
"Anthony! kau bilang apa?" Anna langsung bertanya seperti itu dengan degup jantungnya yang meningkat apalagi Anthony tidak melepaskan tautan matanya dari Anna.
"Aku memiliki perasaan padamu Anna! aku mencintaimu! aku menyukaimu, aku sungguh-sungguh dengan perasaanku!" kata Anthony dengan jujur.
"Anthony! kau----" sesaat Anna seperti terhipnotis dengan ucapan pria itu. dia masih tidak percaya. "Ehm, kau pasti sedang bercanda padaku bukan?" Anna terkekeh.
Tapi Anthony tidak lagi mengatakan apapun dengan sigap dia langsung menempelkan bibirnya di bibir Anna. wanita itu ingin langsung melepaskannya ketika dia sadar tapi Anthony sudah memegang belakang kepalanya. Dia memaksa untuk tetap dalam posisinya dan merengkuh Anna. Dengan indera pengecap yang menjelajah didalam rongga mulut Anna.
Anthony melupakan segala rasa, mencecap semua rasa di bibir Anna Menyatukan bibir mereka dengan kecupan yang le,but tapi lapar dan rakus yang sangat terasa. "Anthony, apa yang kau lakukan?"
"Aku ingin memastikan." Anthony menjawab serius. "Aku mencintaimu Anna!" lalu Anthony tersenyum puas dan lega karena dia sudah mengatakan itu. "Dan aku merasa kalau kau juga mencintaiku. kau membalas ciumanku. kau bahkan menikmatinya tadi! aku malas berdebat denganmu jadi aku langsung saja melakukannya." Anthony tersenyum.
"Anthony!" Anna ingin melepaskan tangan Anthony yang merangkulnya tapi---
"Aku minta maaf padamu karena aku sudah membuatmu sibuk dari dulu!" Anthony menghentikan aktivitas tangan Anna.
"Aku banyak bermain wanita dan aku selalu curhat padamu. tapi semua itu hanya main-main! aku tidak sadar kalau ada wanita yang sangat aku cintai dan wanita itu adalah dirimu, Anna! Hanya kau seorang saja! Maukah kau menerimaku yang suda hancur ini?"
"Ehm, Anthony?" hanya kata itu yang keluar dari bibir Anna sambil menatap Anthony.
"Aku juga sudah membuat rencana untuk kita, untuk masa depan kita! Aku tidak ingin kehidupan yang biasa-biasa saja! aku hanya ingin menjalani semuanya denganmu! Hanya kita berdua! Dan kita berdua melkukan sesuatu yang besar!" ucap Anthony tanpa melepaskan Anna.
"Apakah aku harus menjawab iya? atau akan menjawab tidak?" Anna masih bingung karena ini diluar rencananya, "Jadi, Anthony juga memiliki perasaan padaku? ini bukan mimpi bukan? Lalu apa yang akan terjadi pada wanita itu? Apa dia akan terus bersamanya atau melepasnya?" bisik hati Anna sambil melirik Anthony.
"Apa ada yang ingin kau tanyakan padaku?" tanya Anthony dan Anna pun mengangguk.
"Anthony, apa maksudmu mengatakan semua ini padaku? apa sebenarnya maumu?" tanya Anna.
__ADS_1
"Aku mencintaimu! Karena aku ingin kau selalu ada disisiku! Itulah alasanku." jawab Anthony dengan mantap.
"Ehm, Anthony tapi---" Anna bingung bagaimana memulainya.
"Kau tidak percaya padaku Anna?" netra Anthony seakan menghakimi wanita itu.
"Aku......." Anna masih belum bisa melanjutkan kalimatnya.
"Wajar jika kau tidak memeprcayaiku. karena kau mengetahui semua tentangku dan tentang kebiasaan burukku selama ini yang selalu kuceritakan padamu." ucap Anthony lagi.
"Maaf Anthony, tapi....."
"Tapi apa Anna? Apa yang kau ragukan lagi dariku?" Anthony mencoba bersabar untuk mendengarkan ucapan Anna yang terlihat masih kebingungan.
"Aku tidak tahu harus mengatakan apa. kau mendadak mengatakan kalau kau mencintaiku tapi ada wanita lain yang sedang menunggumu dirumah! kau masih ingat kemarin saat kita pergi, bukan?" tanya Anna. "Anthony, apa sebenarnya yang sedang kau rencanakan?"
Kini Anna merasa curiga dan dia pun bertanya pada anthony yang seperti menunda waktunya. Anthony malah tersenyum dan menggunakan tangannya mengelus rambut Anna. Dia sibuk sesaat merapikan rambut ANna yang jatuh didahinya lalu dia melirik Anna lagi.
"Aku sudah merencanakan bahwa aku akan meninggalkannya dengan caraku sendiri!"
"Caramu sendiri?" Anna mengerutkan keningnya. "Bagaimana kau melakukannya?"
Anthony pun memberitahukan Anna semua rencananya yang sudah dia diskusikan denganDante. Anthony menjelaskan dan berharap Anna mau menerima semua rencananya itu.
"Jadi maksudmu kita akan menggunakan nama baru?" tanya Anna lagi yang dijawab Anthony dengan anggukan kepalanya seraya tersenyum.
"Iya benar Anna! Dan kita akan hidup berdua! Kau, aku dan anak-anak kita nantinya! Mugkin untuk satu atau dua tahun kedepan kita tidak bisa memberitahukan kepada orangtuamu tentang kita! Tapi nanti kita bisa memberitahukan mereka saat waktunya tiba. Bagaimana menurutmu?" tanya Anthony berharap.
__ADS_1
"Apa kau yakin dengan rencanamu ini?" Anna menatap Anthony serius dan pria itupun mengangguk.
"Aku sudah lelah Anna dengan semua permainan ku! Aku merasa semua wanita itu tidak pernah cocok untukku! Karena memang bukan mereka yang aku inginkan. Aku menginginkanmu Anna!"
"Anthony?" Anna pun kehilangan kata-katanya. Dia tida tahu harus mengatakan apa ketika Anthony sudah mengatakan itu dan dia tersenyum kepada Anna penuh makna.
"Anna, maukah kau menerimaku menjadi suamimu?"
"Anthony! Haruskah aku menjawabnya sekarang?" Anna masih bingung dan jantungnya berdetak kencang saat ini. Di satu sisi dia merasa senang mendengar ungkapan cinta Anthony, ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, Anna! Tapi aku menginginkanmu sekarang." ucap Anthony yang langsung mencium Anna tanpa memberi kesempatan pada wanita itu untuk menolaknya.
"Ehm....Anthony....." Anna terengah sesaat Anthony melepaskan tautan bibir mereka.
"Ada yang mau kau katakan padaku? Matamu masih mengatkan kalau kau masih ragu padaku Anna." senyum Anthony muncul saat dia bicara. Dia sadar kalau wanita seperti Anna pasti akan meragukannya. Jadi itu tidak menjadi masalah besar untuk Anthony.
"Katakan sejujurnya, apa kau benar-benar mencintaiku?" tanya Anna ingin memastikan.
"Kau ingin memastikan itu Anna?" tanya Anthony yang sudah menebak kalau wanita itu ragu.
"Iya! Aku hanya ingin tahu seberapa besar perasaan cintamu padaku." sahut Anna mengangguk.
"Baiklah. Aku sanggup mengorbankan nyawaku untukmu! Aku ingin menikah denganmu Anna! Secepatnya, kalau bisa hari inipun aku mau." Anthony kembali mencium dan ******* bibir wanita itu.
'Bodoh sekali aku! Selama ini aku tidak menyadari betapa aku mencintai wanita ini! Wanita yang sedang kucium, aku sudah melanglang buana mencari wanita yang tepat untukku. Aku bermain-main dengan banyak wanita tapi tidak ada yang bisa memberiku kepuasan seperti ini.' bisik hati Anthony.
'Ketenangan hati ketika wanita ini tersenyum padaku dan menatapku! Saat dia mengatakan bahwa dia mencintaiku! Oh Tuhan! Apakah ini yang namanya cinta? Jadi selama ini orang yang aku cari ada dihadapanku? Sahabatku sendiri? Orang yang selalu menemaniku dan bahkan sering mengomentari setiap pasangan wanitaku.'
__ADS_1
'Kenapa dia bodoh sekali tidak mengatakan padaku kalau dia mencintaiku sejak dulu?' Anthony berdecak didalam hatinya. Dia mencoba memberikan ciuman yang penuh gairah karena keduanya melakukannya dengan menggebu-gebu. Anna juga seperti sudah kehilangan kendali dirinya.