PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 184. JADIKAN DIA UMPAN


__ADS_3

“Ini mobilnya kapten! Anda bisa pakai mobil ini dan semua yang anda minta sudah ada didalam.” pria itu menjelaskan satu persatu secara rinci.


“Ok good! Apa identitas yang aku minta sudah disediakan juga?” tanya Anthony tegas.


“Sudah kapten! Ini tasnya!” orang itu memberikan tas dan map pada Anthony, yang langsung di cek satu persatu isinya oleh pria itu.


“Terimakasih!” ucap Anthony setelah mengecek semuanya.


“Sembunyikan mobil yang aku pakai ini dan hapus data CCTV secepat yang kau bisa sebelum ada yang meretasnya! Apa kau paham?”


“Paham Kapten!” pria itu menegakkan badannya sambil menatap lurus kedepan.


“Bagus! Jangan sampai ada kesalahan lakukan sekarang juga!”


“Siap kapten!”


Anthony pun mengambil barang-barang yang ada dimobil lama dan memanggul lagi kantong plastik hitamnya lalu memasukkan ke mobil yang baru.


“Apa perlu bantuan saya untuk mengangkatnya Kapten?”


“Tidak perlu! Seberat apapun aku akan membawa benda ini sendirian!” jawaba Anthony langsung menaruhnya dibagian tengah mobil lalu menaruh barang-barang lain lalu dia duduk didepan kemudi.


“Buka gerbang untukku!” ucapan yang terdengar oleh petugas disana saat membuka jendela mobilnya.


“Baik, kapten!”


Petugas pun langsung membukakan gerbang perbatasan untuk Anthony. Mereka tidak banyak berbincang karena Anthony memang tidak pernah bicara dengan orang sembarangan. Dia hanya mengambil hal-hal penting saja lalu melanjutkan perjalanan melajukan mobilnya keluar dari cctv cek menyelusuri perbatasan dimana tempat itu mereka semua akan diberhentikan dan ditanya tujuannya apa ketika melalui jalur itu.

__ADS_1


Hal yang sangat lumrah terjadi disetiap perbatasan antar negara. “Hati-hati dijalan kapten.” ujar petugas itu pada Anthony ketika dia melewati tentara.


“Huf….kita sudah berhasil keluar dari pengecekan dan kita akan segera masuk ke wilayah selanjutnya. Aku sengaja membawamu ke negara ini Bella karena ini lebih baik untukmu karena daerah ini bukan daerah kekuasaan Dante. Yah meskipun masih ada sih pengaruhnya disini tapi setidaknya dia tidak akan terpikir aku membawamu ke negara ini. Mungkin dia pikir aku membawamu ke Austria atau Swiss atau Perancis. Dia takkan menyangka aku membawamu ke Slovenia!”


Bella yang masih ada didalam polybag pun tidak menjawab juga tapi Anthony terus saja bicara memberitahunya hanya sebagai pengingat. “Aku tidak tahu sampai kapan kau akan diam begitu Bella! Tapi kalau dengan begitu kau merasa lebih nyaman aku tidak mau mengganggumu! Perjalanan kita masih panjang! Sebelum kita melewati perbatasan Slovenia, aku tidak mungkin berhenti dan aku yakin saat ini Dante pasti sudah tahu kalau aku membawamu pergi!”


“Aku rasa sih Dante sudah mulai melacak keberadaanmu! Anak buahnya sangat banyak dan mereka akan mengejar kita. Aku tahu dia orangnya seperti apa! Kita tidak mungkin bisa berhenti sebelum kita ada ditempat yang aman! Kau paham maksudku kan Bella?” Anthony kembali memperjelas lagi. Dia menginjak pedal mobil semakin dalam sehingga mobil melaju kencang.


Dreeettttt dreeeettttt dreeeetttttt…..ponselnya kembali berdering.


“Apa kau sudah melewati perbatasan?” tanya Jenderal Robert Kane.


“Aku yakin orang anda sudah memberitahu kalau kami sudah sampai di perbatasan!”


“Betul! Mereka baru saja menginformasikan padaku kalau kau sudah lewat CCTV checkpoint menuju perbatasan!”


“Kemana arah tujuanmu Anthony?”


“Keluar dari negara ini, tujuanku adalah Slovenia tempat dimana aku bisa bersembunyi dulu bersama dengan wanita ini! Mengobati luka-lukanya dan membuatnya sembuh dari trauma!”


“Pantas saja kau meminta dokumen itu padaku! Ingat Anthony! Wanita itu harus kita gunakan sebagai alat untuk menangkap Dante!”


Sebenarnya Anthony sama sekali tidak menyukai kalimat itu, entah mengapa dia tidak mau menggunakan Bella sebagai umpan dan juga disudut hatinya dia tidak mau federal menangkap Dante.


“Tentu saja! Aku harus membawa keluar wanita ini dulu tanpa ada seorangpun yang bisa melacak datanya!” ujar Anthony menutupi rencananya.


‘Aku ingin membawanya pergi Dante tapi bukan berarti aku ingin memanfaatkannya! Huh, tapi bagaimana menolak perintah jenderal? Sedangkan aku tahu bahwa kami memang sudah membuntuti Dante sejak sepuluh tahun lalu. Apabila ada ksempatan untuk meringkusnya, kenapa tidak? Tapi kenapa hatiku enggan untuk menangkapnya?’ agak galau hati Anthony.

__ADS_1


“Baiklah Anthony! Aku akan ketempatmu besok atau lusa!” ujar Jenderal Robert yang sudah tak sabar lagi.


“Bagaimana kalau seminggu lagi?”


“Kenapa harus lama sekali?” tanya Jenderal Robert Kane lagi. Dia tidak suka dengan tawaran yang diberikan oleh Anthony.


“Wanita ini baru bermasalah dengan Dante dan kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk bertemu orang asing. Dia pasti akan kaget saat melihatmu Jenderal!”


“Jadi kau ingin meredakannya dulu dan mengobati luka-lukanya?” tanya Jenderal Robert.


“Ya, setidaknya aku adalah orang yang dikenalnya karena kami sempat bicara ketika kami bekerja.”


“Baiklah kalau begitu! Aku tunggu kabar darimu tapi aku ingin bertemu dengannya dalam waktu beberapa hari lagi. Bisa kau persiapkan dia?”


“Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya dan apabila memungkinkan dia untuk bertemu denganmu maka aku akan menghubungimu!”


‘Huffff…..bagaimana ini? Coba aku pikirkan cara supaya Bella tidak terlibat dalam hal ini.’ hati Anthony berdecak galau. 'Aku tak ingin Bella terjebak dalam situasi sulit nantinya.' Meskipun suaranya terdengar tidak menolak permintaan Jenderal itu tapi hatinya masih terbayang-bayang tentang keadaan Bella saat dia menyelamatkannya. Tekanan batin sangat dirasakan oleh Anthony antara urusan pekerjaannya atau memilih perasaan yang tidak tega. ‘Kalau aku melibatkanmu sebagai tumbal, maka saat itu kondisimu pasti sangat berbahaya!’


“Oke! Aku akan tunggu kabar darimu Anthony!” ujar sang Jenderal.


Anthony langsung mematikan telepon lalu menaruhnya kembali di saku celananya, dengan tubuh yang gemetar dia mencoba untuk bicara lagi. “Bella! Kalau kau mendengar pembicaraanku tadi, tolong jangan takut ya. Aku bicara dengan jenderal keamanan federal. Kami memiliki misi dan kebetulan aku memang sedang menyamar di mansion Tuan Dante. Aku beruntung sekali karena menyelamatkanmu, jadi kau jangan takut ya Bella! Mereka tidak akan menyakitimu, mereka sama seperti aku. Mereka adalah orang-orang baik.


Anthony mencoba menjelaskan pada Bella yang masih diam, dia tak ingin Bella berprasangka buruk padanya. Tapi sayangnya tak ada respon dari wanita itu membuat Anthny hanya bisa meringis. “Siksaan yang diberikan oleh Danye terlalu banyak! Wanita ini tidak kuat mentalnya, ahhh…..” Anthony menghela napas. “Semoga semuanya bisa cepat selesai!” celetuknya lagi lalu dia kembali menginjak pedal gas semakin dalam.


Dia tidak lagi bicara dengan Bella, kali ini dia fokus menyetir hingga mereka sampai di perbatasan. “Fuh, sudah jauh sekali aku berjalan. Badanku sangat lelah dan aku mengantuk sekali.” celetuk Anthony berusaha menguatkan dirinya.


“Kenapa kau menelponku Anthony?”

__ADS_1


“Aku merasa lelah! Apa kau bisa memberikan aku tempat tinggal sementara? Setelah melewati Slovenia maksudku, aku rasa orang dibelakang juga merasa haus dan tubuhnya pasti sakit semua. Aku ingin mengobatinya dulu.”


__ADS_2