
“Kau jangan khawatirkan aku! Aku tahu apa yang harus aku lakukan, aku akan bersembunyi sampai keadaan aman.”
“Baguslah kalau begitu aku keluar dulu!” kemudian Eddie menutup pintu tapi perasaannya masih tak nyaman. “Dia bukan orang yang suka bersembunyi, kalau dia melihat kondisi seperti sekarang dia pasti akan panik dan dia akan marah padku! Transaksi kami tidak berjalan aman walaupun barang-barang sudah sampai ditempatnya!”
“Tapi kenapa wajahnya terlihat sangat tenang dan dia tidak marah? Padahal setahuku kalau dia adalah tipikal orang yang temperamental. Tapi tadi sikapnya sangat tenang dan baik?” Eddie merasa bimbang didalam hatinya dan dia mencurigai sesuatu.
“Dimana orang kepercayaannya? Tadi dia datang sendirian bukan? Padahal dia tidak pernah pergi tanpa pria itu. Kenapa aku tidak melihatnya?”
“Mungkinkah ada sesuatu yang berbeda disini? Aduh…..kenapa aku tidak menyadarinya? Aku tadi malah mengirim senjata kesana tapi akun bank-nya sudah benar! Aduh aku tidak mengerti sama sekali, aku harus mengecek keadaan dulu.” Eddie mengingat alamat tempat anak buahnya mengirimkan sejata lalu dia segera menelepon pasukannya.
“Tuan! Kami sekarang dalam kondisi sulit.” ucap anak buah Eddie diseberang telepon tanpa berbasa basi.
“Apa maksudmu dengan kondisi sulit?” tanya Eddie mulai cemas.
“Tuan sepertinya kau telah dijebak! Kami sudah sampai ketempat penyimpanan senjata dan setelah kami masuk kesini ternyata kami sudah dikepung oleh pasukan federal. Kami masuk kedalam dan sekarang kami ada didalam gudang dalam kondisi terkepung.”
“Mereka berada diluar dan bisa saja menghancurkan gedung ini! Tempat ini penuh dengan senjata yang bisa meledak kapanpun kalau diserang.” ucap anak buah Eddie menambahkan. Dan penjelasan anak buahnya membuat hati Eddie semakin panas dipenuhi amarah.
“Apa maksudmu? Kau dikepung? Siapa yang mengepungmu?”
“Tuan sepertinya orang yang berada bersamamu bukan orang yang asli! Aku menemukan mayatnya disini dan dia adalah orang yang harusnya bertransaksi dengan kita!”
“Apa kau tidak salah melihati orang?” tanya Eddie berusaha tidak percaya. Ada rasa gusar didalam hatinya ketika mendengar kabar itu.
__ADS_1
‘Kalau orang yang seharusnya bertransaksi denganku ternyata sudah mati berarti siapa yang ada didalam sana?’ Eddie mulau berpikir dan saat ini dia masih berdiri didepan peti kemas.
“Bos, apa yang harus kami lakukan sekarang? Mereka pasti akan mengebom tempat ini kalau kami berusaha untuk melawan! Lagipula dikepung seperti ini kami tidak bisa bergerak.”
“Biarkan aku berpikir dan aku akan mencoba mengeluarkan kalian dari sana secepatnya! Tunggu dan jangan melakukan tindakan bodoh! Lakulanlah sesuatu yang bisa mengulur waktu, tapi jangan bertindak sesuatu yang mencurigakan!” ucap Eddie berusaha untuk menenangkan anak buahnya meskipun dia sendiri dalam keadaan cemas.
‘Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kondisiku ada disini dan disana tidak ada pasukan cadangan untuk menolong mereka. Kami tidak punya pasukan yang berada didekat sana! Aduh Dante, apa kau tidak bisa membantuku berpikir sekarang?’ gumam Eddie dalam keadaan panik dan masih belum terpikirkan solusi masalah itu.
“Bos apa yang harus kita lakukan? Kalau kami terus berada disini semakin banyak yang akan terluka dan amunisi kami juga terbatas, bos! Teman kita sudah memberitahu bahwa ada pasukan federal yang datang kemari. Mereka menambah jumlah pasukan mereka dan kami yakin tujuan mereka adalah untuk melumpuhkan kita.”
“Jarak mereka masih tiga puluh menit lagi untuk sampai disini tapi untuk melawan mereka kami sudah tidak punya kekuatan lagi!”
Kondisi anak buahnya juga perlu dipikirkan oleh Eddie. Memang benar mereka adalah pasukan yang cukup kuat dan tidak pernah bisa dikalahkan oleh pasukan federal. Tapi apa yang terjadi sekarang ini kondisinya cukup berat bagi mereka.
“Tapi siapa dia sebenarnya? Orang itu mengerti banyak tentang senjata dan tadi dia mengobrol denganku tentang banyak hal! Fuuuuh! Aku yakin sekali kalau dia bukan orang sembarangan. Anthony, Dante….apa orang itu berkhianat padamu? Mereka sudah menyusun rencana ini. Aihhhh sial sekali! Pasti Anthony adalah orang dibalik semua ini bukan?”
Eddie mulai sadar sesuatu lalu dia menatap pada anak buahnya. “Kita ada kapal disana! Panggil semua pasukan kita untuk naik kesana. Aku yang akan mengurus semuanya disini!” Eddie menatap serius pria dihadapannya.
“Kalau kita pergi ke laut maka kita bisa lebih berjaya karena mereka tidak mungkin bisa melakukan apapun disana.”
Eddie memastikan lagi karena memang Dante pasti sudah memiliki rencana jika dia memilih plan B di tempat terbuka seperti lautan. Seharusnya dihindari karena mereka tidak punya lagi tempat untuk melindungi mereka kecuali kapal mereka sendiri yang apabila dijatuhi bom atau rudal maka habislah mereka semua.
“Tunggu bos! Anda sendirian disana kalau kami semua pergi?” anak buah Eddie bertanya ulang setelah memikirkan semua kalimat yang baru saja dilontarkan oleh Eddie.
__ADS_1
“Ya, cepat kalian semua pergi dari sini dan lindungi diri kalian dulu! Kalian bisa berkonsultasi pada pusat! Tapi tunggu aba-aba dariku dulu. Aku akan menghubungimu dan akan memastikan kalau jaringan telepon kalian aman!”
“Tapi bos! Anda tidak mungkin bisa melawan mereka semua sendirian!” anak buah Eddie kembali berucap setelah Eddie bicara. Dia tidak mau membuang waktunya apalagi suara tembakan yang tidak pernah berhenti terdengar di telinga mereka. Dan sepertinya suara tembakan pun sudah mulai terdengar mendekat.
“Selamatkan dulu anak buahmu yang bisa kau selamatkan! Kau tidak perlu memikirkan tentang aku. Karena aku bisa mengatasi semuanya disini!” ucap Eddie.
“Tidak bos! Kami tidak akan pergi tanpa anda! Kami tidak bisa meninggalkan anda berjuang sendirian disini! Kami akan tetap disini bersama anda.” anak buah Dante memang sangat loyal dan mereka tidak mau meninggalkan seseorang yang mereka kagumi.
Sifat kekeluargaan mereka terbentuk saat jalinan yang cukup erat karena itulah mereka mati-matian membela Dante dan orang-orang disekitar Dante.
“Aku lebih tahu apa yang harus aku lakukan. Dan kalau kalian masih ada disini maka kalian hanya akan merepotkanku saja. Jadi pergilah dari sini dan tunggu perintahku.” ucap Eddie.
“Segeralah kalian naik ke kapal itu dan bawa anak buah kalian karena Dante sudah menyiapkan escape plan di kapal itu! Cepat pergi dari sini!” Eddie meninggikan suaranya memberi perintah.
“Tidak bos! Kami tidak bisa pergi tanpamu! Tidak ada escape plan untuk anda kalau anda masih tetap berada disini.” anak buah Eddie masih tetap bersikeras menolak pergi.
“Kau mau melawanku, heh?”
“Boss!”
Lagi-lagi anak buah Eddie menggelengkan kepalanya dengan berat hati. Dia lebih memilih untuk mati daripada harus meninggalkan tempat itu tapi permintaan Eddie sepertinya bukan sesuatu yang bisa dibantahnya saat ini.
“Kau harus menyelamatkan orang-orang dibawahmu! Dante selalu bilang jika seorang pemimpin harus bertanggung jawab lebih besar dan tidak boleh mengobrankan nyawa anak buahnya demi kepentingannya sendiri dan keamanannya! Jadi aku mau kalian semua pergi.”
__ADS_1