PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 543. KEDATANGAN DANTE


__ADS_3

“Aku mohon jangan lakukan ini padaku! Tolong sadarlah, jangan lakukan itu!”


“Berikan anakmu padaku!” ucap Dante Emilio mengulangi lagi. Tak berapa lama kesadarannya kembali lalu berkata, “Cepat bawa anakmu pergi dari sini!” Dante Emilio masih sadar beberapa saar dan dia berjalan menjauh dari Bella sejauh yang dia bisa agar tidak menyakiti wanita itu dan anaknya.


“Cegah dia keluar!” teriak Jeff saat melihat Bella yang ingin keluar dari sana.


“Oh ya Tuhan! Tiga orang itu bisa hidup lagi?” Bella menatap dengan mata melotot pada ketiga pria yang sudah kembali berjaga dibelakang Dante Emilio.


“Mommy!” Alex langsung memegang erat tubuh Bella.


”Tenanglah Alex! Aku ada disini dan aku akan melindungimu.” ucap Bella yang tak ingin melepaskan pelukannya ditubuh anaknya.


“Jangan biarkan dia pergi! Aku mau dia yang melakukannya, dia harus membunuh anak Dante dihadapan Bella!” perintah Jeff agar ketiga orang itu menahan Dante Emilio yang ingin keluar juga.


“Aku mohon jangan lakukan itu!” Bella kembali memohon.


“Cepat berikan anakmu padaku!” Dante Emilio kembali tidak bisa mengendalikan dirinya dan dia menatap Bella lalu menghampirinya.


“Aku mohon jangan lakukan ini.” Bella makin berjalan mundur tapi Dante Emilio berjalan maju.


“Hahahahaha!” Jeff terkekeh melihat pemandangan didepannya yang menghiburnya.


“Kau tidak bisa mengendalikan dirimu sendiri, lihatlah kau terus berjalan mendekat padanya. Semua ini ada didalam kendaliku! Kau tidak akan pernah bisa menolak perintahku!”


“Kau jahat sekali! Kenapa kau melakukan ini pada manusia? Kau tidak punya hati!” Bella menatap tajam pada Jeff lalu dia berjalan mundur karena Dante Emilio hendak mengambil anaknya.


“Aku mohon lepaskan! Jangan sentuh anakku!” ucap Bella yang kini sekuat tenaga menarik Alex dari Dante Emilio yang berusaha mengambilnya. Tarik-tarikan pun terjadi diantara dua orang itu yang berusaha memperebutkan Alex. Meskipun lemah namun Bella berusaha sekuat tenaganya.


“Mommy, aku takut!” ucap Alex yang sangat ketakutan. Tubuh kecilnya sudah gemetaran.


“Jangan takut Alex! Aku akan selalu memegangmu erat-erat. Aku tidak akan pernah melepaskanmu dari tanganku, Alex!” Bella mencoba tetap memeluk Alex walaupun tangannya yang lemah itu tidak sekuat tenaga Dante Emilio. Tapi Bella tetap berusaha untuk memegang anaknya erat-erat.


“Tuan, aku mohon jangan ambil anakku!” Bella mencoba memohon lagi.

__ADS_1


“Ehm,” Dante Emilio terdiam sejenak seperti terjadi sesuatu pada dirinya. Tapi itu hanya sebentar, dia menatap Bella sambil menggelengkan kepalanya dengan tegas.


“Dia tidak boleh hidup lagi!” kata-kata menakutkan itu keluar dari mulut Dante Emilio yang membuat Bella langsung memegang Alex meskipun tangannya hampir terlepas dari Alex.


“Tidak! Tidak! Aku mohon kembalilah sadar, Tuan! Kau adalah orang baik tadi kau baru saja menolongku. Kau bilang kau tidak mau menyakiti anak Dante bukan?”


“Tuan Dante, Tuan Mateo Sebastian!” Dante Emilio terganggu pikirannya setelah mendengar ucapan Bella barusan sehingga dia mengucapkan dua nama itu. Dia kembali menggelengkan kepalanya.


“Cepat berikan anak itu padaku!” pekik Dante Emilio lagi. Pengaruh yang ada didalam otaknya sangat kuat dan berbeda dengan yang ada ditubuh Gabriella. Gabriella masih memiliki kendali cukup besar pada dirinya sendiri sedangkan serum yang diberikan pada yang lainnya berbeda.


“Akkkhhh, jangan tarik!” teriak Bella berusaha memeluk anaknya dengan erat.


“Mommy Bella!” Alex berteriak ketakutan ketika tangan Bella yang mulai basah oleh keringat hampir terlepas.


Tapi Bella kembali berusaha segera menarik tubuh Alex mendekat padanya, anaknya itupun juga mencengkeram pakaian Bella sangat erat.


“Tuan, aku mohon jangan ambil anakku. Dia adalah anakku! Aku baru bertemu dengannya setelah beberapa tahun lamanya aku tidak bertemu, aku mohon!” Bella memohon pada Dante Emilio tapi pria itu tetap saja mengambil Alex.


“Ada apa dengan jam tangannya?” Bella yang masih memegang Alex mendengar bunyi berdesis dari jam tangannya dan terasa seperti terbakar dikulitnya.


Braaakkkk!


“Kenapa kalian mengikutiku? Kalian melakukan ini dengan sengaja bukan?” tanya Dante.


Dante melotot menatap tiga orang yang ada disekitarnya karena mereka bertiga berpegangan tangan sehingga membuat lingkaran dan berusaha untuk ikut dengan Dante menuju ketempat dimana Jeff berada sekarang.


“Maafkan kami Dante! Kalau kami mengatakannya pasti kau tidak mengizinkan kami ikut denganmu.”


“Dasar bodoh! Aku menyuruh kalian menjaga rumah!” Dante memaki lagi menujukkan kekesalannya kepada teman-temannya dan tadi ketika dia keluar dari jam reseptornya, dia berhasil melepaskan tangan Dante Emilio dari tubuh Alex.


“Kami tidak bisa! Kami mengikutimu untuk membantumu.” ucap Barack.


“Kau mau apa disini? Mau mati konyol Barack?”

__ADS_1


“Dante!” suara Bella memanggil suaminya saat dia melihat kehadiran pria itu disana.


Suara wanita itu membuat mereka berempat yang tadi sedang ribut akhirnya sadar kalau mereka sudah berada ditempat yang baru.


“Bella? Kau tidak apa-apakan?” Dante langsung bertanya dan memeluknya erat-erat dan mengecupnya.


“Alex, kau tidak apa-apa sayang?” Dante langsung tertuju pada anaknya dan langsung mencium pipi anaknya berulang kali. Kini dia merasa lega melihat anaknya baik-baik saja.


“Daddy! Aku takut, mereka mau membunuhku.” ucap Alex dengan suara sedikit bergetar.


“Siapa yang mau membunuhmu? Tidak akan ada yang bisa selama aku masih hidup tidak akan ada yang bisa membunuhmu, sayang.”


Dante masih fokus pada anaknya dan belum memperhatikan sekitranya. Tapi ketiga temannya sudah menodongkan senjata bersiap menembak Jeff, anak buah buah Jeff. Sedangkan Manuel sudah menodongkan senjatanya pada Dante Emilio. Beberapa detik kemudian Dante baru melihat sekitarnya dan matanya bertatapan dengan Jeff Amadeo.


“Bagaimana kau bisa datang kesini?” Jeff tidak tahu apa yang dimiliki Dante dan bagaimana dia bisa sampai disana sedangkan pintu tertutup rapat. Ini adalah teknologi baru buatannya dan Barack, dia tidak pernah memberitahukan kepada siapapun.


“Karena kami memiliki teknologi lebih maju darimu! Aku sudah mengumpulkan teknologi ini dari banyak sekali ilmuwan yang menelitinya.” jawab Dante.


Dante sudah menodongkan senjatanya pada Jeff.


“Hahahahaha!” Jeff kembali tertawa.


“Hah! Menurutmu lucu ya?” Dante bertanya dan Jeff menganggukkan kepalanya.


“Sangat lucu! Kau seperti pesulap yang tiba-tiba hadir dihadapanku.” celetuk Jeff sekenanya.


“Minggirlah kalian, aku ingin mengambil anak itu.” Dante Emilio kembali bergerak kearah Bella untuk merebut Alex darinya.


Satu perintah tadi sudah diberikan lagi oleh Jeff pada Dante Emilio yang saat ini pikirannya kembali terfokus pada Alex.


“Kau tidak akan pernah mendapatkan anak itu.” suara Manuel langsung membuat Dante meliriknya.


“Dante, tolong katakan pada temanmu kalau pria itu tidak bersalah! Dia dibuat seperti itu oleh Jeff. Aku melihat sendiri bagaimana Jeff memberikan perintah pada otaknya.” ujar Bella.

__ADS_1


__ADS_2