
(Sesaat sebelum Anthony keluar)
“Iya Tuan Dante saya akan segera datang kesana.” respon Noel agak tergesa-gesa sambil berjalan cepat menuju ke parkiran motor.
‘Semoga saja Tuan Dante tidak marah padaku! Aku berjanji akan menemui ayahku kemarin tapi apa yang kulakukan? Aku malah datang sekarang! Apa aku perlu menjelaskan sekarang padanya?’ bisik Noel didalam hatinya.
‘Kemarin aku tidak bisa datang kesini karena sudah habis jam kunjungan. Baru sekarang aku bisa mengunjungiku ayahku. Kuharap Tuan Dante akan maklum dan tak marah padaku.’ Noel masih menimbang-nimbang.
“Aku tidak menyuruhmu untuk datang kerumahku secepatnya. Berkendarlah dengan aman, tak pelru tergesa-gesa! Aku meneleponmu karena ada yang ingin kutanyakan.”
“Ah, jadi anda tidak ingin menyuruhku datang terburu-buru kesana Tuan?” Noel agak lega mendengar ucapan Dante dan senyumnya merekah karena merasa semua kekhawatirannya tak benar.
“Tidak! Tapi aku ingin menanyakan padamu dimana penjara ayahmu?”
“Oh di penjara sebelah barat daya, Tuan! Sekitar delapan puluh kilo dari tempat tinggal anda.”
‘Itu penjara yang sama yang didatangi Anthony! Apa kau juga sedang mencari tahu jati dirimu? Atau kau mau mencari data tentang seseorang yang adalah adikku?’ ucap batin Dante.
‘Semoga saja adikku bukan kau Anthony! Aku tidak bisa terima kalau kau adalah adikku. Bagaimana aku harus bersikap padamu?’ bisik hati Dante menolak seandainya apa yang dia pikirkan itu memang benar bahwa Anthony adalah adik kandungnya yang selama ini hilang?
‘Tapi matamu, aku melihat mata mommy dimatamu! Aku melihat candanya disetiap kali kau bicara asal kepadaku. Dan kau benar-benar menyebalkan seperti dia yang selalu menggodaku setiap pagi saat aku tidur lama.’ bisik hati Dante lagi membuat dirinya bergetar. Untuk sesaat dia lupa kalau dirinya sedang ada di line telepon yang masih tersambung dengan Noel.
“Tuan, apakah anda masih disana?”
“Ehm! Ada beberapa hal tadi yang sedang aku pikirkan.” jawab Dante.
“Ah, kalau begitu tidak apa-apa Tuan. Apa saya harus ketempat anda sekarang?”
“Ya cepatlah datang kesini! Tapi sebelumnya beritahu aku bagaimana kondisi ayahmu?”
“Dia senang sekali saya datang mengunjunginya Tuan! Dan saya mengatakan kepadanya kalau dia mendapat salam dari anda. Dia sangat senang sekali mendapatkan kabar dari anda Tuan. Saya mengatakan kepadanya bahwa sekarang saya bekerja dengan Tuan Dante Sebastian!”
“Jadi kondisinya baik-baik saja? Apakah dia mau keluar dari tempat itu jika aku ingin mengeluarkannya dari sana?” tanya Dante yang memang berniat melakukan itu.
__ADS_1
“Tentu saja! Itu yang sangat diharapkannya. Dia ingin keluar dari tempat itu, Tuan! Tapi katanya tidak perlu memperhatikannya, dia hanya meminta kepada anda untuk mencari Mark Sebastian. Dan dia meminta anda untuk mengecek latar belakang orang bernama Robert Kane!”
Darah Dante pun mendidih ketika dia mendengar ucapan dari Noel. Tangannya mencengkeram ponselnya sangat erat dan wajahnya pun memerah menahan semua kesal dan amarah didalam hatinya.
“Tuan, apa anda masih ada disana?” tanya Noel karena tidak ada suara apapun dari seberang telepon.
“Cepat kau datang kesini! Banyak hal yang ingin kubicarakan denganmu!”
Klik!
‘Ayah harusnya kau memberitahuku kalau Dante adalah anak dari orang yang dulu menjadi atasamu! Tapi bukan salahmu juga karena kau tidak ingin membahayakan hidupku bukan? Aku juga tidak sengaja bertemu dengannya ayah! Aku akan melakukan apa yang diperintahkannya! Walaupun kau tidak mengatakannya secara detail tapi aku mengerti maksud dan tujuanmu mau bicara seperti itu tadi padaku.’ bisik hati Noel. Ada senyum diwajahnya ketika dia mengingat semua kata-kata Dante Emilio tadi.
‘Namamu sama dengan nama Tuan Dante, apakah kau adalah orang yang penting sehingga mereka selalu menamai anak mereka dengan namamu ayah?’ Noel kembali tersenyum bangga mengingat hal itu dan ada secercah harapan dihatinya. ‘Mungkin saja ini jalan untukku supaya aku bisa memperbaiki nama baik ayahku!’
‘Ayahku bukan pembelot dan dia bukan orang yang berbuat tidak adil! Aku tahu ayahku adalah orang yang sangat jujur! Semoga saja Tuhan mengabulkan doaku dan aku bisa menemukan orang-orang yang telah berbuat tidak adil kepada ayahku dengan bekerjasama dengan Tuan Dante!’ Noel memiliki harapan besar karena dulu dia ingin sekali membebaskan ayahnya.
“Hei kau mau kemana?” terdengar suara orang menyapanya membuat Noel pun menengok kearah suara dan tersenyum karena dia pernah melihat orang itu dirumah Dante.
“Iya Tuan?”
“Sssshh! Kita sudah pernah bertemu dan kau tahu namaku. Kenapa kau memanggilku seperti itu? Nick! Namaku Nick jadi kau bisa memanggil namaku langsung. Kau paham?”
“Baik Tuan eh maaf maksud saya Nick. Saya akan memanggil nama anda kalau begitu mau anda.”
“Hahahaha. Jangan terlalu kaku padaku. Anggap saja aku sebagai temanmu oke?” ujar Nick menepuk-nepuk bahu Noel.
“Bersikap biasa saja seperti aku dengan Dante, kau mengerti?”
“Aku mengerti Nick!” jawab Noel. ‘Aku senang sekali bekerjasama dengan Tuan Dante. Tidak ada senioritas karena semua orang baik padaku dan mereka semua sudah menganggapku seperti keluarga. Sikapnya sangat hangat dan aku sudah lama tidak memiliki keluarga. Aku merasa seperti punya keluarga lagi.’ didalam hatinya Noel sangat beryukur bisa bertemu dengan Dante.
“Nah, ini baru terdengar akrab! Aku suka kalau seperti ini.” ucap Nick lagi sambil menaruh tangannya dibahu Noel lalu mereka berjalan menuju kesatu arah.
“Itu motormu!”
__ADS_1
Noel menoleh kearah Nick sebelum bicara, “Tuan Dante menyuruh ku menggunakan motor itu Nick?”
Nick menggelengkan kepalanya, “Henry yang memintaku untuk menyiapkan motor itu. Katanya kau akan aman dan sampai lebih cepat dengan naik motor. Gunakan jalur belakang! Kau mengerti kan?”
“Aku mengerti. Kalau begitu aku pergi sekarang.” lalu dia merogoh sakunya.
“Tidak perlu! Kau pegang saja kunci mobil itu. Kalau kau kesini lagi baru kau ambil mobil itu dan bawa pulang. Ganti catnya kalau kau tidak punya uang untuk ganti catnya, datang dan mintalah pada Henry. Dia akan menyiapkan semua untukmu! Karena itu adalah perintah untuk keamananmu, kau paham Noel?”
“Baiklah. Aku paham.” dia kemabli memasukkan kunci mobil kedalam saku celananya.
“Cepat pergi!” usir Nick. Tak menunggu lama, Noel pun meninggalkan tempat itu dengan Nick yang memperhatikan dari jauh. ‘
Aku suka bekerja dengan anak itu. Dia benar-benar tulus dan hanya sedikit asahan saja aku rasa dia bisa menjadi salah satu orang yang cukup hebat! Dia sepertinya punya bakat.’ gumam Nick dihatinya.
“Hei tunggu dulu! Jangan pergi dulu!”
Terdengar suara yang dikenali oleh Nick membuatnya mengeryitkan keningnya.
‘Kenapa dia bisa mengenali Noel? Apakah dia juga orang dari keamanan federal? Wah sial kalau begini? Padahal aku suka dengan cara kerja Noel.’ bisik hati Nick.
Susah payah Nick harus berlari mengejar Anthony sambil menahan rasa sakit dikakinya karena saat ini kondisinya belum stabil dan kakinya pun masih pincang. “Siapa yang kau kejar?” tanya Nick sambil memegang tangan Anthony supaya pria itu tidak pergi dan memaksa Anthony tetap bersamanya.
‘Kalau benar Noel adalah salah satu dari anggota keamanan federal maka aku harus menyelamatkan Dante kali ini. Jangan sampai dia masuk jebakan dan mendapat masalah besar.’ Nick bergumam.
“Minggir! Lepaskan tanganmu! Aku harus mengejar pria itu.” ujar Anthony melepaskan tangan Nick.
“Kau mengenal Noel?”
“Eh apa? Tuan Nick? Kau mengenal pria itu tadi? Siapa dia? Noel Emilio? Katakan padaku dimana aku bisa menemuinya?”
“Kenapa kau histeris begitu?”
“EH aku bertanya duluan! Kenapa kau tidak menjawabku Tuan Nick?”
“Hehehe suka-suka aku! Memangnya kau sudah membeli mulutku sehingga aku harus menjawab semua pertanyaanmu?”
__ADS_1