
“Eh...tentu saja bisa nyonya.” ujar Bella yang kaget saat mendengar suara yang menyapanya. Lalu dia berdiri dan memberi hormat dengan membungkukkan badan pada wanita yang berdiri didepannya.
“Kau kenapa? Apa kau menangis?” tanya Tatiana pada Bella sambil menghempaskan tubuhnya dikursi yang berada dihadapan Bella.
“Oh tidak. Maksudku aku menangis tapi tidak apa-apa, bukan masalah yang serius.” jawab Bella berusaha tersenyum manis.
“Apa kau ada masalah?” tanya Tatiana lagi memperhatikan Bella dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ada senyum getir disudut bibirnya melihat kecantikan Bella yang paripurna dengan kulit mulus dan halus, matanya yang indah dan rambut tebalnya.
“Tidak. Sama sekali tidak ada masalah Nyonya Tatiana! Aku hanya merasa sedikit sedih karena meninggalkan Indonesia. Aku agak khawatir bagaimana hidupku nanti disana. Hal yang wajar dialami orang yang pergi meninggalkan tempat tinggalnya.”
Bella bicara dengan tenang dan seolah menutupi semua rasa yang ada dihatinya. Senyumnya pun terlihat dipaksakan tak ingin membuat wanita didepannya itu curiga. ‘Semoga saja aku tidak salah bicara. Apa sih maunya wanita ini datang menemuiku? Untung saja aku tidak minum alkohol, bisa-bisa aku bicara ngawur tentang hubunganku dengan suaminya.’ bisik hati Bella.
Meskipun dia merasa kesal dengan larangan Dante tapi dia tidak bisa berbohong kalau dia sangat bersyukur Dante datang tepat waktu untuk mencegahnya minum alkohol. Kalau tidak semuanya bisa kacau!
“Maaf jika aku mengganggumu Bella. Tapi ada hal yang ingin kubicarakan denganmu sebelum kau bertemu dengan Alex. Aku sengaja menunggu suamiku pergi ke kamar anakku lalu menemuimu karena aku hanya ingin bicara berdua denganmu sebagai sesama wanita.” Tatiana mulai menjelaskan maksudnya menemui Bella. Akhirnya wanita itupun mengerti dan menganggukkan kepala.
“Jadi nyonya memang sengaja ingin bicara denganku?”
“Apa kau keberatan kalau aku bicara denganmu sebelum kau mulai bekerja mengasuh anakku?”
“Oh tidak. Tentu saja tidak keberatan nyonya. Itu adalah hal yang wajar. Apa yang ingin anda bicarakan nyonya?” Bella bertanya sambil memandang Tatiana.
“Maaf jika ini akan membuatmu merasa tidak nyaman. Aku hanya ingin memastikan diriku kalau kau adalah orang yang tepat untuk mengasuh anakku.” jawab Tatiana dengan senyum diwajahnya, tapi isi hatinya jauh berbeda,
“Maksudnya, nyonya?” tanya Bella terbata-bata.
__ADS_1
“Ehem! Begini, Alex adalah putra kami satu-satunya. Aku hanya ingin memastikan kalau kau adalah orang yang tepat untuknya dan tidak akan menyakiti Alex. Paham maksudku?” Tatiana terus menatap Bella saat bicara.
“Ya saya mengerti nyonya. Aku tidak akan pernah menyakitinya, itu sama saja dengan aku mengubur diriku hidup-hidup.”
“Ha ha ha ha! Apakah suamiku sudah lebih dulu mengancamu?” Tatiana tersenyum merekah mendengar ucapan Bella.
“Ya nyonya. Itu hal yang wajar jika seorang ayah meminta pengasuh anaknya untuk berhati-hati.” ujar Bella yang merasa tidak enak hati bicara dengan wanita itu. Dia merasa tidak nyaman.
‘Wanita ini cantik sekali, dia juga anggun dan cara bicaranya sangat sopan layaknya wanita kelas atas. Berbeda jauh denganku, pantas saja suaminya mencintainya. Ah aku merasa malu bicara dengannya.’ gumam Bella dalam hati sambil mengamati Tatiana yang membuatnya merasa kecil hati.
“Kau benar! Tapi aku juga mau mengingatkan beberapa hal padamu.”
“Ya. Silahkan nyonya…..” Bella berusaha menenangkan diri dan terlihat serius. ‘Tidak boleh ada yang terlupakan, aku harus mengingat semua yang akan dikatakannya, aku tidak mau ada masalah dengan suaminya. Satu tahun aku akan berkorban demi adikku dan aku tidak boleh membuat kesalahan sekecil apapun.
“Kau kuijinkan mengasuh Alex. Lakukan tugasmu sebaik mungkin tapi ada batasan-batasan yang harus kau ingat!” wajah Tatiana berubah menjadi tegas dan tatapannya tajam pada Bella.
“Ah tenang saja.Aku mengerti semua ucapanmu, bahasa ingrismu sangat bagus. Ada beberapa aturan yang harus kau ingat.” ucap Tatiana menatap Bella dengan senyum penuh makna.
“Silahkan katakan saja apa aturannya nyonya.” dengan wajah polosnya dia terlihat menggemaskan, Tatiana merasa tidak nyaman melihat wanita didepannya yang terlalu cantik dengan kepolosannya.
“Dengarkan baik-baik ya, jangan sampai ada kesalahn. Pertama, Alex adalah anakku dan kau adalah pengasuhnya jadi tempatkan dirimu sebagai pengasuh bukan sebagai ibu. Jangan sampai kau berpikir kalau statusmu sampa sepertiku! Berhati-hatilah bersikap dengan anakku.” Tatiana terdiam sebentar menatap Bella untuk melihat reaksinya.
“Saya mengerti nyonya. Akan saya lakukan dan anda tidak perlu khawatir. Anda adalah ibunya dan akan tetap menjadi ibunya bagi Tuan Muda Alex.” Bella tersenyum mencoba menenangkan diri dan meningat semua ucapan Tatiana. ‘Isssss…...aku juga tidak ada niat untuk merebut kasih sayang anakmu! Aku hanya ingin bekerja setahun lalu bebas bersama adikku.’ gumamnya dalam hati.
“Bagus. Kedua, saat aku dan suamiku sedang bersama Alex maka kau harus menyingkir sejauh mungkin tapi usahakan dirimu masih bisa melihat kami.Saat aku membutuhkanmu baru kau kembali.”
__ADS_1
“Saya mengerti nyonya. Saya tidak akan mengganggu kebersamaan kalian.” saat mengucapkan itu ada rasa sakit dan perih di hati Bella. ‘Seharusnya kau menyuruhku menyingkir sejauh-jauhnya sampai tidak bisa melihat kemesraan kalian. Kalau aku melihatmu dan anakmu bersama dengan suamimu itu sangat menyakiti hatiku. Aku punya rasa pada suamimu dan aku merasa sedih melihat keharmonisan kalian. Mengingatkan diriku pada anakku dan pada ayahnya yang tidak kukenal. Tapi aku akan berusaha menahan semua rasaku, aku pasti akan merindukan Sky saat aku bermain dengan anakmu.’
“Kau pintar! Tadinya aku cemas kalau kau kesulitan mengerti apa yang kuinginkan. Tapi ternyata kau cukup pintar dan aku merasa tenang.” Tatiana tersenyum lebar dan merasa puas.
“Terimakasih Nyonya. Saya akan mematuhi semua aturan anda dan tidak akan membuat kesalahan yang mengecewakan anda.” ujar Bella menggangguk.
“Bagus. Ketiga, ini adalah hal yang paling penting bagiku!” Tatiana memasang wajah serius.
Senyum yang tadi dia tampilkan diwajahnya kini hilang entah kemana. Dia menatap tajam pada Bella, ‘Aku harus mencari kata-kata yang tepat untuknya sebagai peringatan. Dia harus berhati-hati untuk aturan ketiga ini.’ gumam Tatiana dalam hati. Sedangkan Bella mulai merasa khawatir melihat ketengangan diwajah Tatiana.
‘Apakah wanita ini akan menyulitkanku untuk mendapatkan kebebasanku setelah satu tahun? Semoga saja tidak dan aku akan bekerja dengan baik demi bisa bertemu dengan adikku.’ bisik hatinya.
“Apa aturan yang ketiga nyonya?” tanya Bella dengan suara serius.
“Jangan dekat dengan suamiku! Kau harus menjaga jarak dengannya, saat dia mendekati anakku dan aku tidak ada disampingnya maka kau harus menjauh. Setiap kali berdekatan dengannya dimanapun itu, jangan pernah bicara dengannya kecuali hal penting seperti hidup dan mati. Jangan pernah mencoba mengganggu hubungan kami! Kita sama-sama wanita, kita semua tahu sebagai wanita pasti memiliki ketertarikan pada pria. Jadi jangan coba-coba mendekati suamiku. Apa kau paham semua itu?”
“Tentu nyonya.” ucap Bella menganggukkan kepala.
“Kau paham maksudku? Sebagai wanita kita harus saling menghargai dan tidak mengganggu suami orang. Jangan pernah jadi pelakor! Itu yang aku inginkan!” Tatiana mengulang kalimatnya secara tegas. Matanya tetap menatap tajam pada Bella, dalam pikirannya hanya ada wanita cantik itu dan dia melihatnya sebagai ancaman. Andai dia tahu jika suaminya sudah macam-macam dengan wanita itu, aihhhhh apa jadinya ya?
“Baik, nyonya. Saya tahu batasannya dan saya tidak ada niat mengganggu Tuan Dante.” jawab Bella dengan senyum diwajahnya meskipun hatinya merasa sakit tapi dia berusaha untuk tegar.
“Baguslah kalau kau mengerti maksudku, aku senang bisa bicara denganmu tentang masalah ini. Hati merasa lebih tenang dan nyaman. Aku harap kau bisa melakukan pekerjaanmu dengan baik.” Tatiana menghela napas lega.
“Terimakasih nyonya sudah mempercayai saya.” Bella masih bersikap sopan meskipun dalam hatinya dia menggerutu, dia sangat paham maksud wanita dihadapannya itu.
__ADS_1
“Aku harap kita bisa bekerjasama karena aku membutuhkan bantuanmu. Selama kau bekerja dan mematuhi aturannya aku akan sangat menghargai itu dan aku berjanji akan membuat semuanya mudah untuk kau lalui! Tapi jika kau coba-coba mendekati suamiku, maka aku tidak akan segan menyingkirkanmu.”