bella. Tidurlah yang pulas, aku akan menemuimu setelah misiku selesai dan aku pulang kerumah ini.” Dante bicara sambil melihat kearah pintu yang menghubungkan ke bunker.


Ingin rasanya dia masuk kedalam sana menemui Bela meskipun hanya semenit saja untuk melihat kondisi wanita yang dicintainya. Tapi Dante berusaha menahan dirinya karena tidak ingin terbawa perasaan. Dia harus kuat untuk turun ke medan perang, tak peduli seberapa besar keinginannya untuk bertemu Bella, harus dia tahan.


“Saya sudah menyiapkan semuanya Tuan.” Henry kembali setelah selesai mempersiapkan semua keperluan Dante sebelum berangkat ke medan perang.


“Kenapa kau lama sekali menyiapkannya?” tanya Dante sambil menunjuk ke jam tangannya.


“Maafkan saya Tuan. Saya hanya memastikan dulu semuanya baik-baik saja.” jawab Henry.


“Dan sekedar informasi tentang mobil itu sudah dilengkapi dengan kursi pelontar. Apabila nanti terjadi sesuatu maka dua kursi depan sudah bisa melontar.” ujar Henry lagi menjelaskan lebih detail.


“Bagus! Kalau begitu aku akan berangkat sekarang.”


“Baik Tuan. Apa anda tidak mau menemui Tuan Omero dulu sebelum berangkat Tuan?”

__ADS_1


Dante menoleh sambil menatap ke arah kamra Omero lalu menggelengkan kepala. “Aku tidak perlu menemuinya. Titipkan salamku saja pada mereka Henry.”


Henry pun menganggukkan kepalanya, ‘Aku tahu Tuan kalau anda tidak mau terbawa perasaan dan saya paham karena kondisi dilapangan tidak semanis ketika anda berada dirumah.’


Henry menatap Dante lagi.


“Baiklah. Aku berangkat sekarang Henry! Aku serahkan rumah ini sebagai tanggung jawabmu.”


“Silahkan Tuan.”


Mereka pun melangkah menuju ke halaman belakang. “Siapa lagi yang meneleponmu Henry?”


Dante melihat Henry yang mengeluarkan ponsel dari sakunya.


“Ini telepon dari gerbang utama Tuan. Sepertinya Tuan Noel dan ayahnya sudah tiba.” jawab Henry sambil melihat rekaman CCTV di ponselnya. “Benarkah?” Dante mengeryitkan dahinya.


Lokasi rumah sakit itu berada tidak jauh dari rumah Dante dan kini mereka sudah tiba dalam waktu cepat. “Iya tuan. Lihatlah! Itu mobil yang mereka kendarai.” ujar Henry.


Dante tersenyum ketika melihat siapa yang sudah tiba. “Ah mereka baru sampai di gerbang depan!”


“Benar Tuan. Tapi para penjaga sudah melihat sehingga mengirimkan informasi ini lebih dulu.”


“Baguslah.”


Tidak ada lagi yang mengatakan apapun setelahnya Dante justru membalikkan badannya yang membuat Henry mengerutkan dahi.


“Benarkah dia buru-buru ingin segera pergi? Kenapa dia malah jadi menuju ke pintu? Atau ada sesuatukah?” Henry bertanya-tanya sendiri seraya memperhatikan Dante.


Henry pun memutuskan mengikuti Dante menuju ke pintu keluar.


“Mobilnya baru saja masuk Tuan!”


“Ya benar!” Dante mengangguk dan menghela napas lega saat melihat mobil itu sudah mendekat. Tatapan matanya fokus kearah mobil yang perlahan melaju mendekati mansion. Ada senyum diwajah Dante dan dia terlihat lega.


‘Tadinya aku memang berharap kau ikut denganku Noel! Tadinya aku mau menunggumu tapi aku merubah rencanaku. Aku pikir kau tidak akan datang secepat ini karena kondisi ayahmu.’ bisik Dante didalam hatinya.


‘Tapi syukurlah dia sudah ada disini, setidaknya dia sudah aman dan wajahnya tidak dikenali pihak federal.  Orang-orang itu hanya tahu teman-temanku.’

__ADS_1


‘Aku akan membawamu jika kondisi ayahmu sudah membaik dan tidak ada masalah lagi. Henry bisa mengatasinya. Setidaknya anak ini cukup pintar meskipun dia masih sering gugup tapi aku paham karena dia masih baru dan belum terbiasa. Aku akan melatihnya nanti supaya dia lebih baik lagi.’


“Kenapa mereka tidak turun dari mobil Tuan?”


__ADS_2