PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 569. JUJUR


__ADS_3

“Terima kasih Henry!” ucap Dante yang ditanggapi dengan senyum dan anggukn kepala oleh Henry. Lalu Dante mengalihkan pandangannya pada Bella, menunggu jawaban wanita itu.


“Aku baik-baik saja Dante. Tapi aku takut sekali kalau kau tidak kembali. Aku takut bila terjadi sesuatu padamu.” kata Bella dengan wajah sendu.


“Jangan berpikiran macam-macam! Aku tidak apa-apa, kau lihat sendiri kan, aku baik-baik saja.”


“Ya, syukurlah.” Bella pun tersenyum.


“Daddy, apa kau sudah membunuh mereka semua yang jahat?” tanya Alex yang membuat semua orang menoleh kepada anak kecil itu.


“Iya, tidak ada yang aku lewatkan satupun Alex!” jawab Dante.


“Dante apa yang kau katakan pada putramu? Kau ingin mengajarkan sesuatu yang buruk? Kau mengajarkan tentang membunuh orang?” tanya Anthony.


“Aku hanya memberitahunya apa yang sebenarnya terjadi.” sahut Dante tanpa menatap Anthony yang kini sedang bersandar di pintu menatap semua orang disana.


“Ayo Bella!” Dante mengajak Bella lalu menggendong Alex dan melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu, dia tak peduli dengan semua orang disana.


“Akhirnya aku melihatmu hidup juga. Apa yang kau lakukan didalam sana?” tanya Hans memeluk Nick.


“Huh! Kau bangun juga?” celetuk Anna yang tidak dijawab Hans. Dia hanya tersenyum pada Anna.


‘Dari tadi aku pura-pura tidur karena tidak mau mengomentari keributan wanita itu. Aku sudah lelah mengurus merea beberapa hari terakhir ini! Hehehe!’ bisik hati Hans.


“Dimana Eddie?” Barack tiba-tiba bertanya pada Hans.


“Sedang dalam perjalanan kembali kesini. Tapi Eddie masih mengurus beberapa pekerjaan dulu dan sebentar lagi mungkin dia akan datang kesini.” jawab Nick.


“Akhirnya kita bisa bersama lagi.” Hans sangat senang sekali dan Anthony melihat teman-teman kakaknya itu tersenyum bahagia,


“Ayo Sarah!” Barack menarik Sarah untuk keluar dari tempat itu.


“Kalau yang punya pasangan pasti akan sibuk dengan pasangannya.” Vince menyeletuk.


“Iya kau benar.” Noel menyahut sambil tersenyum.


“Ayolah, kita yang tidak punya pasangan bukankah sebaiknya kita minum?” Hans dan Nick memang sudah tidak tahan lagi karena Dante melarang mereka minum selama misi ini.


“Wow! Sepertinya itu ide yang menyenangkan.” Vince menimpali.

__ADS_1


“Baiklah, ayo kita pergi dari sini.” ucap Nick.


“Selamat bersenang-senang.” Noel ikut berkomentar.


“Hei, kau harus ikutlah.” ujar Hans ketika sudah mendekat pada Noel.


“Aku rasa tidak. Aku akan menjaga Tuan Omero. Kalian bersenang-senanglah.” ucap Noel.


Noel baru saja hendak mendorong kursi roda Omero namun Henry menghentikannya. “Tunggu!”


“Noel, kau pergilah! Kalian anak-anak muda bisa melakukan kegiatan kalian. Biar Tuan Omero bersamaku saja.” ujar Henry.


“Tapi…..Noel enggan meninggalkan Omero begitu saja.


“Pergilah! Aku ingin bicara banyak dengan Tuan Omero. Kau bisa menikmati waktu bersama mereka.” Henry memaksa hingga Noel pun mengangguk.


“Baiklah Tuan.” akhirnya dia berjalan tertatih mendekat pada teman-teman Dante.


“Nah, begini baru ramai.” celetuk Hans dengan satu tangannya merangkul bahu Noel. Sedangkan Nick berjalan lebih dulu bersama Vince keluar dari tempat itu. Kini hanya ada Henry dan Omero yang ikut meninggalkan tempat itu.


“Ayo Tuan Anthony.” ajak Henry.


“Anthony, kenapa kau diam saja?” tanya Anna.


‘Aduh apa yang kupikirkan? Kenapa pikiranku jadi kacau begini? Aku tadi memperhatikan Anthony dan rasanya ingin sekali aku memeluknya ketika dia masih hidup. Tapi aku tidak berani melakukannya, aku takut dia marah kan aku jadi malu sendiri.’


“Kau mau pergi kemana Anna?”


“Menyusul yang lain.” jawab Anna singkat dengan tangannya yang sudah berkeringat dingin.


“Mereka punya kepentingan masing-masing.” ucap Anthony.


“Ya, kita juga bukannya harus keluar dari tempat ini ya?” tanya Anna.


“Ada yang ingin kubicarakan denganmu Anna! Ehm pembicaraan tentang kita.” Anthony memberanikan diri memulai pembicaraan.


“EHm…..apa yang ingin kau bicarakan Anthony?” Anna pun gelagapan. ‘Kenapa Anthony menatapku begitu ya? Feelingku kok tidak enak? Apa ini karena Vince salah bicara atau dia memberitahu Anthony tentang perasaanku? Kalau sampai Vince bicara begitu dan Anthony tidak suka padaku, gawaaatttt! Matilah aku rasanya kalau sudah begini.’ bisik hati Anna.


Dia tidak mau hubungannya dengan Anthony bermasalah dan mereka masih bisa jadi sahabat seperti dulu. Anna tetap memendam perasaannya, biarlah tetap menjadi cinta sepihak saja.

__ADS_1


“Aku minta maaf Anna! Tapi aku harus mengatakannya padamu.” Anthony hanya bersandar lalu dia pun mendekati Anna untuk bicara jujur pada wanita itu. Hingga suaranya pun terdengar serak.


“Sesuatu yang pentingkah itu, Anthony?” tanya Anna yang membuat Anthony mengangguk.


“Ehm….sesuatu yang bisa mempengaruhi sisa hidupku.” jawab Anthony. Tatapan mata pria itu nampak melembut. Glek….Anna menelan salivanya. Dia tidak menyangka jika Anthony akan datang padanya dan bicara tentang hal itu.


“Apa yang kau katakan Anthony?” Anna mulai merasa penasaran.


“Aku minta maaf sebelumnya kepadamu. Tapi aku harus berkata jujur padamu soal ini Anna! Karena aku merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan diriku.”


“Katakan saja, jangan membuatku penasaran. Kenapa kau bersikap seperti ini Anthony? Katakan padaku, ada masalah apa sebenarnya denganmu?” tanya Anna lagi.


“Aku juga mau bicara Anna, tapi kata-kata yang ingin kusampaikan padamu ini bukanlah hal yang ringan untukmu dan untukku.” kata Anthony tersenyum lalu terkekeh. Dia sangat gugup sekarang.


“Kalau begitu jangan ceritakan saja apapun. Kau simpan saja tidak perlu membicarakannya denganku.” kata Anna. ‘Vince, apa ini semua karenamu? Kenapa aku jadi takut ya? Mungkin sebaiknya dia memberitahuku lain waktu saja.’ bisik hati Anna ingin segera pergi dari sana.


“Tunggu dulu Anna!” Anthony memegangi tangan Anna yang sudah melangkah pergi.


“Anthony…..” mata keduanya bertautan. ‘Ada apa dengannya? Apa sebenarnya yang ingin dia katakan? Kenapa dia menatapku seperti itu? Dia masih manusia kan? Dia belum berubah jadi android kan?’ kekhawatiran muncul dihati Anna, dia merasa khawatir dan juga takut.


“Kenapa kau memandangku seperti itu Anna?” Anthony bingung dengan sikap Anna.


“Kau bukan android kan Anthony?”


“Hahahaha kau ini! Bukanlah! Aku masih manusia, tapi aku mau membicarakan masalah ini! Tentang status kita.” akhirnya Anthony pun mengatakannya.


“Status?” Anna membulatkan matanya sambil mengulang kata-kata anthony.


“Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu yang sudah lama tidak pernah aku sadari.”


“Kau mau bilang apa? Katakan saja seperti biasanya.” kata Anna  mulai kesal dan tak sabar.


“Ehm….sesuatu tentang diriku. Aku ingin mengatakan perasaanku padamu.” ucap Anthony.


“Hahahaahah!” Anna tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan pria itu.


“Aneh bukan?” Anthony menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia salah tingkah.


“Kau mau merayuku Anthony? Kau pikir aku ini Irene yang bisa kau rayu kapanpun? Pffhhh!” Anna tertawa lagi, dia merasa lucu dengan perkataan Anthony.

__ADS_1


“Tidaklah! Aku tidak menyangka seperti itu. Tapi sejujurnya aku merasa tidak nyaman dengan perasaanku. Aku ingin membuat semuanya jelas.” kata Anthony lagi.


__ADS_2