PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 198. SEBUAH KEBENARAN


__ADS_3

“Kau berpikir terlalu jauh Anthony! Sudah jelas mereka meninggal karena dikejar oleh seorang mafia juga!” ujar Jenderal Robert.


“Ada yang aneh disini! Ayahnya Dante seperti menyimpan sesuatu, apalagi dia bukanlah seorang mafia! Apa mungkin ayahnya mengetahui sebuah rahasia besar? Sebuah rahasia yang bisa menghancurkan dua pihak sekaligus baik itu mafia maupun pihak pemerintah!”


“Kau ini bicara apa sih Anthony?” ujar Jenderal Robert tak suka dengan ucapan putranya itu.


“Ayahnya Dante, bukan seorang mafia. Yang aku pelajari tentangnya adalah dia seorang intelijen dan bisnis yang dijalaninya itu hanyalah topeng! Untuk mengelabui seseorang agar tidak mengetahui siapa jati dirinya yang sebenarnya! Bukankah itu terdengar aneh jika dia diincar oleh mafia dan juga pemerintah? Jika bukan karena ada sesuatu hal yang membuatnya jadi target? Dan sesuatu itu pasti sangat penting bagi kedua belah pihak, iyakan ayah?”


“Aku sudah pernah mengatakan padamu dulu! Dia tergoda untuk memasuki dunia bawah dan dia menjadi penjahat juga! Dia mencoba untuk menguasai negara, dia mendesain senjata pemusnah massal! Itulah sebabnya dia diincar!”


“Ayah…..!”


“Aku tidak ingin bicara lagi Anthony! Aku ingin kau persiapkan wanita itu dan jangan berdebat lagi. Sekarang keluarlah dari ruanganku!” ujar pria itu dengan marah. Dia tidak suka dengan semua fakta yang diucapkan oleh Anthony, dia merasa khawatir pada sesuatu.

__ADS_1


“Tapi aku masih ingin bicara ayah!”


“Sudah cukup! Pergi dan persiapkan wanita itu Anthony! Saat aku sudah tahu apa yang harus kita perbuat, aku akan memberitahumu dan kau pastikan wanita itu sudah siap!” setelah mengatakan itu tak ada lagi sepatah katapun yang diucapkan oleh Anthony. Pria paruh baya itu sudah membuat keputusan final yang tidak bisa dibantah oleh Anthony, diapun berdiri dan keluar dari ruangan itu.


“Fuhhh!” sang Jenderal menghela napas lega setelah Anthony keluar dan menutup pintu.


“Aku benar-benar harus mengawasi Anthony!” sang jenderal memicingkan matanya, “Kau cukup berbahaya kalau terus-terusan seperti ini! Mateo Sebastian, kau memiliki anak yang cukup berbahaya. Dante bahkan kini lebih hebat darimu! Anthony putramu yang kuculik semasa bayi itu tak akan kubiarkan hidup lebih lama lagi.” pria itu menatap tajam ke arah pintu seolah bayangan Anthony masih ada disana, tatapannya penuh kebencian.


“Takkan kubiarkan Anthony membahayakan kedudukanku di pemerintahan seperti kau dulu yang hampir menggulingkanku! Anthony terlalu banyak tahu sekarang, dia pasti akan menyelidiki dan mencari tahu lebih banyak tentang Mateo Sebastian! Anthony tidak boleh tahu kalau Dante adalah saudara kandungnya. Aku akan mengadu domba kedua putramu itu Mateo, aku akan membuat keduanya saling membenci lalu saling membunuh! Ha!” sang Jenderal pun tersenyum sinis lalu mengambil kopinya diatas meja dan menyeruputnya.


Dia tidak ingin rancangan senjata buatannya jatuh ketangan orang yang salah, kelak dipakai untuk hal buruk. Waktu itu Jenderal Robert menerima penawaran dengan harga tinggi jika dia bisa mendapatkan rancangan senjata itu. Dengan menggunakan kedudukannya di militer dan pemerintahan, dia menyusun konspirasi.


Dia berhasil membuat Mateo Sebastian terlihat seperti seorang pengkhianat pemerintah sekaligus penjahat yang harus disingkirkan. Agar tangannya tetap bersih dari pertumpahan darah, dia memberikan data Mateo Sebastian pada mafia. Dengan cara itu mafia akan mengincar Mateo dan membunuhnya lalu Jenderal Robert Kane bisa mencuri rancangan desain senjata dari rumah Mateo. Tapi setelah kematian Mateo Sebastian dan istrinya, mereka tidak bisa menemukan dimana rancang desain senjata itu disembunyikan.

__ADS_1


Kini dia menargetkan Dante, putra sulung Mateo Sebastian yang kini adalah pimpinan mafia terkuat itu dijadikan lagi kambing hitam oleh Jenderal Robert untuk mendapatkan rancangan desain senjata. Dia yakin jika Dante pasti tahu dan mungkin memiliki rancangan senjata itu. Rancangan senjata yang dibuat Mateo Sebastian adalah yang paling canggih hingga saat ini belum ada seorangpun yang mampu mendesain senjata secanggih itu. Mereka membutuhkan rancangan senjata itu agar bisa diproduksi dan dijual dengan harga tinggi.


Jenderal Robert Kane menyembunyikan semua data yang berhubungan dengan Mateo Sebastian. Walaupun Anthony akan mencoba menggali lebih dalam, dia tak akan menemukan apapun. Anthony adalah anak yang diadopsi oleh Jenderal Robert Kane, hanya itu yang diketahui oleh Anthony sampai saat ini. Pria paruh baya itu tidak pernah menikah tapi dia menyembunyikan semua informasi pribadinya dengan baik. Dia sudah sejak lama menyusun rencananya dengan baik, dengan sabar dia menunggu bertahun-tahun hingga Anthony tumbuh besar.


Dia sendiri yang mendidik dan melatih Anthony dengan disiplin tinggi, tapi kini kemampuan Anthony itu mulai membuat Jenderal Robert merasa khawatir jika kelak Anthony akan menemukan semua kebenaran tentang dirinya. Jika saat itu tiba dan terjadi seperti yang ada dipikiran sang jenderal maka itu akan jadi awal kehancurannya. Dia tidak mau itu terjadi!


Secepatnya dia harus memikirkan cara untuk menyingkirkan kedua anak Mateo Sebastian dan mendapatkan rancangan senjata yang dicarinya selama bertahun-tahun. Dia tahu jika Dante bergelut di bisnis senjata, itulah yang membuatnya semakin yakin jika Dante memiliki rancang desain senjata canggih milik ayahnya. Apalagi Dante mewarisi kepintaran dalam mendesain senjata dan memproduksi sendiri senjata-senjata yang dijualnya.


‘Mateo Sebastian! Kedua anakmu benar-benar hebat! Aku harus akui itu! Jika mereka berdua bersatu dan bekerjasama, maka anakmu akan menguasai dunia! Aku tidak akan membiarkan itu terjadi!’ gumam pria itu didalam hatinya. Kini dia sibuk memikirkan dan menyusun rencana untuk membuat Anthony dan Dante saling berhadapan langsung lalu saling membunuh. Dengan cara memanfaatkan Bella sebagai umpan untuk memancing Dante keluar.


“Anthony! Pilihan yang tepat ketika aku mengambilmu! Kau sangat pintar seperti Mateo Sebastian! Tapi bedanya, kau bisa aku kendalikan dengan menjadikanmu putraku. Kau selalu menghormatiku dan menuruti perintahku karena aku ayahmu! Ha ha ha ha!” pria itu tertawa puas dengan semua rencana licik yang dulu dilakukannya kini membuahkan hasil yang disatu sisi mulai membuatnya khawatir.


Jarinya mengetuk-ngetuk meja, tatapan matanya lurus kedepan. Berbagai rencana dan siasat mulai bermunculan di kepalanya. Pria itu tampak sangat serius, dia berdiri lalu berjalan kearah jendela besar yang menghadap ke halaman samping. Dari sana dia bisa melihat ke jalanan, pikirannya kembali dipenuhi dengan siasat.

__ADS_1


“Tidak mungkin kami menyerang langsung ke mansion Dante! Mansion itu dibangun oleh Mateo dengan sistem pengamanan tinggi. Pria itu benar-benar sangat jenius! Kejenuisan Mateo pun diwarisi Dante! Mungkin Dante sudah menambah sistem pengamanan di mansion itu, lebih canggih dari yang dibuat oleh ayahnya dulu. Terlalu banyak jebakan didalam mansion itu sehingga sulit bagi orang luar untuk memasukinya.”


__ADS_2